• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 BAB V

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "5 BAB V"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

52

5 BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian ini saya menyimpulkan bahwa :

A. Penilaian bongkaran bangunan yang didapatkan dari hasil penghitungan menggunakan nilai wajar adalah Rp. 1.887.786 nilai tersebut didapatkan berdasarkan perhitungan Nilai Komponen dikali Persentase indikasi nilai bongkaran sebesar 25%.

B. Nilai sisa bongkaran yang dihitung berdasarkan pada tanggal penilaian yaitu Rp. 122.475.000 dengan perhitungan Nilai Perolehan – Persentase yang dihapuskan.

C. Nilai wajar awal bangunan dihitung didasarkan pada saaat bangunan tersebut didirikan dan Nilai wajar saat penilaian yang dilakukan

berdasarkan tanggal dimana bangunan tersebut dinilai oleh tim penilai.

(2)

53

5.2 Saran

Dari kesimpulan-kesimpulan di atas, penulis mengajukan beberapa saran yang sekiranya dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahaan maupun peneliti selanjutnya.

A. Penerapan model nilai wajar akan lebih bermanfaat karena memberikan gambaran yang lebih rinci tentang posisi asset

B. Untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan data sekunder agar dapat melihat posisi keuangan pada laporan keuangan pemerintah

C. Pengelola aset negara juga perlu mengikuli penyuluhan tentang bagaimana cara mengelola asset Negara dan melaporkannya untuk dapat dicatat pada laporan keuangan pemerintahan.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rangka penyusunan neraca awal, khusus tanah dan bangunan dapat dinilai berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak ( NJOP) pada saat neraca disusun. Mengingat

Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset

Kondisi Motivasi secara umum dapat dinilai baik, karena nilai rata – rata hasil tanggapan responden tentang variabel kompetensi berada pada kisaran 3,44, dimana

Hasil yang diperoleh dari aset biologi dinilai dengan menggunakan nilai wajar dikurangi dengan estimasi biaya pada saat penjualan, selisih yang berasal dari

Penilaian kembali aset tetap perusahaan harus dilakukan berdasarkan nilai pasar atau nilai wajar aset tetap tersebut yang berlaku pada saat penilaian kembali aset tetap yang

Institusi ini mempercayai bahwa penilaian dari instrumen keuangan seperti aset keuangan atau kewajiban keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laporan laba

Berdasarkan laporan penilai independen tanggal 27 Desember 2016, nilai wajar hak atas tanah dan bangunan masing-masing adalah sebesar Rp 332,9 milyar dan Rp 47,3 milyar.

dagangan (persediaan). Perkiraan nilai wajar dari agunan yang digunakan oleh Bank didasarkan pada nilai agunan yang dinilai oleh penilai internal maupun eksternal. Terkait