Amazon → Hutan hujan tropis terbesar Hutan Atlantik → Hutan lembap
Caatinga → Bioma kering dengan vegetasi khas dan adaptasi terhadap kekeringan.
Cerrado → Sabana tropis dan tiga daerah aliran sungai utama amerika selatan.
Pantanal → Lahan basah terbesar di dunia
Pampa → Padang rumput luas yang mendukung aktivitas pertanian.
BRAZIL
Merupakan negara terbesar di Amerika Selatan dengan luas daratan 8.510.295 km 2, Brasil memiliki populasi sebesar 211 juta orang (2019).6 Bioma unik
Penebangan dan kebakaran di hutan Amazon
Peternakan sapi besar yang menghasilkan metana Emisi karbon dioksida dan metana yang berlebihan
Penyebab Perubahan Iklim
Didominasi iklim
Khatulistiwa dan Tropis
Sumber: Climate Change Knowledge Portal (CCKP)
Peta ini menunjukkan perubahan aliran sungai selama periode kekeringan dan perubahan aliran sungai selama periode banjir di Brasil.
Beberapa daerah aliran sungai saat kekeringan menurun drastis (-37% per dekade), sementara di daerah lain sedikit meningkat (+16% per dekade).
Ada daerah yang mengalami lebih sedikit banjir (-17% per dekade), tetapi ada juga yang mengalami peningkatan banjir (+10% per dekade).
Secara keseluruhan, tren rata-rata per dekade di Brazil
Kekeringan semakin buruk (-5% per dekade).
Banjir sedikit berkurang (-1% per dekade).
Ini menunjukkan bahwa dampak utama adalah penurunan aliran sungai saat
musim kering, sehingga risiko kekeringan meningkat lebih signifikan dibandingkan peningkatan risiko banjir.
Sumber Daya Air
Sumber Daya Air
Perubahan iklim di Brazil membuat air bersih semakin sulit didapat pada beberapa waktu, dan justru melimpah secara ekstrem di beberapa waktu. Dengan kondisi yang semakin tidak stabil (banjir makin ekstrem, kekeringan makin panjang), pengelolaan sumber daya air jadi jauh lebih sulit, karena kapasitas bendungan, sistem irigasi, dan infrastruktur air bersih harus beradaptasi terhadap pola yang tidak terduga ini.
Grafik kiri (a) memperlihatkan tren perubahan aliran banjir (vertikal) dan aliran saat kekeringan (horizontal).
Sebagian besar stasiun sungai di Brazil (terutama wilayah Amazon Selatan dan Dataran Tinggi Brazil) masuk ke kuadran accelerating dan drying.
Grafik (b) adalah memperlihatkan seberapa sering pola perubahan aliran sungai (streamflow) terjadi di Brazil selama beberapa dekade. Semakin gelap warnanya, semakin banyak wilayah sungai di Brazil yang mengalami perubahan aliran dengan pola yang sama. Pada grafik, terlihat dominasi kuadran kiri bawah (drying) dan kanan atas (wetting).
Sumber: https://doi.org/10.1038/s41467-022-32580-x
Ketahanan Pangan
Peningkatan suhu dan berkurangnya intensitas curah hujan berdampak pada kekeringan.
Kekeringan yang terjadi di Midwest Brasil, mendorong 28% lahan pertanian terutama jagung dan kedelai yang tidak lagi berproduksi di iklim idealnya. Kondisi yang merugikan ini telah mengurangi hasil panen kedelai dan jagung di Matopiba dan Mato Grosso, dan hilangnya produksi telah menyebabkan lahan pertanian tidak dapat menanam tanaman kedua (double- cropping).
2002-2006 2007-2011 2012-2016
Gambar Distribusi Lahan Pertanian dan Variabel Iklim di Midwest Brasil References: Rattis, L., et al. (2021). Climatic limit for agriculture in Brazil.
Nature Climate Change, 11(12), 1098–1104.
Dalam studi (Avery Cohn, 2022), pada forecast 2050 mengenai perubahan iklim yang tidak terkendali dapat meningkat sebesar 74%
lahan pertanian dan tidak dapat memproduksi dalam kondisi optimal.
Ketahanan Pangan vs Perubahan Iklim
Bioenergi dan Program Biodiesel Nasional (PNPB) Brazil, Bioenergi telah banyak diperdebatkan di Brazil, yang mendorong pengembangan kebijakan baru dan implementasi program biodiesel (PNPB) pada tahun 2004 untuk mendorong pembangunan pedesaan dan sumber energi bersih
PERMASALAHANNYA
Produksi bioenergi mempengaruhi lingkungan di tingkat lokal dan global, termasuk sumber daya lahan dan air, keanekaragaman hayati, dan iklim. Alokasi lahan untuk produksi biofuel dapat mengurangi lahan untuk penggunaan lain, seperti produksi pangan atau pelestarian lingkungan
Finco, M. V. A., & Doppler, W. (2010). Bioenergy and sustainable development: The dilemma of food security and climate change in the Brazilian savannah. Energy for sustainable development, 14(3), 194-199.
Ketahanan pangan vs perubahan iklim
area yang digunakan untuk menanam biji minyak, 11 famili (44%) di kelompok RC dan 15 famili (55,6%) di kelompok JC menjawab bahwa mereka telah mengubah penggunaan lahan dari budidaya bahan baku biasa, seperti jagung, padi, singkong menjadi produksi Ricinus dan Jatropha (tanaman jarak).
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara produksi benih minyak dan deforestasi, serta hubungan negatif antara aktivitas produksi benih minyak dan produksi pangan lokal, yang memperburuk kerawanan pangan lokal
Finco, M. V. A., & Doppler, W. (2010). Bioenergy and sustainable development: The dilemma of food security and climate change in the Brazilian savannah. Energy for sustainable development, 14(3), 194-199.
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan
Kenaikan Temperatur
Paparan panas dapat memicu gejala penyakit antara lain :
Penyakit jantung iskemik Asma
Pneumonia
Kesehatan Mental
Paparan suhu tinggi dalam jangka panjang dapat menyebabkan heat stress, yang berdampak pada kesehatan mental seperti : kecemasan, stres, depresi, gangguan pascatrauma, dan bunuh diri.
Perubahan Curah Hujan dan Suhu
Perubahan curah hujan dapat mempengaruhi siklus hidup nyamuk dan memperluas penyebaran penyakit seperti malaria, dengue, chikungunya, dll.
Mempengaruhi produksi pangan dan pasokan air sehingga dapat meningkatkan risiko kelaparan dan kekurangan gizi
Perubahan Curah Hujan dan Suhu
Sumber : Mariana, et.al., 2023. Impact of Climate Change on Public Health in Brazil
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kesehatan
Suhu yang lebih tinggi meningkatkan risiko heat stress, terutama di wilayah utara dan tengah Brasil.
Penyakit jantung iskemik (penyebab utama kematian di Brasil) diprediksi akan memburuk akibat gelombang panas.
Kematian akibat penyakit pernapasan juga akan meningkat karena suhu tinggi memperburuk kondisi seperti asma dan penyakit pernapasan lainnya.
35% di wilayah timur laut
40% peningkatan
kematian di wilayah utara Brasil
25% di ibu kota wilayah tengah barat
Dampak yang Diperkirakn dapat terjadi akibat Pemanasan Global +4°C
Sumber : Mariana, et.al., 2023. Impact of Climate Change on Public Health in Brazil