• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB IV"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

vii Institut Teknologi Nasional

DAFTAR ISI

Halaman

LEMBAR JUDUL

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iiii

KATA PENGANTAR ... iv

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI SKRIPSI UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... v

ABSTRAK ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Penelitian ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 2

1.3. Tujuan Penelitian ... 2

1.4. Batasan Penelitian ... 2

1.5. Sistematika Penulisan ... 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1. Literature Review ... 4

2.2. Motor Switched Reluctance ... 6

2.3. Sensor Hall Effect ... 8

2.4. Prinsip Kerja Motor Switched Reluctance ... 8

2.5. Rangkaian Asymmetric Half Bridge ... 9

2.6. IGBT (Insulated Gate Bipolar Transistor) ... 12

2.7. Rangkaian Driver ... 13

2.7.1. IC Optocoupler TLP250... 13

2.7.2. IC Buffer 74HC541 ... 14

2.8. Skema Cara Kerja motor Switched Reluctance ... 15

(2)

viii Institut Teknologi Nasional

2.9. Karakteristik Kecepatan Motor Switched Reluctance ... 17

2.10. PWM (Pulse Width Modulation) ... 18

2.11. Arduino Uno ... 19

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 21

3.1. Diagram Alir Metode Penelitian ... 21

3.2. Deskripsi Umum Sistem ... 22

3.3. Perancangan dan Realisasi Perangkat Keras ... 24

3.4. Perancangan dan Realisasi Perangkat Lunak ... 32

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS ... 35

4.1. Pengujian SensorHall Effect Motor Switched Reluctance ... 35

4.2. Pengujian Rangkaian Kontrol dan Rangkaian Driver ... 38

4.3. Pengujian Rangkaian Daya ... 49

4.4. Pengujian Arus dan Kecepatan Motor Switched Reluctance .... 56

BAB V KESIMPULAN DAN PENGEMBANGAN ... 61

5.1. Kesimpulan ... 61

5.2. Pengembangan ... 61

DAFTAR PUSTAKA ... 62 LAMPIRAN

(3)

ix Institut Teknologi Nasional

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Perbandingan Tinjauan Pustaka ... 4

Tabel 2.2. Pola Pensaklaran Asymmetric Half Bridge Tiga Phasa ... 15

Tabel 2.3. Spesifikasi Arduino Uno ... 20

Tabel 3.1. Spesifikasi Motor Switched Reluctance Buatan SLT... 27

Tabel 3.2. SpesifikasiBaterai Rangkaian Daya Motor Switched Reluctance . 28 Tabel 3.3. Spesifikasi Baterai Rangkaian Driver Motor Switched Reluctance 28 Tabel 3.4. Hasil Perhitungan Rangkaian Daya, Driver, dan Performa Motor 31 Tabel 4.1. Pengujian Rangkaian Daya, Driver, dan Performa Motor ... 60

(4)

x Institut Teknologi Nasional

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Klasifikasi Motor Elektrik ... 6

Gambar 2.2. Irisan Bagian Dalam Motor Switched Reluctance ... 7

Gambar 2.3. SensorHall Effect ... 8

Gambar 2.4. Rangkaian Asymmetric Half Bridge ... 9

Gambar 2.5. Proses Magnetizing ketika H1&L1 On... 10

Gambar 2.6. Proses Demagnitizing ketika H1&L1 Off ... 11

Gambar 2.7. Timing Diagram Pensaklaran ... 11

Gambar 2.8. Simbol Rangkaian IGBT ... 13

Gambar 2.9. Konfigurasi Pin TLP250... 14

Gambar 2.10. Konfigurasi Pin 74HC541 ... 15

Gambar 2.11. Posisi Rotor Saat Sejajar dengan Phasa A dan Rangkaian Daya dalam Keadaan Magnetizing padaH3&L3 dan Demagnetizing pada H1&L1 dan H2&L2 ... 16

Gambar 2.12. Posisi Rotor Saat Sejajar dengan Phasa C dan Rangkaian Daya dalam Keadaan Magnetizing padaH2&L2 dan Demagnetizing pada H1&L1 dan H3&L3 ... 16

Gambar 2.13. Posisi Rotor Saat Sejajar dengan Phasa B dan Rangkaian Daya dalam Keadaan Magnetizing padaH1&L1 dan Demagnetizing pada H2&L2 dan H3&L3 ... 17

Gambar 2.14. Karakteristik Torsi Kecepatan Motor Switched Reluctance ... 17

Gambar 2.15. Bentuk Sinyal Keluaran PWM ... 18

Gambar 2.16. Arduino Uno Board ... 19

Gambar 3.1. Diagram Alir Penelitian ... 21

Gambar 3.2. Blok Diagram Sistem Penggerak Elektronik Motor Switched Reluctance ... 23

(5)

xi Institut Teknologi Nasional Gambar 3.3. Perancangan Rangkaian Penggerak Elektronik Motor Switched

Reluctance ... 24

Gambar 3.4. Motor Switched Reluctance ... 27

Gambar 3.5. Baterai yang Digunakan sebagai Sumber Tegangan Rangkaian Daya ... 27

Gambar 3.6. Baterai yang Digunakan sebagai Sumber Tegangan Rangkaian Driver ... 28

Gambar 3.7. Rangkaian Keseluruhan Penggerak Elektronik Motor Switched Reluctance ... 29

Gambar 3.8. Diagram Alir Proses Kerja Penggerak Elektronik Motor Switched Reluctance ... 32

Gambar 3.9. Realisasi Perangkat Lunak Penggerak Elektronik Motor Switched Reluctance ... 34

Gambar 4.1. Pengujian Sensor Hall Effect ... 36

Gambar 4.2. Bentuk Gelombang Saat Sensor Hall Effect Mendeteksi Posisi Rotor ... 37

Gambar 4.3. Bentuk Gelombang Saat Sensor Hall Effect Tidak Mendeteksi Rotor ... 37

Gambar 4.4. Pengujian Rangkaian Kontrol dan Rangkaian Driver ... 38

Gambar 4.5. Sinyal Keluaran Rangkaian Kontrol Saat Duty Cycle 20% ... 39

Gambar 4.6. Sinyal Keluaran Rangkaian Kontrol Saat Duty Cycle 40% ... 40

Gambar 4.7. Sinyal Keluaran Rangkaian Kontrol Saat Duty Cycle 60% ... 41

Gambar 4.8. Sinyal Keluaran Rangkaian Kontrol Saat Duty Cycle 80% ... 42

Gambar 4.9. Sinyal Keluaran Rangkaian Kontrol Saat Duty Cycle 90% ... 43

Gambar 4.10. Sinyal Keluaran Rangkaian Driver Saat Duty Cycle 20% ... 44

Gambar 4.11. Sinyal Keluaran Rangkaian Driver Saat Duty Cycle 40% ... 45

Gambar 4.12. Sinyal Keluaran Rangkaian Driver Saat Duty Cycle 60% ... 46

Gambar 4.13. Sinyal Keluaran Rangkaian Driver Saat Duty Cycle 80% ... 47

Gambar 4.14. Sinyal Keluaran Rangkaian Driver Saat Duty Cycle 90% ... 48

Gambar 4.15. Pengujian Rangkaian Daya ... 50

(6)

xii Institut Teknologi Nasional Gambar 4.16. Sinyal Keluaran Rangkaian Daya Phasa A dan B pada Duty Cycle

20% ... 51 Gambar 4.17. Sinyal Keluaran Rangkaian Daya Phasa A dan B pada Duty Cycle

40% ... 52 Gambar 4.18. Sinyal Keluaran Rangkaian Daya Phasa A dan B pada Duty Cycle

60% ... 53 Gambar 4.19. Sinyal Keluaran Rangkaian Daya Phasa A dan B pada Duty Cycle

80% ... 54 Gambar 4.20. Sinyal Keluaran Rangkaian Daya Phasa A dan B pada Duty Cycle

90% ... 55 Gambar 4.21. (a). Besar Arus Motor pada Duty Cycle 20% (b) Kecepatan Motor

pada Duty Cycle 20% ... 57 Gambar 4.22. (a). Besar Arus Motor pada Duty Cycle 40% (b) Kecepatan Motor

pada Duty Cycle 40% ... 57 Gambar 4.23. (a). Besar Arus Motor pada Duty Cycle 60% (b) Kecepatan Motor

pada Duty Cycle 60% ... 58 Gambar 4.24. (a). Besar Arus Motor pada Duty Cycle 80% (b) Kecepatan Motor

pada Duty Cycle 80% ... 58 Gambar 4.25. (a). Besar Arus Motor pada Duty Cycle 90% (b) Kecepatan Motor

pada Duty Cycle 90% ... 59 Gambar 4.26. Grafik Perbandingan Kecepatan Motor Terhadap Arus Hasil Perhitungan dan Hasil Pengujian... 60

Referensi

Dokumen terkait

Gerhana bulan terjadi pada saat posisi Matahari dan Bumi berada dalam garis sejajar sehingga Bulan memasuki daerah bayangan bumi yang terbentuk akibat penyinaran Matahari..

L5, L6 L6,L5,L2,L1,L3,L4,L6 59,4 Bedasarkan perhitungan pada tabel 1 diketahui bahwa jarak lintasan awal yaitu 47,1 Km, dan setelah dilakukan perhitungan dengan Metode Simple

Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu lama pemeraman dengan 3 perlakuan yaitu L1 (pemeraman selama 3 hari), L2 (pemeraman selama 6 hari) dan L3 (pemeraman

Sedangkan nilai-nilai αB1 dan αB2 dapat diperoleh dari persamaan sudut belahan akibat beban luar; L1, L2 dan L3 diketahui dari soal; demikian pula Mc diperoleh dari P2 x L4 Setelah

67 4.4 Uji T Tabel 4.5 Hasil Uji t VARIABEL BATAS HASIL UJI SIGNIFIKANSI KESIMPULAN Motivasi X1 < 0,05 0,021 H1 Diterima Fasilitas Kerja X2 0,006 H2 Diterima Variabel

No Kompetensi Dasar KD Materi Pokok Indikator Level Koginitf Bentuk Soal L1 L2 L3 PG Uraian 1.1 Menghayati kebenaran dan kebesaran Allah melalui al-Asma al-Husna, al-‘Afuww,

Kompetensi Dasar Materi Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Soal Level Kognitif Bentuk Soal L1 L2 L3 PG Uraian bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan daya dukung yang

No Kompetensi Dasar Materi Esensial Indikator Soal Level Kognitif Bentuk Soal Sko r L1 L2 L3 PG Uraian dampak berilmu, bekerja keras, kreatif dan produktif dalam fenomena kehidupan