• Tidak ada hasil yang ditemukan

DASAR DASAR PERATURAN K3

N/A
N/A
Dhika Adha

Academic year: 2025

Membagikan "DASAR DASAR PERATURAN K3"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh:

Suprayitno, S.T.

05/08/25

UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

UTAMAKAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

(2)

• Memahami philosophy K3

• Mampu mengidentifikasi sumber potensi bahaya (Hazard) pada umumnya yang berhubungan dengan proses kerja dan equipment

• Mampu menetapkan tindakan pengendalian dan evaluasi keefektifan dari setiap situasi yang tidak diduga dan meyakinkan telah diselesaikan

Tujuan Pembelajaran

(3)

Keselamatan

bersifat  Universal

Kejadiannya tiba- tiba;

Tidak diduga dan Tidak dikehendaki,

Kece lakaa n

(4)

Keselamatan Kerja

?

(5)

• Pendekatan Hukum

• K3 merupakan ketentuan perundangan .

• K3 wajib dilaksanakan

• Pelanggaran thd K3 dpt dikenakan sangsi pidana (denda/kurungan)

• Tujuan :

• Melindungi TK dan orang lain, asset dan lingkungan hidup

Pendekatan K3 Pendekatan K3

U n d a n g u n d a n g N o 1 t a h u n 1 9 7 0 K e s e la m a ta n K e rj a

(6)

UU No. 13 Tahun 2003

tentang Ketenagakerjaan

Pasal 86:

“pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja”.

Pasal 87:

“setiap perusahaan wajib menerapkan

sistem manajemen keselamatan dan

kesehatan kerja yang terintegrasi dengan

sistem manajemen perusahaan”.

(7)

• Pendekatan Kemanusiaan

• Kecelakaan menimbulkan penderitaan bagi sikorban/

keluarganya.

• K3 melindungi pekerja dan masyarakat

• K3 bagian dari HAM

Pendekatan K3

Pendekatan K3

(8)

• Pendekatan Ekonomi Pendekatan Ekonomi

• K3 mencegah kerugian K3 mencegah kerugian

• Meningkatkan produktivitas Meningkatkan produktivitas

Pendekatan K3

Pendekatan K3

(9)

Proses          Bahan + Mesin + Tenaga kerja

 

Safe Production

(10)

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Philosophy

Upaya untuk menjamin

keutuhan dan kesempurnaan tenaga kerja dan manusia pada umumnya, hasil karya dan

budayanya menuju masyarakat

yang adil dan sejahtera.

(11)

ilustrasi ilustrasi

Kece laka Kece an laka

an

RUMAH SEKOLAHAN

Tempat kerja

Kece laka Kece an laka

an

Kece laka Kece an laka

an

KECELAKAA N

3. Kecelakaan kerja

2. Kec. dalam hub. Kerja

1. Kec. diluar hub. Kerja

(12)

“ “ HAZARD” HAZARD”

Adalah sumber bahaya potensial yang dapat menyebabkan

kecelakaan/kerusakan

Hazard dapat berupa : bahan-bahan , bagian-bagian mesin, bentuk energi, metode

kerja atau situasi kerja.

 

(13)

Jenis Potensi Bahaya

 Physical Hazards

 Chemical Hazards

 Electrical Hazards

 Mechanical Hazards

 Physiological Hazards

 Biological Hazards

 Ergonomic

(14)

“DANGER

Merupakan tingkat bahaya dari suatu kondisi bilamana

terjadi accident.

adalah suatu kondisi sumber bahaya telah ter-identifikasi dan telah

dikendalikan

ke tingkat yang memadai

(Aman/safe)

(15)

Difinisi Difinisi

adalah :

Kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak

diduga /tiba-tiba yang dapat menimbulkan korban

manusia dan atau harta

benda

(16)

Difinisi Difinisi

Adalah :

SUATU KEJADIAN TIDAK DIDUGA (INSIDENT) YANG MENGAKIBATKAN KACAUNYA PROSES PEKERJAAN / PRODUKSI YANG DIRENCANAKAN SEBELUMNYA

Catatan :

Kecelakaan kerja tidak selalu diukur adanya korban manusia cidera atau mati.

Catatan :

Kecelakaan kerja tidak selalu diukur adanya

korban manusia cidera atau mati.

(17)

Piramida kasus kecelakaan

kec. fatal

kec. ringan

Kerusakan alat

Nyaris Kecelakaan

Sumber bahaya

1

10 30

600

10.000

Data yg dilaporkan dan

tercatat

(18)

Sasaran K3

• Melindungi para pekerja dan orang lainnya di tempat kerja (formal maupun informal)

• Menjamin setiap sumber

produksi dipakai secara aman dan efisien

• Menjamin proses produksi berjalan lancar

• Melindungi para pekerja dan orang lainnya di tempat kerja (formal maupun informal)

• Menjamin setiap sumber

produksi dipakai secara aman dan efisien

• Menjamin proses produksi

berjalan lancar

(19)

 Perencanaan

 Pemasangan

 commissioning

 pemakaian

perawatan

 Perencanaan

 Pemasangan

 commissioning

 pemakaian

perawatan

ASPEK PENERAPAN K3 ASPEK PENERAPAN K3

PENGENDALIAN PENGENDALIAN

• Administratif, Administratif,

• Legalitas/perijinan, Legalitas/perijinan,

• Standarisasi Standarisasi

• Sertifikasi Sertifikasi

(20)

Identifikasi Bahaya

Sebelum memulai suatu pekerjaan,harus dilakukan Identifikasi Bahaya guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan.

Identifikasi Bahaya dilakukan bersama pengawas pekerjaan dan Safety Departement.

Identifikasi Bahaya menggunakan teknik yang sudah baku seperti Check List, JSA, JSO,What If, Hazops, dsb.

Semua hasil identifikasi Bahaya harus

didokumentasikan dengan baik dan dijadikan sebagai

pedoman dalam melakukan setiap kegiatan.

(21)

Peralatan Mesin, Instalasi

Accident Accident Accident Accident

Bahan

Cara kerja, Proses

Lingkungan

Kerusakan Korban jiwa

Cacat, cidera, Sakit

Kerugian

Citra

(22)

“ HAZARD”

Identifikasi dan analisis

kecelakaan kerja Kerusakan

Korban jiwa Cacat, cidera,

Sakit Kerugian :

Harta benda

Citra

“ “ Accident Accident

” ”

“ “ Accident Accident

” ”

(23)

“ “ RISK” RISK”

Resiko adalah ukuran kemungkinan kerugian yang akan timbul dari sumber bahaya (hazard) tertentu

yang terjadi.

(24)

 proses mengidentifikasi sumber bahaya,

 penilaian resiko, dan

 tindakan untuk menghilangkan serta mengurangi resiko secara terus

menerus.

RISK MANAGEMENT

Dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah meliputi :

RISK MANAGEMENT

Dalam Keselamatan dan Kesehatan

Kerja adalah meliputi :

(25)

RISK ASSESSMENT

Adalah proses menganalisa tingkat Resiko, pertimbangan Tingkat Bahaya, dan

mengevaluasi apakah Sumber Bahaya dapat dikendalikan, memperhitungkan segala

kemungkinan yang terjadi di tempat kerja.

(26)

RISK ANALYSIS

Adalah perkiraan kuantitatif dengan teknik matematik menggabungkan konsekuensi dan frekuensi insiden

The development of a quantitative

estimate of risk based on mathematical

techniques for combining estimates of

incident consequences and frequencies.

(27)

“ “ Level of RISK” Level of RISK”

adalah perhitungan antara konsekuensi/ dampak yang mungkin timbul dan probabilitas,

yang biasanya disebut

(Tingkat resiko).

 

(28)

Klasifikasi Resiko

 Resiko diukur dan diberi peringkat :

– Rendah – Medium – Tinggi

 Klasifikasi Impak Resiko

– Personnel Safety and Health Risks – Process Safety Impacts

– Environmental Impacts

(29)

Penentuan Faktor Resiko

 Sifat Pekerjaan

 Lokasi Kerja

 Potensi bahaya di tempat kerja

 Potensi/kualifikasi kontraktor

 Pekerjaan simultan

 Lamanya pekerjaan

 Pengalaman dan keahlian kontraktor

(30)

Extrim Kategori

KATEGORI AKIBAT KECELAKAAN

Berat Ringan

Kematian & Rusak berat / proses terhenti total Mengancam keselamatan masyarakat sekitarnya

Memerlukan perawatan medis Kematian & Kerusakan peralatan

Tidak perlu perawatan medis/proses terganggu

Dampak

Sedang

Kritis

(31)

ANALISA KECELAKAAN, bertujuan menemukan faktor penyebab utamanya dan menentukan tindakan pencegahan terjadinya peristiwa yang sama

ANALYSIS KECELAKAAN

(32)

Accident

(33)

Korban manusia - Meninggal - Luka berat - Luka ringan

Kerugian Material (Rp…………) - Bangunan

- Peralatan/Mesin - Bahan Baku

- Bahan setengah jadi - Bahan jadi

Kerugian waktu kerja

……… jam kerja orang

People Property

Process (Profit)

Loss

A.

Akibat

kecelakaan

(34)

1. Mesin produksi

2. Penggerak mula dan pompa

3. Lift

4. Pesawat angkat.

5. Converyor

6. Pesawat angkut

7 Alat transmisi mekanik (rantai, pulley, dll).

8 Perkakas kerja tangan

9. Pesawat uap dan bejana tekan 10. Peralatan listrik

11. Bahan kimia

12. Debu berbahaya

13. Radiasi dan bahan radioaktif 14. Faktor lingkungan

15. Bahan mudah terbakar dan benda panas

16. Binatang

17. Permukaan lantai kerja

B.

Sumber

Kecelakaan

B.

Sumber

Kecelakaan

Contact With Energy or Substance

Incident

(35)

1. Terbentur 2. Terpukul

3. Tertangkap pada, dalam atau diantara benda

4 Jatuh dari ketinggian yang sama.

5. Jatuh dari ketinggian yang berbeda.

6. Tergelincir.

7. Terpapar

8. Penghisapan, penyerapan 9. Tersentuh aliran listrik.

10. Lain-lain.

C.

Type

Kecelakaan

C.

Type

Kecelakaan

Contact With Energy or Substance

Incident

(36)

1. Pengamanan yang tidak sempurna

2 Peralatan/bahan yang tidak seharusnya

3. Kecacatan, ketidak sempurnaan

4. Prosedur yang tidak aman 5. Penerangan tidak sempurna 6. Iklim kerja yang tidak aman 7. Tekanan udara yang tidak

aman

8. Getaran yang berbahaya

9. Pakaian, kelengkapan yang tidak aman

D.

Kondisi

berbahaya

D.

Kondisi

berbahaya

Substandard Acts

Substandard Conditions Immediate

Causes

(37)

05/08/25

1. Melakukan pekerjaan tanpa wewenang,

2. Bekerja dengan kecepatan berbahaya.

3. Membuat alat pengaman tidak berfungsi

4 Memakai peralatan yang tidak aman, tanpa peralatan.

5. Melakukan Proses dengan tidak aman

6. Posisi atau sikap tubuh tidak aman 7. Bekerja pada objek yang berputar

atau berbahaya

8. Mengalihkan perhatian, mengganggu, sembrono /

berkelakar, mengagetkan dan lain- lain.

9. Melalaikan penggunaan alat pelindung diri yang ditentukan.

E.

Tindakan berbahaya

E.

Tindakan berbahaya

Substandard Acts

Substandard Conditions Immediate

Causes

(38)

ANALISIS PEKERJAAN YANG DILAKUKAN SECARA BERATURAN SEBELUM

PEKERJAAN DIMULAI DAN HARUS

TERBACA BERKAITAN DENGAN RENCANA PEKERJAAN TERSEBUT.

Bertujuan mencari/menemukan adanya potensi bahaya pada setiap tahapan/

rangkaian proses pekerjaan dan

berusaha untuk menghilangkannya.

JOB SAFETY ANALYSIS (JSA)

(39)

Langkah-langkah :

• uraikan tahapan pekerjaan,

• identifikasi potensi bahaya yang mungkin ada,

• tetapkan tindakan untuk

mengendalikan bahaya

atau menghilangkannya

sama sekali

(40)

Contoh work sheet JSA

JOB SAFETY ANALYSIS Jenis pekerjaan : Tanggal : Unit/Seksi : AHLI K3 :

tahapan pekerjaan

potensi

bahaya pengendalian No

1 2 3 4

Nama Jabatan Tanda tangan No

Tim JSA

(41)

Work sheeet

ANALISA POTENSI BAHAYA

No. Komponen Kegagalan Pengaruh Tk. bahaya Frequensi Metoda deteksi

(42)

1. Komponen : berisi daftar komponen yang akan dianalisa

2. Kegagalan : jenis kegagalan yang mungkin terjadi pada tiap komponen.

3. Pengaruh : akibat yang terjadi karena adanya kegagalan terjadi terhadap komponen lain dan system keseluruhan

4. Tingkat bahaya (Tingkat keparahan akibat kegagalan atau kerusakan) :

- Aman

- Sedang (marginal)

- Kritis

- Sangat kritis

5. Frequensi kegagalan; Perkiraan jangka waktu terjadinya jenis kegagalan.

Sering : 1 kasus kurang 10.000 jam kerja Cukup sering : 1 kasus antara 10.000-100.000 jam

Jarang : 1 kasus antara 100.000-10.000.000 jam Sangat jarang : 1 kasus lebih dari 10.000.000 jam

6. Metoda deteksi : Metoda untuk melakukan pendeteksian untuk mengetahui adanya kelainan

Keterangan item

(43)

Metoda pencegahan kecelakaan :

Eliminasi

Subtitusi

Rekayasa

Pengendalian administratif

APD

Syarat tersebut harus mengacu prinsip sebagai berikut :

-

Efektif dalam menghindari terjadinya kecelakaan.

-

Dapat dilakukan atau dikerjakan.

-

Biaya yang dikeluarkan seminimal mungkin ( Murah ).

-

Tidak mengganggu proses produksi dan pemeliharaan

Syarat-syarat

(Rekomendasi K-3) Syarat-syarat

(Rekomendasi K-3)

(44)

Pengendalian Risiko

Alternatif Tindakan Pengendalian

Eliminasi : Peniadaan kondisi dan tindakan berbahaya

Substitusi : Penggantian suatu kondisi, bahan dan tindakan yang berbahaya, dengan yang

lebih aman dan sehat

Rekayasa : Penggunaan teknologi dan metode kerja

paling tepat untuk meminimalisir risiko

Administratif : Penggunaan sistem dan prosedur ijin

kerja yang ketat dan terkoordinasi

Perlindungan: Penggunaan Alat Pelindung Diri yang

tepat, agar pekerja terlindung dari paparan

bahaya dan risiko cedera/sakit akibat kerja

(45)

Bertujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu K3 melalui pengamatan sikap dan cara

seseorang dalam melakukan

pekerjaan

(46)

Job Safety observation (JSO)

adalah suatu metoda pengamatan suatu pekerjaan untuk

meningkatkan mutu pelaksanaan keselamatan kerja. Kegiatan ini

biasanya dilakukan sewaktu-waktu oleh para pengawas tanpa

sepengetahuan operator yang

diobservasi.

(47)

Pengamatan anak buah dalam melaksanakan pekerjaan aspek K3

Meliputi :

• penilaian resiko bahaya

• penilaian cara kerja yang tidak aman

• penilaian cara kerja yang aman,

• melakuan koreksi

• memberi penghargaan cara

(48)

Pencegahan Kecelakaan Kerja Pencegahan Kecelakaan Kerja Pencegahan Kecelakaan Kerja Pencegahan Kecelakaan Kerja

1.

Peraturan

2.

Standardisasi

3.

Pengawasan

4.

Penelitan Teknik

5.

Penelitian Medis

6.

Penelitian Psikologis

7.

Penelitian Statistik

8.

Pendidikan

9.

Pelatihan

10.

Persuasi

11.

Asuransi

12.

Penerangan 1 s/d 11

(49)

Pencegahan Faktor Manusia

 Pemilihan Tenaga Kerja

 Pelatihan sebelum mulai kerja

 Pembinaan dan pengawasan selama

kegiatan berlangsung

(50)

Pencegahan Faktor Teknis

 Perencanaan Kerja yang baik.

 Pemeliharaan dan perawatan peralatan

 Pengawasan dan pengujian peralatan kerja

 Penggunaan metoda dan teknik konstruksi yang aman

 Penerapan Sistim Manajemen Mutu

(51)

Referensi

Dokumen terkait

Tiap tenaga kerja berhak mendapatkan perlindungan atas keselamatan, kesehatan, pemeliharaan moral kerja dan perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama..

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi human error yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja pada operator proses produksi cassava chips dengan

Berdasarkan kriteria likelihood nilai 5 diberikan apabila kecelakaan kerja terjadi lebih dari 1 kali kejadian dalam setiap shift, nilai 4 diberikan apabila

❑ Kecelakaan dapat terjadi karena kondisi alat atau material yang kurang baik atau berbahaya, kecelakaan juga dapat dipacu oleh kondisi lingkungan kerja yang tidak aman

UKM ini sering terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan terganggunya proses produksi bahkan hingga hilang jam kerja, serta kurangnya kesadaran terhadap

disebabkan karena faktor melakukan pekerjaan atau kecelakaan yang terjadi di tempat kerja atau suatu kejadian yang tidak diduga dan tidak dikehendaki yang

KECELAKAAN KERJA Suatu kejadian yang tidak di semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan dapat menimbul kan kerugian harta benda

• Kerugian akibat kecelakaan kerja • Teori Gunung Es : ✔ Kerugian yang timbul akibat adanya kecelakaan ada yang terlihat jelas, ada juga yang tidak jelas terlihat Kerugian langsung