• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISKUSI EXODONSIA BEDAH MULUT SLIDE

N/A
N/A
Rin Yudhistira

Academic year: 2024

Membagikan "DISKUSI EXODONSIA BEDAH MULUT SLIDE"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

A I S YA H R A H M A N I A ( 0 4 0 7 4 8 8 1 8 2 0 0 1 4 )

DISKUSI EXODONSIA

BEDAH MULUT

(2)

KASUS

• Pasien wanita (50 tahun) datang ke klinik dengan keluhan gigi belakang bawah yang berlubang

besar dan ingin dicabut.

• Pasien datang sendiri dan dalam keadaan sadar.

• Pasien tidak memiliki riwayat alergi dan penyakit sistemik. Gigi pasien pernah dicabut pada

perawatan gigi sebelumnya.

(3)

PEMERIKSAAN AWAL

Pemeriksaan vital sign:

• Tekanan darah: 120/80 mmHg

• Respirasi: 20

• Nadi: 60

• Pupil mata: Normal

• Suhu badan: 37º

Pemeriksaan Ekstra Oral:

• Wajah: Simetris

• KGB Submandibula kanan: Tidak teraba, tidak sakit

• KGB Submandibula kiri: Tidak teraba, tidak sakit

• Bibir: Normal

(4)

PEMERIKSAAN INTRA ORAL

• Mukosa bukal: Normal

• Tonsil: Normal

• Palatum: Normal

• Lidah: Normal

• Gingiva: Normal

• Dasar mulut: Normal

• Terdapat karies D6 pada bagian mesial dan

oklusal gigi 46. Perkusi gigi 46 (-), palpasi gigi 46 (-), vitalitas gigi 46 (+)

• Diagnosis gigi 46: pulpitis irreversible

(5)

ALAT DAN BAHAN

Handschoen

Kacamata

Masker

Basic instrument

Nierbakken

Tang gigi molar rahang bawah

Bein lurus

Disposable syringe

Gelas kumur

Kapas

Tampon

Povidon Iodin

Tempat iodin

Cairan anestesi lokal

Lembar informed consent untuk tindakan pencabutan

(6)

ANESTESI LOKAL

Teknik anestesi yang digunakan adalah teknik modifikasi Fisher blok mandibula.

Cairan anestesi yang digunakan adalah lidocain dengan epinefrin

Cara Pelaksanaan:

Aplikasikan antiseptik di daerah trigonum retromolar.

Jari telunjuk diletakkan di belakang gigi terakhir mandibula, geser ke lateral untuk meraba linea oblique eksterna

Telunjuk digeser ke median untuk mencari linea oblique interna dan permukaan samping jari beraa di bidang oklusal gigi rahang bawah

(7)

LANGKAH-LANGKAH

• Pasien diminta untuk mengisi informed consent

• Operator menggunakan alat perlindungan diri (masker, handschoen, kacamata)

• Operator memposisikan dental chair dengan benar, yaitu untuk rahang bawah, pasien

diposisikan tegak lurus menghadap bidang lantai, sehingga pembukaan mulut bidang oklusal

sejajar dengan lantai. Posisi dental chair rendah.

Sudut antara kursi dan lantai sekitar 110º

• Kepala pasien diposisikan menghadap operator

• Posisi operator berada di belakang pasien

(8)

Jarum diinsersikan di pertengahan lengkung kuku, dari sisi rahang yang tidak dianestesi

Spuit digeser ke sisi yang akan dianestesi, sejajar

bidang oklusal dan jarum diinsersikan sebanyak 5 mm, lakukan aspirasi dan deponir 0,5 ml untuk n. lingualis.

Spuit digeser ke arah posisi insisivus tetapi tidak

penuh, jarum ditusukkan sambil menyusuri tulang 10- 15 mm, lakukan aspirasi dan deponir 1 ml untuk n.

alveolaris inferior.

Saat menarik spuit sebelum jarum lepas dari mukosa tepat setelah melewati linea oblique interna, jarum

digeser ke lateral daerah trigonum retromolar, lakukan aspirasi dan deponir 0,5 ml untuk n. bukalis.

(9)

TEKNIK PENCABUTAN

Teknik yang digunakan adalah teknik close method

Sterilkan area insersi anestesi dengan mengaplikasikan iodin

Lakukan anestesi lokal

Separasi jaringan lunak dengan menggunakan eskavator atau sonde

Lakukan fiksasi dengan tangan kiri, dengan jari jempol menahan lidah, jari telunjuk menahan bibir atau pipi, dan jari tengah

ditempatkan di bawah dagu

Luksasi gigi dengan bein dengan cara memasukkan bein sejajar terhadap gigi dan dimasukkan dari interdental menuju ke apikal

Dengan menggunakan tang, lakukan gerakan bukal-lingual pada gigi 46

Setelah gigi keluar dari soket, periksa adakah sisa akar atau tulang yang tajam untuk meminimalisir komplikasi pasca ekstraksi

Tekan soket bekas pencabutan dan diletakkan tampon kain kasa di atasnya. Pasien kemudian diminta untuk menggigit tampon tersebut

(10)

INSTRUKSI PASCA EKSTRAKSI

• Menggigit kapas selama kurang lebih 30 menit

• Jangan menghisap dan memainkan daerah pencabutan

• Jangan minum atau makan yang panas selama 24 jam pencabutan

• Jangan menggigit bibir atau lidah yang terasa tebal atau keanehan yang terjadi di dalam rongga mulut

• Jangan merokok

• Jangan sering berkumur

• Meminum obat sesuai aturan

(11)

PERESEPAN OBAT

• Antibiotik: Amoxicilin 500 mg, 3 kali/hari

• Analgesik: Asam mefenamat 500 mg, 3 kali/hari

(12)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Gambaran keberhasilan pati rasa pada anestesi lokal blok mandibula metode Fischer di Klinik Bedah Mulut RSGMP USU selama 1 bulan adalah sebanyak 60 tindakan berhasil terjadi

Hasil penelitian terhadap pengetahuan tentang pencegahan komplikasi lokal pada anestesi lokal yang dilakukan pada 55 orang responden di departemen bedah mulut dan

Distribusi pengetahuan mahasiswa kepaniteraan klinik Bedah Mulut tentang waktu yang sesuai untuk melakukan informed consent pada pasien yang akan dilakukan anestesi lokal

lokal untuk pencabutan gigi tetap oleh dokter gigi di kota Manado.. Samodro R, Sutiyono D,

Fraktur mahkota gigi dapat terjadi karena penggunaan tang atau teknik. pencabutan gigi yang tidak tepat atau karena gigi yangakan

Tahap awal dari prosedur ini adalah membuat pasien pati rasa dan cara yang paling umum untuk memperoleh tujuan tersebut adalah dengan anestesi lokal meskipun ada cara lain

Anestesi lokal adalah obat yang diberikan secara lokal (topikal atau suntikan) dalam kadar yang cukup dapat menghambat hantaran impuls pada saraf yang dikenai oleh obat

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa kepaniteraan klinik di Klinik Bedah Mulut RSGMP FKG USU terhadap syok anafilaktik akibat