DESKRIPSI DAN INDIKATOR PENILAIAN PADA SOAL PPPK 2024
KOMPETENSI TEKNIS
Materi kompetensi teknis bertujuan untuk menilai penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap / perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis jabatan.
DESKRIPSI KOMPETENSI TEKNIS
Kompetensi teknis adalah kemampuan dan pengetahuan khusus yang dimiliki seseorang dalam bidang tertentu yang relevan dengan pekerjaan atau profesinya. Ini mencakup pemahaman mendalam tentang proses, metode, dan alat yang digunakan dalam bidang tersebut, serta kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan tersebut secara praktis untuk menyelesaikan tugas dan tantangan yang terkait. Kompetensi teknis berfungsi sebagai dasar untuk melakukan pekerjaan dengan efisien dan efektif, serta memastikan kualitas hasil kerja yang dihasilkan sesuai dengan standar dan persyaratan yang berlaku.
INDIKATOR PERILAKU KOMPETENSI TEKNIS 1. Penguasaan Pengetahuan :
Mampu menjelaskan konsep dan teori yang relevan dengan bidang pekerjaan secara jelas dan akurat.
Menunjukkan pemahaman yang baik tentang prosedur dan kebijakan yang berlaku dalam bidang teknis yang dikerjakan.
2. Keterampilan Praktis
Mampu menggunakan alat dan teknologi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas dengan efektif.
Menunjukkan kemampuan dalam menerapkan teknik dan metode yang tepat dalam situasi kerja yang berbeda.
3. Kemampuan Analisis
Mampu menganalisis masalah yang muncul dalam pekerjaan dan mengidentifikasi solusi yang tepat.
Menunjukkan kemampuan untuk mengevaluasi hasil kerja dan melakukan perbaikan yang diperlukan.
4. Sikap Profesional
Menunjukkan komitmen terhadap kualitas kerja dan standar etika yang tinggi dalam melaksanakan tugas.
Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim, menunjukkan kolaborasi yang baik dengan rekan kerja.
5. Pengembangan Diri
Aktif mencari peluang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan atau pendidikan lanjutan.
Mampu memberikan umpan balik konstruktif kepada rekan kerja untuk meningkatkan kinerja tim.
KOMPETENSI MANAJERIAL
Materi kompetensi manajerial bertujuan untuk menilai komitmen, kemampuan, dan perilaku individu dalam berorganisasi yang dapat diamati dan diukur, meliputi kompetensi:
1. Integritas;
2. Kerja Sama;
3. Komunikasi;
4. Orientasi Pada Hasil;
5. Pelayanan Publik;
6. Pengembangan Diri Dan Orang Lain;
7. Mengelola Perubahan; Dan 8. Pengambilan Keputusan.
DESKRIPSI DAN INDIKATOR PERILAKU KOMPETENSI MANAJERIAL
Berikut adalah deskripsi dan indikator perilaku untuk masing-masing kompetensi manajerial:
1. Integritas
Deskripsi: Kemampuan untuk bertindak sesuai dengan nilai, norma, dan etika organisasi, serta bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang diambil.
Indikator Perilaku:
Bertindak sesuai dengan peraturan dan kode etik organisasi.
Mengingatkan rekan kerja untuk mematuhi norma dan etika.
Melakukan monitoring terhadap penerapan sikap integritas dalam tim.
2. Kerja Sama
Deskripsi: Kemampuan untuk menjalin dan mempertahankan hubungan kerja yang efektif dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Indikator Perilaku:
Membangun hubungan kerja yang konstruktif dengan rekan kerja.
Berkontribusi dalam tim dan mendukung pencapaian tujuan bersama.
Menciptakan konsensus dalam pengambilan keputusan kelompok.
3. Komunikasi
Deskripsi: Kemampuan untuk menyampaikan informasi dan ide secara jelas dan efektif, serta mendengarkan dengan aktif.
Indikator Perilaku:
Menyampaikan informasi dengan jelas dan tepat.
Mendengarkan dan memberikan respon yang sesuai terhadap masukan dari orang lain.
Mampu menyederhanakan informasi kompleks agar mudah dipahami.
4. Orientasi pada Hasil
Deskripsi: Komitmen untuk mencapai hasil yang optimal dalam setiap tugas yang diemban.
Indikator Perilaku:
Menetapkan dan mencapai target kinerja yang menantang.
Memantau dan mengevaluasi hasil kerja untuk perbaikan berkelanjutan.
Memberikan apresiasi kepada tim atas pencapaian hasil yang baik.
5. Pelayanan Publik
Deskripsi: Kemampuan untuk memberikan layanan yang profesional dan berkualitas kepada masyarakat.
Indikator Perilaku:
Menunjukkan sikap ramah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Mematuhi standar pelayanan yang objektif dan tidak diskriminatif.
Mengelola keluhan dan masukan dari masyarakat dengan baik.
6. Pengembangan Diri dan Orang Lain
Deskripsi: Kemampuan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan diri serta membantu orang lain dalam pengembangan mereka.
Indikator Perilaku:
Mengikuti pelatihan dan pendidikan untuk pengembangan diri.
Memberikan umpan balik konstruktif kepada rekan kerja.
Mendorong dan mendukung pengembangan keterampilan anggota tim.
7. Mengelola Perubahan
Deskripsi: Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan memimpin inisiatif perubahan dalam organisasi.
Indikator Perilaku:
Mampu mengidentifikasi kebutuhan perubahan dan merencanakan langkah-langkah yang diperlukan.
Mengkomunikasikan perubahan dengan jelas kepada tim.
Menunjukkan fleksibilitas dalam menghadapi situasi baru.
8. Pengambilan Keputusan
Deskripsi: Kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab berdasarkan analisis yang matang.
Indikator Perilaku:
Mengumpulkan dan menganalisis informasi sebelum mengambil keputusan.
Mempertimbangkan berbagai alternatif dan konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Bertanggung jawab atas keputusan yang diambil dan hasilnya.
KOMPETENSI SOSIAL KULTURAL
Materi kompetensi sosial kultural bertujuan untuk menilai pengetahuan dan sikap terkait Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk yang memiliki ke beragaman dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan prinsip, yang harus dipenuhi setiap pemegang jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran, fungsi, dan jabatan, dalam peran pemangku jabatan sebagai perekat bangsa yang memiliki:
1. Kepekaan Terhadap Keberagaman;
2. Kemampuan Berhubungan Sosial;
3. Kepekaan Terhadap Pentingnya Persatuan; Dan 4. Empati.
DESKRIPSI DAN INDIKATOR PERILAKU KOMPETENSI SOSIAL KULTURAL Berikut adalah deskripsi dan indikator perilaku yang mencerminkan materi tersebut:
1. Kepekaan terhadap Keberagaman
Deskripsi: Individu menunjukkan kesadaran dan penghargaan terhadap perbedaan yang ada dalam masyarakat, baik dalam aspek budaya, agama, maupun suku.
Indikator Perilaku:
Mampu mengidentifikasi dan menghargai perbedaan budaya, agama, dan suku di lingkungan sekitar.
Menghindari perilaku diskriminatif dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif.
Berpartisipasi dalam kegiatan yang merayakan keberagaman budaya.
2. Kemampuan Berhubungan Sosial
Deskripsi: Individu memiliki keterampilan untuk menjalin dan memelihara hubungan yang baik dengan orang lain dari berbagai latar belakang.
Indikator Perilaku:
Mampu berkomunikasi secara efektif dengan individu dari latar belakang yang berbeda.
Menunjukkan sikap terbuka dan bersedia mendengarkan pandangan orang lain.
Berkolaborasi dalam tim yang terdiri dari anggota dengan latar belakang yang beragam.
3. Kepekaan terhadap Persatuan
Deskripsi: Individu menunjukkan komitmen untuk mempromosikan persatuan dan mengurangi perpecahan di antara kelompok yang berbeda.
Indikator Perilaku:
Mengajak orang lain untuk menghargai perbedaan dan bekerja sama demi tujuan bersama.
Mengembangkan inisiatif yang mendukung kerukunan antar kelompok dalam masyarakat.
Mampu mengatasi konflik yang muncul akibat perbedaan dengan cara yang konstruktif.
4. Empati
Deskripsi: Individu menunjukkan kemampuan untuk memahami dan merasakan pengalaman orang lain, terutama dalam konteks keberagaman.
Indikator Perilaku:
Mampu menempatkan diri pada posisi orang lain dan memahami perspektif mereka.
Menunjukkan dukungan kepada individu atau kelompok yang mengalami kesulitan akibat perbedaan.
Berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk membantu kelompok yang terpinggirkan.
WAWANCARA
Materi wawancara dengan menggali informasi non kognitif yang bertujuan untuk menilai integritas dan moralitas meliputi beberapa aspek yaitu kejujuran, komitmen, keadilan, etika, dan kepatuhan.
DESKRIPSI DAN INDIKATOR PERILAKU WAWANCARA UNTUK MENILAI INTEGRITAS DAN MORALITAS
Berikut adalah deskripsi dan indikator perilaku yang mencerminkan masing-masing aspek tersebut:
1. Kejujuran
Deskripsi: Kejujuran adalah sikap yang mencerminkan kebenaran dan transparansi dalam tindakan dan ucapan. Individu yang jujur akan menghindari kebohongan dan penipuan.
Indikator Perilaku:
Mengakui kesalahan dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri.
Memberikan informasi yang akurat dan tidak menyesatkan dalam situasi apapun.
Menolak untuk terlibat dalam praktik yang tidak etis, seperti korupsi atau manipulasi data.
2. Komitmen
Deskripsi: Komitmen menunjukkan dedikasi individu terhadap tugas dan tanggung jawab yang diemban, serta kesetiaan terhadap nilai-nilai organisasi.
Indikator Perilaku:
Menunjukkan ketekunan dalam menyelesaikan tugas meskipun menghadapi kesulitan.
Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi dan mendukung visi serta misi yang ada.
Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
3. Keadilan
Deskripsi: Keadilan mencerminkan sikap yang adil dan tidak memihak dalam perlakuan terhadap orang lain, serta menghormati hak-hak setiap individu.
Indikator Perilaku:
Memperlakukan semua orang dengan setara tanpa diskriminasi berdasarkan latar belakang.
Mengambil keputusan yang objektif dan berdasarkan fakta, bukan berdasarkan preferensi pribadi.
Mendorong lingkungan yang inklusif dan menghargai perbedaan.
4. Etika
Deskripsi: Etika berkaitan dengan prinsip moral yang mengatur perilaku individu dalam konteks profesional dan sosial.
Indikator Perilaku:
Mengikuti kode etik yang berlaku di tempat kerja dan berperilaku sesuai dengan nilai- nilai moral.
Menghadapi dilema etis dengan cara yang mempertimbangkan dampak terhadap semua pihak yang terlibat.
Mengedukasi rekan kerja tentang pentingnya etika dalam pengambilan keputusan.
5. Kepatuhan
Deskripsi: Kepatuhan adalah sikap yang menunjukkan kesadaran dan ketaatan terhadap peraturan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku.
Indikator Perilaku:
Mematuhi semua peraturan dan prosedur yang ditetapkan oleh organisasi.
Melaporkan pelanggaran atau ketidakpatuhan yang terjadi di lingkungan kerja.
Berpartisipasi dalam pelatihan dan sosialisasi mengenai kebijakan dan prosedur yang berlaku.