Nama : Albahita Enggi Afifah (23103360001) Selvi Nuryunia (23103360002) Nisrina Abidah Nur Aini (23103360003) Anggun Istiqomah (23103360004)
Kelompok : 1
Kelas : PPG - Tata Busana Mata Kuliah : Budaya Kerja
TOPIK 2
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
LK 2.4 Instruksi Demonstrasi Kontekstual Konsep dan Perkembangan Budaya Kerja.
LK 2.4
Instruksi Demonstrasi Kontekstual Pembentukan Budaya Kerja di Sekolah
1. Masing-masing mahasiswa mempresentasikan hasil karyanya.
2. Mahasiswa lainnya memberikan apresiasi dan/atau masukan.
3. Presentasi hasil kerja dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, misalnya
● Pameran pemajangan dokumen untuk dilihat bersama dan mendapatkan komentar;
● Unggah dokumen pada LMS untuk mendapatkan komentar; atau
● Media sosial yang disepakati oleh dosen pengampu dan mahasiswa.
4. Masukan yang diperoleh dipergunakan untuk menyempurnakan LK 2.2 yang telah dibuat.
Masukan oleh:
Masukan LK 2.2
A. Kesesuaian sumber materi:
Materi yang disampaikan sudah lengkap terkait Peta Pemahaman Konsep Pembentukan Budaya Kerja di Sekolah. Namun belum ada sumber referensi yang dituliskan
B. Kebenaran materi:
Materi sudah menyebutkan contoh kondisi riil di kelas dan mengaitkannya dengan ciri khas dari profil pelajar pancasila
C. Kebenaran analisis/kesimpulan:
kesimpulan dari penjabaran kelompok ini sudah baik, dan sudah mewakili 3 hal dari profil pelajar pancasila. Namun akan lebih sempurna jika ada penambahan mengenai dimensi yang lain
Masukan LK 2.3 Kekurangan:
1. Tidak disebutkan apakah budaya 5R dan prinsip-prinsip lainnya telah diimplementasikan dengan baik atau tidak.
2. Tidak ada informasi mengenai dampak dari penerapan budaya kerja tersebut terhadap kinerja sekolah.
Kelebihan:
1. Menyebutkan secara jelas budaya kerja yang diterapkan di sekolah.
2. Menekankan pentingnya prinsip-prinsip disiplin, kerjasama, dan profesionalisme dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Penyempurnaan LK 2.2
TOPIK 2
RUANG KOLABORASI
LK 2.2 Peta Pemahaman Konsep Pembentukan Budaya Kerja di Sekolah.
LK 2.2
Peta Pemahaman Konsep
Pembentukan Budaya Kerja di Sekolah
Kelompok 1
Nama (NIM) Albahita Enggi Afifah (23103360001) Selvi Nuryunia (23103360002) Nisrina Abidah Nur Aini (23103360003) AnggunIstiqomah (23103360004)
Tabel Analisis
Buatlah tabel analisis yang memuat dimensi, sub dimensi, kegiatan, indikator pelaksanaan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Setiap mahasiswa membuat minimal tiga dimensi sub dimensi Profil Pelajar Pancasila.
Dimensi/Sub Dimensi diamati
Kegiatan Indikator
1. Beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan
berakhlak mulia
● Berdoa sebelum memulai dan mengakhiri pelajaran
● Menampilkan tindakan yang konsisten dengan apa yang dikatakan dan dipikirkan
● Menghargai perbedaan yang ada dengan orang lain
● Berkontribusi untuk menjaga kelestarian lingkungan
● Aktif menghadirkan keadilan
● Akhlak dalam beragama
● Akhlak terhadap pribadi
● Akhlak kepada manusia
● Akhlak kepada alam
● Akhlak dalam bernegara
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai wujud cinta yang dimilikinya untuk negara 2. Bergotong-royong ● Terampil untuk
bekerja sama dan melakukan koordinasi demi mencapai tujuan bersama
● Memahami dan menghargai
lingkungan sosialnya
● Mampu dan mau memberi serta menerima hal yang dianggap berharga kepada/dari teman sebaya, orang-orang di lingkungan sekitarnya, dan
lingkungan yang lebih luas.
● Kolaborasi
● Kepedulian
● Berbagi
3. Mandiri ● Menyelesaikan kegiatan secara individu
● Mengatur pikiran dan perilaku untuk mencapai tujuan belajar
● Kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi
● Regulasi diri
4. Bernalar Kritis ● Melakukan analisis serta evaluasi dalam proses pembelajaran
● Melakukan identifikasi serta
● Merefleksi pemikiran dan proses berpikir
● Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
mengolah informasi pada materi yang diberikan
● Mengajukan pertanyaan yang relevan dengan materi saat pembelajaran berlangsung
● Memperoleh dan memproses
● informasi dan gagasan
5. Kreatif ● Mengutarakan gagasan dan pemikiran di dalam membuat suatu karya
● Menghasilkan suatu karya sesuai minat dan kesukaan
● Menghasilkan gagasan yang orisinal
● Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
Sumber: Badan standar kurikulum dan asesmen pendidikan kementerian pendidikan kebudayaan dan riset teknologi Republik Indonesia. 2022. Dimensi elemen dan sub elemen profil pelajar pancasila pada kurikulum merdeka
CONTOH:
Dimensi/Sub Dimensi diamati
Kegiatan Indikator
Bergotong Royong/ Kerja sama
● pembentukan tim kerja/kelompok
● pelaksanaan
Diskusi/musyawarah
● Tim Kerja yang kondusif
● Partisipasi aktif peserta didik dalam kelompok
Infografis.
Hasil analisis dibuat infografis yang dapat berupa 1. Circle Map, 2. Spider Map, 3. Idea Wheel,4. Venn Diagram,5.Tree Chart, atau 6. Sequence of Events Chain.
Penyempurnaan LK 2.3
Hasil observasi budaya kerja di SMK N 6 Yogyakarta adalah dengan menerapkan budaya 5R dalam setiap kegiatan belajar mengajar yaitu:
1. Rapi:berkaitan dengan penataan barang-barang kerja yang bertujuan untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengambil atau mencari barang-barang yang diperlukan.
Contoh kegiatan dalam penerapan budaya rapi sebagai berikut:
a. Saat pembelajaran praktik pembuatan busana, siswa menyimpan sendiri peralatan menjahit dan bertanggung jawab dengan peralatannya masing-masing.
b. Saat pembelajaran membuat desain, barang-barang yang tidak diperlukan disimpan atau dimasukkan kedalam tas, hanya peralatan untuk membuat desain yang
disiapkan di atas meja.
Evaluasi mendalam terhadap implementasi budaya rapi di sekolah perlu dilakukan untuk memastikan penataan barang-barang kerja yang efisien. Dengan melakukan evaluasi ini, sekolah dapat mengetahui sejauh mana prinsip-prinsip budaya rapi telah diterapkan dengan baik dan efektif. Dampak dari penerapan budaya rapi yang baik adalah
mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengambil atau mencari barang-barang yang diperlukan, sehingga meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas
2. Resik:budaya kerja yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan kerja yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan menyenangkan. Contoh kegiatan penerapan budaya resik adalah setelah pembelajaran praktik selesai dilaksanakan, siswa membersihkan lingkungan kerja secara bergotong royong dari sisa- sisa limbah kain. Melakukan evaluasi terhadap kebersihan dan ketertiban lingkungan kerja secara berkala dapat membantu sekolah memastikan bahwa budaya resik tetap terjaga dengan baik. Dengan menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan kerja, sekolah dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan menyenangkan bagi seluruh anggota sekolah. Dampak dari penerapan budaya resik yang baik adalah meningkatnya kesejahteraan dan kepuasan kerja bagi seluruh anggota sekolah, yang akan berdampak positif pada motivasi dan semangat kerja.
3. Rajin: budaya kerja rajin menunjukkan pentingnya menjaga budaya kerja yang telah dibangun secara berkelanjutan yang melibatkan pelatihan karyawan dan pemantauan
berkelanjutan untuk memastikan budaya kerja tetap berjalan secara produktif dan efektif.
Contoh kegiatan penerapan budaya rajin adalah melakukan workshop tentang budaya kerja sehingga guru dan karyawan dapat memahami tentang budaya kerja dalam industri dan dapat mempertahankan budaya yang diterapkan dalam kerja sesuai dengan standar industri. Melakukan workshop tentang budaya kerja secara berkala dapat membantu guru dan karyawan memahami dan menjaga budaya kerja secara berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan karyawan dan pemantauan berkelanjutan, sekolah dapat memastikan bahwa budaya kerja rajin tetap berjalan produktif dan efektif . Dampak dari penerapan budaya rajin yang baik adalah terciptanya lingkungan kerja yang disiplin dan produktif, yang akan berdampak positif pada kinerja sekolah secara keseluruhan.
4. Rawat:budaya kerja yang melibatkan pembuatan standar operasional yang konsisten yang dilakukan untuk mempertahankan budaya kerja yang telah dibangun dan bertujuan untuk mencegah kembali kebiasaan lama dan memastikan konsistensi dalam pelaksanaan.
Contoh kegiatan penerapan budaya rawat adalah disediakan teknisi khusus untuk merawat alat – alat sehingga tetap sesuai dengan standar industri dan memantau serta selalu
mengingatkan siswa untuk senantiasa bersama merawat alat praktik di dalam sekolah.
Melakukan pembuatan standar operasional yang konsisten dalam merawat alat-alat praktik di sekolah perlu ditekankan. Dengan memastikan konsistensi dalam pelaksanaan budaya rawat, sekolah dapat mencegah kembali kebiasaan lama dan memastikan alat-alat praktik tetap sesuai dengan standar industri. Dampak dari penerapan budaya rawat yang baik adalah menjaga keberlangsungan dan kualitas alat praktik, yang akan berdampak positif pada efektivitas pembelajaran di sekolah. Dengan melakukan evaluasi dan
penyempurnaan pada budaya rapi dan rawat, sekolah dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas lingkungan kerja secara keseluruhan.
5. Ringkes: budaya kerja yang ringkas serta mengacu pada pemisahan dan pemilahan barang- barang atau peralatan yang diperlukan atau yang tidak diperlukan yang ditujukan untuk menghemat ruang dan meningkatkan efisiensi kerja. Contoh penerapan budaya ringkes adalah selalu memilih barang-barang dan alat praktik yang masih bisa digunakan atau tidak. Alat praktik yang sudah rusak dipindahkan ke dalam gudang atau ditukar dengan alat yang baru. Evaluasi mendalam terhadap implementasi budaya ringkes di sekolah perlu dilakukan untuk memastikan pemisahan dan pemilahan barang-barang yang
efisien. Dengan melakukan evaluasi ini, sekolah dapat mengetahui sejauh mana prinsip-prinsip budaya ringkes telah diterapkan dengan baik dan efektif. Dampak dari penerapan budaya ringkes yang baik adalah meningkatnya efisiensi kerja dan
penghematan ruang, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada produktivitas sekolah secara keseluruhan
Dalam budaya kerja industri di SMKN 6 Yogyakarta mencakup prinsip- prinsip penting dalam dunia industri yaitu disiplin, kerjasama dan profesionalisme yang bertujuan untuk mengubah sikap dan perilaku sumber daya manusia agar dapat meningkatkan produktivitas kerja untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang.