“Kajian mendalam materi fiqh dengan kitab Riyadl al-Badi’ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Jenggawah Jember.” Bagaimana pendalaman materi fiqih Thaharah dengan kitab Riyadl al-Badi'ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Jenggawah Jember.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Fokus Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
- Definisi Istilah
- Sistematika Pembahasan
Pendalaman materi Fiqh ibadah melalui kitab Riyadl al-Badi'ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Jenggawah Jember. Eksplorasi materi Fiqh tentang ibadah melalui kitab Riyadl al-Badi'ah di Wisma Islam Al-Ishlah Jenggawah Jember.
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Terdapat perbedaan pemahaman materi fiqih antara siswa yang bergaya visual dengan yang bergaya auditori dari segi kognitif. Terdapat perbedaan pemahaman materi fiqih antara siswa gaya visual dan gaya auditori pada aspek efektif.
Kajian Teori
Pondok Pesantren Al-Ishlah merupakan lembaga nonformal yang telah mampu mendirikan lembaga formal MTS (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah). Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data primer yang benar-benar diperlukan, dalam hal ini data yang akan diperoleh adalah proses dan pelaksanaan penjabaran materi fiqh melalui kitab Riyadl al-Badi'ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah. . Elaborasi materi fiqh thaharah melalui kitab Riyadl al-Badi'ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Jenggawah Jember.
Asrama Islam Al-Ishlah merupakan salah satu lembaga informal yang sangat mementingkan pendalaman taharah. Di Pondok Pesantren Al-Ishlah para santri dilatih berpuasa pada hari Senin dan Kamis sebagai bentuk pelatihan atau. Berdasarkan fokus penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya mengenai pendalaman materi Fiqh terkait Thaharah melalui kitab Riyadl al-Badi'ah di Asrama Islam Al-Ishlah Jenggawah Jember.
Pendalaman materi Fiqih tentang Taharah melalui kitab Riyadl al-Badi'ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah Jenggawah Jember. Dari penjelasan di atas dapat dipahami para ulama bahwa kajian materi fiqh terkait thaharah melalui kitab Rijadl al-Badi'ah dilakukan di Pondok Pesantren Al-Ishlah yaitu untuk melatih santri agar selalu menjaga kebersihan terutama dalam beribadah kepada Allah SWT. . SWT. Pendalaman materi fiqih thaharah melalui kitab Rijadl al-Badi'ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah, dilakukan untuk membiasakan santri dalam menjaga kebersihan badan, pakaian dan tempat ibadah terutama kebersihannya. hati.
Pendalaman materi fiqih melalui kitab Riyadl al-Badi'ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah dilakukan untuk membiasakan santri dalam beribadah yang benar dan istiqomah. Kajian mendalam materi fiqh agama dengan kitab Riyadl al-Badi’ah di Pondok Pesantren Al-Ishlah mempunyai dampak positif dan negatif.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Pondok Pesantren Al-Ishlah merupakan lembaga pendidikan Islam modern yang membudayakan bahasa Arab dan Inggris. Lokasi Pondok Pesantren Al-Ishlah sangat strategis dan dekat dengan pasar Jenggawah, dengan lahan yang luas. Perkembangan pesat di Pondok Pesantren Al-Ishlah dimulai pada tahun 2003, dimulai dari pembangunan, media pengajaran dan jumlah santri yang semakin bertambah.
Sehingga pendidikan di Pondok Pesantren Al-Ishlah tuntas sehingga dapat menghasilkan santri yang berkompeten, mempunyai kecerdasan lebih dan mempunyai akhlak yang baik. Oleh karena itu santri di Pondok Pesantren Al-Ishlah diberikan materi yang mendalam dengan tujuan agar santri dapat melaksanakannya dengan benar dan sempurna. Dari hasil wawancara tersebut peneliti menemukan bahwa salah satu strategi yang digunakan di Pondok Pesantren Al-Ishlah untuk mencapai tujuan pendidikan adalah dengan meningkatkan imersi santri terhadap materi.
Dari analisa di atas penulis berpendapat bahwa peningkatan pemahaman santri terhadap ibadah zakat terjadi secara langsung melalui zakat amil yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Ishlah. Karena dianggap sangat penting, maka di Pondok Pesantren Al-Ishlah pembelajaran mendalam materi fiqh tentang thaharah dilaksanakan tidak hanya di asrama namun juga di lembaga formal di Pondok Pesantren Al-Ishlah. Dari penjelasan di atas dapat penulis pahami bahwa pendalaman materi fiqih tentang ibadah melalui kitab Riyadl al-Badi'ah dilakukan di Pondok Pesantren Al-Ishlah yaitu mendisiplinkan santrinya dalam setiap aktivitas khususnya ibadah yang meliputi salat berjamaah, puasa di bulan Ramadhan dan zakat fitrah untuk membersihkan diri dari segala keburukan.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Tanpa teknik pengumpulan data, peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar yang diharapkan. Untuk memperoleh data yang diperlukan, peneliti melakukan teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode sebagai berikut :. Metode observasi adalah suatu cara melakukan penyelidikan dengan menggunakan pengamatan terhadap suatu obyek suatu peristiwa atau kejadian yang akan diteliti.
Sedangkan Sugiyono menyatakan observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang terdiri dari proses-proses yang berbeda-beda.63. Wawancara tidak terstruktur digunakan dalam penelitian ini karena peneliti tidak menggunakan panduan wawancara yang sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan data. Metode dokumentasi merupakan suatu cara dimana dalam penelitian kita memperoleh data dari berbagai catatan tentang peristiwa masa lalu yang berbentuk dokumen.
Dari berbagai data dokumentasi, kemudian dilakukan berbagai keakuratan atau ketelitian data untuk mendukung keabsahan data penelitian yang diperlukan.
Analisi Data
Dalam penelitian kualitatif, data dapat disajikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Cara penyajian data yang paling umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Ditemukan tiga hal pokok yaitu reduksi data, representasi data dan inferensi/verifikasi sebagai suatu jalinan sebelum, saat, dan setelah pengumpulan data dalam format paralel untuk membangun wawasan menyeluruh yang disebut “analisis”.
Dalam pandangan ini, ketiga jenis kegiatan analisis dan kegiatan pengumpulan data itu sendiri merupakan proses yang bersifat siklis dan interaktif. Peneliti harus mampu berpindah di antara empat “sumbu” penutup selama pengumpulan data, kemudian berpindah bolak-balik antara aktivitas reduksi, presentasi, dan kesimpulan selama sisa waktu penelitian.
Keabsahan Data
Dengan kata lain tahap ini merupakan tahap pengumpulan data dengan cara mencocokkan hasil teknik pengumpulan data. Triangulasi metode berguna untuk memeriksa keterpercayaan suatu temuan penelitian dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data dan memeriksa keterpercayaan beberapa sumber data dengan menggunakan metode yang sama. Dengan kata lain langkah ini merupakan tahap verifikasi/pemilahan data yang sesuai dengan objek penelitian.
Tahap-tahap Penelitian
Di bawah kepemimpinan generasi kedua ini, Pondok Pesantren Al-Ishlah mengembangkan satuan pendidikan formal, dimulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pada tahun 2006, Kementerian Agama mulai mengakui Pondok Pesantren Al-Ishlah dan diresmikan lembaga pendidikan resmi Madrasah Tsanawiyah (MTs Al-Ishlah). Memperdalam materi fiqih terkait tahara dengan mempelajari kitab Riyadl al-Badi'ah sangat membantu kita untuk memperluas wawasan tentang fiqh yang sebenarnya dari tempat kita memulai.
Namun meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi fiqh melalui kitab Riyadl al-Badi'ah tidaklah sulit bagi guru. Kitab Riyadl al-Badi'ah merupakan kitab lain yang digunakan para santri untuk mempelajari materi fiqih, meliputi shalat, puasa dan zakat. 76 Ali Hasan, wawancara, Jenggawah, 5 Agustus 2017. . Ibadah di Pondok Pesantren Al-Ishlah juga berlangsung secara bertahap, sehingga ketika santri mempelajari materi fiqih sebelum dimulai dapat belajar bersama terlebih dahulu. a) Layanan doa.
Pendalaman materi fiqh ibadah pada awalnya dilakukan oleh para santri seusai sholat subuh, namun setelah dirasa sangat penting akhirnya pendalaman materi fiqh ibadah dilakukan di lembaga formal Yayasan Pondok Pesantren Al-Ishlah. . Kepada seluruh santri Al-Ishlah agar selalu menaati peraturan dan disiplin dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Ishlah. Sabtu, 5 Agustus 2017 wawancara dengan siswa yang mengikuti pembelajaran materi fiqh melalui kajian kitan Riyadl al-Badi'ah.
Gambar Objek Penelitian
Penyajian Data Dan Analisis
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti, materi fiqih terkait tahara sangatlah penting. Dari hasil wawancara di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa pendalaman materi fiqih melalui kitab Riyadl al-Badi'ah dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya belajar. Dengan memperdalam materi fiqih melalui kajian kitab Riyadl al-Badia'ah, diharapkan para santri mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada materi keagamaan fiqih Islam.
Berdasarkan analisis di atas, peneliti berpendapat bahwa pembelajaran materi hukum agama di Pondok Pesantren Al-Ishlah dilaksanakan dengan sangat efektif, karena dalam pelaksanaannya para santri didorong untuk mampu mengingat seluruh bacaan/doa. berhubungan dengan ibadah. Bagi santri yang ikut mempelajari dan memperdalam materi fiqih Islam tentang ibadah melalui kajian kitab Riyadl al-Badi'ah, dapat memahami makna ibadah yang mendalam dan dapat menerapkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menambah kedalaman fikih Islam khususnya pada bab puasa, santri dilatih untuk berpuasa sunah Senin dan Kamis.
Selain mengamalkan ilmunya, mahasiswa senior juga dapat lebih mengembangkan pemahamannya terhadap materi fiqih puasa.
Pembahasan Temuan
Kajian melalui kitab Riyadl al-Badi'ah sangat cocok bagi pelajar karena didalamnya juga membahas tentang tauhid dan tasawuf dengan harapan pelajar dapat menunaikan segala ibadah hanya karena Allah swt. tanpa ada kewajiban apapun dari siapapun, karena ibadah itu suatu kebutuhan, bukan keharusan.membutuhkan". 83. Ketika perilaku disiplin ditanamkan pada diri siswa yang mengikuti kajian kitab Rijadl al-Badi’ah, maka sikap disiplin tersebut akan terus berlanjut hingga siswa tersebut lulus, bahkan pada saat liburan ketika siswa berada di tengah-tengah masyarakat. Sebelum pendidik menjelaskan dan mengamalkan materi fiqh-thaharah yang meliputi wudhu, wudhu, tayamum, dan cara menghilangkan najis, peserta didik diinstruksikan terlebih dahulu membaca kitab Rijadl al-Badi'ah satu baris atau lebih.
Sebelum guru menjelaskan dan mengamalkan materi fiqh agama yang meliputi shalat, puasa dan zakat, biasanya siswa diinstruksikan untuk membaca kitab Riyadl al-Badi'ah terlebih dahulu sebanyak satu baris atau lebih. Sedangkan dampak negatifnya adalah siswa yang tidak mengikuti kajian kitab Riyadl al-Badi'ah pandai menyembunyikan kesalahannya dan tidak jujur dalam menindaklanjuti kesalahan yang telah diperbuatnya. Solusi yang diberikan untuk mengatasi kendala tersebut adalah sebaiknya para santri belajar bersama terlebih dahulu, selain itu santri juga harus memperdalam ilmu nahwu dan shorrof serta santri juga dapat membawa terjemahan kitab Riyadl al-Badi'ah.
Dan para santri diberikan libur/kepulangan yang panjang agar bisa menunaikan salat berjamaah di rumah, tidak hanya di pesantren saja. Disarankan agar para santri selalu menunaikan salat berjamaah dimanapun berada, meskipun tidak dalam pengawasan pondok pesantren. Pada hari Jumat tanggal 4 Agustus 2017, salah seorang mahasiswa senior memberikan bimbingan kepada mahasiswa junior mengenai materi fiqh melalui kajian kitab Riyadl al-Badi'ah.