ESSAY DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN STRATEGI PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI
Oleh : Meliyana (2320525320037)
Essay ini dibuat guna memenuhi Ujian Akhir Semester Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perubahan Iklim
Dosen Pengampu: Dr. Ir. Gusti Rusmayadi, M.Si.
PROGRAM STUDI MAGISTER
PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU
2024
ESSAY DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN STRATEGI PENGELOLAAN DAS Latar Belakang
Menurut laman Perserikatan Bangsa-Bangsa, perubahan iklim adalah perubahan yang terjadi pada suhu dan pola cuaca global dalam jangka waktu yang panjang. Faktor alami seperti variasi dalam aktivitas matahari atau letusan gunung berapi dapat mempengaruhi iklim.
Perubahan iklim merupakan suatu perubahan jangka panjang dalam pola cuaca tertentu di suatu wilayah. Perubahan iklim ini sendiri sering dikaitkan dengan pemanasan global.
Pemanasan global adalah kenaikan pada suhu Bumi yang kemudian berlangsung selama satu dekade atau lebih dimana salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim.
Iklim merupakan rata-rata cuaca yang juga menjadi penanda keadaan atmosfer dalam suatu kurun waktu tertentu. Iklim juga didefinisikan sebagai ukuran variabilitas kuantitas serta rata-rata yang relevan dari sebuah variabel tertentu yaitu curah hujan, temperatur, atau angin pada suatu periode tertentu, yang umumnya merentang dari bulan hingga tahunan atau bahkan hingga jutaan tahun. Iklim sendiri berubah secara terus menerus karena adanya interaksi antara suatu komponen dan faktor eksternal misalnya saja pada erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, serta faktor-faktor yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti pada perubahan penggunaan lahan serta penggunaan bahan bakar fosil.
Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri mengungkapkan perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia baik itu secara langsung maupun tidak langsung hingga kemudian mengubah variabilitas iklim alami dan komposisi dari atmosfer global pada suatu periode waktu yang dapat diperbandingkan. Komposisi atmosfer global ini diantaranya komposisi material atmosfer bumi berupa Gas Rumah Kaca (GRK) yang terdiri dari atas Nitrogen, Karbon Dioksida, Metana, dan lain sebagainya.
Perubahan iklim merupakan masalah global yang dihadapi oleh semua belahan dunia dan tak kunjung usai. Masalah ini sebenarnya sudah menjadi perbincangan banyak pihak, mulai dari pemerintah, organisasi-organisasi pemerhati lingkungan, bahkan sampai masyarakat global. Pengkajian dan penelitian pun dilakukan sebagai upaya untuk menemui solusi yang tepat dan efektif dalam menangani permasalahan ini. Meskipun sudah merasakan dampak langsung, namun sebagian besar masyarakat belum mau untuk mengubah perilaku dan kebiasaan yang bertentangan dengan solusi-solusi tersebut. Padahal, selain karena faktor alam, manusia menjadi penyumbang besar terjadinya perubahan iklim (Putri, 2019).
PEMBAHASAN 1. Perubahan Iklim:
Perubahan Iklim Menurut United Nations Framework Convention on Climate Change, perubahan iklim adalah perubahan yang disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia sehingga mengubah komposisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada perioda waktu yang dapat diperbandingkan. United States Global Climate Change Programme (dalam Okoli & Ifeakor, 2014) mendefinisikan perubahan iklim sebagai reaksi ekstrem fenomena cuaca yang menciptakan dampak negatif pada sumber daya pertanian, sumber daya air, kesehatan manusia, penipisan lapisan ozon, vegetasi dan tanah, yang menyebabkan dua kali lipat dari konsentrasi karbon dioksida dalam ekosistem. Berdasarkan pernyataan tersebut, perubahan iklim ditandai dengan adanya perubahan pola cuaca dalam jangka waktu yang lama.
Perubahan iklim terjadi karena faktor alam (natural variability) dan faktor manusia (human-induced factor). Selain itu juga diperjelas bahwa perubahan iklim mungkin karena proses alam internal maupun ada kekuatan eksternal, atau ulah manusia yang terus menerus mengubah komposisi atmosfer dan tata guna lahan (Murdiyarso, 2003) dalam Gernowo, dkk (2013). Perubahan iklim karena faktor alam terjadi karena adanya interaksi antara sistem iklim di bumi, yaitu atmosfer, hidrosfer, kriosfer, biosfer, dan litosfer. Ketika sistem iklim bumi mengalami perubahan, akan terjadi suatu pola cuaca yang baru. Pegerakan benua juga menjadi salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim. Peristiwa pergerakan benua ini dapat dibuktikan dengan adanya fosil tanaman tropis di Benua Antartika. Hal ini menunjukkan bahwa Benua Antartika pernah berada pada posisi yang dekat dengan garis ekuator dan dulunya memiliki iklim tropis. Pergerakan benua juga menyebabkan berubahnya bentuk fisik daratan, posisi, dan tubuh air. Terpisahnya benua membuat perubahan terhadap arus laut dan angin yang mana hal ini merupakan tanda terjadinya perubahan iklim.
Perubahan iklim tentunya tidak terlepas dari campur tangan manusia. Manusia melakukan berbagai aktivitas yang kemudian menyebabkan perubahan muka bumi, seperti urbanisasi, deforestasi, ataupun industrialiasasi. Aktivitas manusia yang menggunakan bahan bakar seperti pembakaran akan menghasilkan berbagai polutan (Karbon dioksida, metana, nitrogen oksida, PFC, HFC, dan SF6). Polutan tersebut tidak akan bisa hilang sehingga akan terus menumpuk dan terperangkap di atmosfer dan menyebabkan efek rumah kaca. Polutan yang ada di atmosfer tersebut lama-kelamaan akan membuat lapisan ozon semakin menipis.
Karena menipisnya lapisan ozon, maka sinar matahari yang sampai ke bumi tidak akan bisa
dipantulkan kembali. Hal itu jika terus terjadi akan menyebabkan suhu bumi meningkat dan kemudian terjadi pemanasan global. Pemanasan global ini akan mengakar menjadi permasalahan permasalahan lain. Berdasarkan penelitian, IPCC melaporkan bahwa memanasnya sistem iklim sedang terjadi, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya suhu rata- rata udara dan lautan secara global, mencairnya salju dan es, serta meningkatnya permukaan rata-rata laut. Pemanasan global menyebabkan terjadinya peristiwa, seperti mencairnya es di kutub, perubahan pola presipitasi, pola angin, salinitas air laut, dan terganggunya ekosistem.
Dampak Perubahan Iklim Dalam Berbagai Sektor:
Berikut adalah beberapa dampak perubahan iklim pada berbagai sektor:
1. Peningkatan Suhu Bumi: Perubahan iklim menyebabkan peningkatan suhu bumi. Ini dapat mempengaruhi ekosistem, kesehatan manusia, dan pertanian.
2. Badai Destruktif: Perubahan iklim dapat membuat badai menjadi lebih kuat dan sering terjadi di beberapa wilayah. Dampaknya termasuk kerusakan infrastruktur, hilangnya nyawa, dan kerugian ekonomi.
3. Kekeringan: Perubahan iklim juga menyebabkan kekeringan yang mengurangi kualitas dan kuantitas air. Ini berdampak pada pertanian, kehidupan hewan, dan kesejahteraan manusia.
4. Peningkatan Volume dan Suhu Laut: Perubahan iklim mempengaruhi laut dengan meningkatkan volume dan suhu air. Ini dapat merusak ekosistem laut dan mempengaruhi ikan dan organisme lainnya.
5. Spesies Punah: Perubahan iklim mengancam banyak spesies. Perubahan suhu, habitat, dan pola cuaca dapat menyebabkan kepunahan.
6. Gangguan pada Suplai Makanan: Perubahan iklim mempengaruhi pertanian dan produksi pangan. Kekeringan, banjir, dan perubahan musim tanam dapat mengganggu suplai makanan.
7. Risiko Kesehatan: Peningkatan suhu dan perubahan lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan manusia. Contohnya termasuk penyebaran penyakit vektor dan dampak kesehatan mental akibat bencana alam.
2. Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Kondisi DAS:
Perubahan iklim memiliki dampak signifikan pada kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS). Berikut beberapa aspek yang terpengaruh:
1. Ekosistem DAS : Pemanasan global dan perubahan iklim memengaruhi siklus hidrologi, keseimbangan air di DAS, dan kejadian ekstrem seperti banjir dan kekeringan. Perubahan ini dapat menyebabkan penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan tingkat kerentanan mereka.
2. Kerentanan Masyarakat: Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim didominasi oleh kategori rendah hingga sedang, dengan persentase sekitar 73,83%. Daerah yang memiliki kerentanan tinggi termasuk Kecamatan Ungaran Timur dan kelurahan Sukorejo di Kota Semarang.
3. Pengelolaan DAS: Rencana Pembangunan Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 menetapkan 108 DAS di Indonesia berada dalam kondisi kritis, dan 15 DAS di antaranya perlu diprioritaskan untuk ditangani. Pengelolaan DAS menjadi kunci dalam menghadapi perubahan iklim dan meminimalkan dampaknya.
(Effendi, dkk. 2012)
Dampak Perubahan Iklim Terhadap DAS:
Perubahan iklim memiliki dampak signifikan pada kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS). Berikut beberapa contoh dampaknya:
1. Perubahan Tutupan Lahan: Alih guna lahan dan perubahan iklim dapat mempengaruhi hidrologi di DAS. Misalnya, deforestasi atau konversi hutan menjadi lahan pertanian dapat mengurangi kapasitas DAS dalam mempertahankan keseimbangan air.
2. Kuantitas dan Kualitas Air: Perubahan iklim memengaruhi curah hujan dan pola aliran sungai. Peningkatan suhu dan perubahan pola hujan dapat mengurangi pasokan air di DAS, mempengaruhi keberlanjutan sumber daya air dan kualitas air.
3. Erosi Tanah: Perubahan iklim dapat meningkatkan intensitas hujan dan erosi tanah. Erosi dapat merusak tanah, mengurangi kesuburan, dan mempercepat sedimentasi di sungai dan waduk.
4. Bencana Banjir dan Longsor: Perubahan iklim meningkatkan risiko banjir dan longsor di DAS. Peningkatan curah hujan dan pencairan es dapat memperburuk situasi ini.
5. Kehilangan Habitat: Perubahan iklim dapat mengancam keberlanjutan ekosistem DAS.
Perubahan suhu dan pola hujan dapat mempengaruhi flora dan fauna, termasuk ikan dan burung yang bergantung pada DAS.
Perubahan iklim memiliki dampak yang signifikan pada hidrologi Daerah Aliran Sungai (DAS). Mari kita bahas beberapa aspek terkait dampak perubahan iklim pada DAS:
1. Permintaan Penguapan Atmosfer (Evapotranspirasi):
o Suhu global yang meningkat mempengaruhi potensi evapotranspirasi. Permintaan penguapan atmosfer meningkat, mengubah siklus air di DAS.
o Perubahan ini dapat memengaruhi ketersediaan air bagi vegetasi dan manusia.
2. Perubahan Curah Hujan:
o Pola curah hujan berubah akibat perubahan iklim. Beberapa DAS mengalami peningkatan atau penurunan curah hujan.
o Perubahan ini memengaruhi aliran permukaan dan penyimpanan air tanah.
3. Komposisi dan Intersep Vegetasi:
o Perubahan iklim mempengaruhi komposisi vegetasi di DAS. Vegetasi berperan dalam menahan air hujan dan mengurangi limpasan permukaan.
o Perubahan ini memengaruhi aliran sungai dan penyimpanan air.
4. Karakteristik Aliran Sungai dan Aliran Dasar:
o Perubahan iklim memengaruhi karakteristik aliran sungai, termasuk debit aliran dan pola aliran.
o Topografi bawah permukaan juga berpengaruh pada aliran dasar.
5. Pengisian Air Tanah:
o Perubahan iklim mempengaruhi pengisian air tanah. Beberapa DAS mengalami penurunan air tanah.
o Pengisian air tanah memengaruhi keberlanjutan sumber daya air.
Dalam pengelolaan DAS, pemahaman tentang dampak perubahan iklim sangat penting.
Para ahli pengelolaan DAS perlu mempertimbangkan perubahan ini dalam pengambilan keputusan untuk menjaga ketersediaan air dan keberlanjutan lingkungan .
(Fadillah, 2023)
3. Strategi Pengelolaan DAS:
Perubahan iklim memiliki dampak signifikan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia. DAS berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan sumber daya bagi manusia. Namun, banyak DAS mengalami degradasi dan kerusakan akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim. Berikut beberapa poin penting terkait dampak perubahan iklim dan strategi pengelolaan DAS:
1. Kondisi DAS di Indonesia:
o Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa jumlah DAS kritis di Indonesia terus meningkat setiap tahun.
o DAS kritis banyak ditemukan di Pulau Jawa, yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dan kebutuhan lahan yang terus meningkat.
2. Pentingnya Kawasan Hulu DAS:
o Kawasan hulu DAS memiliki peran krusial dalam memastikan keberlanjutan fungsi DAS sebagai sistem penyangga kehidupan.
o Contohnya, DAS Cimanuk di Jawa Barat dan DAS Serayu di Jawa Tengah memiliki Waduk Jatigede dan Waduk Mrica yang berfungsi untuk PLTA, irigasi, dan retensi air tanah.
3. Strategi Pengelolaan DAS Berbasis Masyarakat:
o Pendekatan berbasis masyarakat melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat yang berinteraksi langsung dengan lingkungan dalam DAS.
o Kebijakan yang mendukung implementasi konservasi DAS berbasis masyarakat mencakup:
Penyediaan regulasi yang jelas dan memberikan insentif bagi partisipasi masyarakat.
Peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan edukasi tentang teknik konservasi tanah dan air.
4. Peran Dan Tanggung Jawab Berbagai Pihak Dalam Pengelolaan DAS:
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang efektif di tengah perubahan iklim melibatkan berbagai pihak dan peran. Berikut adalah beberapa peran dan tanggung jawab yang relevan:
1. Pemerintah dan Lembaga Terkait:
o Membuat kebijakan dan regulasi yang mendukung pengelolaan DAS.
o Mengawasi implementasi kebijakan dan memastikan keberlanjutan pengelolaan DAS.
2. Masyarakat Lokal:
o Berpartisipasi aktif dalam konservasi lingkungan, terutama pada penggunaan lahan di hulu DAS.
o Mengikuti program pelatihan dan edukasi tentang konservasi tanah dan air, mitigasi bencana, dan rehabilitasi ekosistem.
3. Pengguna Lahan:
o Mengelola lahan dengan ramah terhadap fungsi hulu DAS.
o Mengurangi deforestasi dan polusi.
4. Pengelola Waduk dan Infrastruktur:
o Memastikan keberlanjutan fungsi waduk dan infrastruktur di DAS.
o Mengoptimalkan pengaturan air dan retensi air tanah.
5. Lembaga Penelitian dan Pendidikan:
o Melakukan penelitian tentang DAS dan perubahan iklim.
o Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan DAS.
6. Organisasi Non-Pemerintah (LSM):
o Berperan dalam advokasi dan pelaksanaan program konservasi DAS.
o Mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan DAS.
Penting untuk memahami bahwa pengelolaan DAS berbasis masyarakat adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan lingkungan kita
5. Contoh Konkret Upaya Pengelolaan DAS di Indonesia:
Di Indonesia, terdapat beberapa upaya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah dilakukan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim:
1. Program Pengelolaan DAS Terpadu:
o Melalui program utama Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia mengembangkan pengelolaan DAS yang berketahanan iklim.
o Upaya ini mencakup:
Meningkatkan perencanaan pengelolaan DAS dengan mempertimbangkan kerentanan, risiko, dan dampak iklim.
Mengembangkan kebijakan dan instrumen untuk menilai ketahanan DAS.
Meningkatkan sinergi lintas sektor dan wilayah melalui pendekatan hulu dan hilir yang terintegrasi dalam rehabilitasi dan restorasi hutan1.
2. Layanan Jasa Ekosistem Air Tawar:
o Di 15 DAS dan danau di kabupaten atau kota, upaya meningkatkan layanan jasa ekosistem air tawar telah dilakukan.
o Ini termasuk langkah-langkah untuk memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
6. Peran Penting Pengelolaan DAS yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Iklim:
Pengelolaan DAS yang berkelanjutan memiliki peran krusial dalam menghadapi perubahan iklim. Berikut adalah beberapa aspek pentingnya:
1. Keseimbangan Ekosistem:
o DAS berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan, mengatur aliran air, menyediakan habitat bagi flora dan fauna, dan mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
o Pengelolaan DAS yang berkelanjutan memastikan keseimbangan ekosistem, sehingga DAS tetap berfungsi optimal.
2. Ketersediaan Air Bersih:
o DAS adalah sumber utama air bersih bagi manusia dan industri.
o Pengelolaan yang berkelanjutan melibatkan perlindungan sumber air, pengendalian pencemaran, dan pengelolaan tata air.
3. Adaptasi terhadap Perubahan Iklim:
o Pengelolaan DAS yang berkelanjutan mempertimbangkan perubahan iklim.
o Ini melibatkan penyesuaian dalam penggunaan lahan, pengelolaan hutan, dan pengurangan kerentanan terhadap bencana.
Dengan pengelolaan DAS yang berkelanjutan, kita dapat menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan menghadapi tantangan perubahan iklim dengan lebih baik.
DAFTAR PUSTAKA
Putri, Inez Rahma. 2019. Essay Perubahan Iklim. Environmental Sciensce. Universitas Diponegoro.
Efendi, M., Sunoko, H. R., & Sulistya, W. (2012). Kajian kerentanan masyarakat terhadap perubahan iklim berbasis daerah aliran sungai (Studi kasus sub DAS Garang Hulu). Jurnal Ilmu Lingkungan, 10(1), 8-18.
Fadillah, Syahri, dkk. 2023. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Hidrologi DAS. Universitas Lampung.
Strategi dan Kebijakan Pengelolaan DAS Berbasis Masyarakat untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan – Konservasi DAS (ugm.ac.id)
Menjaga Daerah Aliran Sungai Indonesia: Peran Penting Pemantauan dan Dukungan Teknologi DAS - Analisis - www.indonesiana.id