• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Soal Pengendalian dan Penjaminan Mutu

N/A
N/A
Fadilah Ainurahma

Academic year: 2024

Membagikan "Contoh Soal Pengendalian dan Penjaminan Mutu"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS PERTEMUAN 9

PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU

DISUSUN OLEH

FADILAH AINURAHMA 4424217001

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS PANCASILA JAKARTA

2024

(2)

Contoh 7.22

Suatu barang dikirim dengan ukuran lot 400 akan diperiksa dengan sampling standar ANSI/ASQC-Z1.4 berdasarkan kriteria sampling sebagai berikut :

- Nilai AQL = 1%

- Digunakan tipe pemeriksaan umum level II - Rencana sampling tunggal

- Lot yang datang pertama kali akan diperiksa dengan tipe pemeriksaan normal

Misal hasil pemeriksaan 10 lot berturut-turut adalah seperti ditunjukkan oleh table dibawal ini :

Nomor lot Jumlah produk

rusak Nomor Lot Jumlah produk

rusak

1 1 6 1

2 0 7 0

3 2 8 1

4 3 9 1

5 1 10 2

Pertanyaan :

a. Tipe inspeksi apa yang digunakan untuk memeriksa lot no.5?

b. Tipe inspeksi apa yang digunakan untuk memeriksa lot no.9 dan 10?

c. Tipe inspeksi apa yang digunakan untuk memeriksa lot no.11?

JAWAB :

A. Tipe inspeksi yang digunakan untuk memeriksa lot no. 5

Nomor lot Jumlah produk

rusak Lot diterima/ditolak

1 1 Diterima

2 0 Diterima

3 2

Ditolak karena jumlah produk rusak

2

4 3

Ditolak karena jumlah produk rusak

3

5 1

Setelah Lot 4, karena sudah ada dua lot berturut-turut yang ditolak, maka lot ke-5 akan diperiksa dengan inspeksi yang diperketat.

(3)

B. Tipe inspeksi yang digunakan untuk memeriksa lot no. 9 dan 10

Nomor Lot Jumlah produk

rusak Lot diterima/ditolak

6 1 Diterima

7 0 Diterima

8 1 Diterima

9 1

10 2

Untuk Lot 9, karena sebelumnya ada dua lot yang ditolak (Lot 3 dan Lot 4), inspeksi yang diperketat diteruskan sampai kondisi inspeksi normal dapat diterapkan lagi. Jadi, lot ke-9 juga akan diperiksa dengan inspeksi yang diperketat. Sama dengan Lot 9, lot ke-10 juga akan diperiksa dengan inspeksi yang diperketat.

C. Tipe inspeksi yang digunakan untuk memeriksa lot no. 11

Untuk memutuskan jenis inspeksi yang digunakan pada lot ke-11, kita perlu melihat apakah ada perubahan kondisi setelah 10 lot diperiksa dengan tipe inspeksi yang diperketat.

Misalkan Lot 10 diterima:

Total lot berturut-turut yang diperiksa: 5 (Lot 6-10)

Tidak ada dua dari lima lot berturut-turut yang ditolak, inspeksi yang diperketat dapat kembali ke inspeksi normal.

Jadi, lot ke-11 akan diperiksa dengan inspeksi normal.

Kesimpulan

Lot no. 5 : Inspeksi yang diperketat

Lot no. 9 dan 10 : Inspeksi yang diperketat

Lot no. 11 : Inspeksi normal (dengan asumsi tidak ada penolakan lagi pada Lot 10)

Referensi

Dokumen terkait

Modul Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal untuk Sekolah Model Penjaminan Mutu Pendidikan ini adalah pegangan bagi fasilitator dalam melakukan fasilitasi dalam

Statuta 2012 menyatakan bahwa Lembaga Penjaminan Mutu adalah unit yang membantu Rektor dalam menyelenggarakan Penjaminan mutu Internal di lingkungan

Tugas Divisi Penjaminan Mutu UKMPPDH adalah menjalankan sistem penjaminan mutu UKMPPDH yang diimplementasikan melalui monitoring dan evaluasi (monev), dilakukan secara

62 Tahun 2016 tentang SPMI, tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal, yang mengamanahkan perguruan tinggi untuk melaksanakan penjaminan mutu internal dalam

Pengendalian Jati Diri dilaksanakan secara paralel atau bersamaan dalam suatu siklus penjaminan mutu internal, minimal setiap 1 (satu) tahun sekali dalam tahun

Penjaminan mutu dalam pengelolaan pendidikan dihadapkan pada kendala keterbatasan sumber daya pendidikan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya pengendalian mutu

Pelaksanaan Penjaminan Mutu di UAI dilaksanakan oleh Badan Penjaminan Mutu Universitas (BPMU) melalui audit mutu internal pelaksanaan akademik maupun non-akademik, yang

Dokumen ini membahas tentang penjaminan mutu pelayanan kesehatan, termasuk konsep mutu, instrumen peningkatan mutu, dan prinsip manajemen