KOMPETENSI GURU DALAM MENGELOLA PROSES PEMBELAJARAN DI MIN BAMBI KABUPATEN PIDIE
Oleh
*Amiruddin
Abstrak: Peningkatan mutu pendidikan pada umumnya menjadi tuntutan masyarakat kini dan masa yang akan datang. Faktor utama yang paling menentukan meningkatnya prestasi belajar siswa adalah tentang pengelolaan kelas pada saat guru melangsungkan proses pembelajaran. Sehubungan dengan hal ini, berbagai pelatihan atau penataran sering diikuti oleh guru dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru tersebut.
Diperlukan kajian melalui suatu penelitian tentang kemampuan guru dalam pengelolaan kelas, dan telah dilaksanakan di MIN Bambi Kabupaten Pidie mulai bulan Mei sampai dengan juni 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam pengelolaan kelas sebagai usaha meningkatkan kualitas pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif, dengan menggunakan angket sebagai instrumen pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru mata pelajaran pada MIN Bambi Kabupaten Pidie berjumlah 9 orang. Sampel penelitian diambil secara total sampel sebanyak 9 orang, dengan persentase masing-masing sekolah(100%). Data di analisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian dari analisis data, menunjukan bahwa guru-guru di MIN Bambi Kabupaten Pidie memiliki kemampuan yang tiggi dalam pengelolaan kelas, sehingga kualitas pembelajaran menjadi meningkat.
Kata Kunci: Kompetensi Guru, Mengelola Proses Pembelajaran
PENDAHULUAN
Peningkatan mutu pendidikan pada umumnya menjadi tuntutan masyarakat masa kini dan masa yang akan datang.
Faktor utama yang paling menentukan dalam peningkatan kualitas pendidikan adalah pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh guru. Oleh karena itu, berbagai pelatihan atau penataran untuk guru diselenggarakan dari tahun ke tahun yang tujuannya antara lain meningkatkan kemampuan profesionalisme guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran tersebut.
Perkembangan baru terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekwensi kepada guru-guru untuk meningkatkan peranan dan kompotensinya, karena proses belajar mengajar dan hasil belajar siswa ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru dalam mengembangkan program pembelajaran di sekolah sehingga prestasi belajar siswa akan meningkat. Adapun peranan guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai demonstrator, mediator dan fasilitator dan evaluator.
Jelaslah bahwa guru sebagai fasilitator harus mampu mengusahakan sumber belajar dan berguna, serta dapat meningkatkan
pencapaian tujuan kegiatan belajar mengajar, baik sebagai nara sumber, atau dalam menggunakan buku teks.
Proses kegiatan belajar mengajar bertalian dengan tujuan yang hendak di capai. Tujuan pendidikan bersifat komplek maka evaluasinya tidak mungkin sederhana.
Menilai hasil belajar yang beraneka ragam diperlukan berbagai macam alat evaluasi.
Fungsi guru sebagai evaluator dalam penilaian proses belajar mengajar harus dilakukan terus menerus mengikuti hasil- hasil belajar yang dicapai siswa dari waktu ke waktu. Sebagai evaluator informasi proses belajar mengajar, umpan balik tersebut dijadikan titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar untuk memperolah hasil yang optimal.
Dalam melaksanakan proses pembelajaran guru harus memiliki sikap dan kemampuannya yaitu menguasai materi setiap bidang studi, menguasai metode dan teknik penilaian, komitmen atau mencintai profesi atau tugas sebagai guru, dan disiplin dalam pelaksanaan tugas.
Guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila menguasai dan mampu
*Drs. Amiruddin M.Si adalah Dosen Kopertis Wil. I DPK pada FKIP Universitas Jabal Ghafur
melaksanakan keterampilan mengajar dengan menggunakan metode yang sesuai dengan pelajaran, tujuan dan pokok bahasan yang diajarkan. Guru harus mampu memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup tentang metode alat dan media sebagai alat bantu komunikasi guna mengefektifkan proses belajar mengajar.
Guru mungkin dapat menggunakan suatu metode dengan baik bila memiliki kemampuan untuk memilih bentuk-bentuk metode yang sesuai dengan tujuan materi pembelajaran yang ingin dicapai.
Profesionalisme adalah seorang memiliki komitmen yang mendalam terhadap tugasnya. Kecintaan terhadap tugas diwujudkan dalam bentuk curahan tenaga, waktu dan pikiran. Guru yang mencintai tugasnya, jauh lebih baik dan bermakna dalam pencapain tujuan pembelajaran.
Proses belajar mengajar yang dilakukan oleh seorang guru ditentukan oleh teknik penyampaian materi pelajaraan yang disampaikan. Pengajaran deduktif teknik penyampaian materi meliputi metode pengajaran, keterampilan, menjelaskan, bervariasi, keterampilan membuka dan menutup pelajaran.
Memilih dan menerapkan metode penyajian yang sesuai dengan tuntutan kurikulum yang dilandasi oleh sistem pamong yang mengutamakan azas dan suatu interaksi deduktif yang sifstnya kekeluargaan dan kasih sayang antara pendidik (Guru) dengan anak didik (siswa) untuk mencapai tujuan pendidikan.
MATERI DAN METODE PENELITIAN Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MIN Bambi Kabupaten Pidie. Pelaksanaan penelitian mulai mei sampai dengan juni 2012.
Populasi Dan Sampel Penelitian
Dalam suatu penelitian yang tersusun dan terencana dengan baik dan sistematis.
Penetapan populasi merupakan suatu hal yang mutlak harus diperhatikan.
Kesimpulan-kesimpulan dari suatu penelitian biasanya tidak hanya dibatasi pada orang-orang yang tidak turut menjadi subjek penelitian. Arikunto (1998: 20) menjelaskan bahwa:”Sampel dapat ditarik antara 5-10% atau 10-15% atau lebih”.
Karena populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah guru-guru MIN Bambi Kabupaten Pidie sebanyak 9 orang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jumlah sampel yang keseluruhannya dijadikan sebagai sampel atau total sampel.
Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, penulis menggunakan angket.
Angket tersebut diberi atau disebarkan kepada guru di MIN Bambi Kabupaten Pidie. Langkah-langkah yang ditempuh adalah melakukan kunjungan kesekolah dan menjumpai masing-masing kepala sekolah untuk menyerahkan angket agar dapat diberikan kepada masing-masing kepala sekolah untuk menyerahkan angket agar dapat diberikan kepada masing-masing guru yang ada disekolahnya. Angket yang diberikan dalam bentuk tertutup, yaitu semua jawaban untuk setiap pertanyaan dalam angket telah disediakan dalam responden diberikan kebebasan untuk memilih terhadap pertanyaan sesuai dengan keadaan yang mereka alami.
Metode Analisis Data
Data yang diperoleh dianalisis secara sederhan dengan rumus persentase, yang sebelumnya ditabulasikan kedalam tabel terlebi dahulu. Adapun rumus persentase yang digunakan adalah dengan pendapat Sudjana, Nana (1987:40) sebagai berikut:
% 100 N X P F
Dimana:
P = Nilai atau persentase
F = Frekuensi jawaban masing- masing pertanyaan
N = Jumlah responden yang diteliti 100% = Konstanta persentase
Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara menggunakan teknik bibliografi, yaitu dengan jalan menelaah sejumlah buku-buku yang ada hubungannya dengan pembahasan ini. Kedua dengan menggunakan teknik pengisian sejumlah angket oleh responden, kemudian dilengkapi pula dengan wawancara bersama dengan
beberapa pihak yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Namun yang menjadi pusat perhatian dan masalah ialah lebih dititik beratkan pada hasil angket, sedangkan hasil wawancara akan dipergunakan untuk melengkapi dan mengunakan data dari hasil angket tersebut.
Maksud tersebut telah terlebih dahulu disusun beberapa buah pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda dan isian. Angket tersebut diedarkan kepada guru-guru yang mengajar pada MIN Bambi Kabupaten
Pidie, objek dari penelitian ini, yaitu sebanyak 9 orang, dengan jumlah pertanyaan 20 buah.
Analisis Data
Setelah data yang diperlukan dikumpulkan sebagaimana disebut di atas, langkah berikutnya dilakukan pengolahan atau analisis data dari angket atau jawaban yang dijawab oleh responden.
HASIL PENELITIAN
Hasil penelitian melalui jawaban angket tentang kompetensi guru dalam mengelola proses belajar mengajar disajikan pada tabel 1,2,3,4,5 dan 6 dibawah ini:
Tabel 1. Cara menentukan materi pembelajaran yang akan disajikan (N = 9)
NO Alternatif jawaban Frekuensi Persentase
a Berpedoman pada kurikulum 1 11,11
b Berpedoman pada pokok/sub pokok bahasan 3 33,33
c Berpedoman pada tujuan pembelajaran khusus 5 55,55
d Berpedoman pada buku teks - -
e Berpedoman pada contoh-contoh satuan pembelajaran
yang sudah ada - -
Jumlah 9 100,00%
Berdasarkan tabel diatas dapat ditafsirkan bahwa sebanyak 1 orang(11,11%) responden menyatakan dalam menentukan materi pembelajaran berpedoman pada kurikulum, sebanyak 3 orang (33,33%) responden menyatakan berpedoman pada pokok / subpokok bahasan, sebanyak 5 orang (55,55%) responden menyataan berpedoman pada tujuan pembelajara khusus dan tidak ada responden yanng menyatakan berpedoman pada buku teks (buku paket) serta berpedoman pada contoh-contoh satuan pembelajaran yang sudah ada.
Analisis tabel 1 dapat disimpulkan bahwa guru-guru yang mengajar di MIN Bambi Kabupaten Pidie dalam memilih materi pembelajaran pada umumnya berpedoman pada kurikulum, pokok/subpokok bahasan dan tujuan pembelajaran khusus. Berpedoman pada kurikulum, pokok/subpokok bahasan dan tujuan pembelajaran khusus dalam memilih materi berarti guru-guru yang mengajar di MIN Bambi Kabupaten Pidie telah memiliki kemampuan dalam mengelola proses belajar mengajar dalam rangka meningkatkan prestasi belajar anak.
Tabel 2. Pengunaan Multi Metode Pembelajaran
NO
Alternatif
jawaban Frekuensi Persentase
a Selalu 7 77,77
b
Kadang-
kadang 2 22,22
c Tidak pernah - -
Jumlah 9 100,00%
Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa sebanyak 7 orang(77,77%) responden mengatakan selalu, sebanyak 2 orang (22,22%) responden mengatakan kadang- kadang dan tidak ada reponden yang menyatakan tidak menggunakan multi metode dalam proses belajar mengajar.
Analisis tabel 2 membuktikan bahwa guru-guru yang mengajar di MIN Bambi Kabupaten Pidie menggunakan multi metode dalam proses belajar mengajar.
Peranan multi metode tersebut merupakan salah satu kemampuan guru dalam menciptakan pengelolaan program pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Tabel 3. Metode Pembelajaran yang sering digunakan (N = 9)
NO Alternatif jawaban Frekuensi Persentase
a Metode ceramah 1 11,11
b Ceramah bervariasi 1 11,11
c Diskusi dan kerja kelompok 1 11,11 d Inquiri dan pemberian tugas 4 44,44
e Sosiodrama dan diskusi 1 11,11
f Tanya jawab 1 11,11
Jumlah 9 100,00%
Berdasarkan data tabel 3 menunjukan bahwa sebanyak 1 orang (11,11%) responden menyatakan menggunakan metode ceramah, sebanyak 1 orang (11,11%) responden menyatakan ceramah bervariasi, sebanyak 1 orang (11,11%) responden menyatakan menggunakan metode diskusi dan kerja kelompok, sebanyak 4 orang (44,44%) responden menyatakan menggunakan metode diskusi dan kerja kelompok, sebanyak 4 orang (44,44%) responden menyatakan menggunakan metode inquiri dan pemberian tugas, sebanyak 1 orang
(11,11%) menggunakan metode sosiodrama dan diskusi dan sebanyak 1 orang (11,11%) responden mengatakan menggunakan metode tanya jawab.
Hasil yang ditunjukkan tabel 3 membuktika bahwa guru-guru MIN Bambi Kabupaten Pidie umumnya menggunakan metode ceramah, diskkusi, kerja kelompok inquiri, pemberian tugas, sosiodrama dan tanya jawab. Keadaan tersebut membuktikan bahwa guru-guru yang mengajar pada MIN Bambi Kabupaten Pidie telah sesuai dengan pengelolaan program pengajaran.
Tabel 4. Strategi yang digunakan dalam proses belajar mengajar
NO Alternatif jawaban Frekuensi Persentase
a Mengajukan respon sebanyak-banyaknya terhadap stimulus yang diajukan terhadap siswa
2 22,22
b Mengupayakan siswa dapat menyimpulkan materi yang disajikan guru
3 33,33
c Mengupayakan agar siswa dapat menjabarkan kembali setiap konsep-konsep yang telah disajikan
4 44,44
Jumlah 9 100,00%
Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa sebanyak 2 orang (22,22%) mengatakan mengjukan respon sebanyak-banyaknya terhadap stimulus yang diajukan terhadap siswa, sebanyak 3 orang (33,33%) responden mengatakan mengupayakan siswa dapat menyimpulkan materi yang disajakan guru dan sebanyak 4 orang (44,44%) mengupayakan agar siswa dapat menjabarkan kembali setiap konsep-konsep yang telah disajikan.
Hal yang ditunjukkan tabel 4 membuktikan bahwa guru-guru Kabupaten Pidie dalam proses belajar mengajar menggunakan strategi yang efektif dan
efesien. Dengan demikian tujuan proses pembelajaran dapat tercapi dengan baik.
Tabel 5. Penggunaan pendekatan konsep dalam proses belajar mengajar NO
Alternatif
jawaban Frekuensi Persentase
a Ada 6 66,66
b Tidak ada 3 33,33
Jumlah 9 100,00%
Berdasarkan tabel 5 menunjukan bahwa sebanyak 6 orang (66,66%) responden menyatakan ada mengunakan pendekatan konsep dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Sedangkan 3 orang
(33,33%) responden menyatakan tidak menggunakan konsep dalam pelaksaan proses pembelajaran.
Guru yang baik, tentunya mempunyai perencanaan yang matang dalam pelaksanaan proses pembelajaran, salah stunya adalah konsep yang cocok untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar. Hasil analisis tabel 5 membuktikan bahwa sebagian besar guru- guru di MIN Bambi Kabupaten Pidie telah menggunakan konsep dalam melaksanakan proses belajar mengajar disekolah tersebut.
Tabel 6. Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
N O
Alternatif
jawaban Frekuensi
Persentas e
a Selalu 6 66,66
b
Kadang-
kadang 3 33,33
c Tidak pernah - -
Jumlah 9 100,00%
Tabel di atas menunjukan bahwa sebanyak 6 orang (66,66%) responden menyatakan bahwa media pembelajaran merupakan suatu komponen pengajaran yang perlu diterapkan. Namun sebanyak 3 orang (33,33%) responden masih kurang memperhatikan tentang penggunaan media pengajaran. Hasil analisis ini memperlihatkan bahwa umumnya guru-guru di MIN Bambi Kabupaten Pidie menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajarnya. Dengan demikian proses pengelolaan pengajaran termasuk pengelolaan kelas dapat berjalan dengan baik.
PENUTUP
Kompetensi guru merupakan salah satu dari kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru dalam jenjang pendidikan apapun. Termasuk dalam rangka pembinaan guru dan sebagai alat seleksi penerimaan guru.
Dalam tulisan ini guru memiliki kemampuan untuk mengembangkan untuk mengembangkan satuan pelajaran sebagai
pendukung dalam mengelolaan kelas, dan hasilnya meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran. Guru-guru memiliki kemauan yang tinggi dalam mengembangkan proses pembelajaran mulai dari pengelolaan kelas, penyajian materi sampai evaluasi prestasi belajar siswa.
Untuk guru-guru mata pelajaran agar selalu dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola kelas dengan baik semua untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. S (1994). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT. Rineka Cipta, Jakarta
Kartono, Kartini(1995). Bimbingan Belajar Di MIN Dan Perguruan Tinggi, CV Rajawali, Jakarta
Nawawi (1999), Belajar Dan Prestasi.
Rineka, Jakarta
Said Hamid Hasan (1998). Tujuan Belajar Dan Pengajaran. Ghalia Indonesia, Jakarta
Slamento (1995). Belajar Dan Factor Yang Mempengaruhi. Jakarta
Sadiman Arif. S (1986). Media Pendidikan, Pengertian Pengembangan Dan Pemamfaatannya. CV Rajawali, Jakarta
Sudjana (1992). Metode Statistik. Tarsito, Bandung
S. Nasution (1986). Strategi Belajar Mengajar IKIP. Bandung
Thabrany, Hasbullah (1999). Rahasia sukses belajar. PT. Raja Grafindo Prasada, Jakarta
Usman, Uzer (1990). Menjadi Guru Profesional. Remaja Karya, Bandung