Dia, Akhirnya.
Prolog
Leo namanya, kata orangtuanya sih laki-laki ini dinamakan Leo karena lahir di bulan agustus sesuai dengan zodiaknya. Leo terlahir bukan dari keluarga yang harmonis harmonis banget ataupun berkelebihan. Ayahnya tiada sewaktu ia SD, hal itu tentu sangat berpengaruh bagi mentalnya, ia termasuk anak yang pendiam tetapi tidak luput dari ngerinya pergaulan anak-anak zaman sekarang ini, berkeliaran dan rokok bagaikan teman yang menemani sepinya hidup Leo.
Tahun ini Leo mulai memasuki kehidupan SMA nya. Ibu Leo merupakan guru SMA di salah satu sekolah Kota Bogor, tetapi Leo tentu saja tidak ingin bersekolah ditempat ibunya, yang ada dia akan terikat oleh kata-kata “anak guru”, dia tidak mau hal itu terjadi. Ia masih ingin berlaku seperti anak laki-laki yang lainnya.
Sama seperti diawal, kalau Leo bukan laki-laki seberandal itu sebelum terpengaruh oleh teman-temannya. Satu tahun setelah memasuki SMP, covid-19 melanda seluruh dunia, hal itu sungguh sangat memiliki pengaruh dalam dirinya. Sebelum covid-19, Leo bahkan bisa meraih juara kelas, setidaknya tiga besar di tiap semesternya. Berbeda dengan kondisinya sekarang, Leo tidak mahir dalam beberapa mata pelajaran, tetapi seolah-olah
matematika adalah teman akrabnya, sampai SMA pun dia selalu merasa kalau matematika adalah mata pelajaran yang sangat mudah untuk dipahaminya.
I.
Awalnya
SMA Swasta Budi Mulia, tempat awal pertemuan Leo dengan ya mungkin orang yang bisa mengubahnya, atau mungkin yang membawa perubahan besar dalam hidupnya.
Masa MPLS menjadi saksi bahwa sekolah ini beserta isinya, sangat asing baginya. Tidak ada kenalan, semua terasa asing. Tetapi masa MPLS ini mempertemukannya dengan seseorang yang merupakan awal dari semua ceritanya.