• Tidak ada hasil yang ditemukan

DETEKSI PERGERAKAN HEWAN

N/A
N/A
Komunitas Fafadi

Academic year: 2023

Membagikan "DETEKSI PERGERAKAN HEWAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENELITIAN

JUDUL PENELITIAN

DETEKSI PERGERAKAN HEWAN

NAMA

Rafi Dimas Ramadani

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL

(2)

DAFTAR ISI...2

BAB 1. PENDAHULUAN...3

1.1 Latar Belakang...3

1.2 Rumusan Masalah...3

1.3 Batasan Masalah...4

1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian...5

1.5 Manfaat Penelitian...5

1.6 Metode Penelitian...6

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...7

BAB 3 METODE PENELITIAN...8

DAFTAR PUSTAKA...9

(3)

BAB 1.

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Kebun binatang merupakan salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, terutama anak-anak. Di kebun binatang, pengunjung dapat melihat berbagai macam hewan dari seluruh dunia yang dijaga dan dipelihara oleh petugas kebun binatang.

Namun, seringkali terjadi kasus dimana hewan berhasil keluar dari zona kandang dan mengancam keselamatan pengunjung maupun masyarakat sekitar.

Kasus seperti ini sudah beberapa kali terjadi di Indonesia, seperti kasus harimau melarikan diri dari kebun binatang di Aceh pada tahun 2021. Kasus-kasus tersebut menunjukkan perlunya perhatian yang lebih serius dari pihak kebun binatang untuk meningkatkan sistem pengamanan dan deteksi pergerakan hewan di zona kandang.

Penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan sistem deteksi pergerakan hewan di kebun binatang. Dengan memanfaatkan sensor dan sistem AI, deteksi pergerakan hewan dapat dilakukan secara real-time dan akurat sehingga memungkinkan petugas kebun binatang untuk segera mengambil tindakan preventif dan menghindari terjadinya kasus hewan yang keluar dari zona kandang.

Oleh karena itu, penelitian mengenai deteksi pergerakan hewan di kebun binatang yang mencoba keluar dari batas zona kandang dengan menggunakan teknologi AI menjadi sangat penting untuk dilakukan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan efisien dalam mencegah terjadinya kasus-kasus hewan yang keluar dari zona kandang dan mengancam keselamatan pengunjung maupun masyarakat sekitar.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana teknologi sensor dapat digunakan untuk mendeteksi pergerakan hewan di kebun binatang yang mencoba keluar dari batas zona kandang?

2. Bagaimana sistem artificial intelligence dapat digunakan untuk mengidentifikasi hewan yang mencoba keluar dari kandang?

3

(4)

keberhasilan sistem deteksi pergerakan hewan?

4. Bagaimana sistem deteksi pergerakan hewan dapat membantu meningkatkan keamanan dan kesejahteraan hewan serta keselamatan pengunjung di kebun binatang?

5. Apa saja keterbatasan dan tantangan yang perlu diatasi dalam implementasi sistem deteksi pergerakan hewan di kebun binatang?

1.3 Batasan Masalah

Beberapa batasan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Fokus pada deteksi pergerakan hewan di zona kandang tertentu: Penelitian ini akan difokuskan pada deteksi pergerakan hewan di zona kandang tertentu di kebun binatang, bukan seluruh zona kandang di kebun binatang.

2. Hewan yang menjadi fokus penelitian: Hewan yang menjadi fokus penelitian adalah hewan yang memiliki potensi untuk keluar dari zona kandang dan mengancam keselamatan pengunjung maupun masyarakat sekitar, seperti harimau, singa, gajah, dan sebagainya.

3. Teknologi AI yang digunakan: Penelitian ini akan menggunakan teknologi AI untuk mendeteksi pergerakan hewan di zona kandang, dengan fokus pada penggunaan teknik Computer Vision, yaitu teknik pengolahan gambar dan video untuk mendeteksi pergerakan hewan.

4. Lokasi penelitian: Penelitian ini akan dilakukan di kebun binatang yang terletak di Indonesia.

5. Penggunaan data yang tersedia: Penelitian ini akan menggunakan data video yang tersedia dari sistem pengawasan kebun binatang sebagai sumber data untuk analisis pergerakan hewan.

4

(5)

1.4 Maksud dan Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan deteksi pergerakan hewan di kebun binatang yang mencoba keluar dari batas zona kandang dengan menggunakan teknologi artificial intelligence (AI). Dalam penelitian ini, akan dilakukan pengamatan langsung terhadap perilaku hewan di zona kandang kebun binatang, pemasangan sensor pada beberapa titik strategis di zona kandang untuk mendeteksi pergerakan hewan, dan pengolahan data menggunakan metode AI seperti machine learning untuk memprediksi perilaku hewan saat mencoba keluar dari zona kandang.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan solusi dalam mencegah terjadinya kasus hewan yang keluar dari zona kandang dan mengancam keselamatan pengunjung maupun masyarakat sekitar. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan di kebun binatang serta meminimalisir risiko yang dapat terjadi akibat perilaku hewan yang tidak terkontrol.

Maksud dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan sistem deteksi pergerakan hewan di kebun binatang dengan menggunakan teknologi artificial intelligence. Dengan menggunakan sensor dan sistem AI, deteksi pergerakan hewan dapat dilakukan secara real-time dan akurat sehingga memungkinkan petugas kebun binatang untuk segera mengambil tindakan preventif dan menghindari terjadinya kasus hewan yang keluar dari zona kandang.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan efisien dalam mencegah terjadinya kasus-kasus hewan yang keluar dari zona kandang dan mengancam keselamatan pengunjung maupun masyarakat sekitar. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi kebun binatang lainnya dalam meningkatkan sistem pengamanan dan deteksi pergerakan hewan di zona kandang.

1.5 Manfaat Penelitian

1. Meningkatkan keamanan dan kesejahteraan hewan di kebun binatang.

2. Meningkatkan keselamatan pengunjung kebun binatang.

3. Memberikan sistem pengawasan hewan yang efektif dan efisien bagi staf kebun binatang.

4. Memberikan kontribusi pada pengembangan teknologi sensor dan artificial intelligence untuk aplikasi di bidang konservasi satwa liar.

(6)

1. Observasi: Melakukan pengamatan langsung terhadap perilaku hewan di zona kandang kebun binatang, termasuk saat hewan mencoba keluar dari batas zona kandang.

2. Pemasangan Sensor: Pemasangan sensor pada beberapa titik strategis di zona kandang untuk mendeteksi pergerakan hewan, khususnya saat hewan mencoba keluar dari zona kandang.

3. Pengolahan Data: Data yang diperoleh dari sensor akan diolah dan dianalisis menggunakan metode artificial intelligence seperti machine learning untuk memperoleh pola pergerakan hewan di zona kandang dan memprediksi perilaku hewan saat mencoba keluar dari zona kandang.

4. Eksperimen: Dalam rangka menguji akurasi deteksi pergerakan hewan yang dilakukan oleh sistem artificial intelligence, dapat dilakukan eksperimen dengan meminta bantuan petugas kebun binatang untuk menempatkan hewan pada titik yang telah diprediksi sebagai titik yang rawan untuk keluar dari zona kandang. Eksperimen dapat dilakukan dalam berbagai skenario untuk menguji keakuratan sistem dalam berbagai kondisi.

5. Evaluasi: Hasil penelitian akan dievaluasi dengan cara membandingkan hasil deteksi pergerakan hewan dengan observasi langsung dan eksperimen. Evaluasi juga dilakukan terhadap akurasi sistem artificial intelligence serta efektivitas dalam mendeteksi pergerakan hewan dan mencegah hewan keluar dari zona kandang.

Metode penelitian di atas akan dilakukan dengan pendekatan kuantitatif untuk memperoleh data yang akurat dan dapat diukur secara obyektif. Selain itu, penelitian ini juga dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dengan petugas kebun binatang untuk memperoleh informasi tentang kondisi lingkungan dan perilaku hewan di kebun binatang.

(7)

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

R. Fajar Priyambada Sistem Deteksi Gerakan Hewan untuk Pengawasan pada Kebun Binatang (2014), Jurnal ini membahas penggunaan teknologi sensor dan metode pengolahan data untuk mendeteksi gerakan hewan di kebun binatang dan meningkatkan pengawasan dan keamanan hewan.

Albert Wahyudi Nur (2017), melakukan salah satu penelitian monitoring ruangan adalah menerapkan pengolahan citra dengan metode adaptive motion detection pada sistem kamera keamanan yang telah disertai push notification ke smartphone Android. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka false positive deteksi gerakan di dalam ruangan tergolong tinggi yakni 58,75%. Selain itu, tema object detection juga telah diteliti

Abdullah Sani dan Suci Rahmadin (2022), Menghasilkan Sistem tracking dan pengenalan pola gerak tangan yang mampu memisahkan objek tangan dengan background dan mengenali gesture secara real time.

Suman M (2019), menggunakan YOLOv3 untuk identifikasi wajah Mohanlal, salah satu pemain film di India. Diperoleh metode YOLOv3 dapat mengenali wajah Mohanlal minimal empat kali lebih cepat dibanding Fast R-CNN dan Faster R-CNN

(8)

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dilakukan dalam perancangan dan pembuatan program ini adalah sebagai berikut.

1. Studi literatur: Studi literatur dilakukan untuk mengetahui teori-teori dan konsep-konsep dasar terkait deteksi pergerakan hewan, teknologi AI, dan aplikasinya dalam kebun binatang.

2. Pengumpulan data: Pengumpulan data dilakukan dengan cara merekam video di zona kandang yang dipilih, yang dapat dilakukan dengan menggunakan kamera pengawas atau cctv yang sudah terpasang di kebun binatang.

3. Pengolahan data: Data yang telah dikumpulkan akan diolah dan diproses menggunakan teknologi AI, khususnya teknik Computer Vision, untuk mendeteksi pergerakan hewan yang mencoba keluar dari zona kandang.

4. Analisis data: Hasil dari pengolahan data akan dianalisis untuk mengetahui pola pergerakan hewan yang terdeteksi.

5. Evaluasi: Hasil analisis akan dievaluasi untuk mengetahui keakuratan dan efektivitas penggunaan teknologi AI dalam mendeteksi pergerakan hewan di kebun binatang.

6. Penarikan kesimpulan: Dari hasil evaluasi, akan ditarik kesimpulan terkait efektivitas teknologi AI dalam mendeteksi pergerakan hewan di kebun binatang dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan aplikasi teknologi AI yang lebih efektif dan efisien dalam mengamankan kebun binatang.

7. Pelaporan: Hasil penelitian akan dilaporkan dalam bentuk laporan penelitian yang berisi ringkasan temuan, kesimpulan, dan rekomendasi untuk pengembangan teknologi AI di kebun binatang

(9)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Khairunnas, Eko Mulyanto Yuniarno dan Ahmad Zaini, 2021 Pengidentifikasian pergerakan manusia

[2] Windra Swastika, Oesman Hendra Kelana, Albert Wahyudi Nur, 2017, Monitoring Ruangan Untuk Deteksi Manusia Berbasis CNN Dengan Fitur Push Notification.

[3] Abdullah Sani dan Suci Rahmadin, 2022, Implementasi Deteksi Gestur Tangan berbasis Pengolahan Citra

[4] Nurul Hidayat, Suhud Wahyudi, Athaya Aufa Diaz. 2019, face recognition [5] Human and Animal Movement Detection in Agricultural Fields (Geetha D,

Monisha S P, Oviya J, Sonia G,2019) Animal detection system is designed to detect the presence of animal and offer a warning. The PIR (passive infrared sensor) is to detect the movement of the animal and send signal to the controller.

Tabel 1 Gap Penelitian Terkait

No Judul Penelitian Tahun Peneliti

1 Monitoring Ruangan Untuk Deteksi ManusiaBerbasis CNN Dengan Fitur Push Notification

2017 Windra Swastika, Oesman Hendra Kelana, Albert Wahyudi Nur

2 Human and Animal Movement Detection in Agricultural Fields

2019 Geetha D, Monisha S P, Oviya J, Sonia G 3 Implementasi Deteksi Gestur Tangan berbasis

Pengolahan Citra

2022 Abdullah Sani dan Suci Rahmadin

4 face recognition 2019 Nurul Hidayat, Suhud Wahyudi, Athaya Aufa Diaz 5 Pengidentifikasian pergerakan manusia 2021 Khairunnas, Eko Mulyanto Yuniarno dan Ahmad Zaini

Referensi

Dokumen terkait

media DVD dunia hewan di ruang aula SLB-B YRTRW Surakarta. Pengamatan dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Maret 2011. Dari tes menulis kosakata ciri-ciri binatang dengan

30’ Sajak Gajah Cerita Memberi Makan Gajah di Kebun

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Pengantar Karya Tugas Akhir yang berjudul ” Perancangan Ensiklopedia Hewan Untuk Anak-Anak 9-11 Tahun Sebagai Media Promosi Kebun Binatang

Sebagai tempat wisata Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta tidak hanya menampilkan koleksi hewan, terdapat juga berbagai fasilitas dan wahana yang dapat dinikmati

Penulis melakukan penelitian dari bulan April 2010 sampai Juni 2010 dengan judul “Pengelolaan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) Secara Ex-situ, di Kebun Binatang Medan dan

Kamu pun juga akan menemukan salah satu dokter hewan yang tak hanya cantik, tetapi juga sangat terampil merawat dan mengobati hewan-hewan yang ada di kebun binatang

Materi penelitian adalah hewan coba di Instalasi Kandang Hewan Percobaan (IKHP) BBVet Wates Yogyakarta yaitu: ayam layer, mencit, marmut, kelinci, domba dan sapi. Dokumen

Kandang isolasi adalah kandang yang digunakan untuk melakukan tindakan pengamatan intensif dan tindakan perlakuan khusus terhadap sebagian hewan selama masa