• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

N/A
N/A
das dis

Academic year: 2023

Membagikan "Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan"

Copied!
224
0
0

Teks penuh

Tujuan Pembelajaran

Pada unit ini mahasiswa diharapkan mampu membandingkan pandangan para pendiri bangsa mengenai susunan kata dan isi Pancasila. Termasuk pandangan para pendiri bangsa mengenai hubungan agama dan negara terkait dengan ungkapan tersebut. Bagaimana pandangan para pendiri bangsa mengenai isi Pembukaan, khususnya kalimat “Iman kepada Tuhan dengan kewajiban menerapkan syariat Islam kepada pengikutnya”.

Aktivitas Belajar 1

Berdasarkan berbagai naskah, ada beberapa orang pembesar yang turut berbicara pada sidang pertama BPUPK tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945. Secara umum kita mengetahui ada 3 orang pembesar pada sidang pertama (29 - 1 Juni 1945), dan yaitu Mohammad Yamin, Soepomo dan Soekarno. Untuk memudahkan mengkaji pemikiran-pemikiran para pendiri bangsa, kami akan mengulas pemikiran-pemikiran utama dari 3 tokoh terkenal; Mohammad Yamin, Soepomo dan Ir.

Aktivitas Belajar 2

Kalau kita mau bicara tentang dasar sistem pemerintahan yang ingin kita gunakan untuk negara Indonesia, maka dasar sistem pemerintahan ini bergantung pada Staatsidee, pada “konsep” “staat” (negara) yang ingin kita bentuk. digunakan untuk pembangunan negara Indonesia. Dalam negara yang berstruktur 'negara Islam', negara tidak bisa dipisahkan dari agama, negara dan agama adalah satu, bersatu." "Masalah ini akan dibicarakan nanti, Yang Mulia, Tuan Ketua, tapi izinkan saya bicara dulu, biar kalian semua tahu apa yang dimaksud dengan kata 'kemerdekaan'."

Gambar 1.2 Mohammad Yamin
Gambar 1.2 Mohammad Yamin

Aktivitas Belajar 3

Sementara sebagian kelompok lain tidak menginginkan agama (dalam hal ini Islam) menjadi dasar negara. Pokok-pokok gagasan yang mengemuka dalam sidang BPUPK kemudian dikaji secara mendalam oleh Komite Sembilan. Usulan sebagian anggota untuk menjadikan Islam sebagai dasar negara mendapat penolakan dari anggota lainnya.

Gambar 1.7 Contoh peta infografis
Gambar 1.7 Contoh peta infografis

Refleksi

Rangkuman

Soekarno menyampaikan pidato pada tanggal 1 Juni 1945 yang memuat 5 asas negara: (1) Kebangsaan Indonesia, (2) kemanusiaan atau internasionalisme, (3) mufakat atau demokrasi, (4) kesejahteraan sosial, dan (5) ketuhanan . Beberapa anggota BPUPK menginginkan dasar negara Indonesia berdasarkan Islam, mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Sementara itu, sebagian kelompok lain menolak menjadikan agama (dalam hal ini Islam) sebagai dasar negara.

Uji Pemahaman

Piagam Jakarta merupakan kesepakatan Komite Sembilan yang memuat tujuh kata dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluknya. Cara memaknai proses perancangan dan isi rumusan dasar negara disebut dengan pembukaan konstitusi atau dikenal juga dengan Piagam Jakarta. Bagaimana pandangan para pendiri bangsa mengenai isi pembukaan, khususnya kalimat “Beriman kepada Tuhan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”.

Aspek Penilaian

Apa yang kamu lakukan jika salah satu temanmu terlibat perkelahian dan permusuhan? Apa yang akan Anda lakukan jika keputusan musyawarah tidak sesuai dengan keinginan Anda? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu temanmu yang ekonominya lebih rendah darimu?

Gambar 1.8 Contoh Komik
Gambar 1.8 Contoh Komik

Refleksi

Rangkuman

Uji Pemahaman

Aspek Penilaian

Namun di sisi lain, media sosial juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan berbagai ide dan program bagus. Kata kuncinya adalah bagaimana media sosial dapat digunakan untuk berbuat baik, membantu orang lain, dan menyuarakan keadilan. Kamu dan teman satu grup akan diberikan beberapa kasus yang mencerminkan tantangan penerapan Pancasila di era media sosial.

Gambar 1.9 Contoh booklet/leaflet
Gambar 1.9 Contoh booklet/leaflet

Refleksi

Rangkuman

Uji Pemahaman

Aspek Penilaian

Sebagai identitas budaya bangsa Indonesia, kita harus menjunjung tinggi tradisi gotong royong yang sarat nilai luhur. Gotong royong yang mencerminkan kebersamaan menjadi pedoman untuk menciptakan kehidupan yang jauh dari konflik. Lalu, cari tahu makna penting dari praktik gotong royong yang mereka lakukan!

Gambar 1.10 Praktik goyong royong warga membangun rumah.
Gambar 1.10 Praktik goyong royong warga membangun rumah.

Refleksi Proyek

Aktivitas Belajar 4

Tahapan tersebut adalah membuat desain proyek, menyusun jadwal pelaksanaan proyek, pelaksanaan proyek dan presentasi hasil. A. Jika diketik di komputer, spasi 1,5, font Times New Roman ukuran 12pt, dan margin 4-4-3-3. Sistematika laporan terdiri atas: (a) Judul kegiatan, (b) waktu dan tempat kegiatan, (c) uraian penggunaan dana, (d) pengalaman dan pembelajaran dari kegiatan, (e) evaluasi kegiatan memuat hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan sehubungan dengan kegiatan tersebut, (f) dokumentasi (jika ada), dan (g) penutupan.

Refleksi Proyek

Rangkuman

Refleksi

Dalam gotong royong tertanam nilai-nilai Pancasila yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawaratan dan Keadilan Sosial yang menjadi landasan filosofis bangsa Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia, gotong royong tidak hanya bermakna sebagai perilaku, namun juga berperan sebagai nilai moral. Gotong royong mengandung nilai-nilai yang dapat meningkatkan rasa gotong royong dan kebersamaan warga.

Sartono Kartodirjo menyatakan gotong royong merupakan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia dan diwariskan secara turun temurun. Budaya gotong royong di Indonesia dapat dilihat dalam berbagai bentuk dan istilah yang berbeda-beda menurut tiap daerah.

Grafik Pengorganisasian 1
Grafik Pengorganisasian 1

Uji Pemahaman

Analisis kesesuaian peraturan perundang-undangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan ketentuan peraturan perundang-undangan di atas. Bagaimana seharusnya hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta peraturan perundang-undangan lainnya?

Aktivitas Belajar

Melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi setidaknya dua pasal dan ayat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berhubungan dengan pengalaman hidup sehari-hari. Ada dua materi pokok yang akan dibahas pada bagian ini, yaitu mengenai UUD NRI 1945 sebagai hukum dasar tertulis, dan mengidentifikasi pasal-pasal atau ayat-ayat dalam UUD NRI 1945 yang berkaitan dengan kehidupan kita sehari-hari. Dalam konteks negara Indonesia, tujuan tertinggi negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu:.

Berdasarkan Pasal 3(1) UU No. 12 Tahun 2011 tentang Perumusan Peraturan Perundang-undangan menyatakan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan hukum dasar dalam peraturan perundang-undangan. Berdasarkan sejarah, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 nampaknya telah mengalami beberapa kali perubahan, bahkan penggantian, sejak disahkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Setelah melalui perdebatan panjang dan tiada akhir, akhirnya presiden mengeluarkan dekrit pada tanggal 5 Juli 1959 yang menyatakan kembalinya Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang pertama (hasil pengesahan dan pelaksanaan PPKI).

Setelah cukup lama berlaku, tanpa ada yang berani mengusulkan perubahan atau penggantian UUD NRI Tahun 1945, sejak tahun 1999 sampai dengan tahun 2002, seiring dengan terjadinya reformasi di Indonesia, UUD NRI Tahun 1945 sebanyak 4 kali mengalami perubahan. Sebelum dilakukan amandemen, sistematika UUD NRI Tahun 1945 terdiri atas: Pembukaan, Batang Tubuh (37 pasal, 16 bab, 49 alinea), 4 pasal Aturan Peralihan dan 2 alinea Aturan Tambahan. Selain itu, dari segi perubahan kualitatif, amandemen UUD NRI Tahun 1945 mengubah asas kedaulatan rakyat yang semula dijalankan oleh MPR menjadi dilaksanakan dengan undang-undang.

Jika kita mencermati pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, banyak sekali pasal-pasal yang bersentuhan langsung dengan kehidupan seluruh warga negara.

Gambar 2.1 Beberapa Pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 yang berhubungan langsung dengan  kehidupan sehari-hari
Gambar 2.1 Beberapa Pasal dalam UUD NRI Tahun 1945 yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari

Lembar Kerja

Refleksi

Mulai dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, produk peraturan perundang-undangan yang ada di Indonesia, hingga norma-norma. Berikan contoh pasal dan ayat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang relevan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Apa yang akan Anda lakukan agar pemberlakuan UUD NRI 1945 sejalan dengan pandangan ideal mahasiswa?

Oleh karena itu, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi hukum dasar dalam semua peraturan perundang-undangan yang diundangkan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan demikian, segala peraturan perundang-undangan harus sejalan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Rangkuman

Uji Pemahaman

Aspek Penilaian

Saat ini kita telah mempunyai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Peraturan Perundang-undangan. Perppu merupakan peraturan perundang-undangan yang dibuat oleh Presiden mengenai kepentingan-kepentingan yang bersifat memaksa. Diputuskan oleh Presiden untuk melaksanakan perintah peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi atau menjalankan kekuasaan pemerintahan.

Antara lain belum adanya sinkronisasi antara perencanaan perundang-undangan (pusat dan daerah) dengan perencanaan dan kebijakan pembangunan. Selain itu, terdapat kecenderungan peraturan perundang-undangan menyimpang bahkan dari materi muatan yang seharusnya diatur. Antara lain belum adanya sinkronisasi antara perencanaan perundang-undangan (pusat dan daerah) dengan perencanaan dan kebijakan pembangunan.

Bagaimana seharusnya muatan peraturan perundang-undangan dikaitkan dengan Pancasila sebagai sumber segala sumber hukum dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia. Melakukan analisa apakah peraturan perundang-undangan tersebut telah sesuai dengan semangat, nilai dan isi Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. Kedua, peraturan perundang-undangan yang ada berdasarkan UUD NRI Tahun 1945 juga harus mengacu pada pasal atau ayat dalam NRI. UUD 1945.

Selain kontennya harus mematuhi dan mendukung peraturan perundang-undangan di dalamnya, norma hukum yang ada juga harus bisa ditegakkan. Kedua, peraturan perundang-undangan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 harus mengacu atau berhubungan dengan pasal atau ayat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Apa yang harus dilakukan jika menemukan norma peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945? Republik Indonesia, atau peraturan perundang-undangan yang ada diatasnya.

Tabel 2.4 Hierarki Peraturan Perundang-undangan
Tabel 2.4 Hierarki Peraturan Perundang-undangan

Aktifitas Belajar 3

Lembar Kerja

Pada unit ini mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi tradisi, kearifan dan budaya masyarakat di negara lain. Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali dan membangun kesadaran bahwa ada perbedaan jati diri yang kita miliki sebagai sebuah bangsa. Pembelajaran Unit 5 juga diperuntukkan bagi siswa untuk menunjukkan apresiasinya terhadap keberagaman budaya, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di dunia.

Dalam pembelajaran ini, siswa diajak tidak hanya memahami persoalan konflik perbatasan wilayah dari aspek hukum formal yang hanya berdasarkan undang-undang. Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dan menganalisis landasan filosofis nasionalisme dan nasionalisme dalam rangka menjaga keutuhan NKRI jika terjadi sengketa batas wilayah. Siswa diharapkan mampu menjelaskan konsep (sejarah, fakta dan aturan) Negara Kesatuan Republik Indonesia terkait subtema sengketa batas wilayah, sehingga juga dapat menjelaskan atau mengidentifikasi beberapa contoh kasus wilayah sengketa berdasarkan fakta dan aturan.

Mahasiswa diharapkan mampu menjelaskan dan menganalisis latar belakang terjadinya sengketa perbatasan wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Mahasiswa diajak tidak hanya mengetahui akar sejarah sengketa batas wilayah, namun juga melakukan praktik baik sebagai sikap dan partisipasi dalam menegakkan keutuhan NKRI. Mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis landasan filosofis nasionalisme dan nasionalisme dalam rangka menjaga keutuhan NKRI jika terjadi sengketa batas wilayah.

Setelah setiap anggota kelompok kecil mendiskusikan materi, guru akan mengajak siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya melalui satu atau dua orang juru bicara di setiap kelompok.

Gambar 3.3 Contoh Infografis
Gambar 3.3 Contoh Infografis

Refleksi

Siswa diharapkan mampu menjelaskan konsep (sejarah, fakta dan peraturan) Negara Republik Indonesia terkait subtema sengketa batas wilayah. Sengketa Sipadan dan Ligitan merupakan perselisihan antara Indonesia dan Malaysia mengenai kepemilikan dua pulau di Selat Makassar, yakni Pulau Sipadan. Setelah membaca isi berita pada pembelajaran sebelumnya dan menyampaikan pendapat, kali ini Anda diminta untuk memperhatikan permasalahan sengketa batas wilayah berdasarkan peraturan dan fakta.

Oleh karena itu, batas-batas wilayah negara diatur berdasarkan ketentuan UUD 1945 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 76 Tahun 2012 tentang Pedoman Penegasan Batas Daerah. Mengacu pada ayat 2 (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 76 Tahun 2012, hal ini karena menyangkut pertahanan dan keamanan negara, baik secara sosial, ekonomi, dan budaya, sehingga untuk terjalinnya tertib ketatanegaraan perlu terjaminnya kejelasan dan kepastian hukum mengenai batas-batas wilayah suatu daerah. Data Institute for Defense, Security and Peace Studies (IDSPS) pada tahun 2009 menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki sejumlah sengketa perbatasan yang belum terselesaikan.

Cari tahu kemungkinan hal-hal yang dapat Anda lakukan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam menjaga kedaulatan batas wilayah. Untuk lebih memahami materi ini, Anda diminta membuat jurnal harian tentang praktik cinta NKRI dalam konteks sengketa batas wilayah. Pada unit ini diharapkan mampu menjelaskan dan menganalisis latar belakang sengketa batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia.

Anda tidak hanya diajak untuk mengetahui akar sejarah sengketa perbatasan wilayah, namun Anda juga dapat menerapkan praktik-praktik baik sebagai hubungan dan kerja sama dalam menjaga keutuhan NKRI.

Gambar 4.2 Contoh poster
Gambar 4.2 Contoh poster

Gambar

Grafik Pengorganisasian 1
Gambar 1.2 Mohammad Yamin
Gambar 1.3 Pidato tentang dasar-dasar untuk Indonesia  Merdeka oleh Soepomo tanggal 31 Mei 1945
Gambar 1.4 Soepomo
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kesenjangan harapan-kenyataan tentang penerapan demokrasi di Indonesia melalui simulasi model pembelajaran Pendidikan

Anda diminta untuk menggali sumber politis tentang Pancasila sebagai sistem etika dalam bentuk perilaku politik yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai

Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan landasan dan tujuan pendidikan pancasila, pancasila dalam konteks sejarah perjuangan kebangsaaan Indonesia, menghayati dan

Sejarah perjalanan bangsa Indonesia sejak kemerdekaan diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 hingga sekarang ini telah membuktikan keberadaan Pancasila yang mampu menyesuaikan diri

Fokus utama mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKn adalah mempersiapkan kalian selaku peserta didik untuk dapat berperan sebagai warga negara yang baik, yaitu

Mampu merencanakan, melaksanakan, dan menilai asessment pembelajaran kurikuler, kokurikuler dan ekstra kurikuler bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, dengan pendekatan

Menguasai pengetahuan yang mendukung kompetensi Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang meliputi : ilmu kewarganegaraan, politik, hukum, ekonomi, kenegaraan, sejarah

Pancasila sebagai dasar negara termaktub jelas dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Repu- blik Indonesia Tahun 1945 UUD NRI Tahun 1945 pada alinea keempat, yaitu “…maka disusunlah