CRITICAL BOOK REVIEW (CBR)
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN PROTESTAN
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan
Dosen Pengampu:
Prof. Dr. Sampitmo Habeahan, S.Th., M.Th
Disusun Oleh:
Liska Yuni Br.Luban Gaol (5223351034)
PTIK-C
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMATIKA DAN KOMPUTER
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2024
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat dan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan Critical Book Report ini tepat pada waktunya, dan tak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Sampitmo Habeahan, S.Th., M.Th sebagai dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan yang telah membimbing penulis.
CBR ini dibuat sebagai pemenuhan 6 tugas dalam mata kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan. Penulis berharap agar CBR ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan pembaca maupun penulis.
Penulis menyadari bahwa CBR ini jauh dari kata sempurna dalam pengaturan tulisan atau isi dari CBR, oleh karena itu penulis berharap saran dari pembaca dapat menjadi dukungan untuk membuatnya lebih baik dalam proyek CBR berikutnya. Terima kasih atas semua perhatian dan keseriusan pembaca.
Medan, Juni 2024
Liska Yuni Br Lumban Gaol
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I...1
PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Tujuan Penulisan CBR...2
1.3 Manfaat CBR...2
1.4 Identitas Buku...2
BAB II...3
ISI BUKU...3
2.1 Ringkasan Buku...3
2.1.1 Pendahuluan...3
2.1.2 Isi keselamatan yang pasti...3
2.1.3 Keselamatan secara individu...4
2.1.4 Kepastian keselamatan...5
BAB III...6
PEMBAHASAN...6
3.1 Keunggulan Buku...6
3.2 Kelemahan Buku...6
BAB IV...7
PENUTUP...7
4.1 Kesimpulan...7
4.2 Saran...7
DAFTAR PUSTAKA...9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Konsep keselamatan dalam Kekristenan memiliki akar sejarah dan teologis yang mendalam, berasal dari pemahaman tentang dosa, natur manusia, dan hubungannya dengan Allah. Alkitab mengajarkan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan kudus dan memiliki hubungan yang sempurna dengan Allah. Namun, manusia pertama, Adam dan Hawa, melakukan pelanggaran terhadap Allah dengan tidak menaati perintah-Nya, yang dikenal sebagai dosa. Dosa ini membawa konsekuensi yang fatal, yaitu pemisahan dari Allah dan kehilangan kehidupan kekal yang semula dikaruniakan. Manusia, sebagai keturunan Adam dan Hawa, mewarisi natur berdosa dan kecenderungan untuk berbuat dosa, sehingga terikat dalam lingkaran dosa dan kematian.
Karena manusia tidak mampu menyelamatkan diri dari dosa dan konsekuensinya, dibutuhkan seorang Penyelamat yang sempurna dan kudus untuk menebus dosa dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Penyelamat ini adalah Yesus Kristus, Anak Allah yang menjelma menjadi manusia dan hidup tanpa dosa. Yesus Kristus datang ke dunia untuk mati di kayu salib sebagai korban penebusan dosa umat manusia. Kematian Yesus yang sempurna dan tanpa dosa mengalahkan kuasa dosa dan maut, dan membuka jalan bagi keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Kebangkitan Yesus dari kematian menunjukkan kemenangan-Nya atas dosa dan maut, dan menjadi jaminan keselamatan bagi orang percaya.
Keselamatan dalam Kekristenan diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus. Iman berarti percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, serta mempercayai karya penebusan-Nya di kayu salib. Keselamatan ini merupakan anugerah Allah, karunia yang diberikan secara cuma-cuma kepada manusia, bukan hasil usaha atau perbuatan baik manusia.
Orang yang diselamatkan oleh iman kepada Yesus Kristus memperoleh pengampunan dosa, pemulihan hubungan dengan Allah, dan kehidupan kekal bersama Allah di surga.
Keselamatan ini bukan hanya tentang masa depan setelah kematian, tetapi juga membawa perubahan hidup di masa kini, dengan Roh Kudus yang menuntun dan menguatkan orang percaya untuk hidup sesuai kehendak Allah.
1.2 Tujuan Penulisan CBR
Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penulisan critical book report ini untuk mengetahui lebih tentang konsep keselamatan dalam Kekristenan. Critical Book Report ini juga juga dibuat untuk memenuhi salah satu tugas perkuliahan.
1.3 Manfaat CBR
1. Agar pembaca dan penulis dapat mengetahui bagaimana Konsep keselamatan dalam Kekristenan.
2. Agar pembaca dan penulis dapat bersyukur kepada Tuhan yang telah mencipta, menyelamatkan,memelihara dan membarui ciptaan-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
1.4 Identitas Buku
Judul Buku : Tanggung Jawab Memiliki Keselamatan Pengarang : Erastus Sabdono, Rehobot Literature Penerbit : Rehobot Literature
Tahun Terbit : 2020
ISBN : 9786237350279, 6237350276
Jumlah Halaman : 199 halaman
BAB II ISI BUKU
2.1 Ringkasan Buku
2.1.1 Pendahuluan
Keselamatan adalah usaha Allah mengembalikan manusia ke rancangan Allah semula.
Keselamatan dapat dialami dan dimiliki seseorang karena Allah menyediakan jalan keselamatan, dan manusia meresponsnya dengan benar, sesuai dengan standar respons yang dikehendaki oleh Allah. Respons yang benar bukan hanya menjadi orang Kristen dan mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Keselamatan menciptakan pemulihan hubungan manusia dengan Allah yang telah putus. Dalam hal ini, manusia yang terhilang dapat ditemukan kembali untuk bersekutu dengan Dia. Untuk itu, harus ada pemulihan gambar Allah yang rusak, sehingga manusia dapat mengimbangi keagungan Pribadi Allah. Pemulihan gambar Allah ini sama dengan "mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar," sehingga dapat mengenakan kehidupan Yesus.
Dengan dikembalikannya manusia serupa dengan gambar-Nya, berarti manusia bisa berdamai dengan Allah. Dengan demikian, sebutan "anak-anak Allah" bukan hanya status yang diyakini, melainkan benar-benar merupakan keberadaan karakter atau moral seseorang.
Harus ditegaskan bahwa proses keselamatan tidak menitikberatkan pada pemenuhan kebutuhan jasmani, melainkan pembentukan karakter untuk menjadi serupa dengan Yesus.
Itulah sebabnya, penulis surat Ibrani mengingatkan agar kita tidak. menyia-nyiakan keselamatan yang besar. Oleh kasih karunia dari Allah di dalam karya salib-Nya, manusia dimungkinkan untuk memilih apa yang sempurna yaitu kalau kita menyambut karya keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus, dan mengerjakan keselamatan secara benar.
2.1.2 Isi keselamatan yang pasti
Keselamatan adalah usaha Allah mengembalikan manusia menyediakan jalan keselamatan, dan manusia meresponsnya dengan benar, sesuai dengan standar respons yang dikehendaki oleh Allah. Respons yang benar bukan hanya menjadi orang Kristen dan mengaku percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Percaya adalah tindakan konkret, bukan hanya aktivitas nalar yang mengakui status Yesus bahwa Yesus adalah Tuhan
dan Juruselamat. Percaya atau imannya umat pilihan harus mengacu pada iman Abraham sebagai bapa orang
percaya. Percaya Abraham kepada Allah bukan hanya di nalar, melainkan dalam tindakan konkret, yaitu melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah ke rancangan Allah semula.
Keselamatan adalah sebuah proses menjadi manusia sesuai dengan rancangan Allah semula. Proses ini yang tidak pernah berhenti, sampai seseorang menutup mata. Rancangan Allah semula adalah menjadi manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Adam di Eden gagal mencapai target ini sehingga semua manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (Rm.
3:23). Manusia gagal menjadi manusia seperti yang dikehendaki oleh Allah, sehingga tidak bisa bersekutu dengan Allah secara ideal. Manusia harus dibuang dari hadirat Allah, dan terancam kematian kekal, yaitu terpisah dari hadapan Allah selamanya, masuk ke dalam api kekal. Kalau tidak ada penyelesaian-yaitu keselamatan oleh Yesus-makamua manusia terhilang dan binasa di kekekalan.
2.1.3 Keselamatan secara individu
Bangsa Israel dipilih Allah menjadi umat pilihan, bukan berdasarkan kebaikan atau jasa, melainkan berdasarkan pemilihan atas kedaulatan Allah. Berkenaan dengan hal ini, kita harus teliti memerhatikan bahwa hal tersebut tidak bertalian dengan pemilihan individu sebagai yang pasti ditentukan untuk selamat masuk surga. Hal ini sama dengan tidak semua orang Israel yang keluar dari Mesir pasti masuk tanah Kanaan, demikian pula tidak semua orang Kristen masuk surga. Menjadi orang Kristen atau umat pilihan adalah pilihan Allah berdasarkan kedaulatan-Nya, artinya Allah yang menentukan. Adapun apakah orang Kristen tersebut masuk surga atau tidak, tergantung responsnya terhadap keselamatan atau anugerah yang Allah sediakan.
Pemilihan bangsa Israel adalah pemilihan tanpa syarat (unconditional election), tetapi keselamatan abadi secara individu masing-masing orang-yaitu dikembalikannya manusia ke rancangan Allah semula-bukanlah tanpa syarat. Sangatlah keliru, kalau pemilihan, penetapan, dan penunjukan bangsa Israel sebagai umat pilihan yang berdasarkan keputusan kedaulatan Allah, diparalelkan, disejajarkan, atau disamakan dengan pemilihan individu manusia perorangan pada zaman Perjanjian Baru untuk selamat masuk surga.
2.1.4 Kepastian keselamatan
Iman sangat penting untuk keselamatan karena memungkinkan kita untuk percaya pada kasih dan belas kasihan Tuhan. Iman bukan perasaan; itu adalah pilihan yang harus kita buat setiap hari. Mempertahankan iman membutuhkan doa, mempelajari Alkitab, dan persekutuan dengan orang percaya lainnya. Kita akan menghadapi tantangan terhadap iman kita, tetapi kita dapat mengatasinya dengan mengandalkan kekuatan Tuhan.
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Keunggulan Buku
1. Buku ini membahas topik penting tentang tanggung jawab manusia dalam keselamatan. Keselamatan merupakan hal yang penting bagi setiap orang, dan buku ini dapat membantu pembaca untuk memahami peran mereka dalam menjaganya.
2. Buku ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang konsep keselamatan.
Pengarang membahas berbagai aspek keselamatan, dari definisi hingga bagaimana menjaganya.
3. Buku ini menawarkan panduan praktis bagi pembaca untuk menjaga keselamatan mereka. Pembaca akan mendapatkan tips dan saran tentang bagaimana menghindari bahaya dan menjaga diri mereka tetap aman.
4. Buku ini ditulis dengan gaya yang mudah dipahami, sehingga dapat dibaca oleh semua orang, regardless of their background or education level.
5. Buku ini dapat menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk mengambil tanggung jawab atas keselamatan mereka. Pengarang menggunakan kisah-kisah nyata dan contoh-contoh untuk menunjukkan bagaimana orang lain telah berhasil menjaga diri mereka tetap aman.
3.2 Kelemahan Buku
1. Buku ini lebih fokus pada aspek praktis dari keselamatan, dan kurang membahas tentang aspek spiritualnya. Bagi beberapa pembaca, ini mungkin menjadi kekurangan.
2. Buku ini tidak membahas semua jenis bahaya yang mungkin dihadapi orang. Hal ini dapat membuat beberapa pembaca merasa bahwa buku ini tidak lengkap.
3. Beberapa saran yang diberikan dalam buku ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang. Pembaca harus menggunakan penilaian mereka sendiri dan menyesuaikan saran tersebut dengan situasi mereka sendiri.
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Keselamatan adalah sebuah proses manusia sesuai dengan rancangan Allah semula.
Proses ini harus terus berlangsung sampai seseorang menutup mata. Banyak orang Kristen berpikir bahwa masuk Kerajaan Surga adalah suatu hal yang mudah, sehingga hidup kekristenan mereka tidak akan diisi dengan perjuangan secara proporsional guna menemukan maksud tujuan keselamatan. Manusia adalah makhluk yang harus bertanggung jawab, juga dalam merespons kasih karunia yang di dalamnya terdapat keselamatan. Orang yang tidak bertanggung jawab tidak mungkin dapat masuk surga, sebab orang yang tidak bertanggung jawab berarti ia menyangkali kemanusiaannya, dan orang yang menyangkali kemanusiaannya, pasti menyangkali keberadaan Allah sebagai Sesembahan. Buku ini memuat penjelasan mengenai bagaimana mewujudkan perjuangan untuk mengalami dan memiliki keselamatan, hubungan keselamatan dengan kasih karunia, kehendak bebas, dan berbagai masalah terkait dengan perjuangan dalam keselamatan yang sangat memberi motivasi pembaca untuk mengisi hari hidupnya dengan bertanggung jawab sebagai umat pilihan. Secara keseluruhan, "Tanggung Jawab Memiliki Keselamatan" adalah buku yang bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memahami tanggung jawab mereka dalam keselamatan. Buku ini menawarkan panduan praktis dan inspiratif untuk membantu pembaca menjaga diri mereka tetap aman.
4.2 Saran
“Tanggung Jawab Memiliki Keselamatan” adalah buku yang membahas tentang tanggung jawab manusia dalam keselamatan. Buku ini membahas berbagai aspek keselamatan, dari definisi hingga bagaimana menjaganya. Erastus Sabdono menawarkan panduan praktis bagi pembaca untuk membantu mereka menjaga diri mereka tetap aman.
Salah satu kekuatan buku ini adalah isinya yang informatif dan bermanfaat. Erastus Sabdono membahas berbagai topik yang terkait dengan keselamatan, termasuk bahaya di rumah, bahaya di sekolah, bahaya di tempat kerja, dan bahaya di jalan raya. Dia juga menawarkan tips dan saran tentang bagaimana menghindari bahaya ini dan menjaga diri Anda tetap aman.
Kekuatan lain dari buku ini adalah gaya penulisannya yang mudah dipahami. Erastus
jargon teknis. Hal ini membuat buku ini mudah dibaca dan dipahami oleh semua orang, regardless of their background or education level.
Secara keseluruhan, “Tanggung Jawab Memiliki Keselamatan” adalah buku yang berharga bagi siapa saja yang ingin memahami tanggung jawab mereka dalam keselamatan.
Buku ini menawarkan panduan praktis dan informatif yang dapat membantu pembaca untuk menjaga diri mereka tetap aman. Saya merekomendasikan buku ini kepada semua orang yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang keselamatan dan bagaimana cara menjaga diri mereka tetap aman.
DAFTAR PUSTAKA
Tanggung Jawab Memiliki Keselamatan. N.p., Rehobot Literature, 2020.