Assalamualaikum buk, saya Silfia Rahmi (2511910015) dari Tk.4 Prodi S1 Kesehatan Lingkungan, saya ingin menjawab soal yang ibu berikan pada tanggal 18 oktober lalu yaitu beri penjelasan mengenai cara rumah sakit menetapkan penghasilan rumah sakit tergantung pada lingkunganya, menurut saya kenapa rumah sakit menetapkan penghasilan tergantung pada lingkunganya dikarenakan ada lingkungan yang menganut system ekonomi pasar dimana rumah sakit menentukan sendiri tarifnya, namun di beberapa tempat juga terdapat lingkuangan yang penetapan penghasilan rumah sakit nya masih dipengaruhi oleh pemerintahnya, oleh karena itu penentuan penghasilan rumah sakit tergantung pada lingkunganya. Di Indonesia sendiri penetapan penghasilan rumah sakit menunjukkan adanya campuran antara kekuatan pasar dan peran pemerintah, dimana pentarifan untuk rumah sakit pemerintah maupun swasta dipengaruhi oleh pemerintah, akan tetapi di beberapa komponen seperti komponen pelayanan dan bangsal VIP penetapan tarif dilakukan rumah sakit tanpa ditentukan oleh pemerintah biasanya dikarenakan penetapan tarif pemerintah tidak sesuai dengan unit cost dan tersedianya subsidi, dengan demikian pentarifan diserahkan kepada pasar.
apakah ada ilmu ekonomi kesehatan?dan berilah 3 contohnya!. Menurut saya ilmu ekonomi kesehatan itu ada, namun dalam penerapanya terkadang masih sulit direalisasikan, dimana pada beberapa instansi kesehatan hanya memperhatikan kata ekonominya saja dan mengabaikan kata kesehatannya, padahal seharusnya penggunaan ekonomi adalah sebagai tuntunan saja dan tetap perioritasnya adalah kesehatan, karena sehat adalah hak asasi manusia dan juga dalam islam kesehatan merupakan salah satu unsur penunjang utama dalam melaksanakan berbagai hal, baik itu untuk melakukan suatu pekerjaan maupun dalam beribadah kepada Allah SWT. Adapun 3 contoh dari ilmu ekonomi kesehatan antara lain :
1. Program asuransi kesehatan, program ini terbagi dalam dua jenis yaitu asuransi milik negara dan milik swasta yang menjamin kesehatan masyarakat apabila telah terjadi permasalahan kesehatan secara dadakan.
2. Alokasi sumber daya dan mobilitas dana pada berbagai kegiatan untuk meningkatkan kesehatan, contohnya pada kegiatan penyehatan lingkungan yang memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan derajat kesehatan.
3. Pemerataan kesehatan, dimana pemerataan adalah tujuan operasional upaya kesehatan, ini berarti kriteria efisiensi dan efektivitas merupakan parameter penting dalam ekonomi.
POACE di suatu lembaga/instansi/perusahaan swasta atau pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan, POACE (Planing, Organizing, Actuating, Controling, and Evaluation) adalah acuan dalam menjalankan sebuah kegiatan. Contoh yang saya ambil adalah POACE di PT. Taspen (PERSERO) Makassar yang melaksanakan kegiatan Bina Lingkungan yang merupakan program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat, dimana dalam melaksanakan kegiantan bina lingkungan ini PT. Taspen menggunakan prinsip POACE antara lain:
1. Pada Tahap P (Planing) PT. Taspen mulai dengan upaya melihat dan menilai apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang kemudian diidentefikasi masalahnya serta mencari solusi yang tepat setelah itu dibuat perencanaan aksi beserta anggaran, jadwal, indicator evaluasi, dan sumber daya yang diperlukan.
2. Tahap O (Organizing), PT Taspen membuat sebuah tim CSR (Corporate Social Responbility) yang bertanggung jawab untuk kegiatan bina lingkungan oleh PT.
Taspen ini.
3. Tahap A(Actuating), pada kegiatan ini PT.Taspen melalui tim CSR melakukan kunjungan langsung atau survey pada masyarakat dan pada kegiatan ini PT.Taspen memberikan 2 unit ambulan kepada masyarakat di Kecamatan Pattalassang Kabupaten Gowa, hal ini mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat sehingga perusahaan berkesempatan bekerjasama dengan masyarakat dan pihak lain untuk meningkatkan kelestarian lingkungan hidup social dengan adanya program ini juga meningkatkan citra positif bagi perusahaan.
4. Tahap C (Controling), pada tahap ini tim CSR mengontrol kegiatan bina lingkungan ini dengan melakukan pelaporan yang juga akan dijadikan panduan strategi dan pengembangan program selanjutnya.
5. Tahap E (Evaluation), tahap ini PT. Taspen melakukan evaluasi secara regular dengan membandingkan hasil evaluasi dari internal perusahaan dan eksternal perusahaan.
Inilah 5 tahapan yang dilakukan PT. Taspen (PERSERO) dalam menerapkan prinsip POACE pada kegiatan bina lingkungan untuk pemberdayaan kondisi social masyarakat di Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Makassar.
Eksternalitas (externality) adalah biaya atau manfaat dari kegiatan ekonomi yang dialami oleh pihak ketiga yang tidak terkait dengan aktivitas tersebut. Biaya atau manfaat eksternal tidak tercermin dalam biaya akhir atau manfaat barang atau jasa yang dihasilkan.
Eksternalitas negatif mewakili konsekuensi negatif dari aktivitas ekonomi (konsumsi atau produksi) ke pihak ketiga yang tidak terkait. Contoh pada lingkungan sekitar saya adalah beberapa hari kebelakang polusi udara sangat mengganggu, polusi ini diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor dan juga asap pembakaran sampah yang dilakukan disepanjang jalan utama, ketika saya hendak melakukan aktivitas seperti berangkat ke kampus bahkan dapat dilihat hanya dengan mata bahwa udara disepanjang jalan sudah tercemar, nah hal ini termasuk contoh eksternalitas negative.
Eksternalitas positif adalah manfaat dari kegiatan ekonomi bagi pihak ketiga yang tidak terlibat. Meskipun memberikan manfaat, namun eksternalitas semacam ini juga menciptakan inefisiensi pasar. Contoh dilingkungan sekitar saya adalah adanya pelatihan- pelatihan yang dilakukan oleh desa untuk masyarakat khususnya ibu-ibu, hal ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat dan desa namun juga bermanfaat bagi perekonomian secara keseluruhan, dengan pelatihan yang diadakan masyarakat mendapat penghasilan yang lebih tinggi dan desa dapat meningkatkan produktivitas masyarakatnya, dengan hal ini juga merangsang pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat, barang lebih murah dan bervariasi, dan berkurangnya angka kejahatan.