• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

49 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

1. Penyuluhan tentang gizi seimbang pada anak sekolah melalui media puzzle sebanyak 4 kali selama 3 minggu menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan anak sekolah dengan peningkatan sebesar 29,1%. Siswa yang mempunyai tingkat pengetahuan baik rata-rata berusia 11-12 tahun (47,7%).

2. Penyuluhan tentang gizi seimbang pada anak sekolah melalui media puzzle sebanyak 4 kali selama 3 minggu menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tingkat sikap anak sekolah dengan peningkatan sebesar 14,8%. Siswa yang memiliki sikap baik ratarata memiliki tingkat pengetahuan yang baik pula (92,0%).

3. Penyuluhan tentang gizi seimbang pada anak sekolah melalui media puzzle sebanyak 4 kali selama 3 minggu menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi energi dengan peningkatan sebesar 32,9%. Sebanyak (77,3%) responden yang memiliki status gizi kategori kurang dan sangat kurang memiliki tingkat konsumsi energi dalam kategori normal.

4. Penyuluhan tentang gizi seimbang pada anak sekolah melalui media puzzle sebanyak 4 kali selama 3 minggu menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi protein dengan peningkatan sebesar 50,9%. Sebanyak (61,4%) responden yang memiliki status gizi kategori sangat kurus memiliki tingkat konsumsi protein kategori normal.

5. Penyuluhan tentang gizi seimbang pada anak sekolah melalui media puzzle sebanyak 4 kali selama 3 minggu menunjukkan pengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi lemak dengan peningkatan sebesar 49,4%. Sebanyak (59,1%) responden yang memiliki status gizi kategori sangat kurus memiliki tingkat konsumsi lemak kategori normal.

6. Penyuluhan tentang gizi seimbang pada anak sekolah melalui media puzzle sebanyak 4 kali selama 3 minggu menunjukkan

(2)

50 pengaruh signifikan terhadap tingkat konsumsi karbohidrat dengan peningkatan sebesar 43,1%. Sebanyak (68,2%) responden yang memiliki status gizi sangat kurus memiliki tingkat konsumsi karbohidrat dalam kategori normal.

7. Penyuluhan tentang gizi seimbang pada anak sekolah melalui media puzzle sebanyak 4 kali selama 3 minggu menunjukkan bahwa konsumsi sayur (66,7%) dan buah (55,6%) pada anak sekolah masih dalam kategori kurang (<85%).

B. SARAN

Hasil penelitian penyuluhan gizi seimbang pada anak sekolah melalui media puzzle mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, serta tingkat konsumsi energi, protein, lemak dan karbohidrat sebagian besar responden yang memiliki status gizi kategori kurus dan sangat kurus. Hal yang dapat dilakukan kedepan yaitu meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang pengetahuan gizi yang berkaitan dengan zat-zat gizi, pola makan seimbang pada anak usia sekolah, serta kadarzi guna mencegah terjadinya kurang gizi. Serta mengoptimalkan kegiatan promosi kesehatan dengan memasyarakatkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) melalui 10 pesan gizi seimbang terutama pada anak usia sekolah sehingga masyarakat lebih sadar gizi melalui program Kadarzi.

Referensi

Dokumen terkait

Tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara asupan energi, zat gizi makro, serat, dan aktivitas fisik, terhadap indeks massa tubuh setelah mendapatkan pendampingan deteksi dini

Pemberian Intervensi berupa Konseling Gizi Sebaya setelah 1 minggu berpengaruh terhadap tingkat konsumsi protein remaja putri SMPN 21 Malang dengan hasil uji statistik p=0,062..

Tingkat konsumsi vitamin A balita sebelum diberikan pendampingan gizi pada kelompok kontrol dengan kategori defisit tingkat berat sebanyak 2 responden atau 18,3% dan pada kategori

Tingkat konsumsi energi siswi sebelum dan sesudah satu minggu dilakukan konseling gizi sebaya menggunakan modul dan mindmap yang dilakukan hanya 1 kali pertemuan selama 40 menit

Perlu diberikan pendidikan gizi untuk para penghuni asrama khususnya remaja putri dengan cara memberikan penyuluhan gizi seimbang secara periodik 1 tahun sekali agar siswi dapat memilih

Pola Makan Sumber Protein Balita nomer 6 memiliki skor pola makan sumber protein sebelum konseling gizi sebesar 79,4% tidak seimbang yang mengalami penurunan sesudah konseling gizi

Sebagian Besar konsumsi energi dari 32 orang responden adalah 76,73% dengan kategori tingkat konsumsi defisit tingkat sedang, adapun distribusi tingkat konsumsi energi defisit tingkat

sebagian besar memiliki status gizi kurang yaitu sebanyak 23 responden 47,9%, sedangkan responden dengan status gizi lebih sebanyak 6 responden 12,6% dan 19 responden sisanya 39,5%