• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Hutami Nurdiana Putry

Academic year: 2024

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia "

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

P U T U S A N

Nomor 473/ Pdt.G/ 2021/PN. Smg

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Negeri Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara- perkara perdata gugatan pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara :

Nama : TAUFIK

Tempat Tanggal Lahir : Grobogan, 03 Juni 1985 Nomor KTP : 3374050306850004

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Laki - laki Kebangsaan : Indonesia

Status : Menikah

Pekerjaan : Karyawan Swasta

Alamat : JL. Bangetayu Wetan Rt. 003 Rw. 001 Bangetayu Wetan, Genuk, Semarang untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;

Lawan :

1. PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Regional Remedial

& Recovery Semarang :

Yang beralamat di Jl. MT. Haryono No. 16 Kota Semarang, Jawa Tengah ;

Dalam hal ini ARIF SUWASONO, selaku Pemimpin Kantor Wilayah 05 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berdasarkan Surat keputusan Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk No.KP/248/DIR/R tanggal 28 Juni 2019 dalam hal ini bertindak dalam jabatannya tersebut berdasarkan Surat Kuasa Direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tanggal 26 November 2007 nomor 33 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi,S.H Notaris di Jakarta dengan demikian berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan beserta perubahan-perubahannya yang terakhir sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan Nomor 23 tanggal 20 April 2021 yang dibuat dihadapan Fathiah Helmi,S.H Notaris di

Halaman 1.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Jakarta yang telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Nomor AHU-AH.01.03-0264697 tanggal 26 April 2021 telah memberikan Kuasa kepada – M.Ridho Ramadhenta, Karina Imasepti, Dwiyanto Adi Nugroho, Nixon Manurung dan Issabella Marsasella Christy – semuanya pegawai PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk beralamat di Jl MT Haryono No 16 Semarang berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor W05/12.1/25 tanggal 26 Oktober 2021, untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT I ; 2. Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Semarang

Beralamat beralamat di Jl. Imam Bonjol No. 1D Semarang Dalam hal ini diwakili Kuasanya – Partoto, Erma Yuni Mastuti, Agus Kurniawan, Prihatin, Immanent Jati, Joko Hermono, Fredhy Gunawan Suharnot, Indah Winarni, Nurul Fatmawati dan Gede Sindu Putra Wijaksana – kesemuanya Pegawai KPKNL Semarang berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor SKU-147/MK.6/WKN.09/2021 tanggal 19 Oktober 2021, untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT II ;

3. Badan Pertanahan Nasional Semarang :

yang beralamat di Jl. Ki Mangunsarkoro No. 23 Semarang, untuk selanjutnya disebut sebagai TURUT TERGUGAT I

PENGADILAN NEGERI TERSEBUT,

- Setelah membaca berkas perkara yang bersangkutan.

- Setelah mendengar kedua belah pihat yang berperkara

- Setelah memperhatikan bukti surat yang di ajukan oleh kedua belah pihak

- Setelah mendengar saksi yang di ajukan oleh penggugat.

TENTANG DUDUKNYA PERKARA

Menimbang, bahwa penggugat dalam surat gugatannya tanggal 05 Oktober 2021 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Semarang di bawah register perkara Nomor 473/ Pdt. G/2021/ PN. Smg tanggal 07 Oktober 2021 telah mengemukakan hal-hal sebagai berikut :

Halaman 2.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1.PENGGUGAT merupakan debitur TERGUGAT 1, yang telah terlibat adanya penandatanganan Perjanjian Kredit Nomor 729/SMC/PK-KMK- KUR/2018, pada tanggal 31 Juli 2018 berikut perubahan-perubahannya yang menjadi satu kesatuan dengan perjanjian kredit tersebut

2.PENGGUGAT adalah debitur yang beritikad baik dengan senantiasa berkomunikasi kepada TERGUGAT 1, baik secara lisan maupun Tertulis 3.Bahwa PENGGUGAT tidak pernah sedikitpun memiliki itikad yang buruk terhadap Pihak TERGUGAT 1, Perjanjian Kredit 729/SMC/PK-KMK- KUR/2018, pada tanggal 31 Juli 2018 pasal demi pasal benar benar memberatkan posisi PENGGUGAT apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak di inginkan

4.Bahwa karena keadaan yang memaksa dan tidak pernah disangka- sangka oleh PENGGUGAT yang bisa dibuktikan melalui surat korespondensi yang ditulis oleh PENGGUGAT yaitu PENGGUGAT baru menyadari tentang keharaman dan BAHAYA RIBA yang mutlak untuk semua pengikut Agama Samawi setelah PENGGUGAT mengkaji Quran sampai di Surah Al Baqoroh 275 – 280 yang berisi tentang Peringatan, ancaman dan solusi dari Allah

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (QS Al-Baqarah : 277) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa

riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman (QS Al-Baqarah : 278)

Halaman 3.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepada larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti(dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah di ambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang lain itu adalah penghuni-penghuni neraka;

mereka kekal didalamnya (QS Al-Baqarah : 275) Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa (QS Al-Baqarah : 276)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya (QS Al-Baqarah : 279) Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (QS Al-Baqarah : 280) Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan) (QS Al-Baqarah : 281)

“Rasulillah shallallahu ‘alaihiwa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba. “Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.”

(HR. Muslim no. 1598)

5.Bahwa kasus utang piutang dengan RIBA pernah terjadi di masa Rasulullah SAW, di dalam suatu negeri yang system pemberitahuannya membolehkan transaksi RIBA, seorang GUBERNUR yang beriman pun kebingungan dan mengirim surat ke Rasulullah dan menanyakan hal tersebut. Perkara utang piutang tersebut menjadi asbabun nuzul(sebab turunnya Ayat) Al-Baqarah: 278-279 sehubungan dengan pengadilan Bani Mughirah kepada GUBERNUR kota mekah Atab bin Usaid. Setelah terbukanya kota mekah (fathu Mekkah), tentang utang-utang yang dilakukan dengan riba sebelum turunnya ayat yang mengharamkan Riba.

Bani Mughirah mengutangkan harta kekayaan kepada Bani Amr bin Auf dari prnduduk Tsaqif. Banu Mughirah berkata kepada GUBERNUR Atab bin Usaid: “Kami adalah segolongan yang paling menderita lantaran dihapusnya riba. Kami ditagih riba oleh orang lain, sedangkan kami tidak mau menerima riba lagi. Karena taat kepada peraturan Allah SWT yang menghapus riba”. Bani Amr bin Auf berkata:

“Kami minta penyelesaian masalah tagihan riba kami”. Oleh sebab itu GUBERNUR Mekkah Atab bin Usaid mengirim surat kepada Rasulullah SAW yang isinya melaporkan kejadian tersebut. Surat itu dijawab Rasulullah SAW setelah turunnya ayat ke 278 dan 279 ini. Di dalam ayat ini ditegaskan tentang perintah meninggalkan riba.

Halaman 4.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

[HR. Abu Ya’la dalam kitab musnabnya dan Ibnu Mandah dari Kalabi dari Abi Shalih dan Ibnu Abbas]

6. Bahwa dalam Pasal 1245 KUH Perdata, yang bunyinya adalah sebagai berikut. “Tidak ada pergantian biaya, kerugian dan bunga, bila dalam keadaan memaksa atau karena hal yang terjadi secara kebetulan, debitur terhalang untuk memberikan atau berbuat sesuatu yang diwajibkan, atau melaksanakan suatu perbuatan yang terlarang.”

7.PENGGUGAT kemudian menyampaikan kepada TERGUGAT 1 perihal tentang keharaman dan BAHAYA RIBA yang mana dilarang di semua agama Samawi dan tidak boleh diperjanjikan, kemudian PENGGUGAT memohon kepada TERGUGAT 1 supaya dilakukan RESTRUKTURISASI PERJANJIAN KREDIT, sehingga perjanjian yang telah dilakukan itu dapat mengakomodir keyakinan TERGUGAT 1 dalam hal pnyelesaian KREDIT yang masih lancar

8.PERATURAN BANK INDONESIA No. 14/15/PBI/2012 Tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Bab I Pasal 26 yang bunyinya “Restrukturisasi Kredit adalah upaya perbaikan yang dilakukan oleh Bank Dalam Kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibanny, yang dilakukan antara lain melalui:

9.Bahwa menurut PERATURAN BANK INDONESIA No No.

14/15/PBI/2012 Tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Bab VI Bagian Kesatu Umum Pasal 52 yang bunyinya “Bank hanya dapat melakukan Restrukturisasi Kredit terhadap debitur yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

10. TERGUGAT 1 tanpa legal standing yang jelas tidak bisa mengabulkan keinginan PENGGUGAT akan tetapi malah mengeluarkan

Halaman 5.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

1. Penurunan suku bunga kredit 2. Perpanjangan jangka waktu kredit

3. Pengurangan tunggakan suku bunga kredit 4. Penambahan fasilitas kredit dan/atau

5. Konversi kredit menjadi penyertaan Modal Sementara

a. Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga kredit, dan

b. Debitur masih memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

SURAT Somasi Ke 1, Ke 2, Ke 3, tanpa menghiraukan keberatan dari PENGGUGAT mengenai ketidakbisaan mutlak PENGGUGAT yang tidak mau lagi melakukan dosa besar perbuatan maksiat terlibat RIBA dan menista kalam Al Quran

11. Bagaimanapun juga PENGGUGAT sudah bertaubat dari berbuat maksiat dosa besar dan tidak akan mau lagi terlibat perjanjian kredit dimana akan dimurkai oleh Allah. Walau dipaksa dengan cara APAPUN juga

12. TERGUGAT 1 tidak perduli dengan aturan hukum yang diturunkan ALLAH tentang RIBA yang diyakini oleh PENGGUGAT malah menista apa yang diyakini oleh umat Islam. Bahkan TERGUGAT 1 malah mengancam akan mengambil paksa tanah dan rumah yang dimiliki PENGGUGAT lewat lelang yang mengada ada dan dipaksakan kecuali kalau PENGGUGAT mau untuk KEMBALI BERBUAT MAKSIAT kepada Allah dan umat Islam dengan keharusan memberikan RIBA lagi kepada umat yang sudah bertaubat, lucunya TERGUGAT 1 tidak mau menerima cicilan pembayaran utang yang diberikan PENGGUGAT tetapi malah berusaha memacetkan kredit PENGGUGAT yang sebelumnya lancar, hal ini patut diduga TERGUGAT 1 berusaha menguasai Aset PENGGUGAT dengan semena mena

13. Bahwa PENGGUGAT telah menjawab setiap surat surat peringatan tuduhan dan somasi yang diberikan TERGUGAT 1, DAN TELAH MENGINGATKAN TERGUGAT 1 untuk berhati hati dalam menuduh kami wanprestasi, padahal jelas jelas PENGGUGAT TIDAK DI IJINKAN melaksanakan kewajibannya kepada TERGUGAT 1 karena kesepakatan yang belum tercapai dimana perjanjian yang ada itu sangatlah bathil dan tidak sesuai dengan keyakinan yang dilindungi di Negara ini dan umat Islam seluruh dunia

14. Bahwa dalam PROSES HIJRAH-nya PENGGUGAT dan bergantunya system perusahaan PENGGUGAT saat ini menjadi PERUSAHAAN yang syariah, PENGGUGAT mengajak TERGUGAT 1 untuk ikut andil dalam mensejahterakan masyarakat Indonesia yang berkeTuhanan Yang Maha Esa dan mengajakTERGUGAT 1 untuk ikut berpartisipasi menjadi PERUSAHAAN ASING yang berdomisili di Indonesia yang Menganut system Syariah yang kaffah dan adil, lebih mensejahterakan dan dicintai masyarakat yang mayoritas adalah umat islam

Halaman 6.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

15. Bahwa dalam proses hijrah dari RIBA tidak menutup kemungkinan akan ada pertentangan dari relasi / partner yang mana mengakibatkan PENGGUGAT masuk ke dalam kondisi kehilangan omset secara cukup signifikan akibat tidak dapat lagi bekerjasama dengan seluruh lembaga pembiayaan dan juga akibat ekonomi makro nasional, serta sudah tidak dapat lagi memproses transaksi-transaksi yang menggunakan kartu kredit atau leasing yang masih terdapat RIBA. Dimana akan mengurangi omset penjualan secara keseluruhan, dengan berkurangnya porsi penjualan tidak tunai ini maka secara otomatis berpengaruh terhadap laba dan perputaran barang dagangan

16. Bahwa kendati berada dalam kondisi posita no. 15, PENGGUGAT tetap beritikad menyelesaikan kewajibannya kepada TERGUGAT 1, dengan kemampuan bayar yang masih dimiliki. Dengan meminta RESTRUKTURISASI KREDIT kepada PENGGUGAT 1 dengan skema cicilan angsuran pokok pinjaman

17. Bahwa PENGGUGAT hanya memohon kepada TERGUGAT 1 melalui surat-surat yang telah disampaikan untuk tunduk pada undang undang agar dapat diberikan restrukturisasi sesuai dengan PBI No.

14/15/PBI/2012 Bab I pasal 26 sehingga dapat mengangsur lagi pinjamannya sesuai kemampuan secara tertib dan analisa dengan benar sesuai kebijakan pemerintah sehingga seiring berjalannya waktu maka kewajiban PENGGUGAT dapar selesai dengan baik

18. Melalui gugatan ini kami memohon agar ditetapkan dahulu pemblokiran sertifikat :

SHM No. 01597/Bangetayu seluas + 416 m2, an Sudarman terletak di Kelurahan Bangetayu Wetan Kecamatan Genuk Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah

Oleh TURUT TERGUGAT 1, dengan dasar yurisprudensi untuk menjamin kepastian hukum. Mengingat SHM tersebut di atas sudah dipasang Hak Tanggungan oleh TERGUGAT 1 yang berdasarkan pengalaman PENGGUGAT adanya Hak Tanggungan seringkali dijadikan alasan oleh TURUT TERGUGAT 1 untuk tidak melakukan pemblokiran sertifikat

19. Bahwa menurut Al quran terdapat beberapa ayat yang menyatakan tentang perjanjian yang harus dikembalikan ke Allah apabila terjadi perselisihan yaitu:

“Apapun yang kalian perselisihkan, maka hukumnya (dikembalikan) pada Allah”

(QS. Asy-Syura: 10)

Halaman 7.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

“Apabila kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an dan (Sunnah) Rasul-Nya, jika benar kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir”

(QS. An-Nisa’: 59)

“Barang siapa berhukum dengan selain hukum yang diturunkan-Nya (Syariat Islam), mereka itulah orang-orang fasiq”

(QS. Al-Ma’idah: 47)

“Barang siapa berhukum dengan selain hukum yang diturunkan-Nya (Syariat Islam), mereka itulah orang-orang zhalim”

(QS. Al-Ma’idah: 45)

“Barang siapa berhukum dengan selain hukum yang diturunkan-Nya (Syariat Islam), mereka itulah orang-orang kafir”

(QS. Al-Ma’idah: 44)

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadpa yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil;

sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil”

(Al-Hujarat 49:9) Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

(Al-Hujarat 49:10) (yakni kufur asghar, yang tidak mengeluarkan seseorang dari Agama Islam, jika ia masih berkeyakinan wajibnya berhukum dengan syariat islam, lihat lebih lanjut:

Tafsir Ibu Katsir,3/119)

“Barang siapa dijadikan sebagai qadhi (penentu keputusan) diantara manusia, maka sungguh ia telah disembelih dengan tanpa menggunakan pisau (benda tajam)” (HR.Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah Al Albani mengatakan:

“Hasan Shahih”) Apabila seorang hakim duduk ditempatnya (sesuai dengan kedudukan hakimadil), maka dua malaikat membenarkan, menolong dan menunjukkanya selama ia tisak menyeleweng, apabila menyeleweng, maka kedua malaikat meninggalkannya”

(HR. AL-Baihaqi) “Qhadi (penentu kaputusan) itu ada tiga, satu di surga dan dua di neraka. Yang di surga adalah Qhadi yang tahu kebenaran lalu memberikan keputusan dengannya.

Sedamg Qadhi yang tahu kebenaran lalu zhalim dalam keputusannya, maka ia di neraka. Begitu pula, Qadhi yang memberi keputusan tanpa ilmu, ia di neraka”

( HR. Abu Dawud, At- Tirmidzi dan Ibnu Majah, di-shalih-kan oleh Al Albani)

Halaman 8.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Berdasarkan dalil-dalil yang sudah dikemukakan oleh PENGGUGAT tersebut di atas, maka dengan ini izinkanlah PENGGUGAT mengajukan permohonan kepada Yang Mulia Ketua Pengadilan Negri Semarang sebagai lembaga hukum yang berwenang di wilayah tempat terjadinya perkara, tempat bermukimnya PENGGUGAT, TERGUGAT 1, TERGUGAT 2 dan TURUT TERGUGAT 1 agar berkenan kiranya memanggil para pihak pada suatu hari yang ditetapkan untuk keperluan itu, memeriksa, mengadili serta memberikan keputusan

dengan amarnya berbunyi sebagai berikut:

Primair:

1.Menyatakan bahwa PENGGUGAT adalah debitur yang beritikad baik 2.Menetapkan bahwa cicilan kewajiban PENGGUGAT adalah sesuai dengan kemampuan bayar PENGGUGAT dengan melakukan analisa sesuai kondisi

Ekonomi makro saat ini

3.Bahwa PENGGUGAT sudah memiliki dana untuk mengambil asset dengan sesuai perjanjian yang sudah disepakati pokoknya saja sesuai yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) total sebesar Rp.

253.539.926 ( dua ratus lima puluh tiga juta lima ratus tiga puluh sembilan ribu sembilan ratus dua puluh enam rupiah )

4.Menetapkan TERGUGAT 1 sendiri juga telah lalai (Execptio Non Adimleti Contractus) dalam memberikan fasilitas kredit kepada umat Islam yang telah jelas jelas mengharamkan RIBA dengan mengabaikan fatwa MUI no. 1 tahun 2004

5.Menghapuskan bunga, denda dan penalty pada seluruh utang PENGGUGAT karena mengandung RIBA yang merupakan Keharaman Mutlak bagi umat islam

6.Menetapkan bahwa PENGGUGAT dapat mengangsur kewajibannya sampai lunas sesuai analisa kemampuan bayar PENGGUGAT, tanpa mendapat ancaman-ancaman lelang dari Pihak TERGUGAT 1, sehingga PENGGUGAT dapat bekerja dengan fokus dan tenang sebagai upaya untuk segera melunaskan kewajibannya

7.Apabila TERGUGAT 1 tidak mau melaksanakan kewajibannya untuk melakukan restrukturisasi kredit sesuai dengan PBI no.

14/15/PBI/2012 dan tunduk pada Undang Undang Dasar 1945 pada pasal 29 ayat 2 maka kami memohon Majelis Hakim untuk membatalkan semua perjanjian kredit karena mengandung penghianatan terhadap

Halaman 9.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa maupun sila sila lainnya dan Undang Undang Dasar 1945

8.Menetapkan TURUT TERGUGAT 1 agar menjalankan pemblokiran terhadap:

SHM No. 01597/Bangetayu seluas + 416 m2, an Sudarman terletak di Kelurahan Bangetayu Wetan Kecamatan Genuk Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah

Sampai proses hukum selesai

9.Memohon majelis hakim untuk Menetapkan Sita Persamaan terhadap SHM tersebut di atas supaya TERGUGAT 1 tidak mengulangi perbuatannya mengancam PENGGUGAT dengan LELANG ;

10. Memberikan kemudahan kepada Umat Islam yang telah berhijrah dan bertaubat dari RIBA untuk diberikan kesempatan dan diberikan perlindungan oleh Negara dalam menjalankan Ibadah sesuai keyakinannya

11. Menghukum TERGUGAT 1 untuk membayar baiaya perkara yang sudah dikeluarkan

12. Menyatakan menerima dan mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya

Atau:

Subsidair :

Apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono)

Menimbang, bahwa pada hari persidangan yang telah di tetapkan pihak Penggugat hadir sendiri, pihak Tergugat I hadir kuasanya Karina Imasepti berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor W05/12.1/25 tanggal 26 Oktober 2021, pihak Tergugat II hadir kuasanya Nurul Fatmawati berdasarkan Surat Kuasa Khusus Nomor SKU-147/MK.6/WKN.09/2021 tanggal 19 Oktober 2021, sedangkan Turut Tergugat tidak hadir dan tidak menyuruh orang lain sebagai kuasanya untuk mewakilinya walaupun kepadanya telah dipanggil dengan patut sesuai dengan Relaas panggilan tanggal 11 Oktober 2021, 22 Oktober 2021 tanggal 29 Oktober 2021 dan tanggal 12 Nopember 2021 sehingga ketidakhadiran Turut Tergugat tidak ternyata oleh sesuatu sebab/ halangan yang sah ;

Halaman 10.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Menimbang, bahwa oleh karena penggugat dan Tergugat I, Tergugat II telah hadir di persidangan selanjut Majelis Hakim berusaha mendamaikan kedua belah pihak sebagaimana dimaksud PERMA No. 1 Tahun 2016 dengan menunjuk Mediator bernama Emanuel Ari Budiharjo, SH untuk mendamaikan kedua belah pihak akan tetapi tidak berhasil selanjutnya perkara di lanjutkan dengan pembacaan surat gugatan penggugat dan atas gugatan tersebut penggugat mengatakan ada perubahan sebagaimana terlampir dalam berkas .

Menimbang bahwa terhadap gugatan penggugat tersebut Tergugat I telah mengajukan jawaban tertanggal 3 Februari 2021 yang pada pokoknya sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :

1. Gugatan Kurang Pihak (Exceptio Plurium Litis Consortium)

1.1. Bahwa PENGGUGAT dalam Gugatannya mempermasalahkan mengenai lelang yang dilakukan terhadap Sertifikat Hak Milik No.

01597 tgl. 19/10/1999 atas nama Sudarman.

1.2. Bahwa dengan demikian Pihak yang namanya tercantum dalam Sertifikat seharusnya diikutsertakan karena merupakan Pihak yang berhak bertindak untuk dan atas nama Obyek yang disengketakan.

1.3. Bahwa dengan demikian maka menjadikan Gugatan PENGGUGAT tidak lengkap/kurang pihak sehingga mengandung cacat plurium litis consortium sehingga berakibat pemeriksaan perkara a quo menjadi tidak tuntas dan tidak dapat diperiksa secara sempurna.

2. Bahwa Gugatan PENGGUGAT Kabur / tidak jelas (Obscuur Libel) 2.1. Bahwa berdasarkan Gugatan PENGGUGAT yang tercatat tanggal 7 Oktober 2021 pada Pengadilan Negeri Semarang, PENGGUGAT mengajukan gugatan perihal Wanprestasi kepada TERGUGAT I.

2.2. Bahwa berdasarkan Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Gugatan Wanprestasi didasarkan pada adanya cidera janji dalam perjanjian sehingga salah satu pihak harus bertanggung jawab.

2.3. Bahwa selanjutnya dalam dalil gugatannya, PENGGUGAT tidak menjelaskan perbuatan yang dilakukan oleh TERGUGAT I yang menjadi dasar PENGGUGAT dalam menyatakan TERGUGAT I Wanprestasi.

Halaman 11.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

2.4. Bahwa M. Yahya Harahap dalam bukunya “Hukum Acara Perdata Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan “ Cetakan Ke 9 Hal. 48 menjelaskan :

“Yang dimaksud dengan Obscuur Libel, surat gugatan penggugat tidak terang atau isinya gelap. Disebut juga, formulasi gugatan yang tidak jelas. Padahal agar gugatan dianggap memenuhi syarat formiil, dalil gugatan harus terang dan jelas atau tegas.”

2.5. Bahwa berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 582 K/Sip/1973 tanggal 18 Desember 1975, karena petitum gugatan adalah tidak jelas, gugatan harus dinyatakan tidak dapat diterima;

3. Tidak boleh mengajukan Gugatan, apabila PENGGUGAT sendiri tidak memenuhi kesepakatan timbal balik (Exeptio Non Adimpleti Contractus)

3.1. Bahwa permasalahan hukum ini semata-mata disebabkan karena tindakan ingkar janji (wanprestasi) yang dilakukan PENGGUGAT tidak dapat memenuhi kewajiban untuk mengangsur cicilan fasilitas kredit yang telah diberikan hingga lunas sebagaimana yang telah diatur dan disepakati berdasarkan Perjanjian Kredit.

3.2. Bahwa berbagai upaya penyelesaian yang ditawarkan oleh TERGUGAT I tidak pernah ditanggapi oleh PENGGUGAT secara serius sampai akhirnya TERGUGAT I menempuh upaya terakhir berupa penjualan jaminan melalui lelang guna meminimalisir kerugian yang lebih besar yang diderita TERGUGAT I.

3.3. Bahwa sehubungan dengan hal tersebut di atas maka adalah tidak tepat dan tidak beralasan bahwa PENGGUGAT mengajukan perlawanan karena kewajiban PENGGUGAT kepada TERGUGAT I sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kredit tidak dipenuhi terlebih dahulu oleh PENGGUGAT.

Bahwa berdasarkan alasan yang diungkapkan dalam dalil-dalil eksepsi tersebut di atas, maka sangat beralasan dan berdasarkan pada hukum, dalil- dalil PENGGUGAT dalam perkara ini sudah sepatutnya UNTUK DITOLAK ATAU SETIDAK-TIDAKNYA UNTUK DINYATAKAN TIDAK DAPAT DITERIMA (NIET ONVANTKLIJKE / NO) oleh Yang Terhormat Majelis Hakim.

DALAM POKOK PERKARA :

1. Bahwa TERGUGAT I menolak dengan tegas seluruh dalil-dalil yang diajukan oleh PENGGUGAT dalam surat gugatannya kecuali yang TERGUGAT I akui secara tegas.

Halaman 12.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

2. Bahwa hal-hal yang dimuat dalam bagian eksepsi mohon dianggap termuat lagi seluruhnya dalam bagian jawaban mengenai pokok perkara ini.

3. Bahwa hubungan hukum antara TERGUGAT I dan PENGGUGAT terjadi berdasarkan :

3.1. Perjanjian Kredit Usaha Rakyat Kecil BNI Nomor 729/SMC/PK- KMK-KUR/2018 tanggal 31-07-2018

3.2. Surat Keputusan Kredit (Persetujuan Restrukturisasi) dalam kondisi wabah Covid – 19 No. SMC/ADK/1030/R tanggal 12-06-2020 Untuk selanjutnya disebut Perjanjian Kredit.

4. Bahwa TERGUGAT I telah memberikan fasilitas kredit sesuai dengan ketentuan yang berlaku dimana PENGGUGAT terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada TERGUGAT I yang selanjutnya TERGUGAT I melakukan analisa kelayakan dan verifikasi usaha PENGGUGAT dan karena memenuhi syarat akhirnya disetujui pemberian fasilitas kepada PENGGUGAT.

5. Bahwa berdasarkan butir 4 (empat) di atas, maka Perjanjian Kredit antara TERGUGAT I dan PENGGUGAT adalah sah, berharga, mempunyai kekuatan hukum dan pembuktian.

6. Bahwa guna menjamin pemenuhan kewajiban atas fasilitas kredit tersebut, PENGGUGAT menyerahkan jaminan berupa :

 Sebidang tanah dengan bangunan Gudang di atasnya terletak di Kel. Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang dengan bukti kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 01597 tgl.

19/10/1999 atas nama Sudarman yang telah diikat Hak Tanggungan untuk selanjutnya disebut dengan OBYEK SENGKETA.

7. Bahwa agar TERGUGAT I memiliki hak preferent maka terhadap OBJEK SENGKETA telah dilakukan pengikatan hak tanggungan Peringkat I Nomor 09976/2018 tanggal 19 September 2018 senilai Rp 390.000.000,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta Rupiah).

8. Bahwa berdasarkan Pasal 8 UU Nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah, Pemberi Hak Tanggungan adalah orang perseorangan atau badan hukum yang mempunyai kewenangan untuk melakukan perbuatan hukum terhadap obyek Hak Tanggungan yang bersangkutan.

9. Bahwa berdasarkan butir 7 (tujuh) dan butir 8 (delapan) tersebut di atas, pengikatan jaminan oleh TERGUGAT I khususnya terhadap pengikatan OBYEK SENGKETA telah dilakukan sesuai dengan UU Nomor 4 tahun

Halaman 13.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah sehingga terhadap pengikatan OBYEK SENGKETA berdasarkan Sertifikat Hak Tanggungan I (pertama) 09976/2018 tanggal 19 September 2018 adalah sah, berharga, mempunyai kekuatan hukum dan pembuktian.

10.Bahwa berdasarkan butir 3 (tiga) sampai dengan butir 9 (Sembilan) tersebut di atas, TERGUGAT I telah memberikan fasilitas kredit terhadap PENGGUGAT dan pengikatan hak tanggungan atas OBYEK SENGKETA sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga terhadap TERGUGAT I yang beritikad baik (TEE GOEDER TROUW) wajib mendapat perlindungan hukum.

11.Bahwa pada tanggal 13 Maret 2021 performance kredit PENGGUGAT turun ke Golongan II, kemudian terus menerus turun sampai akhirnya masuk dalam Golongan V atau macet pada tanggal 23 Juni 2021.

12.Bahwa TERGUGAT I telah mengingatkan adanya tunggakan kewajiban yang harus diselesaikan oleh PENGGUGAT baik secara lisan maupun tertulis, diantaranya melalui :

a. Surat No. W05/5/1657 tanggal 15 April 2021 b. Surat No. W05/5/2055 tanggal 24 Mei 2021 c. Surat No. W05/5/2622 tanggal 29 Juni 2021

13.Bahwa tidak adanya tanggapan atas butir 12 (dua belas) tersebut di atas, membuktikan bahwa PENGGUGAT telah beritikad tidak baik (TEE KWARTEE TROUW) dengan tetap tidak melakukan kewajibannya sesuai dengan Perjanjian Kredit.

14.Bahwa terhadap Perjanjian Kredit antara PENGGUGAT dan TERGUGAT I sebagaimana dimaksud pada butir 3 tersebut diatas maka sudah seharusnya PENGGUGAT memenuhi prestasi/kewajiban sebagaimana yang telah diperjanjikan didalam Perjanjian Kredit tersebut.

Sesuai dengan KUHPerdata Pasal 1234 :

“Perikatan ditujukan untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu”

15.Bahwa PENGGUGAT telah melakukan Wanprestasi, yaitu tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya; melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana dijanjikan; melakukan apa yang dijanjikannya tetapi terlambat; melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya. Sebagaimana disebutkan pada KUHPerdata Pasal 1243 :

Halaman 14.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

“Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan lalai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan”

16.Bahwa berdasarkan butir 7 (tujuh) diatas, TERGUGAT I telah melakukan pengikatan jaminan sesuai dengan Undang-undang Nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Pasal 1 Angka 1 :

“Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah, yang selanjutnya disebut Hak Tanggungan, adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok- Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, untuk pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain”

17.Bahwa TERGUGAT I dengan tegas menolak dalil PENGGUGAT dalam poin 3 posita Gugatannya yang menyatakan bahwa isi dari Perjanjian Kredit sebagaimana tercantum dalam poin 3 (tiga) tersebut di atas memberatkan posisi PENGGUGAT.

18.Bahwa PENGGUGAT bersama dengan istri PENGGUGAT telah membubuhkan tandatangannya dalam PK, pembubuhan tandatangan mana merupakan ciri/tanda bahwa PENGGUGAT telah mengetahui dan memahami isi dari PK. Sehingga terhadap PK tersebut memiliki kekuatan yang mengikat, sebagaimana tercantum dalam Pasal 1338 Kitab Undang- undang Hukum Perdata :

“Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang- undang bagi mereka yang membuatnya”.

19.Bahwa TERGUGAT I dengan tegas menolak dalil PENGGUGAT dalam poin 7 sampai dengan 10 posita Gugatannya yang pada intinya membahas mengenai penolakan permohonan restrukturisasi fasilitas kredit oleh PENGGUGAT dengan pertimbangan sebagai berikut :

19.1. Bahwa TERGUGAT I pernah memberikan restrukturisasi fasilitas kredit PENGGUGAT berdasarkan Surat Keputusan Kredit (Persetujuan Restrukturisasi) dalam kondisi wabah Covid – 19 No.

SMC/ADK/1030/R tanggal 12-06-2020.

Halaman 15.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

19.2. Bahwa setelah dilakukannya restrukturisasi sebagaimana tersebut di atas, PENGGUGAT tetap tidak memenuhi kewajibannya kepada TERGUGAT I dan justru meminta untuk dilakukan restrukturisasi kembali.

19.3. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut, PENGGUGAT sama sekali tidak menunjukan itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya kepada TERGUGAT I dan menjadikan penolakan permohonan restrukturisasi sebagai alasan tidak dilakukannya pembayaran kewajiban.

20.Bahwa TERGUGAT I dengan tegas menolak dalil PENGGUGAT dalam poin 13 sampai dengan 16 posita Gugatan PENGGUGAT yang pada intinya menyatakan telah menanggapi surat peringatan/somasi dari TERGUGAT I dan menyangkal perbuatan wanprestasi yang dilakukan PENGGUGAT dengan fakta-fakta sebagai berikut :

20.1. Bahwa sampai dengan saat ini PENGGUGAT tidak pernah menanggapi surat peringatan/somasi dari TERGUGAT I.

20.2. Bahwa dalam petitum Gugatannya, PENGGUGAT mengakui memiliki dana sebesar Rp 253.539.926,- (dua ratus lima puluh tiga juta lima ratus tiga puluh sembilan ribu sembilan ratus dua puluh enam rupiah) namun tidak beritikad baik untuk berusaha menyelesaikan kewajibannya kepada TERGUGAT I berdasarkan Perjanjian Kredit.

20.3. Bahwa dalam petitum Gugatannya PENGGUGAT mendalilkan :

“Menetapkan TERGUGAT I juga telah lalai ...”

Terlepas fakta bahwa TERGUGAT I lalai atau tidak, PENGGUGAT sendiri secara sadar telah mengakui bahwa PENGGUGAT lalai kepada TERGUGAT I.

21.Bahwa TERGUGAT I dengan tegas menolak dalil PENGGUGAT dalam poin 18 posita Gugatannya yang memohonkan pemblokiran sertifikat sehubungan dengan hak PENGGUGAT sebagai pemegang Hak Tanggungan dengan pertimbangan bahwa TERGUGAT I berhak untuk melakukan pelelangan terhadap OBYEK SENGKETA sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur pada Pasal 6 Undang-undang Hak Tanggungan Nomor 4 Tahun 1996, sebagai berikut :

Halaman 16.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

“Apabila debitor cidera janji, pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut.”

22.Bahwa dalil-dalil gugatan yang lain dan selebihnya, TERGUGAT I dengan tegas menyatakan menolak.

Berdasarkan fakta-fakta hukum sebagaimana yang telah diuraikan di atas, kiranya cukup beralasan demi hukum bagi Yang Terhormat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang untuk memberi putusan sebagai berikut :

A. DALAM PROVISI

Menolak permohonan provisi PENGGUGAT untuk seluruhnya.

B. DALAM EKSEPSI

1. Menerima dan mengabulkan Eksepsi yang diajukan oleh TERGUGAT I untuk seluruhnya.

2. Menolak Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya atau setidak- tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima (NIET ONVANKLIJKE / NO).

3. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara.

C. DALAM POKOK PERKARA

1. Menolak Gugatan yang diajukan oleh PENGGUGAT untuk seluruhnya.

2. Menyatakan PENGGUGAT sebagai pihak yang beritikad tidak baik (TEE KWARTE TROUW) dan tidak benar.

3. Menyatakan bahwa TERGUGAT I dalam hal ini PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk adalah sebagai pihak yang beritikad baik dan benar (TEE GOEDER TROUW) sehingga wajib mendapat perlindungan hukum.

4. Menyatakan bahwa Perjanjian Kredit Usaha Rakyat Kecil BNI Nomor 729/SMC/PK-KMK-KUR/2018 tanggal 31-07-2018 dan Surat Keputusan Kredit (Persetujuan Restrukturisasi) dalam kondisi wabah Covid – 19 No. SMC/ADK/1030/R tanggal 12-06-2020 adalah sah, berharga, mempunyai kekuatan hukum dan pembuktian.

5. Menyatakan bahwa dengan sahnya perjanjian pokok yaitu fasilitas kredit, maka perjanjian assesoir yaitu pengikatan hak tanggungan Peringkat I Nomor 09976/2018 tanggal 19 September 2018 senilai Rp 390.000.000,- (Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta

Halaman 17.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Rupiah) adalah sah, berharga, mempunyai kekuatan hukum dan pembuktian.

6. Menyatakan pengikatan hak tanggungan atas OBYEK SENGKETA telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan (UUHT).

7. Menghukum PENGGUGAT untuk membayar biaya perkara.

Atau apabila Yang Terhormat Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang berpendapat lain, mohon agar perkara ini diputus dalam peradilan yang adil, jujur dan luhur sehingga mendapat putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Menimbang bahwa demikian juga Tergugat II telah memberi Jawaban yang pada pokoknya sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI:

Eksepsi Gugatan Penggugat Keliru Pihak ( Error In Persona )

1. Bahwa dimasukannya KPKNL Semarang c.q. Tergugat II pada gugatan perkara a quo adalah tidak tepat, karena KPKNL Semarang hanya bertindak sebagai pelaksana lelang yang merupakan amanat dari vendu reglement jo. Peraturan Menteri Keuangan No. 213/PMK.06/2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang (PMK No. 213/2020).

2. Bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 13 ayat (1) huruf k PMK No. 213/2020, yang mengatur bahwa:

(1) “Penjual bertanggung jawab terhadap:

k. gugatan perdata dan/ atau tuntutan pidana serta pelaksanaan putusannya akibat tidak dipenuhinya peraturan perundang-undangan oleh Penjual.”

3. Bahwa berdasarkan ketentuan hukum di atas, maka Penggugat telah keliru dalam menarik pihak yang digugat pada perkara a quo (in casu Tergugat II), mengingat PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Regional Remedial & Recovery Semarang Penjual cq. Tergugat I bertanggung jawab terhadap gugatan yang diajukan kepada Tergugat II terkait lelang atas objek sengketa.

4. Bahwa selain itu, merujuk pada angka 2 surat pernyataan Penjual cq. Tergugat I No. tanggal 19 Agustus 2021, menyatakan sebagai berikut:

“Bahwa sehubungan dengan penjualan/pelelangan jaminan sesuai butir (1) tersebut di atas, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Regional

Halaman 18.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Remedial & Recovery Semarang selaku kreditur bertanggung jawab, apabila terjadi gugatan perdata dan tuntutan pidana yang terkait dengan Hak Tanggungan objek lelang.”

5. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut, maka sangat jelas menunjukkan bahwa tindakan Penggugat yang memasukkan Tergugat II pada gugatan perkara a quo adalah tidak tepat, sehingga Tergugat II mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard).

DALAM POKOK PERKARA:

1.Bahwa Tergugat II hanya akan memberikan tanggapan atas gugatan Penggugat hanya terhadap dalil-dalil yang secara langsung ditujukan kepada Tergugat II.

2.Bahwa Tergugat II dengan tegas menolak seluruh dalil gugatan Penggugat, kecuali terhadap hal-hal yang diakui secara tegas oleh Tergugat II.

3.Bahwa semua yang tertuang dalam jawaban bagian eksepsi tersebut di atas, mohon agar dianggap sebagai satu kesatuan dalam jawaban bagian pokok perkara ini.

Penggugat Selaku Debitur Telah Melakukan Ingkar Janji (Wanprestasi) 4.Bahwa telah terjadi hubungan hukum antara Penggugat selaku debitur dengan PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Regional Remedial &

Recovery Semarang (in casu Tergugat I) yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit No. 729/SMC/PK-KMK-KUR/2018 tanggal 31 Juli 2018, dengan memberikan objek jaminan berupa sebidang tanah dan bangunan berikut segala sesuatu yang berada diatasnya yang merupakan benda tetap tersebut dalam SHM No. 1597 a.n. Sudarman, luas tanah 416 m2 yang terletak di Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah (untuk selanjutnya disebut sebagai objek sengketa).

5.Bahwa hubungan hukum antara Penggugat selaku debitur dengan PT.

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Regional Remedial & Recovery Semarang (in casu Tergugat I) selaku kreditur juga telah diakui oleh Penggugat pada posita gugatan halaman 2 angka 1.

Halaman 19.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

6.Bahwa utang piutang dalam perspektif islam merupakan akad (transaksi ekonomi) yang mengandung nilai ta’awun (tolong menolong) dan ibadah sosial yang memiliki nilai luar biasa yang bertujuan untuk membantu antar sesama bagi yang tidak mampu secara ekonomi atau diberikan kepada seseorang sedang membutuhkan.

7.Bahwa dapat Tergugat II tegaskan, menurut padangan al-Māl al-Hukmi utang dapat dikategorikan sebagai “sesuatu yang dimiliki oleh pemberi utang, sementara harta itu berada pada orang yang berutang.” Sehingga utang negara adalah milik rakyat dan dipergunakan untuk keperluan rakyat.

8.Bahwa perlu Tergugat II sampaikan hukum utang piutang dalam syariat islam diperbolehkan, bahkan orang yang memberikan utang atau pinjaman kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah hal yang disukai dan dianjurkan, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar. Hal tersebut diatas juga ditegaskan ke dalam Qur’an Surah Al Maidah/5: 2 yang artinya “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.”

9.Bahwa pada kenyataannya, Penggugat telah melakukan wanprestasi atas hutangnya sesuai Perjanjian Kredit No. 729/SMC/PK-KMK-KUR/2018 tanggal 31 Juli 2018. Ini terlihat pada posita gugatan Penggugat halaman 2 angka 4, yaitu dalil Penggugat kesulitan membayar hutangnya dengan alasan bahwa berhutang merupakan suatu keharaman dan bahaya riba.

10. Bahwa atas tindakan wanprestasi Penggugat tersebut, Tergugat I telah melakukan pemberitahuan dan upaya penagihan secara patut kepada Penggugat untuk melunasi kewajibannya, melalui surat peringatan tertulis I (pertama) No. W05/5/1657/R tanggal 15 April 2021 perihal Surat Teguran (Somasi) I, surat peringatan tertulis II (kedua) No. No.

W05/5/2055/R tanggal 24 Mei 2021 perihal Surat Teguran (Somasi) II dan surat peringatan tertulis III (ketiga) No. W05/5/2622/R tanggal 29 Juni 2021 perihal Pemenuhan Kewajiban Saudara (Somasi III).

11. Bahwa Penggugat tidak mengindahkan surat-surat tagihan atau peringatan yang disampaikan oleh Tergugat I, maka Tergugat I memiliki hak untuk menjual berdasarkan ketentuan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda

Halaman 20.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Yang Berkaitan Dengan Tanah (UU No. 4/1996), yang mengatur sebagai berikut:

“Apabila debitur cidera janji, pemegang hak tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual objek hak tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut”.

12. Bahwa perlu Penggugat ketahui jika seseorang harus terpaksa berhutang, maka niatkanlah untuk segera membayarnya. Jangan sampai kita terjebak pada hutang dan menunda-nundanya sampai akhirnya ada godaan untuk tidak mau membayarnya. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits.

Dari Abu hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah SWT akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa yang mengambilnya untuk menghabiskannya (tidak melunasinya), maka Allah SWT akan membinasakannya”. (HR Bukhari)

13. Bahwa perlu Tergugat II tegaskan kembali, sesuai dengan Hadist Riwayat Ibnu Majah mengatakan: “Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” yang lebih parah dari berhutang adalah ketika mereka tidak berniat untuk membayar dan menyelesaikan hutangnya. Mereka akan diberikan status sebagai pencuri karena menggunakan dan memakan uang yang bukan haknya. Ini sama seperti pencuri.

14. Bahwa berdasarkan angka 4 s.d. 13 tersebut di atas, maka Tergugat II dengan ini menolak posita gugatan pada angka 13 yang menyatakan bahwa Sdr. Taufik selaku Penggugat/debitur dari PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Regional Remedial & Recovery Semarang in casu Tergugat I dituduh telah melakukan wanprestasi.

Sesuai dengan Surat Pernyataan ditetapkan oleh Tergugat I tanggal 19 Agustus 2021 yang menyatakan bahwa Penggugat selaku Debitur telah Cidera Janji/wanprestasi dalam memenuhi kewajibannya kepada Tergugat I.

Pelaksanaan Lelang Atas Objek Sengketa Telah Sesuai Ketentuan Hukum Yang Berlaku

Halaman 21.Putusan Nomor 473/Pdt.G/2021/PN.Smg

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

15. Bahwa selanjutnya, Tergugat I melakukan permohonan lelang objek sengketa kepada Tergugat II melalui surat permohonan lelang No.

W05/5/3586/R tanggal 19 Agustus 2021 perihal Permohonan Pelaksanaan Lelang. Hal tersebut, sesuai dengan ketentuan Pasal 26 ayat (1) PMK No.

213/2020, yang mengatur sebagai berikut:

Permohonan lelang diajukan secara tertulis oleh Penjual kepada Penyelenggara Lelang sesuai Jenis lelangnya disertai dokumen persyaratan lelang.”

16. Bahwa terhadap dokumen yang dilampirkan oleh Tergugat I, selanjutnya Tergugat II memeriksa dan melakukan analisa kebenaran berkas secara formal dan kelengkapan secara administratif dan mengingat dokumen telah lengkap secara administratif dan benar secara formal, sehingga telah memenuhi syarat untuk dilaksanakan lelang, selanjutnya Tergugat II menerbitkan surat No. S-5683/WKN.09/KNL.01/2021 tanggal 09 September 2021 hal Penetapan Hari dan Tanggal Lelang. Hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan Pasal 11 PMK No. 213/2020, yang mengatur se

Referensi

Dokumen terkait

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Menimbang, bahwa oleh karena antara Penggugat dan Tergugat telah terjadi pisah tempat tinggal, maka sesuai Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia putusan.mahkamahagung.go.id Menimbang, bahwa meskipun gugatan dalam perkara ini akan diputuskan dengan verstek, namun tidak dengan