11. Contoh wilayah formal dan fungsional!
Contoh wilayah formal berdasarkan kriteria fisik adalah:
1. Wilayah pegunungan kapur (karst) 2. Wilayah rawa-rawa
3. Wilayah hutan tropis 4. Wilayah beriklim tropis 5. Wilayah pegunungan 6. Wilayah vegetasi mangrove.
Sementara itu, wilayah formal berdasarkan sosial-budaya bisa diidentifikasi berdasarkan suku atau etnis penduduk yang menghuninya, kegiatan ekonomi masyarakatnya, dan lain sebagainya. Contoh wilayah formal berdasarkan kriteria sosial-budaya adalah:
1. Wilayah suku asmat 2. Wilayah industri tekstil
3. Wilayah pertanian sawah basah 4. Wilayah pertanian ladang tadah hujan 5. Wilayah ekonomi khusus (seperti di Batam) 6. Wilayah perkebunan sawit.
Contoh wilayah fungsional di Indonesia adalah Jabodetabek yang merupakan sebuah kawasan aglomerasi meliputi DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jakarta berperan sebagai pusat, Bodetabek berfungsi menjadi wilayah belakang atau hinterland.
12. Jangkauan (range), yaitu jarak yang harus ditempuh seseorang untuk mendapatkan barang atau pelayanan jasa dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Threshold adalah jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan kesinambungan suplai barang.
13. Susunan RT RW dari tertinggi sampai terendah!
14. Manfaat Perwilayahan (Regionalisasi)
• Mengurutkan dan menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala atau fenomena di permukaan bumi.
• Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah.
• Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah.
• Memantau perubahan-perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia.
• Dengan adanya konsep wilayah dan perwilayahan ini dapat berlanjut untuk melakukan identifikasi pusat pertumbuhan di suatu wilayah.
15. Ciri kota yang dapat menjadi pusat pertumbuhan adalah sebagai berikut :
• Menjadi pusat pemerintahan dan geografis
• Adanya hubungan internal dan kegiatan yang dinamis. Kota yang menjadi pusat
pertumbuhan akan menciptakan hubungan yang dinamis dan internal. Hubungan ini adalah hubungan keterkaitan antar sektor yang satu dengan sektor yang lain, ketika sektor yang satu maju akan mendorong sektor yang lain untuk lebih maju.
• Adanya effek pengganda, efek pengganda ini akan menciptakan dorongan untuk daerah yang masih tertinggal karena ada peningkatan untuk kegiatan produksi.
• Bersifat mendorong daerah yang masih berada di bawahnya.
16. Tujuan pembangunan wilayah menurut Bagdja Muljarijadi antara lain sebagai berikut :
• Membentuk “institusi” baru yang mendukung perekonomian daerah.
• Mengembangkan industri alternatif.
• Meningkatkan kapasitas pekerja untuk menghasilkan produk yang lebih baik.
17. Karakteristik tipe wilayah formal, yaitu:
❖ Tipe homogenitas, disebut juga homogeneus region, formal region, uniform region.
❖ Bersifat statis.
❖ Tidak aktif.
❖ Terbentuk karena adanya keseragaman (kesamaan baik kriteria fisik atau sosial).
❖ Wilayah inti umumnya terdapat di bagian tengah.
18. Contoh wilayah formal yang bersifat sosial ekonomi
yaitu wilayah pertanian, wilayah industri, dan wilayah perkebunan.