A I S YA H R A H M A N I A ( 0 4 0 7 4 8 8 1 8 2 0 0 1 4 )
DISKUSI EXODONSIA
BEDAH MULUT
KASUS
• Pasien wanita (50 tahun) datang ke klinik dengan keluhan gigi belakang bawah yang berlubang
besar dan ingin dicabut.
• Pasien datang sendiri dan dalam keadaan sadar.
• Pasien tidak memiliki riwayat alergi dan penyakit sistemik. Gigi pasien pernah dicabut pada
perawatan gigi sebelumnya.
PEMERIKSAAN AWAL
Pemeriksaan vital sign:
• Tekanan darah: 120/80 mmHg
• Respirasi: 20
• Nadi: 60
• Pupil mata: Normal
• Suhu badan: 37º
Pemeriksaan Ekstra Oral:
• Wajah: Simetris
• KGB Submandibula kanan: Tidak teraba, tidak sakit
• KGB Submandibula kiri: Tidak teraba, tidak sakit
• Bibir: Normal
PEMERIKSAAN INTRA ORAL
• Mukosa bukal: Normal
• Tonsil: Normal
• Palatum: Normal
• Lidah: Normal
• Gingiva: Normal
• Dasar mulut: Normal
• Terdapat karies D6 pada bagian mesial dan
oklusal gigi 46. Perkusi gigi 46 (-), palpasi gigi 46 (-), vitalitas gigi 46 (+)
• Diagnosis gigi 46: pulpitis irreversible
ALAT DAN BAHAN
• Handschoen
• Kacamata
• Masker
• Basic instrument
• Nierbakken
• Tang gigi molar rahang bawah
• Bein lurus
• Disposable syringe
• Gelas kumur
• Kapas
• Tampon
• Povidon Iodin
• Tempat iodin
• Cairan anestesi lokal
• Lembar informed consent untuk tindakan pencabutan
ANESTESI LOKAL
• Teknik anestesi yang digunakan adalah teknik modifikasi Fisher blok mandibula.
• Cairan anestesi yang digunakan adalah lidocain dengan epinefrin
Cara Pelaksanaan:
• Aplikasikan antiseptik di daerah trigonum retromolar.
• Jari telunjuk diletakkan di belakang gigi terakhir mandibula, geser ke lateral untuk meraba linea oblique eksterna
• Telunjuk digeser ke median untuk mencari linea oblique interna dan permukaan samping jari beraa di bidang oklusal gigi rahang bawah
LANGKAH-LANGKAH
• Pasien diminta untuk mengisi informed consent
• Operator menggunakan alat perlindungan diri (masker, handschoen, kacamata)
• Operator memposisikan dental chair dengan benar, yaitu untuk rahang bawah, pasien
diposisikan tegak lurus menghadap bidang lantai, sehingga pembukaan mulut bidang oklusal
sejajar dengan lantai. Posisi dental chair rendah.
Sudut antara kursi dan lantai sekitar 110º
• Kepala pasien diposisikan menghadap operator
• Posisi operator berada di belakang pasien
• Jarum diinsersikan di pertengahan lengkung kuku, dari sisi rahang yang tidak dianestesi
• Spuit digeser ke sisi yang akan dianestesi, sejajar
bidang oklusal dan jarum diinsersikan sebanyak 5 mm, lakukan aspirasi dan deponir 0,5 ml untuk n. lingualis.
• Spuit digeser ke arah posisi insisivus tetapi tidak
penuh, jarum ditusukkan sambil menyusuri tulang 10- 15 mm, lakukan aspirasi dan deponir 1 ml untuk n.
alveolaris inferior.
• Saat menarik spuit sebelum jarum lepas dari mukosa tepat setelah melewati linea oblique interna, jarum
digeser ke lateral daerah trigonum retromolar, lakukan aspirasi dan deponir 0,5 ml untuk n. bukalis.
TEKNIK PENCABUTAN
• Teknik yang digunakan adalah teknik close method
• Sterilkan area insersi anestesi dengan mengaplikasikan iodin
• Lakukan anestesi lokal
• Separasi jaringan lunak dengan menggunakan eskavator atau sonde
• Lakukan fiksasi dengan tangan kiri, dengan jari jempol menahan lidah, jari telunjuk menahan bibir atau pipi, dan jari tengah
ditempatkan di bawah dagu
• Luksasi gigi dengan bein dengan cara memasukkan bein sejajar terhadap gigi dan dimasukkan dari interdental menuju ke apikal
• Dengan menggunakan tang, lakukan gerakan bukal-lingual pada gigi 46
• Setelah gigi keluar dari soket, periksa adakah sisa akar atau tulang yang tajam untuk meminimalisir komplikasi pasca ekstraksi
• Tekan soket bekas pencabutan dan diletakkan tampon kain kasa di atasnya. Pasien kemudian diminta untuk menggigit tampon tersebut
INSTRUKSI PASCA EKSTRAKSI
• Menggigit kapas selama kurang lebih 30 menit
• Jangan menghisap dan memainkan daerah pencabutan
• Jangan minum atau makan yang panas selama 24 jam pencabutan
• Jangan menggigit bibir atau lidah yang terasa tebal atau keanehan yang terjadi di dalam rongga mulut
• Jangan merokok
• Jangan sering berkumur
• Meminum obat sesuai aturan
PERESEPAN OBAT
• Antibiotik: Amoxicilin 500 mg, 3 kali/hari
• Analgesik: Asam mefenamat 500 mg, 3 kali/hari