• Tidak ada hasil yang ditemukan

BEST PRACTICE_CERITA PRAKTIK BAIK_

ACHMAD SOLEH

Academic year: 2024

Membagikan " BEST PRACTICE_CERITA PRAKTIK BAIK_"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

BEST PRACTICE

Menyusun Cerita Praktik Baik Menggunakan Metode STAR

(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube

dan e-LKPD (LKPD Digital)

Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Kab. Bandung

Tahun Pelajaran 2022/2023

(Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan,

Materi Strategi Pemasaran Produk Barang dan Jasa Secara Online/Offline”)

Disusun oleh:

Achmad Soleh, S.Sy., S.E NUPTK. 2740752652200002,

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

DINAS PENDIDIKAN

CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VIII

SMK MARGA INSAN KAMIL

(2)

BEST PRACTICE

Menyusun Cerita Praktik Baik Menggunakan Metode STAR

(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube

dan e-LKPD (LKPD Digital)

Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Kab. Bandung

Tahun Pelajaran 2022/2023

(Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan,

Materi Strategi Pemasaran Produk Barang dan Jasa Secara Online/Offline”)

Disusun oleh:

Achmad Soleh, S.Sy., S.E NUPTK. 2740752652200002,

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

DINAS PENDIDIKAN

CABANG DINAS PENDIDIKAN WILAYAH VIII

SMK MARGA INSAN KAMIL

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah dalam bentuk Best Practice Menyusun Cerita Praktik Baik Menggunakan Metode STAR

(Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta Didik

yang disusun oleh Achmad Soleh, S.Sy., S.E, NUPTK. 2740752652200002,

Jabatan Guru Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan berjudul :

Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital)

Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Kab. Bandung

Tahun Pelajaran 2022/2023

(Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan,

Materi Strategi Pemasaran Produk Barang dan Jasa Secara Online/Offline”)

Disetujui Untuk Dipubikasikan dan Disimpan Dalam Katalog dan Perbendaharaan Buku/Bahan Literasi

Perpustakaan SMK Marga Insan Kamil dan Dipublikasi diWebsite Umum Bandung, 11 Desember 2022

Mengetahui/Menyetujui Ketua Yayasan Baeti Hajar,

DENI HENDRA, S.Sos

Kepala

SMK Marga Insan Kamil,

YODI SUDJANA, S.Pd., Gr NUPTK. 5659754656200012

(4)

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa :

1. Karya Tulis Ilmiah berupa Best Practice Menyusun Cerita Praktik Baik dengan judul ”

Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Kab. Bandung Tahun Pelajaran 2022/2023” adalah ASLI hasil karya sendiri, bukan jiplakan dari karya orang lain, baik sebagian atau seluruhnya.

2. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam karya tulis ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana peruntukkannya.

Bandung, 11 Desember 2022 Mengetahui,

Kepala SMK Marga Insan Kamil

YODI SUDJANA, S.Pd., Gr NUPTK. 5659754656200012

Yang Membuat Pernyataan

ACHMAD SOLEH, S.Sy., S.E NUPTK. 2740752652200002

(5)

I. Judul

“Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Kab. Bandung Tahun Pelajaran 2022/2023” (Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Materi Strategi Pemasaran Produk Barang dan Jasa Secara Online/Offline)

II. Pendahuluan

Lokasi SMK Marga Insan Kamil, Jalan Raya Pacet Belakang NO.

122 RT. 004 RW. 004 Desa Maruyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Jawa Barat 40385

Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

Tujuan yang ingin di capai Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Tahun Pelajaran 2022/2023

Penulis Achmad Soleh, S.Sy., S.E

Tanggal 11 Desember 2022

Pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor intern dan faktor ekstern.

Faktor intern berasal dari diri peserta didik mencakup minat, keinginan, dan kecakapan belajar. Faktor ekstern diantaranya guru dengan segala strateginya. Dalam mengemban tugas, guru menjadi kunci utama dalam proses pembelajaran, karenanya dituntut selalu melakukan inovasi pembelajaran mencakup penemuan dan pemanfaatan media, pengelolaan kelas, dan mengatur strategi pembelajaran dengan baik.

(6)

Di Indonesia muatan kurikulum yang berorientasi pada pengembangan berbagai keterampilan berpikir, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi mulai diperhatikan dengan diterapkannya Kurikulum 2013. Dengan demikian keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS) menjadi tujuan utama dalam proses pembelajaran, termasuk pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.

Kegiatan peserta didik yang dominan dalam pembelajaran adalah mendengar, mencatat materi, serta mengerjakan latihan soal yang dijelaskan dan dituliskan oleh guru di papan tulis, peserta didik kurang dilibatkan dalam menemukan konsep sehingga pembelajaran menjadi monoton dan peserta didik kurang termotivasi untuk belajar. Aktivitas yang relevan dalam pembelajaran seperti mengemukakan pendapat, bertanya pada guru, dan saling berbagi informasi dengan teman jarang muncul.

Menurut Sardiman (2001) pengertian Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif, Pendapat lain juga mengatakan bahwa motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian motivasi dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan untuk terjadinya percepatan dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara khusus. Ngalim Purwanto, mengatakan bahwa motivasi adalah suatu pernyataan yang komplek di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku tehadap suatu tujuan.

Menurut Slameto (2003) menyatakan bahwa guru dalam mengajar harus efektif baik untuk dirinya maupun untuk pebelajar. Sedangkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan salah satu strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, yang menuntut peserta didik untuk terampil dan peka terhadap pemecahan masalah yang ada di lingkungan riil sosialnya secara kolaboratif. PBL merupakan model pembelajaran konstruktivisme, dimana fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilih yang mengandung isu-isu atau permasalahan global yang saat ini terjadi. Dalam praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama ini , pembelajaran kurang variatif dengan hanya menggunakan metode ceramah dengan media papan tulis. Guru hanya berfokus pada bagaimana sedapat mungkin mengajar target pelajaran pelajaran yang telah dirumuskan di dalam kurikulum. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran tidak menyenangkan, peserta didik tidak antusia, pasif dan kurang semangat dalam mengikuti pelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan menjadi rendah. Peserta didik merasa jenuh dan bosan dengan metode

(7)

pembelajaran yang kurang bervariatif. Bahkan tugas yang diberikan oleh guru-guru tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dan hanya sekedar mengumpulkan tugas untuk mendapat nilai saja. Pemahaman peserta didik terhadap materi yang diberikan oleh guru juga belum sesuai harapan.

Melihat permasalahan di atas, maka guru harus mampu mengambil langkah perbaikan untuk meningkatkan kembali motivasi belajar peserta didik. Motivasi dan keakfitan peserta didik dalam belajar akan muncul bila kondisi belajar mengajar guru dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan well being. Untuk itu dibutuhkan inovasi yang dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

III. Pembahasan

Elemen STAR Butir-butir untuk Esai Praktik Baik Situasi

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktek ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu aspek penentu bagi kemajuan bangsa. Dengan pendidikan manusia dituntut untuk memperoleh kepandaian dan ilmu, sehingga akan mampu menguasai bidang yang dipelajari sesuai tujuan dari pelaksanaan pendidikan. Keberhasilan dari proses pendidikan sangat dipengaruhi oleh pembelajaran yang berlangsung karena merupakan inti dari proses pendidikan. Dalam suatu pembelajaran, motivasi peserta didik mengikuti pembelajaran merupakan aspek yang sangat penting. Motivasi belajar peserta didik sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembelajaran, karena sebagai faktor yang banyak memberikan pengaruh terhadap keberhasilan dalam pembelajaran.

Motivasi belajar peserta didik di sekolah beberapa tahun belakangan ini menurun, hal ini disebabkan selama 2 tahun terakhir aktivitas belajar dilakukan secara daring selama pandemi covid-19. Meraka telah

(8)

memiliki kebiasan baru sehingga ketika pandemi berakhir mereka beradaptasi lagi dengan keadaan new normal.

Motivasi penting pada pembelajaran karena menjadi salah satu faktor penyebab seseorang belajar. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar. Sehingga dapat dikatakan bahwa peserta didik yang tidak memiliki motivasi belajar, maka tidak akan terjadi kegiatan belajar pada diri peserta didik tersebut. Rendahnya motivasi belajar peserta didik akan menghambat pencapaian tujuan pendidikan dan merupakan ancaman bagi kemajuan bangsa yang harus ditangani dengan tepat.

Ada banyak hal yang membuat motivasi belajar peserta didik menurun, faktor dari dalam diri peserta didik dan dari luar/lingkungan. Peserta didik yang rendah motivasi belajarnya akan terlihat :

1. Bersikap acuh tak acuh,

2. Cepat bosan dalam pembelajaran,

3. Mudah putus asa dalam menyelesaikan tugas dan 4. menghindar dari kegiatan belajar mengajar.

Akibat rendahnya motivasi belajar menyebabkan hasil balajar peserta didik menjadi rendah. Permasalah ini merupakan tantangan bagi pendidik untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Berbagai media dan metode dapat dipilih untuk digunakan dalam pembelajaran, agar materi pembelajaran dapat di sampaikan. Adapun pengertian dari Media Pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses pembelajaran agar pelajaran lebih

(9)

mudah dan jelas dipahami dan juga tujuan pendidikan atau pengajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien . Sedangkan metode pembelajaran adalah bagian dari strategi instruksional untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh dan memberikan latihan kepada peserta didik agar tercapai tujuan pembelajaran tertentu. Guru hendaknya mempunyai peran dalam memilih media dan metode yang tepat, serta melakukan pemilihan berdasarkan teknik dan langkah-langkah yang benar. Keefektifan pembelajaran dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi pembelajar yang melaksanakan pembelajaran dan dari sisi peserta didik atau peserta didik yang belajar. Salah satu cara meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dalam menyampaikan materi. Media pembelajaran itu dapat berupa video, alat peraga, poster dan dapat juga menggunakan alam sekitar.

Media pembelajaran berupa video dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik, karena peserta didik tidak hanya mendengarkan tetapi meraka dapat memvisualisasikan seperti apa meteri yang akan disampaikan. Dengan video pembelajaran, materi yang dianggap sulit seperti materi yang bersifat mikroskopis dapat dianggap mudah. Hal ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Tantangan para pendidik kedepannya dapat membuat video yang eye chatcing sehingga peserta didik tertarik dengan meteri yang disampaikan. Pembuatan video pembelajaran disesuaikan dengan karakter materi dan karakter peserta didik. Jika peserta didik tingkat rendah video pembelajaran tersebut dapat berupa animasi.

(10)

Berdasarkan pengamatan saya sebagai guru mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, diketahui bahwa minat dan motivasi belajar peserta didik masih cukup rendah dalam mengikuti proses pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan bahkan masih terkesan menganaktirikan peran mata pelajaran ini jika dibandingkan dengan minat dan motivasi peserta didik pada saat mereka mengikuti mata pelajaran-mata pelajaran lannya, terutama pada pembelajaran Materi Pemasaran Produk Barang/Jasa, Sub. Materi Strategi Pemasaran Produk Barang/Jasa Secara Online/Offline.

Hasil pengamatan saya ini didasarkan pada indikator yang dikemukakan oleh Uno (2008: 23) menyatakan bahwa terdapat 6 indikator untuk mengukur motivasi belajar, yaitu: (1) Adanya hasrat dan keinginan berhasil, (2) Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, (3) Adanya harapan dan cita-cita masa depan, (4) Adanya penghargaan dalam belajar, dan (5) Adanya lingkungan belajar yang kondusif.

Sedangkan pengertian motivasi belajar menurut Sardiman (2018:75) adalah “Keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai”.

Berdasarkan kajian terhadap beberapa ahli dan hasil penelitian sebelumnya maka saya tertarik untuk melakukan kajian empiris tentang “Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning

(11)

(PBL) Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Kab.

Bandung Tahun Pelajaran 2022/2023 Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Materi Strategi Pemasaran Produk Barang dan Jasa Secara Online/Offline”

B. Praktik ini penting untuk dibagian karena dapat menimbulkan dampak yang sangat besar dan luar biasa dalam proses pembelajaran yaitu:

1. Model pembelajaran lebih bervariasi sehingga dapat meningkatkan semangat belajar perserta didik 2. Media dan alat/bahan pembelajaran lebih inovatif dan tidak monoton sehingga perhatian perserta didik tidak bosan (Media pembelajaran slide PPT, Vidio Materi pembelajaran dari youtube)

3. Proses pembelajaran lebih tersruktur

4. Pembelajaran lebih berpusat pada perserta didik 5. Guru berperan sebagai fasilitator

6. Adanya penanaman karakter seperti disiplin dan kerjasama

7. Tercapainya tujuan pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan

8. Pembelajaran lebih menarik

C. Peran dan tanggung jawab penulis dalam praktek pembelajaran ini yaitu:

Peran penulis dalam praktik ini adalah sebagai guru atau fasilitator yang memiliki tanggung jawab dalam menciptakan tanggung jawab dalam menciptakan proses pembelajaran yang inovatif, variatif dan menarik dengan cara memilih dan memanfaatkan metode dan media belajar yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan harapan.

(12)

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat?

Tantangan untuk mencapai tujuan :

1. Kemampuan guru dalam menerapkan model, media, memanajemen proses pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan alokasi waktu dan cara menyajikan materi masih terbatas.

2. Peserta didik belum terbiasa belajar melalui model dan media yang dipersiapkan guru.

3. Ketersediaan sarana dan prasarana masih terbatas 4. Guru harus membuat media PPT yang menyajikan

materi pelajaran lebih menarik lagi agar dapat meningkatkan motivasi belajar perserta didik . 5. Situasi dan kondisi sekolah yang tidak mendukung

seperti kebisingan dari luar yang mengganggu proses pembelajaran.

6. Adanya pemadaman listrik yang menyebabkan jaringan internet terganggu.

7. Kemampuan guru melakukan editing vidio durasi 15 menit masih terbatas/

Siapa saja yang terlibat?

1. Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab atas Lembaga sekolahnya.

2. Rekan guru sebagai team dalam pembelajaran

3. Guru sebagai fasilitator dan mengelola pembelajaran di kelas.

4. Guru berperan aktif menyampaikan ide dan gagasan dalam pembelajaran.

5. Orang tua membimbing dan memotivasi

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk

menghadapi tantangan

A. Langkah- langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut :

Berkaitan dengan Peningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media

(13)

tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk

melaksanakan strategi ini

Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Kab. Bandung Tahun Pelajaran 2022/2023 Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Materi Strategi Pemasaran Produk Barang dan Jasa Secara Online/Offline”

1) Sintak 1 Orientasi peserta didik pada masalah a. Aktifitas Guru

a) Guru menampilkan video pembelajaran

“Analisis Strategi Pemasaran dan Strategi Pemasaran/Rencana Pemasaran” pada layar proyektor dan membagikan link akses youtubenya melalui WAG

Dengan link Video sebagai berikut:

➢ https://youtu.be/WbjS6dtycJ8?si=

Y86Ho1S50uO6QPbb

➢ https://youtu.be/pLGqngqEoDA?si

=Zi3ihvOXRammxB_S

b) Guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan dengan cara menampilkan contoh penyajian 2 teks yang berbeda dan meminta peserta didik untuk memberikan tanggapan

b. Aktifitas Pesertta didik

a) Peserta didik menyimak dengan seksama tayangan yang disajikan guru dan mencatat poin penting di buku masing-masing;

b) Peserta didik mengamati dan memahami permasalahan yang disampaikan guru;

(14)

c) Peserta didik dengan bernalar kritis dan kreatif menanggapi tampilan yang disajikan guru melalui layer proyektor

2) Sintak Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar

a. Aktifitas Guru

a) Guru membentuk peserta didik dalam 5 kelompok masing- masing kelompok beranggotakan 4 peserta didik

b) Guru memberikan masalah yang harus diselesaikan melalui e-LKPD/LKPD digital yang harus dikerjakan oleh masing-masing kelompok

c) Guru memastikan setiap kelompok

memahami tugas masing-masing dengan cara menjelaskan cara pengisian LKPD dan mempersilahkan peserta didik untuk

menanyakan hal-hal yang belum jelas dalam pengerjaan LKPD

d) Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa waktu yang disediakan dalam

pengerjaan LKPD adalah 30 menit

b. Aktifitas Peserta didik

a) Peserta didik berkelompok sesuai instruksi yang diberikan oleh guru dengan tertib b) Peserta didik secara berkelompok

menganalisis masalah yang diberikan melalui LKPD dan melakukan diskusi untuk bersiap membagi tugas untuk mencari data/bahan- bahan/alat yang diperlukan untuk

menyelesaikan masalah

(15)

c) Peserta didik mengamati dan memahami dengan seksama penjelasan dari guru d) peserta didik dengan kritis menanyakan hal-

hal yang masih belum jelas dalam pengerjaan LKPD

e) Peserta didik menyimak dan mengkonfirmasi bahwa telah memahami waktu yang

disediakan guru

3) Sintak Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok

a. Aktifitas Guru

a) Guru menginformasikan sumber belajar yang bisa diakses oleh peserta didik

b) Guru memantau keterlibatan dan keaktifan peserta didik dalam pengumpulan data/ bahan selama proses penyelidikan

b. Aktifitas Peserta didik

a) Peserta didik melalui diskusi mengumpulkan dan membaca informasi dari sumber belajar yang diberikan oleh guru maupun dari sumber lainya yang relevan

b) Peserta didik melakukan penyelidikan (mencari data/referensi/sumber) untuk bahan diskusi kelompok.

4) Sintak 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

a. Aktifitas Guru

a) Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan laporan dalam bentuk e-LKPD sehingga karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan.

(16)

b. Aktifitas Peserta didik

a) Kelompok melakukan diskusi untuk

menghasilkan solusi pemecahan masalah dan hasilnya dipresentasikan/disajikan dalam bentuk karya

5) Sintak 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

a. Aktifitas Guru

a) Guru membimbing masing-masing kelompok untuk maju ke depan mempresentasikan karyanya dan mendorong kelompok lain memberikan penghargaan serta masukan kepada kelompok lain

b) Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang telah berani

mempresentasikan hasil karyanya dengan

“tepuk salut”

b. Aktifitas Peserta didik

a) Peserta didik dalam kelompok

mempresentasikan karyanya dengan kreatif menggunakan bahasa yang baik dan santun, kelompok yang lain memberikan apresiasi b) Peserta didik bersama-sama dengan guru

memberikan penghargaan kepada kelompok yang telah melakukan presentasi dengan

“tepuk salut”

Kegiatan Penutup

➢ Guru melakukan penguatan materi dengan menganalisis kebijakan moneter dan upaya dalam mencari solusinya.

➢ Guru dan peserta didik menyimpulkan pembelajaran

(17)

➢ Peserta didik mengerjakan post test

➢ Guru dan peserta didik merefleksikan pembelajaran.

➢ Guru menutup pembelajaran dengan

menginformasikan materi yang akan diajarkan di waktu mendatang dan berdoa.

Sumber daya yang digunakan a. Media:

1) Video melalui Youtube dan PPT (Media Pembelajaran)

2) Bahan dan Alat LCD, Laptop, Smartphone, Kuota /Wifi, Kertas folio, dan alat tulis, whiteboard, spidol

3) Buku modul/bahan ajar.

Asesmen

a) Asesmen diagnostik

Peserta didik mampu menjawab beberapa pertanyaan pemantik dengan bahasa dan kepercayaan diri yang baik

b) Asesmen formatif

Peserta didik diberikan lembar kerja (LK) untuk mengetahui sejauh mana pemahamannya terhadap materi.

c) Asesmen sumatif

Menggunakan bentuk asesmen performa yaitu

penilain terhadap penampilan peserta didik dan proses diskusi yang dilakukan di dalam kelompok.

Pengayaan

Pengayaan diberikan kepada peserta didik yang memiliki capaian pembelajaran melebihi rata-rata kelas.

Berdasarkan analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran

(18)

pengayaan untuk perluasan dan/pendalaman materi dengan meringkas buku referensi terkait materi kegiatan ekonomi disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.

Remedial

Remedial dilaksanakan untuk peserta didik yang belum memahami materi kegiatan ekonomi/capaian pembelajaran kurang dari rata-rata kelas. Kegiatan remedial dilakukan dengan mengulang materi pembelajaran apabila peserta didik belum memahami dari materi, remedial dapat dilakukan atara lain sebagai berikut:

1) Pembelajaran ulang, dilakukan ketika sebagian besar peserta didik menunjukkan kesulitan dalam memahami konsep yang dipelajari. Pada saat remedial, guru mengubah metode pengajaran atau menggunakan media yang berbeda serta menyesuaikan tugas yang diberikan kepada peserta didik.

2) Memberikan bimbingan di luar jam tatap muka bagi peserta didik yang mengalami kesulitan belajar tertentu

3) Memberikan penugasan kepada peserta didik yang belum tuntas

Refleksi

a) Refleksi Guru

1. Guru melakukan refleksi dari hasil refleksi peserta didik dan memperbaiki segala kekurangannya pada pertemuan selanjutnya, yang meliputi:

2. Materi mana yang membuat peserta didik bosan?

3. Apa usaha Anda untuk menghilangkan kendala

(19)

bosan pada peserta didik tersebut?

4. Apakah ada sesuatu yang menarik pada pembelajaran materi ini?

5. Materi mana yang ingin Anda dalami untuk kepentingan pembelajaran berikutnya?

b) Refleksi Peserta Didik

Sholeh-sholehah pembelajaran hari ini telah kalian selesaikan dengan penuh tanggung jawab dan semangat. Selama Ananda menyelesaikan aktivitas- aktivitas pembelajaran tentu ada hal- hal yang dapat Ananda ungkapkan, untuk itu disilahkan dengan menjawab beberapa pertanyaan berikut.

1. Apa yang kalian pahami setelah mempelajari kegiatan ekonomi?

2. Pengalaman penting apa yang kalian peroleh setelah mempelajari kegiatan ekonomi?

3. Apa manfaat mempelajari kegiatan ekonomi?

Menggunakan teknik refleksi PNM (Plus, Negatif, Menarik), yaitu peserta didik menulis:

1) 2 hal yang baru yang ia pelajari (plus) 2) 2 hal yang belum ia mengerti (negatif)

3) 2 hal yang menarik yang dilakukan pada hari ini (menarik)

B. Strategi menghadapi tantangan tujuan pembelajaran

1) Menerapkan model pembelajaran PBL

2) Menggunakan metode diskusi, presentasi dan tanya jawab.

3) Penggunaan media pembelajaran berbasis Video Youtube

(20)

4) Penggunaan media pembelajaran berbasis e- LKPD/LKPD Digital

5) Sumber belajar (buku modul/bahan ajar, internet dan sumber lain yang relevan)

C. Pihak yang terlibat 1) Kepala Sekolah

2) Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum

3) Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana 4) Rekan Sejawat

5) Peserta didik Kelas XII-AK Marga Insan Kamil Kab. Bandung

D. Proses tantangan pembelajaran

1) Harus memahami sintaks model apakah sesuai dengan indikator, tujuan pembelajaran, juga materi yang akan di pelajari oleh peserta didik.

2) Mencari gambar/video yang relevan dengan materi yang dipelajari oleh peserta didik.

3) Merancang kegiatan pembelajaran dalam RPP sesuai model pembelajaran yang dipilih

4) Membimbing peserta didik selama proses pembelajaran dan dalam menyelesaikan permasalahan yang di ajukan satu kelompok kepada kelompok lain.

5) Melakukan evaluasi dan refleksi dalam kegiatan pembelajaran

E. Sumber Daya

1) Guru sebagai sumber daya manusia berperan merancang desain proses pembelajaran di sekolah 2) Sarana yang digunakan : proyektor, speaker, laptop,

handphone dan jaringan internet, spidol, papan tulis

(21)

whiteboard

3) Media yang di gunakan : modul ajar, video pembelajaran, LKPD

Refleksi

Bagaimana dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif ? Mengapa?

Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan?

Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan : A. Dampak bagi peserta didik

1. Penggunaan media yang menampilkan tayangan video pembelajaran dalam menjelaskan materi sangat membantu meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada proses pembelajaran,

2. Pemilihan model pembelajaran inovatif yaitu pemilihan model Problem Based Learning (PBL) sehingga berdampak pada motivasi belajar peserta didik meningkat.

3. Aktifitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sangat membantu dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

4. Membuat pembagian tugas peserta didik agar dapat berdiskusi sehingga dalam menyelesaikan tugas diskusi tepat waktu,

5. Merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan mengembangkan RPP dan lembar kerja peserta didik (LKPD) sesuai Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK), dan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai sehingga peserta didik termotivasi 6. Mendorong dan memotivasi peserta didik dalam

bentuk pemberian reward dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

7. Membimbing peserta didik yang belum memahami tugas yang akan dilakukan, agar peserta didik yang masih pasif dalam kegiatan diskusi dapat berperan aktif dikelompoknya sehingga sangat berdampak bagi peningkatan motivasi

(22)

belajar peserta didik .

B. Apakah hasilnya efektif atau tidak efektif, mengapa?

Hasilnya efektif, yaitu :

1. Pemilihan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menjadikan peserta didik aktif dalam menyampaikan pendapat selama kegiatan berdiskusi saat pembelajaran dalam kelompoknya ataupun individu peserta didiknya sehingga peserta didik termotivasi dalam belajar.

2. Peserta didik menjadi lebih ingin mendalami proses pembelajaran,

3. Pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna,

4. Peserta didik dapat berpikir kritis, dan

5. Peserta didik berani mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas dengan baik dan benar C. Faktor keberhasilan

Faktor pendukung keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh :

1. Dukungan manajemen sekolah melalui kebijakan untuk proses pembelajaran,

2. Kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran terutama dalam hal pemilihan media dan model pembelajaran yang inovatif dikembangkan dalam perangkat pembelajaran yang dibuat,

3. Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran yang direncanakan.

4. Pengunaan Media Pembelajaran berbasis Video Youtube dan e-LKPD/LKPD Digital dengan Penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) membuat peserta didik termotivasi

(23)

untuk belajar dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional yang selama ini sering digunakan.

D. Hasil pembelajaran dari proses tersebut

Pembelajaran yang bisa diambil dari keseluruhan proses aktifitas yang telah dilaksanakan adalah : 1. Guru harus lebih tertib dan terstruktur, lebih kreatif

dan inovatif mendesain perangkat pembelajaran, 2. Guru harus memilih media dan metode

pembelajaran yang berpusat pada peserta didik agar pembelajaran menjadi lebih menarik, menantang, dan menyenangkan,

3. Guru harus mempunyai metode belajar untuk peserta didik agar peserta didik menjadi aktif dan fokus dalam proses pembelajaran dan berdampak meningkatnya motivasi belajar peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

IV. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1) Pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dengan pemanfaatan media berupa video berbasis Youtube dan e-LKPD/LKPD Digital untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui model pembelajaran problem based learning Kelas XII Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) terbilang efektif dan layak dijadikan praktik baik pembelajaran, karena mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik dilihat dari tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran dibuktikan dengan capaian hasil belajar peserta didik yang meningkat.

2) Dalam melaksanakan proses pembelajaran sehari-hari lebih guru dituntut lebih tertib dan terstruktur. Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan materi Strategi Pemasaran Produk Barang dan Jasa dengan dengan pemanfaatan media Video Pembelajaran Berbasis Youtube dan e-LKPD/LKPD Digital melalui model pembelajaran

(24)

problem based learning berorientasi HOTS pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan bukan hanya mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar peserta didik, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi membaca, dan kecakapan abad 21.

3) Peserta didik lebih termotivasi dan fokus karena pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan . hal ini tidak lepas dari pemilihan model, metode dan media pembelajaran guru menjadi lebih variatif dan inovatif.

V. Rekomendasi

Berdasarkan hasil praktik baik pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan menggunakan Media Pembelajaran berbasis Tayangan Video dan e-LKPD/LKPD Digital melalui model problem based learning dalam upaya meningkatkan motivasi belajar peserta didik Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Kab. Bandung, berikut disampaikan rekomendasi yang relevan:

1) Guru seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku peserta didik dan buku guru yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi dan kreatifitas pembelajaran yang kontekstual sesuai dengan latar belakang peserta didik dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.

2) Peserta didik diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar, tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu peserta didik menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).

3) Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan untuk dapat menciptakan media pembelajaran yang inovatif, yang bukan hanya mampu mencapai tujuan pembelajaran namun disukai peserta didik dan sesuai dengan karakteristik belajar peserta didik

Mengetahui/Menyetujui Kepala Sekolah,

YODI SUDJANA, S.Pd., Gr NUPTK. 5659754656200012

Bandung, 11 Desember 2022 Penulis,

ACHMAD SOLEH, S.Sy., S.E NUPTK. 2740752652200002,

(25)

RENCANA TINDAK LANJUT

UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALISME DAN PENGALAMAN GURU TENTANG PROSES PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

Lokasi SMK Marga Insan Kamil, Jalan Raya Pacet Belakang NO.

122 RT. 004 RW. 004 Desa Maruyung Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung Jawa Barat 40385

Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan

Tujuan yang ingin di capai Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Dengan Memanfaatkan Media Pembelajaran Menggunakan Tayangan Video Berbasis Youtube dan e-LKPD (LKPD Digital) Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Di Kelas XII-AK SMK Marga Insan Kamil Tahun Pelajaran 2022/2023

Penulis Achmad Soleh, S.Sy., S.E

Tanggal 11 Desember 2022

A. Latar Belakang Masalah

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah dilakukannya praktik ini adalah sekolah atau madrasah dimana penulis bernaung merupakan sekolah swasta yang memiliki sarana dan prasarana yang terbatas, sehingga motivasi pengajar untuk mengupgrade diri dan berinovasi mengembangkan media pembelajaran yang menarik dalam proses pembelajaran pun sangat minim. Selain itu, guru jarang atau bahkan tidak mengupgrade ilmunya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan tentang rancangan pembelajaran atau media pembelajaran inovatif.

Faktor ini menyebabkan guru berada dalam zona nyaman karena keterbatasan pengetahuannya terkait model-model pembelajaran inovatif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Tentu saja hal ini berpengaruh pada proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas, dimana penyampaian materi hanya menggunakan metode ceramah yang terpusat pada guru (teacher centered). Ditambah dengan kurangnya keahlian guru dalam mengoperasikan teknologi, sehingga pembelajaran berlangsung tanpa adanya sentuhan TPACK.

Sementara kompetensi profesional yang perlu dimiliki seorang guru berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru adalah dengan memenuhi kriteria sebagai berikut:

(26)

1) Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu.

2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu.

3) Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif.

4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif.

5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri.

Oleh karena itu, cara meningkatkan kompetensi profesional guru adalah dengan mengikuti pendidikan profesi guru (PPG).

Praktik ini perlu dibagikan agar menjadi motivasi bagi diri saya pribadi dan sebagai referensi bagi Bapak/Ibu guru yang lain dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini adalah sebagai seorang guru kita harus mampu mengidentifikasi setiap permasalahan yang terjadi di dalam kelas, baik dalam memahami karakteristik peserta didik, penggunaan model, metode, dan media yang tepat yang dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan membuat siswa aktif sehingga mereka mudah memahami materi yang disampaikan dalam pembelajaran dan tujuan pembelajaran dapat tercapai.

B. Permasalahan yang Dihadapi

Masalah yang dihadapi penulis sebelum mengikuti PPG adalah sebagai berikut:

1) Guru menggunakan metode dan model pembelajaran yang monoton dan tidak inovatif (teacher centered).

2) Guru kurang memanfaatkan media pembelajaran yang bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

3) Guru belum memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran secara maksimal.

Dari beberapa penyebab masalah yang dihadapi oleh penulis tersebut, beberapa tantangan yang dihadapi penulis adalah;

(27)

a) Memilih metode dan model pembelajaran inovatif yang kegiatannya terpusat pada peserta didik (student centered).

b) Memilih media pembelajaran interaktif yang menarik dan tepat sesuai karakteristik peserta didik.

c) Meningkatkan pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran.

C. Langkah-langkah yang Dilakukan

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah sebagai berikut:

a) Menganalisis akar permasalahan berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru senior, serta kajian literatur yang didapat dari jurnal dan artikel.

b) Menyiapkan perangkat pembelajaran yaitu RPP, bahan ajar, media ajar, LKPD, instrumen penilaian baik berupa rubrik penilaian dan lembar penilaian hasil produk, kisi- kisi dan lembar evaluasi sesuai dengan model dan metode pembelajaran yang relevan serta pemanfaatan teknologi yang disesuaikan dengan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge).

c) Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan perangkat yang telah dibuat serta melakukan refleksi pembelajaran.

Setelah menentukan langkah-langkah untuk menghadapi tantangan, kemudian penulis akan menentukan strategi yang digunakan untuk praktik pembelajaran. Strategi ini diharapkan mampu untuk mengatasi masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran. Strategi yang digunakan adalah sebagai berikut;

1) Pemilihan Model dan Metode Pembelajaran Inovatif

Sebelumnya, pada metode pembelajaran konvensional, hanya guru yang sibuk menjelaskan dan siswa hanya mendengarkan. Namun berkat berbagai model dan metode pembelajaran yang inovatif, guru dan peserta didik dapat belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan. Model dan metode pembelajaran inovatif adalah proses menciptakan lingkungan di mana peserta didik dapat mempelajari hal-hal baru secara teratur dan berpikir kritis untuk mempertanyakan hal-hal tersebut, atau menemukan ide- ide baru dari pikirannya sendiri.

(28)

Dalam Proses Pembelajaran di sekolah, penulis telah menerapkan model pembelajaran PBL dan PjBL dalam kegiatan pembelajaran meskipun dalam praktiknya belum sempurna sepenuhnya. Untuk praktik pembelajaran selanjutnya penulis akan mengaplikasikan model-model dan metode pembelajaran inovatif supaya proses pembelajaran di kelas lebih kondusif, efektif dan menyenangkan dan tujuan pembelajaran tercapai.

Proses penerapan model dan metode pembelajaran yang kegiatannya berpusat pada peserta didik ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Mereka akan lebih aktif dan berkonsentrasi saat proses pembelajaran berlangsung sehingga peserta didik dapat memahami materi dengan baik.

2) Pemilihan Media Pembelajaran.

Peserta didik zaman now lebih tertarik dengan hal-hal berbau teknologi. Tidak heran jika mereka juga sangat tertarik dengan media-media pembelajaran yang berbasis teknologi yang interaktif dan menyenangkan. Media pembelajaran interaktif yang populer saat ini adalah multimedia interaktif seperti video pembelajaran, games digital, buku digital, power point dan lain sebagainya.

Dalam proses pembelajaran si sekolah, penulis menggunakan media video pembelajaran yang diambil dari youtube dan power point yang didesain menggunakan aplikasi canva.

Untuk praktik selanjutnya penulis akan menggunakan media yang lebih interaktif lagi, untuk mengembangkan multimedia pembelajaran berbasis digital yang bisa dimodifikasi melalui aplikasi seperti; canva, prezi, capcut, assemblr edu, dan sebagainya.

Proses penggunaan media pembelajaran berbasis digital ini membangkitkan motivasi peserta didik untuk lebih aktif mengikuti kegiatan pembelajaran.

3) Pemanfaatan Media Teknologi dan Informasi (TIK)

Penulis telah menfaatkan TIK dalam proses penggunaan perangkat komputer/laptop, gadget/smartphone, infocus, dan berbagai aplikasi berbasis digital dalam proses pembelajaran.

Dalam praktik ini tidak lepas dari keterlibatan Dosen Pembimbing, Guru Pamong, Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat.

(29)

Selain itu, ketersediaan sarana prasarana, misalnya: Laptop, Smartphone, Jaringan internet, sangat mendukung kelancaran proses praktik kegiatan belajar mengajar ini.

D. Refleksi Hasil dan Dampak

Dampak yang dirasakan penulis adalah; penulis mengetahui dan mempraktikkan model- model dan metode pembelajaran yang inovatif di abad 21. Sebelumnya penulis hanya menggunakan metode ceramah selama proses pembelajaran. Penulis juga mengetahui dan mampu menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis digital. Selain itu, penulis lebih memanfaatkan TIK, seperti; melakukan pembelajaran melalui google meeting, mengedit video pembelajaran menggunakan aplikasi berbasis digital, dan bisa menggunakannya dalam proses pembelajaran secara maksimal.

Dampak yang dirasakan oleh peserta didik, mereka lebih aktif, lebih nyaman, lebih kreatif, lebih kondusif, dan tentunya cara mereka memahami materi lebih mudah. Karena saat pembelajaran peserta didik lebih fokus, tidak jenuh, tidak mengantuk, dan mereka tertantang untuk memahami materi dan berkolaborasi dengan peserta didik yang lain.

Respon yang didapat terkait dengan strategi yang dilakukan yaitu; untuk rekan guru mereka menjadi termotivasi untuk memperbaiki cara mengajarnya selama ini terkait model dan metode yang digunakan. Sementara untuk peserta didik, mereka lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Faktor yang menyebabkan keberhasilan dalam praktik ini adalah jaringan internet yang memadai, dosen pembimbing dan guru pamong sebagai fasilitator dan pemberi arahan, rekan- rekan sejawat di sekolah yang saling support dan saling membantu jika kami mengalami kesusahan, serta interaksi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

E. Kesimpulan

Berdasarkan proses dan aktivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan, penulis mendapatkan banyak sekali ilmu serta pengalaman dalam meningkatkan profesionalisme sebagai seorang guru dalam tugasnya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengalaman pembelajaran yang dapat diambil adalah guru harus lebih kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran dan memilih model pembelajaran inovatif agar pembelajaran menjadi menarik, menantang, dan menyenangkan, selain itu memilih media pembelajaran interaktif

(30)

supaya peserta didik menjadi lebih aktif. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran.

F. Kajian Pustaka

Hapsari, Gita Permata Puspita & Zulherman. (2021). Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Basicedu, 5(4), 2384-2394. Retrieved from https://jbasic.org/index.php/basicedu

Khairani, Miftahul dkk. (2019). STUDI META-ANALISIS PENGARUH VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK. Jurnal Of Biological

Education and Research. 2(1). 158-166. http://dx.doi.org/10.30821/biolokus.v2i1.442

Maulani, S. ., Nuraisyah, N., Zarina, D. ., Velinda, I. ., & Aeni, A. N. . (2022). Analisis Penggunaan Video sebagai Media Pembelajaran Terpadu terhadap Motivasi Belajar Siswa.

Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia, 2(1), 19-26. https://doi.org/10.52436/1.jpti.134

Santoso, B., Putri, D. H., & Medriati, R. (2020). UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU ALAT PERAGA KONSEP GERAK LURUS. Jurnal Kumparan Fisika, 3(1 April), 11–18.

https://doi.org/10.33369/jkf.3.1.11- 18

Syaparuddin, S., & Elihami, E. (2019). PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI VIDEO PADA PEMBELAJARAN PKn DI SEKOLAH PAKET C. JURNAL EDUKASI NONFORMAL, 1(1), 187-200. Retrieved from

https://ummaspul.e- journal.id/JENFOL/article/view/318

uratno, S., Kamid, K., & Sinabang, Y. (2020). PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA. JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL, 1(1), 127- 139.

https://doi.org/10.38035/jmpis.v1i1.249

Wahyuningtyas, R., & Kristin, F. (2021). Meta Analisis Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam Meningkatkan Motivasi Belajar. MIMBAR PGSD Undiksha, 9(1), 49–55. https://doi.org/10.23887/jjpgsd.v9i1.32676

Vivi Puspita, (2021) Efektifitas E-LKPD berbasis Pendekatan Investigasi terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar

https://doi.org/10.31004/cendekia.v5i1.456

Robiatul Adawiyah, (2021) Peningkatan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Pada Pembelajaran Tematik Melalui E-LKPD dengan Bantuan Aplikasi Google Meet https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1339

(31)

BEST PRACTICE

@Achmad Soleh 2022

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan : (1) masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran antara lain : keaktifan siswa, motivasi belajar siswa, aktivitas belajar siswa,

Dengan menggunakan media gambar pembelajaran Pengetahuan Sosial khususnya pada siswa Sekolah Dasar, dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa menjadi lebih tinggi dalam proses

meningkatkan pembelajaran mengubah teks wawancara menjadi narasi. Selain itu, peneliti dapat mengidentifikasi kendala yang dihadapi siswa.. dalam proses

Ada beberapa kendala yang dihadapi PKBM Citatah Endah, salah satunya adalah berkaitan dengan kendala-kendala belajar yang dominan dihadapi warga belajar Program

Kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran Talking Stick untuk meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII B8 SMP Negeri 6

Pilihlah salah satu pembelajaran inovatif yang Anda lakukan selama PPL PPG Daljab yang menurut Anda paling berhasil dalam aspek peningkatan proses dan hasil belajar siswa/i..

Pilihlah salah satu pembelajaran inovatif yang Anda lakukan selama PPL PPG Daljab yang menurut Anda paling berhasil dalam aspek peningkatan proses dan hasil belajar siswa/i..

Lokasi SMK Muhammadiyah Salawati Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan motivasi belajar speaking siswa kelas x multimedia dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning