• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

28

BAB III

ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI

3.1. Analisa Kebutuhan Software

Aplikasi sistem pakar penentuan pasal pencurian dalam KUHP yang akan dibuat memerlukan berbagai macam kebutuhan untuk proses pembuatan dan pengembangan aplikasi. Maka dibutuhkan tahapan analisa kebutuhan software untuk menentukan gambaran aplikasi yang akan dihasilkan sesuai dengan kebutuhan.

3.1.1. Identifikasi Masalah

Kurangnya informasi mengenai masalah hukum pidana pencurian, membuat sulit bagi sebagian orang untuk mengerti dan memilah pasal yang mengatur suatu permasalahan hukum pidana pencurian. belum lagi sebagian masyarakat yang telibat kasus pencurian kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai masalah hukum pidana pencurian menjadi faktor kebingungan bagi korban maupun tersangka. Berdasarkan latar belakang maka masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana memberikan informasi mengenai penentuan pasal-pasal dan hukuman maksimal pidana pencurian dalam KUHP.

2. Mengapa informasi mengenai penetuan pasal hukumum pidana pencurian di butuhkan oleh masyarakat.

(2)

3.1.2. Analisa Kebutuhan Aplikasi

Aplikasi Sistem Pakar penentuan pasal pencurian dalam KUHP dapat membantu pengguna secara mandiri untuk mendapatkan informasi mengenai pasal-pasal dan hukuman maksimal sebagai dasar hukum terhadap kasus pencurian. Berikut spesifikasi kebutuhan Aplikasi Sistem pakar penentuan pasal pencurian.

1. Analisa Kebutuhan Pengguna

Analisa kebutuhan Pengguna diperlukan untuk membuat Aplikasi Sistem Pakar penentuan pasal pencurian dalam KUHP untuk menentukan siapa saja yang dapat menggunakan aplikasi ini dan informasi apa saja yang aplikasi ini berikan kepada pengguna sebagai berikut:

a. Aplikasi ini dapat digunakan oleh masyarakat umum yang memiliki smartphone atau handphone dengan sistem operasi android yang membutuhkan informasi mengenai pasal-pasal dalam sebuah kasus pencurian, tetapi dapat juga dapat digunakan oleh badan hukum untuk menentukan dasar hukum pencurian.

b. informasi yang di berikan berupa pasal-pasal dalam KUHP Buku Kedua Bab XXII tentang kejahatan terhadap pencurian dari Pasal 362 sampai dengan Pasal 365 ayat 4 KUHP beserta hukuman maksimal penjara.

(3)

2. Analisa Kebutuhan Perangkat Keras a. Laptop

Perangkat Keras PC atau Laptop di butuhkan untuk membuat Aplikasi Sistem Pakar penetuan pasal pencurian dalam KUHP dengan spesifikasi minimum sebagai berikut:

Tabel III.1 Spesifikasi Minimum Laptop untuk membuat aplikasi

Jenis Kapasitas

Sistem Operasi minimal Windows 7 32 Bit

RAM 4 Gb

Ruang Disk 2 Gb

Resolusi Layar 1280 x 800

b. Smartphone

Perangkat keras Smartphone berbasis android dibutuhkan untuk menjalakan Aplikasi Sistem Pakar penetuan pasal pencurian dalam KUHP dengan spesifikasi minimum sebagai berikut :

Tabel III.2. Spesifikasi Minimum Smartphone untuk menjalakan aplikasi

Jenis Kapasitas

Sistem Operasi minimal Android Kitkat 4.4

RAM 512 MB

Memori 30 MB Internal

Resolusi Layar 320 x 480

(4)

3.2. Desain

Desain dibutuhkan untuk membuat aplikasi. penulis terlebih dahulu merancang sebuah desain agar dapat membuat aplikasi sesuai dengan yang di inginkan. Berikut tahapan-tahapan desain untuk membuatan perangkat lunak ini.

3.2.1. Rancangan Algoritma

Rancangan Algoritma digunakan untuk di iplementasikan ke dalam Aplikasi yang akan dibuat. Untuk membuat aplikasi ini digunakan metode algoritma Forward Chaining. Berikut merupakan tabel pasal pencurian, tindak puncurian, tabel keputusan dan pohon keputusan yang akan di terapkan dalam pembuatan Aplikasi Sistem Pakar penentuan pasal pencurian, bedasarkan kitab undang- undang hukum pidana Buku II Bab XXII (Pratiwi, & sutinah, 2014).

1. Tabe pasal pencurian

Tabel pasal pencurian ini memberikan informasi mengenai pasal-pasal pencurian berserta hukuman maksimal penjara yang akan di terapkan dalam pembuatan aplikasi Sistem Pakar penentuan pasal pencurian dalam KUHP.

Tabel III.3. Pasal Pencurian

KODE PASAL PENCURIAN

P1 Pasal 362 maksimal 5 tahun penjara P2 Pasal 363 ayat 1 maksimal 7 tahun penjara P3 Pasal 363 ayat 2 maksimal 9 tahun penjara P4 Pasal 364 maksimal 3 bulan penjara P5 Pasal 365 ayat 1 maksimal 9 tahun penjara P6 Pasal 365 ayat 2 maksimal 12 tahun penjara P7 Pasal 365 ayat 3 maksimal 15 tahun penjara

P8 Pasal 365 ayat 4 maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati

(5)

2. Tabel Tindak Pencurian

Tabel Tindak Pencurian ini memberikan informasi mengenai tindak pencurian untuk menentukan pasal pencurian dengan sebuah pertanyaan-pertanyaan yang akan di tampilkan dalam aplikasi.

Tabel III.4. Tindak Pencurian

KODE Tindak Pencurian

T1 Apakah pencurian mengambil sebagian atau seluruh barang milik orang lain ?

T2 Apakah pencurian lakukan pada malam hari dalam sebuah dirumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya ?

T3 Apakah terjadinya pencurian dijalanan umum atau transportasi umum yang sedang berjalan?

T4

Apakah pencurian dilakukan pada saat bencana alam, kebakaran, huru-hara atau perang ?

T5 Apakah Pelaku pencurian terdiri dari 2 orang atau berkelompok?

T6

Apakah pencurian dilakukan dengan merusak, memanjat, menggunakan kunci palsu, pakaian jabatan palsu atau bahkan perintah palsu ?

T7 Apakah barang yang dicuri nilainya kurang dari RP. 2.500.000?

T8 Apakah yang dicuri berupa hewan ternak?

T9 Apakah pencurian disertai kekerasan atau ancaman kekerasan ? T10 Apakah Pencurian mengakibatkan korban luka berat?

T11 Apakah Pencurian mengakibatkan korban meninggal dunia?

(6)

3. Tabel keputusan dan pohon keputusan

Tabel dan pohon keputusan ini digunakan sebagai pendukung pembuatan aplikasi Sistem Pakar penetuan Pasal dalam KUHP untuk merancang dan menyelesaikan logika yang akan di terapkan pada aplikasi. Algoritma yang banyak begitu sulit untuk di implementasikan secara langsung, untuk itulah dibuat sebuah tabel keputusan agar algoritma lebih efektif dalam pembuatan aplikasi.

Tabel III.5. Tabel Keputusan

KODE P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8

T1 v v v v v v v v

T2 v v v v

T3 v

T4 v

T5 v v v v v

T6 v v v v v

T7 v

T8 v

T9 v v v v

T10 v v

T11 v v

(7)

T1

T3 T2

T10 T7

T6 T4

T11 T5

T9

T8

P6 P8 P7

P4

P1

P5

P2 P3

Gambar III.1 Pohon Keputusan

(8)

Berdasarkan tabel dan pohon keputusan di peroleh cara kerja dalam menganalisis penentuan pasal pencurian dalam KUHP bebagai berikut:

Tabel III.5. Tabel Rule penentuan pasal pencurian Rule Basis penentuan pasal pencurian

R1 IF T1 Then P1

R2 IF T1 And T4 Or T2 Or T5 Or T6 Or T8 Then P2 R3 IF T1 And T2 And T5 Or T6 Then P3

R4 IF T1 And T7 And T5 Or T6 Then P4 R5 IF T1 And T9 Then P5

R6 IF T1 And T9 And T10 And T2 Or T3 Or T5 Or T6 Then P6 R7 IF T1 And T9 And T11 Then P7

R8 IF T1 And T9 And (T10 or T11) And T5 And T2 or T6 Then P8

3.2.2. Software Architecture

Software architecture digunakan untuk mendapatkan gambaran desain dari sistem yang akan dibuat pada aplikasi ini. Gambaran dari Aplikasi Sistem Pakar penentuan pasal dalam KUHP berbasis android menggunakan UML (Unified Modeling Language). aplikasi ini dimodelkan dengan Use Case Diagram dan Activity Diagram.

1. Use Case Diagram

Use Case Diagram mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu lebih dengan sismte yang akan dibuat. Diagram ini digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada dalam sebuah sistem dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi tersebut.

(9)

Gambar III.2 Use Case Diagram User

2. Activity Diagram

Activity Diagram menggambarkan aktifitas yang terjadi pada sistem dari pertama hingga akhir. Berikut merupakan Activity Diagram dari aplikasi ini yang akan dibuat:

a. Activity Diagram konsultasi

Activity Diagram ini digunakan untuk mengetahui pasal-pasal pencurian yang akan di kenakan dalam sebuah kasus hukum. Pengguna harus menjawab pertanyaan yang di sediakan agar menghasil kan sebuah jawaban berupa pasal pencurian beserta hukuman maksimal penjara.

(10)

Diagram activity

User Sistem

Membuka aplikasi Menampilkan menu

utama

Memilih menu konsultasi

Menampilkan pertanyaan

Menjawab pertanyaan

Klik button Proses penentuan pasal

Memproses penetuan pasal

Manampilkan penentuan pasal

Gambar III.3 Activity Diagram Konsultasi

b. Activity Diagram petunjuk

Activity Diagram ini di gunakan untuk menampilkan menu pentunjuk penggunaan aplikasi. sehingga pengguna dapat mengetahui cara menggunakan aplikasi penentuan pasal pencurian dalam KUHP.

(11)

Activity Diagram

User Aplikasi

Masuk menu utama

Pilih menu petunjuk

Tampilan petunjuk

Lihat petunjuk Start

End

Gambar III.4 Activity Diagram Petunjuk

c. Activity Diagram About

Activity Diagram ini untuk menampilkan informasi tentang pembuat aplikasi ini.

(12)

Activity Diagram

User Aplikasi

Masuk menu utama

Pilih menu about

Tampilan about

Lihat about Start

End

Gambar III.5 Activity Diagram About

(13)

3.2.3 User Interface

User Interface merupakan salah satu bagian penting pada aplikasi karena user interface adalah media visualisasi grafis yang membuat peungguna dapat berinteraksi dengan mudah dengan mesin yang sedang di kelola.

1. Menu utama

Menu utama ini merupakan halaman awal aplikasi penentuan pasal pencurian dalam KUHP. halaman awal ini menampilkan 4 menu untuk pengguna aplikasi diantaranya, menu kosultasi, menu petunjuk dan menu petunjuk dan menu exit.

Gambar III.6 Menu Utama

(14)

2. Menu Konsultasi

Menu utama ini merupakan halaman inti dari aplikasi Sistem Pakar penetuan pasal dalam KUHP yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang harus di jawab hingga selesai oleh pengguna untuk mentukan pasal pencurian yang akan dikenakan dalam tindak pidana pencurian.

Gambar III.7 Menu Konsultasi Penentuan Pasal Pencurian

3. Menu Petunjuk

Menu utama ini merupakan halaman yang berisi cara menggunakan aplikasi Sistem Pakar penentuan Pasal pencurian dalam KUHP sehingga pengguna dapat dengan mudah munggunakan aplikasi ini.

(15)

Gambar III.8 Menu Petunjuk Penggunaan Aplikasi

4. Menu about

Menu utama ini merupakan halaman tentang pembuat aplikasi ini.

Gambar III.9 Menu About

(16)

3.3 Implementasi

Aplikasi Sistem Pakar pentuan pasala dalam KUHP ini sudah di uji dengan cara digunakan secara langsung oleh masyarakat maupun petugas kepolisian di sekitar lingkungan polsek cinambo bandung. Implementasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ke akurasian aplikasi dengan contoh 10 contoh kasus pencurian di hasil 8 kasus sesuai dengan aplikasi sedangkan 2 kasus sisanya tidak sesuai dengan aplikasi.

3.4 Testing

Testing merupakan langkah yang dilakukan untuk pengujian sistem aplikasi yang telah dibuat dengan tujuan untuk menemukan bug dan error pada aplikasi yang dibuat dengan menggunakan Blackbox Testing. Berikut tabel hasil testing aplikasi.

Tabel III.7. Tabel Testing Aplikasi

No Pengujian Hasil Yang Diharapkan Kesimpulan 1 Pilih menu konsultasi,

jawab pertanyaan, lalu tekan proses pentuan pasal

Sistem menghasilkan penetuan pasal pencurian.

Valid

2 Menekan tombol menu petunjuk.

Mempilkan halam petunjuk penggunaan aplikasi

Valid

3 Menekan tombol menu about.

Mempilkan halam tentang pembuat aplikasi

Valid

4 Menekan tombol exit Sistem menerima akses untuk menutup aplikasi

Valid

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Pada tahap analisa kebutuhan ini yang dilakukan adalah menaganalisis siapa saja yang membutuhkan sistem, mengapa diperlukannya sistem pakar untuk menentukan penyusunan

Untuk menangani kelemahan-kelemahan sistem yang ada, salah satu solusi yang ditawarkan adalah dengan merancang sistem pakar untuk mendeteksi kerusakan pada

Analisa kebutuhan Perancangan sistem informasi pada pembuatan surat keterangan usaha terdapat dua pengguna yaitu user dan admin kedua pengguna memiliki kebutuhan

Berdasarkan analisa kebutuhan dan analisa pengguna yang ada di atas maka aplikasi yang dibutuhkan Fasilkom Universitas Mercu Buana adalah aplikasi yang komunikatif

Sistem pakar untuk penyakit Gigi dan mulut membutuhkan basis pengetahuan dan mesin inferensi untuk mengetahui gejala yang terjadi pada penderita dan penanganannya.. Basis

Dari use case diagram sebelumnya, telah diketahui use case apa saja yang terdapat dalam didalam form Playback, maka penulis akan membuat empat buah activity diagram dari

Gambar 3.5 Activity Diagram Menu Pengenalan Multimedia Activity Diagram Menu Pengenalan, akan dimulai setelah Pengguna mebuka aplikasi, setelah itu aplikasi akan memunculkan Splash

Berikut adalah analisa kebutuhan sistem, perangkat lunak dan perangkat keras dalam pembuatan aplikasi kamus Bahasa Indonesia-Jawa menggunakan metode sequential search berbasis android