Penulis memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul: “Dampak PBI No. 6/10/PBI/2004 Terhadap Kinerja Keuangan Bank Pada Periode Publik. Penyusunan skripsi ini adalah terpenuhinya salah satu syarat untuk mengikuti ujian universitas dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, berdasarkan SKS pada Fakultas Ilmu Ekonomi Perbankan Indonesia. Penyusunan skripsi ini tidak lepas dari peran serta para pihak Bapak Nugroho Endropranoto, S.E., M.B.A., sebagai pembimbing utama dan Bapak Dr. Sudung Manurung, sebagai co-pembimbing penulis.
Penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas segala bimbingan, nasehat, saran dan kritik yang membangun sehingga terselesaikannya skripsi ini. Kepada seluruh saudara penulis, khususnya Nancy Dwi Sari Simanung Kalit, penulis mengucapkan terima kasih atas segala kasih sayang, kebersamaan dan dukungannya selama proses penyelesaian skripsi ini. Melalui berbagai instrumen yang dimilikinya untuk melaksanakan kebijakan moneternya, Bank Indonesia dapat mempengaruhi jumlah uang beredar dan suku bunga bank, yang kemudian dapat mempengaruhi jumlah kredit bank dan pada akhirnya mempengaruhi jumlah investasi dan kegiatan perekonomian secara keseluruhan.
Agar fungsi-fungsi tersebut di atas dapat terselenggara secara efektif, keberadaan bank yang sehat, baik secara individu maupun secara keseluruhan, merupakan tujuan akhir dari ketentuan dan peraturan di bidang perbankan yang dibuat dan dilaksanakan oleh Bank Indonesia. 6/10/PBI/2004 tentang kinerja keuangan bank umum KO, maka periode sebelum terbitnya Peraturan Bank Indonesia No.
Tujuan Penelitian
Keterbatasan lain dari penelitian ini adalah penulis tidak dapat memperhitungkan unsur jeda waktu dalam suatu kebijakan, meskipun penulis menyadari bahwa hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi dalam implementasi suatu kebijakan tertentu.
Manfaat Penelitian
Secara teoritis diharapkan dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang ilmu perbankan mcngenai dampak
Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabahnya
Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi ,
Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antara pihak ketiga
Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga
Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak (kustodian)
Melakukan penempatan dana dalam bentuk surat berharga yang tidak
Membeli melalui pelelangan agunan baik semua maupun sebagian dalam hal debitur tidak memenuhi kewajibannya kepada bank, dengan ketentuan
Melakukan kegiatan anjak piutang, kartu kredit, dan kegiatan wali amanat (trustee)
Melakukan kegiatan Jain, misa1nya kegiatan da1am va1uta asmg ~ melakukan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang
Kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanJang tidak bertentangan dengan undang-undang
Tugas pengaturan dan pengawasan perbankan penting tidak hanya untuk mendukung kelancaran sistem pembayaran, namun juga untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter dalam mempengaruhi pembangunan ekonomi dan inflasi.
Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank
Menetapkan peraturan di bidang perbankan
Melakukan pengawasan bank baik secara langsung maupun tidak langsung
Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai ketentuan perundangan
Sehubungan dengan hal tersebut maka dipandang perlu untuk mengatur kembali sistem penilaian tingkat kesehatan bank umum dalam suatu Peraturan
Permodalan (('apital)
Kualitas Aset (Asset Quality)
Penilaian dengan pendekatan kuantitatif terhadap kualitas faktor •• sensitivitas terhadap risiko pasar dilakukan antara lain dengan melakukan penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: Modal atau cadangan yang dibentuk untuk menutup fluktuasi suku bunga dibandingkan dengan potensi kerugian akibat fluktuasi (pergerakan yang tidak menguntungkan) suku bunga; Modal atau cadangan yang dibentuk untuk menutupi fluktuasi tingkat suku bunga dibandingkan dengan potensi kerugian akibat fluktuasi (pergerakan merugikan) nilai tukar;.
Peringkat komposit 1 (PK-1) mencerminkan bank tergolong sangat baik dan mampu mengatasi pengaruh kondisi perekonomian dan industri keuangan. Nilai komposit 2 (PK-2) mencerminkan bank tergolong baik dan mampu mengatasi dampak negatif kondisi perekonomian dan industri keuangan, namun bank masih memiliki kelemahan minor yang dapat segera diatasi dengan tindakan rutin. Skor komposit 3 (PK-3) mencerminkan bank tergolong cukup baik, namun terdapat beberapa kelemahan yang dapat menyebabkan hal tersebut.
- Kinerja Keuangan Bank
Penilaian tingkat kesehatan bank dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan laporan berkala yang disampaikan bank dan/atau informasi lain yang diketahui secara umum seperti hasil penilaian otoritas atau lembaga lain yang berwenang. Apabila terdapat perbedaan hasil penilaian tingkat kesehatan bank yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan hasil penilaian tingkat kesehatan bank yang dilakukan oleh bank, maka yang berlaku adalah hasil penilaian tingkat kesehatan yang dilakukan oleh Bank Indonesia. Menurut Sucipto (2003)14, kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat menunjukkan keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba.
Kinerja keuangan perusahaan merupakan hasil dari banyak keputusan individu yang diambil oleh manajemen secara berkelanjutan. Hudgins (2005) 15 mengartikan kinerja keuangan bank sebagai ukuran upaya bank dalam mencapai tujuan pemegang saham, pegawai, investor dan debitur, dengan tetap mampu menjaga kepatuhan terhadap kebijakan atau peraturan serta melindungi kepentingan masyarakat. 1994)16 menyatakan bahwa dalam menilai kinerja bank, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu rasio return to risk dan rasio tambahan. Dari kedua rasio utama tersebut, rasio return dan risk merupakan rasio utama yang perlu dipertimbangkan, sedangkan rasio tambahan digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tertentu (spesifik).
Yang termasuk dalam rasio return-risk adalah margin bunga, margin bersih, pemanfaatan aset, return on assets, leverage multiplier, return on equity, risiko likuiditas, risiko suku bunga, risiko kredit dan risiko permodalan. Kinerja keuangan bank dapat diukur atau diproksi dari pendekatan analisis rasio keuangan setiap aspek yang dipublikasikan bank dalam laporannya.
Rentability Ratios
- Metode Analisis Data
Teknik ini dipilih agar menghasilkan hasil penelitian yang dapat dibandingkan secara adil dan merata antar bank umum yang menjadi subjek penelitian ini. Terdapat 29 bank umum konvensional di Indonesia yang telah go public pada saat penelitian ini dilakukan. Namun berdasarkan kebutuhan penelitian ini, objek penelitian yang dimaksud telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2001 atau sebelumnya, sehingga objek penelitian yang memenuhi kriteria tersebut hanya 17 bank.
611 0/PBI/2004 diterbitkan, sedangkan tiga tahun berikutnya atau periode 2004-2006 adalah jangka waktu setelah PBI diterbitkan. Metode analisis yes/g yang akan digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan analisis berpasangan sampel t-Ies/statistik. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif, kinerja bank umum dapat dianalisis dengan membandingkan kinerja sebelum dan sesudah diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia No.6/10/PBI/2004 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
BABIV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Obyek Penelitian
Rasio CAR atau rasio kecukupan modal mengalami peningkatan dari tahun 2001 hingga tahun 2003 (sebelum diberlakukannya PBI No. 6/10/PBI/2004). 611 0/PBI/2004 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum, rasio CAR nominal menunjukkan adanya peningkatan nilai dari 17,24 menjadi 17,81. Dibandingkan dengan ketentuan modal minimum, rata-rata rasio CAR bank yang go public setiap tahunnya memenuhi ketentuan yang ada yaitu lebih dari 8%.
Dari data di atas terlihat bahwa kinerja CAR Bank Internasional Indonesia pada tahun 2001 sangat buruk yaitu -47,41%. Kondisi ini dapat diperbaiki oleh BII dengan melakukan peningkatan modal melalui penawaran umum terbatas saham pada tahun 2002, sehingga ekuitas meningkat dari negatif Rp 2.199,1 miliar pada tahun 2001 menjadi Rp 2.976,8 miliar pada tahun 2001. Dari penjelasan di atas terlihat bahwa menemukan bahwa kinerja CAR secara keseluruhan meningkat pada periode setelah diterbitkannya PBI no.
Jika dibandingkan dengan ketentuan Bl bahwa bank yang sehat memiliki rasio NPL di bawah 5%, hal ini secara rata-rata tidak terpenuhi pada periode tahun 2003. Hal ini disebabkan adanya beberapa bank yang memiliki NPL jauh di atas 5% sehingga mempengaruhi rata-ratanya. rata-rata NPL setiap tahunnya meskipun masih banyak bank yang memiliki rasio NPL di bawah 5%. Dari data yang terlampir pada tabel di atas terlihat bahwa terdapat rasio-rasio pada bank tertentu yang mengalami perubahan besar.
Rasio NPL Bank Internasional Indonesia (BII) pada tahun 2001 sebesar 60,98% tergolong cukup besar dibandingkan tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 2001, BII, sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya pada kinerja CAR, mengalami situasi yang cukup sulit. Permasalahan utama yang mempengaruhi kinerja BII saat itu adalah permasalahan kredit Grup Sinar Mas sekitar US$1,06 miliar dan aset produktif yang jumlahnya sangat besar.
6/1 O/PBV2004) menunjukkan bahwa perbankan secara umum meningkatkan kinerja kreditnya, lebih berhati-hati dan melakukan pengendalian kredit yang lebih baik, sehingga jumlah kredit bermasalah dapat diminimalisir, di samping peningkatan penyaluran kredit secara umum, sebagaimana terindikasi . dengan meningkatkan LDR (dapat dilihat pada pembahasan dibawah). Selain mendukung persaingan pasar yang semakin ketat, perbaikan NPL ini mungkin dipengaruhi oleh penerapan PBI 6/1 0/PBI/2004 yang juga menjadi motivasi bagi perbankan untuk meningkatkan kinerjanya.
Rasio Rentabilitas (Pr~fitability Ratios)
NET INTERE ST MARGIN SECARA AGREGAT DAII 2001-2006
- Non Performing Loan (NPL)
- Return on Assets (ROA)
- Net Interest Margin (NIM)
- Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO)
- lri tibet di atas, dapat di1ihat bahwa rata-rata rasio BOPO sebelum
- Loan to Deposits Ratio (LDR)
Berbeda dengan rasio-rasio lain di atas, tidak ada perubahan besar pada rasio NIM ini pada beberapa bank. Berdasarkan kemungkinannya, Ho diterima jika nilai signifikansi (dua sisi) lebih besar dari 0,05, dan Ho ditolak jika nilai signifikansi (dua sisi) kurang dari 0,05. Hasil ini menunjukkan Ho 1 diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan rasio CAR sebelum dan sesudah diterbitkannya PBI.
Pada tabel diatas terlihat rata-rata NPL r&Slo sebelum diterbitkannya PBI No. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ho 2 ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio NPL sebelum dan sesudah diterbitkannya PBI No. Hasil tersebut menunjukkan Ho 5 diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio NIM sebelum dan sesudah diterbitkannya PBI No.
BABV KES~PULANDANSARAN
- lndustri perbankan merupakan industri yang sarat dengan peraturan. Hal ini salah satunya didorong oleh suatu kondisi bahwa perbankan memiliki peran
- u.ut keperluan tersebut penulis melakukan tinjauan pustaka terhadap
DA FTAR PUSTAKA