• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL PENDIDIKAN - Jurnal Universitas Serambi Mekkah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "JURNAL PENDIDIKAN - Jurnal Universitas Serambi Mekkah"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL PENDIDIKAN

SERAMBI ILMU

ISSN 1693-4849

(Wadah Informasi Ilmiah dan Kreativitas Intelektual Pendidikan)

VOLUME 24 NOMOR 1 MARET 2016

 Aktivitas Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Sistem Ekskresi dengan Menggunakan Metode Peta Konsep Di SMPN 2 Banda Aceh

Anita Noviyanti (1-7)

 Meningkatkan Hasil Belajar Rangkaian R-L-C melalui Jigsaw Siswa Kelas XII TKJ.2 SMK Negeri 1 Bireuen

Bima Albert (8-17)

 Meningkatkan Hasil Belajar Tekanan Hidrostatis melalui NHT Siswa Kelas X TPTU SMK Negeri 1 Bireuen

Fatimah Abubakar (18-27)

 Perkembangan Budaya Politik Di Indonesia

M. Yusuf (28-34)

 Meningkatkan Hasil Belajar Norma Masyarakat Indonesia melalui STAD Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Jeumpa

Yusrawati (35-44)

 Meningkatkan Ketrampilan Menyusun RPP Berbasis K13 melalui Modeling KKKS Gugus III SD Negeri 28 Peusangan Kabupaten Bireuen

Zainuddin (45-55)

 Antisipasi Lembaga Perbankan Di Kota Banda Aceh dalam Mencegah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang Dilakukan oleh Nasabah dan Korporasi

Zulfan Yusuf (56-66)

 Kajian Pedagogical Content Knowledge Calon Guru

Rini Sulastri (67-70)

 Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IX-2 Semester I Tahun 2013/2014 Materi Sejarah Terjadinya Uang dan Pengertian Uang melalui Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Di SMP Negeri 1 Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya

Usmayani (71-87)

 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Teks Teks Iklan dalam Surat Kabar melalui Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Kelas IX-2 Semester I Tahun Ajaran 2014/2015 SMP Babul Istiqamah Susoh

A.Rani (88-105)

 Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Materi Organ Pernafasan melalui Metode Alat Peraga Kelas V Semester I Tahun Pelajaran 2015/2016 pada SD Negeri 12 Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya

Aidar (106-119)

 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Materi Penulisan Laporan Perjalanan dengan Menggunakan Metode Penugasan Di Kelas VIII-1 Semester I Tahun 2014/2015 SMP Negeri Tunas Nusa Kabupaten Aceh Barat Daya

Hasmanidar (120-132)

Diterbit Oleh

FKIP Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh Jurnal

Pendidikan Serambi Ilmu

Volume 24 Nomor 1 Hal

1-132

Banda Aceh Maret

2016

(2)

KAJIAN PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE CALON GURU Oleh

Rini Sulastri*

Abstrak

Pedagogigal Content Knowledge (PCK) merupakan kombinasi dari dua unsur yaitu content knowledge dan pedagogical knowledge. Kedua unsur tersebut terkait dengan empat tuntutan kompetensi yang harus dimiliki guru dan dosen di Indonesia, dua diantaranya adalah kompetensi profesional dan pedagogik. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memamparkan kajian tentang PCK sehingga diharapkan pendidik dapat memahami dan melakukan evaluasi terhadap PCK yang dimiliki.

Kata kunci: content knowledge, pedagogical knowledge, PCK, guru, calon guru PENDAHULUAN

Pedagogigal Content Knowledge

Pedagogigal Content Knowledge (PCK) guru menurut Shulman (1986) merupakan kombinasi dari dua kompetensi yaitu content knowledge dan pedagogical knowledge. Content Knowledge guru yang bagus, baik dalam penguasaaan konsep yang diajarkan maupun keterkaitan materi dengan permasalahan kehidupan nyata sangat mendukung dalam membentuk dan mempengaruhi pengetahuan serta proses berpikir siswa. Akan tetapi, hal ini dapat terjadi apabila pedagogical knowledge guru misalnya dalam mengorganisasikan pembelajaran juga bagus. Hubungan antara komponen pembentuk PCK dalam kerangka

konsep Sorto, et al., (2009) didasarkan pada teori tentang persiapan guru, kemampuan guru, dan praktik mengajar (Shulman, 1986;

Stein, et al., 2000; Ball & Bass, 2000), yang dapat dilihat pada Gambar 1.

PCK merupakan kemampuan guru dalam menghubungkan pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan dengan kemampuan mereka mengajar, dimana content knowledge tidak dapat dipisahkan dari proses pembelajaran (Cochran, et al., 1993). Dalam hal ini, content dibagi menjadi dua bagian yaitu lower and higher elements. Lower content mengacu pada materi prasyarat dan materi yang sedang diajarkan, sedangkan higher content mengacu pada materi yang akan diajarkan pada tingkat selanjutnya.

Gambar 1. Komponen Pembentuk PCK (Sumber: Sorto, et al., 2009) PCK sangat terkait dengan tuntutan

terhadap kompetensi guru di Indonesia menurut UU Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Hal ini meliputi empat kompetensi: 1) kompetensi pedagogik yaitu

mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya, 2) kompetensi professional yaitu penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, 3) kompetensi kepribadian yaitu kemampuan personal yang

(3)

68

4) kompetensi sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan siswa, sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua/wali siswa, dan masyarakat sekitar.

Berdasarkan tuntutan kompetensi di atas maka setiap lembaga pendidikan yang mendidik calon guru harus dapat membentuk mahasiswa calon guru dengan PCK yang baik dan tepat dalam meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar siswa. Sebagai calon guru, pedagogical knowledge atau kompetensi pedagogik mempunyai peran yang sangat penting dalam menciptakan mahasiswa calon guru sebagai tenaga profesional kependidikan ketika terlibat dalam proses belajar mengajar.

Oleh karena itu, pada setiap Program Studi Pendidikan terdapat mata kuliah kependidikan dan bidang studi. Shulman (1986) menyatakan bahwa pedagogical knowledge merupakan kemampuan guru dalam mengelola kelas, mengatur kegiatan, mengalokasikan waktu, menyusun tugas terstruktur, memberi pujian dan hukuman, merumuskan tingkat pertanyaan siswa, merencanakan pelajaran, dan menilai pemahaman siswa. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Koehler dan Mishra (2009) bahwa pedagogical knowledge adalah cara dan proses mengajar serta pengetahuan tentang manajemen kelas, tugas, perencanaan pembelajaran, dan pembelajaran siswa.

Selain pedagogical knowledge, content knowledge atau dikenal dengan kompetensi profesional juga dapat menunjang proses pembelajaran untuk hasil yang lebih baik.

Koehler dan Mishra (2009) menyatakan bahwa

Content knowledge is the knowledge about actual subject matter that is to be learned or taught”. Dengan memiliki content knowledge yang baik, seorang guru dapat meningkatkan pengetahuan siswa menjadi lebih baik.

Tidak hanya pedagogical knowledge dan content knowledge yang harus dimiliki oleh calon guru, melainkan juga gabungan dari kedua komponen tersebut yaitu PCK. Seorang guru profesional harus memiliki pengetahuan dan kemampuan PCK yang baik karena sebagai agen perubahan, mereka harus terus mengembangkan proses mengajarnya di kelas.

PCK muncul di dalam kelas dengan berbagai cara karena mengacu pada penerapan

pembelajaran untuk mengajarkan orang lain (Sorto, et al., 2009). Sama halnya dengan Hill

& Ball (2004) yang menyatakan bahwa berbagai macam keterampilan dalam pembelajaran didapat melalui praktek dan pelatihan khusus.

PCK merupakan pengetahuan yang harus dipahami oleh seorang guru dan calon guru karena seorang guru harus familiar dengan konsep alternatif dan kesulitan yang dihadapi siswa dengan beragam latar belakang serta dapat mengorganisasikan, menyusun, menjalankan dan menilai materi subjek, yang semuanya itu terangkum dalam PCK (Shulman, 1986). Hal ini dikarenakan PCK merupakan pengetahuan, pengalaman dan keahlian yang diperoleh melalui pengalaman di kelas (Baxter and Lederman, 1999; van Driel, et al., 2001).

Komponen PCK

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kemampuan calon guru adalah dengan menganalisis kemampuan mereka dalam menganalisis hasil kerja siswa sehingga dapat diketahui thinking knowledge siswa dalam menyelesaikan soal. Dengan demikian, calon guru dapat mengetahui dan menyarankan jenis bantuan yang sesuai untuk setiap siswa yang mengalami kesulitan dan kendala dalam menyelesaikan soal.

Aspek penilaian PCK yang terdapat pada rubrik untuk menganalisis hasil kerja siswa menurut Koirala, et al (2007) yaitu 1) content knowledge and skill, 2) analysis of student work, dan 3) feedback to students.

Sedangkan delapan komponen PCK menurut Depaepe, et al (2013) adalah (1) knowledge of students’ (mis)conceptionsand difficulties, (2) knowledge of instructional strategies, (3) knowledge of mathematical tasks and cognitive demands, (4) knowledge of educational ends, (5) knowledge of curriculum and media, (6) context knowledge, (7) content knowledge, and (8) pedagogical knowledge”.

Pedoman rubrik penilaian hasil analisis calon guru terhadap hasil kerja siswa berdasarkan komponen PCK yang dikutip dari Sulastri, Johar, dan Munzir (2014), dapat dilihat pada Tabel 1.

Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu, Edisi Maret 2016 Volume 24 Nomor 1

(4)

Tabel 1. Rubrik Penilaian Hasil Analisis Calon Guru (Sumber: Sulastri, dkk, 2014)

Aspek Analisis Skala 4 Skala 3 Skala 2 Skala 1

Penilaian ketepatan analisis yang dilakukan terhadap hasil kerja siswa

Menilai

keseluruhan aspek analisis dengan tepat

Menilai sebagian besar aspek analisis dengan tepat

Menilai sebagian kecil aspek analisis dengan tepat

Menilai kurang tepat setiap aspek analisis

Kemampuan memahami pemikiran siswa tentang

miskonsepsi

Mampu

mengenali dan memahami setiap kesalahan konsep dari hasil kerja siswa dgn tepat

Mampu mengenali sebagian besar kesalahan konsep dari hasil kerja siswa dengan tepat

Mampu mengenali sebagian kecil kesalahan konsep dari hasil kerja siswa dengan tepat

Mampu mengenali sebagian kecil kesalahan konsep dari hasil kerja siswa tetapi tidak tepat

Kemampuan memberi penilaian sesuai dengan rubrik

Mampu memberikan penilaian untuk setiap aspek dg tepat dan sesuai

Mampu memberikan penilaian sebagian besar aspek dengan tepat

Mampu memberikan penilaian sebagian kecil aspek dengan tepat

Mampu memberikan penilaian sebagian kecil aspek tetapi tidak tepat

Ketepatan strategi/

bantuan yang disarankan

Menyarankan bantuan/ strategi tepat dan sesuai dengan seluruh permasalahan pada soal

Menyarankan bantuan/ strategi hanya tepat untuk sebagian besar permasalahan pada soal

Menyarankan bantuan/strategi hanya tepat untuk sebagian kecil permasalahan pada soal

Menyarankan bantuan/strategi tetapi tidak tepat dan tidak sesuai dengan permasalahan pada soal

KESIMPULAN

Berdasarkan pemaparan tentang PCK, dapat disimpulkan bahwa seorang guru professional harus mempunyai dan mengetahui kemampuan PCK yang dimiliki.

PCK yang baik mempunyai dampak terhadap ketercapaian konsep dan peningkatan kemampuan siswa. Kemampuan PCK guru terbentuk tidak hanya ketika sudah menjadi guru, tetapi juga dipengaruhi pada awal pembentukan yaitu masa pendidikan. Oleh karena itu, calon guru atau mahasiswa harus dibentuk untuk mempunyai PCK yang baik dimulai sejak awal pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Ball, D. L. & Bass, H. (2000). Interweaving Content and Pedagogy in Teaching and

and Learning of Mathematics.

Westport, CT: Ablex.

Baxter, J. A., & Lederman, N. G. (1999).

Assessment and Measurement of Pedagogical Content Knowledge. In J.

Gess-Newsome & N. G. Lederman (Eds.), Examining Pedagogical Content Knowledge (pp. 147–161). Boston:

Kluwer Academic Publishers.

Depaepe, F., Verschaffel, L,. and Kelchtermans, G. (2013). Pedagogical Content Knowledge: A Systematic Review of the Way in Which the Concept has Pervaded Mathematics Education Research. Teaching and Teacher Education. 34 (2013) 12e25 Hill, H., and Ball, D.L. (2004). Learning

Mathematics for Teaching: Results

(5)

70

Journal for Research in Mathematics Education, 35(5), 330-351.

Koehler, M. J., & Mishra, P. (2009). What Is Technological Pedagogical Content Knowledge?. Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 9(1).

Koirala, H.P., Davis, M., and Johnson, P.

(2007). Development of A Performance Assessment Task and Rubric to Measure Prospective Secondary School Mathematics Teachers’ Pedagogical Content Knowledge and Skill. J Math Teacher Educ. (2008)/11:127-138. DOI 10.1007/s10857-007-9067-3.

Shulman, L. S. (1986). Those Who Understand: Knowledge Growth in Teaching. Educational Researcher, 15(2), pp. 4-14.

Sorto, M.A., Marshall, J.H., Luschei, T.F., Camoy, M. (2009). Teacher Knowledge and Teaching in Panama and Costa Rica: A Comparati Ve Study in Primary and Secondary Education.

Revista Latinoamericana de Investigación en Matemática Educativa (2009) 12(2): 251-290. Recepción:

Septiembre 5, 2008 / Aceptación: Abril 30, 2009.

Stein M.K., Smith M.S., Henningsen M.A. and E.A. Silver. (2000). Implementing Standards-Based Mathematics Instruction: A Casebook for Professional Development. New York:

Teachers College Press.

Sulastri, R., Johar, R., dan Munzir, S. (2014).

Analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah terhadap Hasil Kerja Siswa SMP Menyelesaikan Soal PISA. Tesis.

Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

van Driel, J. H., Beijaard, D., & Verloop, N.

(2001). Professional Development and Reform in Science Education: The Role Of Teachers’ Practical Knowledge.

Journal of Research in Science Teaching. 38(2), 137-158.

Jurnal Pendidikan Serambi Ilmu, Edisi Maret 2016 Volume 24 Nomor 1

Referensi

Dokumen terkait

Aspek sosial dalam pendidikan meliputi berbagai faktor yang berpengaruh dalam menciptakan lingkungan belajar untuk mendukung proses pembelajaran, mengerti berbagai faktor

Pada setiap awal pembelajaran yang akan dilaksanakan, ditampilkan indikator dari KI/KD 3.2 dan KI/KD 4.2, akan tetapi pada rubrik skala penilaian kegiatan belajar muncul

Hasil pembahasan diatas yang didasarkan pada data yang diperoleh dari hasil observasi dan penilaian hasil kerja para guru pada pra siklus, siklus I, dan siklus II

Hasil validasi dan revisi LKM, BPM, dan Buku Autentik Assessment Mahasiswa (B2AM). Data hasil penilaian validator terhadap LKM, B2AM, dan BPM dari masing-masing

3) Rubrik penilaian Aspek/kriteria Skor 4 3 2 1 Mempresentasikan hasil identifikasi karakteristik ruang dan pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan

No Aspek Penilaian Persentase % 1 Kelayakan isi 91,66 2 Kelayakan karakteristik model pembelajaran CORE 85,42 3 Kelayakan bahasa 86.66 4 Kelayakan penyajian 89,58 5 Kelayakan

Analisis Uji Calon Pengguna Produk Berdasarkan perhitungan, penilaian uji calon pengguna produk konselor terhadap komik penyadaran dapat dilihat bahwa untuk aspek kegunaan memperoleh

Aspek yang dinilai oleh validasi ahli materi adalah kelayakan isi, kelayakan penyajian kelayakan aspek penilaian dengan menggunakan angket skala likert 4 jawaban dengan hasil Validasi