BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Bertitik tolak dari permasalahan, hipotesis, pembahasan dan analisis dalam penelitian ini, maka simpulan yang dapat dikemukakan adalah :
1) Perbandingan variabel GCG di wilayah PRIANGAN TIMUR dan BANDUNG RAYA:
a. Pada pelaksanaan GCG di wilayah PRIANGAN TIMUR berada pada kriteria baik, hal ini diketahui dari indikator jumlah direktur, direktur berpendidikan S1 dan S2, serta Auditor internal dapat menyampaikan laporan langsung kepada dewan
b. Pada pelaksanaan GCG di wilayah BANDUNG RAYA berada pada kriteria baik, hal ini diketahui dari indikator jumlah direktur, direktur berpendidikan S1 dan S2, serta Auditor internal dapat menyampaikan laporan langsung kepada dewan
2) Perbandingan variabel CSR di wilayah PRIANGAN TIMUR dan BANDUNG RAYA:
a. Pada pelaksanaan Corporate Social Responsibility di wilayah Priangan Timur berada pada kriteria baik, hal ini diketahui dari dimensi jangkauan pelayanan, improvement social and political capital of client, dan tanggungjawab perusahaan berada pada kriteria baik. Sedangkan jangkaupan kepada orang miskin dan mimoritas berada pada kriteria cukup baik.
b. Pada pelaksanaan Corporate Social Responsibility di wilayah Bandung Raya berada pada kriteria baik, hal ini diketahui dari dimensi jangkaupan kepada orang miskin dan mimoritas, jangkauan pelayanan, improvement sosial and political capital of client, dan tanggungjawab perusahaan berada pada kriteria baik. Sedangkan berada pada kriteria cukup baik.
3) Perbandingan variabel Environment di wilayah PRIANGAN TIMUR dan BANDUNG RAYA:
a. Pada pelaksanaan Environment BPR di wilayah PRIANGAN TIMUR berada dalam kategori baik, hal ini diketahui dari dimensi kebijakan lingkungan, jejak ekologis, risiko lingkungan, mikro hijau dan pelayanan non keuangan berada pada kriteria baik.
b. Pada pelaksanaan environment BPR di wilayah BANDUNG RAYA berada dalam kategori baik, hal ini diketahui dari dimensi kebijakan lingkungan, jejak ekologis, risiko lingkungan, mikro hijau dan pelayanan non keuangan berada pada kriteria baik.
4) Pada BPR wilayah PRIANGAN TIMUR dengan nilai rata-rata ROA sebesar 1.14, BPR Cijulang memiliki ROA tertinggi yaitu sebesar 7.36 dan BPR Nusamba Tanjungsari memiliki ROA terendah yaitu 0.00. Pada BPR wilayah BANDUNG RAYA dengan nilai rata-rata ROA sebesar -0.06, PT. BPR Sinar Mas Pelita memiliki ROA tertinggi yaitu sebesar 11,21 dan PT. BPR Bahtera Masyarakat Jabar memiliki ROA terendah yaitu -12.704.
5) Berdasarkan hasil perbandingan antara variabel GCG, CSR, Environment, dan ROA di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA, diketahui bahwa:
a. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel GCG dan ROA, di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA.
b. Terdapat perbedaan yang signifikan antara variabel CSR dan Environemnt di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA.
6) Berdasarkan hasil perbandingan pada variabel GCG di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA, diketahui bahwa:
a. Tidak Terdapat perbedaan yang signifikan antara indikator jumlah direktur, direktur berpendidikan S2, direktur rangkap jabatan, dan direktur berjenis kelamin wanita di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA.
b. Terdapat perbedaan yang signifikan antara indikator direktur berpendidikan S1, direktur berpendidikan S3, direktur berpendidikan Luar Negeri, dan Auditor internal dapat menyampaikan laporan langsung kepada dewan di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA.
7) Berdasarkan hasil perbandingan pada variabel CSR di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA, diketahui bahwa:
a. Terdapat perbedaan yang signifikan antara dimensi jangkauan kepada orang miskin dan minoritas, jangkauan pelayanan, dan tanggungjawab perusahaan di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA.
b. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara dimensi improvement di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA.
8) Berdasarkan hasil perbandingan pada variabel environment di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA, diketahui bahwa:
a. Terdapat perbedaan yang signifikan antara dimensi kebijakan lingkungan, risiko lingkungan, dan kredit mikro hijau di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA.
b. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara dimensi jejak ekologis kredit, dan pelayanan non keuangan di wilayah PRIANGAN TIMUR dengan BANDUNG RAYA.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian dalam penelitian ini maka diharapkan bisa bermanfaat bagi banyak pihak. Dari penelitian ini, saran dari peneliti yaitu,
1. Agar perusahaan BPR mempertahankan dan meningkatkan semua variabel GCG, Environment, dan CSR karena ketiga variabel tersebut sudah berada pada kondisi yang baik. Namun demikian pada variabel CSR terdapat 1 (satu) dimensi yaitu
jangkauan kepada orang miskin dan mimoritas berada pada kriteria cukup baik, oleh karena itu pada dimensi tersebut perlu dilakukan perbaikan.
2. Pada BPR yang memiliki nilai ROA rendah, agar meningkatkan aktiva dan laba bersih sehingga nilai ROA menjadi meningkat.
3. Menambah jumlah BPR dan menambah jumlah wilayah sehingga dapat diketahui perbeadan antara variabel GCG, CSR, dan Environment pada setiap wilayah tersebut.