SIKLUS PROSES BISNIS
PENDUKUNG:
BUKU BESAR DAN PELAPORAN
Kelompok 3
1. Agus misbahudin(231531028) 2. Leo calvin(231531024)
3. Sinta Pratiwi (231531029)
4. Syifa Nurizkia Fachridwan (231531025)
$
€
Dalam bahasan ini kita mempelajari tentang operasi pemrosesan informasi yang dilibatkan untuk memperbaharui buku besar dan membuat laporan yang
meringkas hasil-hasil aktivitas organisasi.
Siklus ini menjadi muara untuk data yang bersumber dari:
Pendahuluan
1 Setiap sub system yang ada
dalam system akuntansi berupa jurnal yang meringkas aktivitas rutin terkait sub system atau siklus tersebut.
2 Treasure pihak yang menyiapkan jurnal berkaitan dengan aktivitas non rutin seperti transaksi dengan
kreditur dan investor
3 Bagian Anggaran, yang menyediakan data berkaitan dengan nilai anggaran.
4 Controller pihak yang menyiapkan jurnal penyesuaian
Fungsi Utama Buku Besar dan Pelaporan dalam SIA
▪ Memberikan informasi mengenai transaksi reguler.
▪ Memberikan informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.
▪ Memberikan informasi mengenai jumlah Anggaran.
▪ Memberikan informasi mengenai ayat jurnal penyesuaian.
▪ Informasi yang dihasilkan dari siklus ini disyaratkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna internal dan eksternal.
▪ Sistem buku besar dan pelaporan ini dirancang untuk memproduksi laporan baik yang bersifat periodic dan regular atau non reguler
Siklus proses Bisnis Pendukung:
Buku Besar dan Pelaporan
Diagram Konteks Sistem Buku Besar dan
Pelaporan
Terdapat empat aktivitas rutin dalam siklus buku besar dan pelaporan, yaitu:
Sistem Informasi dalam Siklus Buku Besar dan Pelaporan
Pemutakhiran buku besar
Posting ayat jurnal penyesuaian
Menyiapkan laporan keuangan
Membuat laporan manajerial
Laporan untuk verivikasi akurasi proses posting Anggaran untuk perencanaan dan evaluasi
kinerja dari sisi anggaran operasi, belanja, modal
dan arus kas,.
Aktivitas memperbarui terdiri dari memasukan ayat jurnal yang berasal dari dua sumber:
Sistem Informasi dalam Siklus Buku Besar dan Pelaporan
Subsistem Akuntansi
Setiap subsistem akuntansi membuat ayat jurnal untuk memperbarui buku besar, Secara teori, buku besar dapat diperbarui saat tiap terjadinya transaski, akan tetapi, praktiknya, berbagai subsistem akuntansi biasanya memperbarui buku besar dengan
membuat ayat jurnal ringkasan yang menyajikan hasil dari semua transaksi yang terjadi selama suatu periode waktu tertentu
(hari, mingguan atau bulanan).
Bendahara
Bagian bendahara membuat ayat jurnal satu persatu untuk memperbarui buku besar atas
transaksi nonrutin seperti penerbitan atau pengeluaran utang, pembelian atau penjualan saham investasi, atau perolehan
saham perbendaharaan.
Memutakhirkan Buku
Besar
Ayat jurnal untuk memperbarui buku besar dapat didokumentasikan dalam sebuah formulir yang disebut sebagai voucher jurnal. File ini berisi informasi yang akan ditemukan dalam jurnal umum di SIA manual. File voucher jurnal adalah hasil sampingan, bukan merupakan input ke dalam proses memasukkan ayat jurnal. File voucher jurnal membentuk bagian penting dari jejak audit.
Sistem Informasi dalam Siklus Buku Besar dan
Pelaporan
Ayat jurnal penyesuaian terbagi ke dalam lima katergori dasar:
Posting ayat jurnal penyesuaian
Akrual mencerminkan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mencerminkan berbagai kegiatan yang terjadi tetapi kas belum diterima atau dikeluarkan
Contohnya meliputi pencatatan pendapatan bunga yang didapat dan utang gaji.
Pembayaran di muka mencerminkan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk mencerminkan pertukaran kas sebelum kinerja kegiatan terkait.
contohnya meliputi pengakuan sebagian pembayaran dimuka yang didapat dari pelanggan selama periode tertentu dan pembebanan sebagian aset yang di bayar dimuka (contohnya, sewa, bunga, dan asuransi),
Perkiraan mewakili jurnal yang mencerminkan sebagian dari biaya yang terjadi selama
beberapa periode akuntansi.
contohnya meliputi beban depresiasi atau penyusutan dan beban piutang tak tertagih.
Penilaian ulang mewakkili jurnal yamg dibuat untuk mencerminkan perbedaan nilai prinsip akuntansi.
contohnya meliputi perubahan dalam metode yang digunakan untuk menilai persediaan, mengurangi nilai persediaan untuk mencerminkan umur, atau
menyesuaikan catatan persediaan untuk mencerminkan hasil yang didapat selama perhitungan fisik persediaan.
Perbaikan mewakili jurnal yang dibuat untuk meniadakan pengaruh kesalahan yang
ditemukan dalam buku besar.
Aktivitas ketiga dalam sistem buku besar dan pelaporan adalah membuat laporan keuangan. laporan laba rugi dan neraca, aruskas
Menyiapkan Laporan Keuangan
Membuat Laporan Manjerial
● Laporan untuk verivikasi akurasi proses posting misal daftar voucher jurnal berdasarkan urutan nomor, nomor akun, atau tanggal, dan daftar saldo akun buku besar.
● Anggaran untuk perencanaan dan evaluasi kinerja dari sisi anggaran operasi, belanja, modal dan arus kas.
● laporan ini digunakan untuk memverifikasi akurasi proses dan memasukannya ke buku besar.
XBRL merupakan singkatan dari eXtensible Business Reporting Language dan merupakan bahasa programming XML (eXtended Markup Language) yang dibuat secara khusus untuk kepentingan bisnis.
Dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan dapat menyusun laporan dalam beragam format elektronik seperti pdf, notepad, namun format ini dinilai tidak fleksibel karena menyulitkan saat pengguna melakukan analisis mendalam.
XBRL secara sederhana merupakan pemberian barcode pada informasi atau data sehingga akan mempermudah pengguna dalam membaca laporan, mengelompokkan, dan menganalisisnya secara cepat.
(Extensible Business Reporting Language) XBRL
dalam Proses Pelaporan
XBRL memberikan dua manfaat utama dalam pembuatan dan penyebaran data keuangan secara elektronis.
Mengapa XBRL Penting ?
XBRL membantu
meningkatkan kualitas dan konsistensi pelaporan
keuangan.
Bagi pengguna dengan penerapan XBRL ini tidak perlu
lagi melakukan proses mengetik Kembali secara manual data laporan keuangan
yang mereka terima dalam format yang tidak sesuai dengan alat analisis yg akan
digunakan.
XBRL dalam Proses Pelaporan
Problems Solutions Benefits
Inaccurate data Manual validation
Challenge of extracting and converting large amount of data
Need for automatic cross checking and comparing data
Need for flexibility in reporting content and presentation
XBRL
Tangging Calculation link Formula validation
Increased data accuracy
Automatic validation
Increased efficiency
Ancaman dan pengendalian yang diterapkan dalam Siklus Buku Besar dan pelaporan
Ancaman Pengendalian
Memutakhiran buku besar atau saat pembuatan laporan
• Memeriksa ikhtisar jurnal dari siklus Akuntansi untuk periode terbaru.
• Rekonsilasi
• Audit trail
Untuk ayat jurnal tidak rutin dari treasurer dan controller.
• Validity checks untuk memeriksa no akun di buku besar
• Field checks untuk data numeric pada informasi jumlah moneter
• Zero balance checks (debit credit)
• Completeness tests untuk menjamin semua data telah dicatat
• Closed-loop verification untuk melihat kesesuaian nomor akun dan deskrips akun
• Standard adjusting entry untuk aktivitas yang berulang
• Sign checks untuk memeriksa saldo buku besar
• Run-to-run totals untuk memverifikasi akurasi pemrosesan batch
Ancaman dan pengendalian yang diterapkan dalam Siklus Buku Besar dan pelaporan
Ancaman Pengendalian
Financial statement fraud. Independent testing atas seluruh ayat jurnal yang dibuat manual
Terjadinya kehilangan atau
rusaknya data Proses backup dan adanya prosedur pemulihan pasca bencana
Tersingkapnya informasi yang
sensitif Enskripsi Data
Informasi disajikan tidak tepat waktu sehingga berimbas pada jeleknya kinerja perusahaan
• Siapkan dan review laporan kinerja
• Implementasikan XBR
• Redesign business processes
STUDI KASUS
Ralph Lauren Corp.
➢ Ralph Lauren Corp. adalah perusahaan dagang internasional yang berbasis di Amerika Serikat.
➢ Perusahaan ini didirikan oleh desainer Amerika, Ralph Lauren pada tahun 1967.
➢ Ralph Lauren Corp. menjual pakaian, aksesoris, parfum, dan alat- alat rumah tangga untuk pria, wanita, dan anak-anak di seluruh dunia.
➢ Merek unggulan perusahaan adalah Polo Ralph Lauren.
➢ Ralph Lauren Corp. juga mengelola beberapa merek lain,
termasuk Ralph Lauren Black Label, Ralph Lauren Purple Label, Ralph Lauren Blue Label, Lauren Ralph Lauren, Club Monaco, dan Chaps.
Ralph Lauren Corp. dan XBRL
Penggunanan XBRL oleh Ralph Lauren Corp. Manfaat Penggunaan XBRL oleh Ralph Lauren Corp.
➢ Ralph Lauren Corp. adalah salah satu dari 500 perusahaan besar yang diwajibkan oleh Securities and Exchange Commission (SEC) untuk
menggunakan XBRL dalam pelaporan keuangannya.
➢ Ralph Lauren Corp. mulai menggunakan XBRL untuk tahun fiskal yang berakhir pada 15 Juni 2009.
➢ Penggunaan XBRL oleh Ralph Lauren Corp.
meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan keuangannya.
➢ Mengurangi biaya pelaporan keuangan.
➢ Meningkatkan akurasi pelaporan keuangan.
➢ Meningkatkan aksesibilitas pelaporan keuangan.
➢ Meningkatkan analisis dan pengambilan keputusan.
Contoh Pelaporan keuangan Ralph Lauren Corp.
Penjelasan
➢ Gambar di samping menunjukkan contoh laporan keuangan XBRL Ralph Lauren Corp.
➢ Laporan keuangan XBRL Ralph Lauren Corp. dapat diakses dan dianalisis menggunakan perangkat lunak XBRL viewer.
https://investor.ralphlauren.com/node /19591/xbrl-viewer
➢ Penggunaan XBRL memungkinkan pengguna untuk dengan mudah menemukan dan membandingkan data keuangan Ralph Lauren Corp.
Kesimpulan
XBRL : Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi Pelaporan Keuangan
● XBRL adalah bahasa standar global untuk pertukaran informasi keuangan.
● Penggunaan XBRL meningkatkan transparansi dan efisiensi pelaporan keuangan.
● Ralph Lauren Corp. adalah salah satu contoh perusahaan yang telah berhasil menggunakan XBRL dalam pelaporan keuangannya.
● XBRL bermanfaat bagi perusahaan, analis, investor, dan regulator.