Kebutuhan ruang perpustakaan ditentukan berdasarkan pengelompokan kegiatan yang ditampung, data fasilitas/ruang Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Surakarta dan disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas sebagai ruang publik adalah sebagai berikut. satu. Pembelian buku Toko Buku (kasir, R.display) Pembelian souvenir Toko souvenir (kasir, R.display) Jasa Wisata Perpustakaan R.
Analisis Besaran Ruang
Area ruang kegiatan penerimaan Sumber: analisis pribadi.. bahan perpustakaan tambahan per tahun untuk memastikan keberlanjutan di masa depan. Dari sini diperkirakan jumlah tempat parkir yang akan disediakan adalah 98 kendaraan (75% sepeda motor=73 sepeda motor, 25% mobil=25 mobil).
Analisis Khusus 1. Ruang baca
Ruang baca dalam ruangan, seperti ruang baca yang banyak terdapat di beberapa perpustakaan, sering diterapkan. Untuk itu perpustakaan umum ini mencoba menghadirkan suasana baru pada ruang baca dengan mendesain interior sesuai koleksi yang ada. Misalnya, ruang baca anak-anak akan berbeda dengan ruang baca dewasa, seperti yang terjadi di perpustakaan Yogyakarta Smart Park.
Bagi pengunjung yang menyukai ruang baca outdoor, selain ruang baca indoor, direncanakan juga ruang baca outdoor. Sistem penggunaan ruang baca indoor dan outdoor pasti berbeda, jika di dalam ruangan tetap bisa memantau buku yang dipinjam untuk dibaca di tempat, namun jika di luar ruangan hanya buku yang dipinjam dan didaftarkan ke polisi. Tujuan dari adanya ruang baca ini adalah selalu memberikan suasana publik dimana berada di dalam ruangan, namun dengan konsep seperti gambar dibawah ini membuat pengunjung seolah-olah tidak berada di dalam ruangan.
ANALISIS FISIK
Analisis Pemilihan Site a. Tujuan
Chiara membuat teorinya berdasarkan pengamatannya terhadap lingkungan Eropa yang beriklim subtropis, namun hal ini jelas berbeda jika diterapkan di Indonesia yang beriklim tropis. Di Indonesia hal ini tidak bisa dilakukan karena dapat menyebabkan kondisi berlumpur pada musim hujan dan berdebu pada musim kemarau. Oleh karena itu, perlu dicari solusi alternatif untuk menghadirkan esensi ruang publik pada gedung perpustakaan.
Keduanya berlokasi di Manahan yang berada di pusat kota dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi. Hal ini dilatarbelakangi oleh keberadaan Stadion Manahan yang berperan sebagai pusat ruang publik di Kota Surakarta dengan tingkat komersial yang cukup tinggi dalam hal perdagangan barang dan jasa. Berdasarkan pertimbangan di atas, maka lokasi yang direncanakan untuk gedung perpustakaan adalah Lokasi Alternatif 1.
SITE
Analisa Pencapaian Site a. Tujuan
Untuk menentukan pintu masuk utama, ada beberapa ciri yang harus dipenuhi agar bangunan dapat diakses dengan baik. Selain itu, salah satu jalurnya bisa dijadikan alternatif cadangan ketika pintu utama ditutup untuk aktivitas tertentu.
Sirkulasi a. Tujuan
Mengetahui tempat-tempat dalam situs yang perlu dikembangkan untuk menunjang secara optimal kegiatan, fungsi dan keberadaan perpustakaan di masyarakat. Menyediakan lokasi di lokasi untuk memaksimalkannya sebagai titik fokus gedung perpustakaan dan untuk memfasilitasi komunikasi tentang gedung tersebut kepada masyarakat. Ini adalah titik pusat, sudut pandang paling umum dari berbagai sudut akses situs.
Pada bagian ini desain ditekankan sebagai ciri menarik dari bangunan perpustakaan, sehingga keberadaannya dapat lebih terekspos. Desain unik yang mampu menandai keberadaan gedung perpustakaan ditonjolkan di sini. Fasad di sepanjang Jalan Samratulangi dibuat menarik untuk membantu menginformasikan kepada masyarakat tentang keberadaan gedung perpustakaan, mengingat Jalan Samratulangi merupakan sisi gedung ini yang dapat diakses dengan mobilitas yang cukup.
Kebisingan a. Tujuan
Pastikan terdapat jarak yang cukup jauh antara jalan dan bangunan, terutama di area yang memerlukan keheningan. Sebagai kawasan pendidikan & pusat ruang publik di Solo, arus lalu lintas di jalan utama ini cukup bising.
Bangunan di sekitar lokasi merupakan bangunan yang rendah dan tidak terlalu padat sehingga tidak mempengaruhi penetrasi sinar matahari ke dalam lokasi, sehingga dapat diasumsikan sinar matahari dapat menembus lokasi pada siang hari. Sinar matahari dapat dimanfaatkan untuk penerangan dan penghawaan alami sehingga bukaan pada bagian utara dan selatan bangunan menjadi maksimal. Penggunaan elemen air pada lanskap untuk mengurangi panas matahari sehingga memberikan kesejukan udara pada lokasi.
Sedangkan pengaruh pergerakan matahari terhadap aktivitas tapak adalah pada tata letak fungsi bangunan. Bangunan yang menghadap ke barat dimaksimalkan dengan peneduh matahari berupa kaca yang memiliki koefisien peneduh rendah dan juga pola tertentu yang meminimalisir cahaya masuk. Penggunaan alternatif desain sun-shielding agar cahaya yang masuk ke dalam ruangan tidak terlalu besar, namun tetap bisa menggunakan material transparan (kaca).
Penzoningan a. Tujuan
Nah, kalau di situs, zona ini letaknya paling belakang atau bagian yang tidak terlihat. Selain itu, sirkulasi menuju zona ini juga harus disembunyikan, sehingga sirkulasi keluar masuk zona ini berbeda dengan sirkulasi masyarakat, yaitu melalui pintu samping yaitu melalui jalan tetangga.
Massa Bangunan a. Tata Massa
Fungsi kegiatan utama gedung perpustakaan adalah perpustakaan sebagai tempat mewadahi minat membaca dan juga mengoptimalkannya sebagai ruang publik. Hal ini dikarenakan cluster mempunyai sifat yang cocok bila digunakan untuk pola massa gedung perpustakaan dengan ciri-ciri sebagai berikut: ..setiap massa mempunyai fungsi pada setiap kelompok kegiatan. Terbentuknya komposisi massa yang aksesibel dan fungsional serta mendukung upaya menjadikannya ruang publik yang diterapkan pada gedung perpustakaan.
Massa bangunan perpustakaan menggunakan bentuk kotak yang dikembangkan menjadi bentuk yang lebih menarik dengan cara memutar bentuk, menambah atau mengurangi bentuk sesuai dengan bentuk situs. Memperoleh ekspresi spasial yang dapat menggambarkan dan mendukung konsep yang diusung pada setiap koleksi dan klasifikasi ruangan pada gedung perpustakaan. Mengingat gedung perpustakaan merupakan gedung yang menampung pejalan kaki dan kendaraan bermotor, maka penggunaan material pertamanan harus memperhatikan aspek-aspek di atas di samping berbagai jenis vegetasi pendukungnya.
ANALISA POLA SIRKULASI BANGUNAN
- Sirkulasi Horizontal a. Tujuan
- Sirkulasi Vertikal a. Tujuan
Pola linier adalah rangkaian ruangan dalam satu baris yang dihubungkan oleh jalur lurus sebagai penghubung antar ruangan, sekaligus sebagai unsur pembentuk ruang. Dalam pola grid, ruang-ruang disusun dalam pola grid tertentu yang dihubungkan oleh pola linier jalur-jalur yang berpotongan. Pola grid dapat digunakan dalam penataan rak dan penyimpanan bahan koleksi dengan tujuan untuk memudahkan kategorisasi bahan pustaka dan memudahkan akses terhadap bahan pustaka tersebut.
Pemanfaatan cluster sebagai pola sirkulasi tidak lepas dari kegiatan-kegiatan yang berlangsung pada bangunan dan ruang perpustakaan yang saling berhubungan dan mendukung. Mencapai solusi pola sirkulasi vertikal yang mudah diakses, sehingga membantu pengguna dalam melakukan aktivitasnya di gedung perpustakaan. Tangga digunakan untuk menunjang sirkulasi vertikal pada ruang pelayanan, dan juga digunakan sebagai tangga darurat.
Analisis sistem struktur 1) Tujuan
Untuk mencapai hal tersebut diperlukan suatu sistem struktur yang dapat mengakomodir hal tersebut.Ada beberapa alternatif sistem struktur yang sedang dipertimbangkan untuk digunakan dalam perancangan perpustakaan ini. Untuk gedung perpustakaan umum sebagaimana dirancang, ruang interior pada dasarnya adalah ruang yang besar. Perpustakaan umum yang direncanakan merupakan bangunan 1-2 lantai yang memenuhi kebutuhan pengunjung akan kemudahan pergerakan dan akses.
Sistem suprastruktur yang dapat digunakan pada gedung perpustakaan umum adalah sistem kolom kaku bentang lebar dengan jarak rata-rata antar kolom 0,8m. Pada area di atas ramp (jalur sirkulasi vertikal) digunakan atap bernada yang dilengkapi skylight untuk membiarkan cahaya dari atas masuk. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kebutuhan kolom guna memaksimalkan konfigurasi modul yang dapat dirinci pada susunan komponen bangunan perpustakaan yang akan dirancang.
Analisis Utilitas 1) Tujuan
Kebutuhan air bersih bangunan ini adalah untuk kamar mandi/WC, wastafel untuk pantry/dapur, untuk wudhu, dan juga untuk taman. Air kotor dari bangunan didaur ulang di kolam pengolahan untuk digunakan kembali untuk keperluan utilitas bangunan, yaitu pembilasan toilet yang kini digunakan di kota-kota besar. Selain itu, air kotor yang telah diolah juga dapat digunakan untuk menyiram tanaman di taman dalam dan luar ruangan.
ATS : Automatic Transfer Switch yaitu suatu alat yang secara otomatis memindahkan aliran listrik dari aliran PLN ke aliran generator, sehingga generator menjadi sumber listrik pada saat aliran dari PLN terputus. MDP : Panel distribusi utama, pusat penyaluran tenaga listrik, dari sini tenaga listrik dialirkan ke unit-unit ruangan dan unit bangunan yang memerlukannya.
Analisis Penghawaan 1) Tujuan
- Analisis Penerangan 1) Tujuan
Menurut Lippsmeir (1994), batas kenyamanan kondisi khatulistiwa berada pada kisaran suhu udara 22,5ºC - 29ºC dengan kelembaban 20 – 50%. Dijelaskan lebih lanjut bahwa nilai kenyamanan harus diperhitungkan dengan kemungkinan kombinasi radiasi panas, suhu udara, kelembaban udara dan kecepatan udara. Permasalahan terkait kenyamanan ruangan di iklim tropis antara lain tingkat kelembapan dan radiasi matahari yang mengakibatkan ruangan menjadi panas.
Secondary skin yang diartikan secara harfiah berarti kulit kedua yaitu lapisan luar bangunan yang berfungsi sebagai lapisan pelindung pada bagian dalam.
Analisis Kebakaran 1) Tujuan
Alarm jenis ini menggunakan dua sistem, yaitu sistem otomatis yang menggunakan pendeteksi asap dan panas serta sistem satu tombol tekan. Menurut panduan sistem bangunan bertingkat tinggi, sprinkler atau alarm kebakaran tidak diperlukan pada bangunan yang tergolong bertingkat rendah atau dengan ketinggian hingga 8 meter. Oleh karena itu, gedung Perpustakaan Umum yang direncanakan tidak dilengkapi dengan alarm kebakaran atau alat penyiram air.
Tempatkan di tempat-tempat strategis yang mudah dan dikenali serta di tempat-tempat yang mempunyai risiko kebakaran tinggi. Analisis di atas menunjukkan bahwa perlunya perlindungan terhadap bahaya kebakaran di perpustakaan umum ada pada gedung 1 sampai 4 lantai yang menggunakan sistem sprinkler. Selain itu, di gedung Perpustakaan Umum, alat pemadam kebakaran hanya ditempatkan di tempat-tempat strategis dan hidran luar ruangan.
Analisis Petir 1) Tujuan
Pada bagian atas bangunan terdapat sebuah batang runcing yang terbuat dari bahan Cooper Spit, yang dihubungkan dengan batang tembaga ke elektroda grounding (yang memanjang hingga ke permukaan air. Area yang terlindung dari sambaran petir berbentuk segitiga kerucut dengan penangkal petir di bagian atas.Sebagai gantinya, sistem proteksi petir petir model Energi Froid (medan elektrostatis) atau yang dikenal dengan Produk EF 4).
Instalasi penangkal petir yang digunakan adalah sistem Faraday yaitu penangkal petir yang dipasang pada atap gedung. Arus listrik mengalir melalui konduktor berupa kabel timbal yang dilindungi isolator tanah.
Analisis Sampah
Analisis Telekomunikasi
Selain itu, terdapat jaringan internet yang dapat dimanfaatkan seluruh warga dan pengguna Perpustakaan Umum untuk memperoleh informasi.
Sistem Keamanan
Evakuasi Kebakaran
Daerah terbuka yang dipilih sebagai jalur evakuasi adalah daerah evakuasi I dan III karena daerah tersebut paling dekat dengan jalan besar yang lebih besar dari sekedar jalan lingkungan.