• Tidak ada hasil yang ditemukan

Disusun Oleh: - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Disusun Oleh: - Digilib UIN SUKA"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

Penelitian ini mempunyai tiga fokus utama, yaitu: Pertama, alasan TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta menerapkan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk. Dua proses penerapan pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk di kelas B1 TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta. Penelitian ini penting karena pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk dinilai penting untuk digunakan dalam pendidikan anak usia dini.

Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat ضورفنا يوذ

دجو ّدج نم”

PERSEMBAHAN

Rumusan Masalah

  • Kegunaan Penelitian

Mengetahui alasan TK Aisyyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta menerapkan pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk. Mendeskripsikan implementasi pembelajaran pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk pada kelas B1 TK Aisyyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pengembangan mengenai pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk pada anak usia dini.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu lembaga pendidikan TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengalaman serta dapat memberikan syarat untuk masuk ke masyarakat.

Kajian Pustaka

Tesis Husna Nasihih berjudul “Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Zuhriyah”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang membahas tentang pembelajaran nilai-nilai karakter pada santri Pondok Pesantren Zuhriyah dengan menggunakan strategi pendidikan karakter berupa pembiasaan, ceramah atau nasehat serta tanya jawab, sehingga terbentuk santri yang beriman, bertaqwa. , jujur. , disiplin, mandiri, pekerja keras, tangguh, ramah, kreatif, cakap, rajin, demokratis, toleran, bertanggung jawab dan gotong royong, peduli sosial, sadar lingkungan, dan cinta tanah air. Penelitian ini berkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu sama-sama membahas tentang pendidikan karakter.14.

Disertasi Khasan Ubaidillah berjudul “Pengembangan Karakter Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Kearifan Lokal (Studi Kasus di RA Qudsiyyah Kudus). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini membahas tentang pengembangan karakter pada anak usia dini. masa kanak-kanak melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal di RA Qudsiyyah Kudus, mulai dari desain pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan implikasinya.

13 Wuryani Tri Astuti, Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Multiple Intelligences di TK Tunas Harapan Takbakrejo Ngangklik Sleman, Pendidikan Madrasah, Volume 1, Nomor 2, November 2016, hal 257. 14 Husna Nasihihin, Pendidikan Karakter Berbasis Pondok Pesantren Ciyah di Zuhrulhture Pondok Pesantren, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2014), hal. Secara umum ketiga penelitian di atas mempunyai kesamaan dengan penelitian penulis yaitu meneliti pendidikan karakter dan kecerdasan majemuk, namun penulis lebih menekankan pada pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk, sedangkan penelitian sebelumnya meneliti tentang pengembangan karakter anak usia dini. . melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal, kemudian pendidikan karakter berbasis budaya pesantren, serta pembelajaran anak usia dini berbasis kecerdasan majemuk.

Selain itu tempat yang digunakan penulis dan peneliti sebelumnya tidak sama, sehingga penelitian ini merupakan penelitian yang berbeda dengan penelitian sebelumnya.

Landasan Teori

  • Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu pelaksanaan dan hasil pendidikan yang bermuara pada tercapainya pembentukan karakter peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan ilmunya, mengkaji, menginternalisasikan dan mempersonalisasikan nilai-nilai karakter yang dituangkan dalam perilaku sehari-hari.17. 16 Dharma Kusuma dkk, Pendidikan Karakter: Kajian Teori dan Praktek di Sekolah, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2011), hal.

Prioritas mengenai nilai pendidikan karakter harus ditetapkan secara jelas dan tegas serta diketahui oleh setiap pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Dengan pemberian pendidikan karakter sejak usia dini diharapkan dapat memenuhi misi ke arah pendidikan yang layak, membuka wawasan dan potensi manusia yang lebih maju, aktif, dinamis serta memaksimalkan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan sebagai landasan. potensi dalam diri manusia. 21. Dalam buku berjudul Frames Of Mind: The Theory Of Multiple Intelligences yang ditulis pada tahun 1983, Howard Gardner menyatakan.

Kecerdasan spasial adalah kemampuan untuk membentuk modal mental dari dunia luar angkasa dan mampu melakukan berbagai tindakan dan operasi dengan menggunakan modal tersebut. Kecerdasan gerak tubuh merupakan kemampuan dalam memecahkan permasalahan atau produk fesyen dengan menggunakan seluruh tubuh, atau sebagian tubuh. Pada tahun 1999 dalam bukunya yang berjudul Intelligence Reframed: Multiple Intelligences For The 21st Century Howard Gardner.

Kecerdasan naturalistik, yaitu kemampuan memahami lingkungan alam dengan baik, dapat membedakan akibat-akibat lain yang ada di alam; kemampuan memahami dan menikmati alam; dan menggunakan keterampilan ini secara produktif.23.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Subyek Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik analisis data

Lebih lanjut, dalam bukunya Multiple Intelligences and instructional technology, Walter Mckenzie memasukkan kecerdasan eksistensial sebagai salah satu bagian dari kecerdasan jamak. hingga ciri-ciri eksistensial kondisi manusia seperti makna hidup, makna kematian, perjalanan akhir dunia fisik dan psikologis, dan pengalaman cinta mendalam terhadap orang lain atau pencelupan total dalam sebuah karya seni.25. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field Research), yaitu penelitian yang mengambil unit-unit penelitian di lingkungan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang dijadikan peneliti untuk menyusun karya ilmiah ini adalah TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta.

Sedangkan jenis analisis yang digunakan adalah kualitatif (penelitian kualitatif), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, keyakinan, persepsi dan pemikiran masyarakat secara individu maupun kelompok.26. Hubungan antara peneliti dan subjek (subyek) harus menjadikan peneliti sebagai co-creator proses penelitian, yang biasanya dicapai melalui wawancara.28 Dengan pendekatan ini, peneliti ingin melihat secara langsung implementasi pembelajaran karakter berbasis kecerdasan majemuk. pembelajaran pendidikan kelas B1 di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta, meliputi mengenai alasan pengelola merancang pembelajaran dan sampai pada pelaksanaannya, hasilnya. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas B1 dan siswa kelas B1 TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta.

Observasi adalah pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung.29 Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non partisipan, yaitu observasi dimana peneliti tidak terlibat langsung dan hanya bertindak sebagai pengamat independen. 30 Metode ini digunakan untuk mengetahui gambaran umum pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta. Metode dokumentasi ini digunakan untuk mengetahui kebiasaan karakter anak berdasarkan kecerdasan majemuk melalui SAP dan kurikulum yang digunakan, serta untuk memperoleh data tentang gambaran umum TK 'Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta seperti letak geografis, sejarah dan perkembangannya. sekolah, dan data, yang relevan dengan metode ini.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, dimana proses analisis data diawali dengan peninjauan terhadap seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber hasil.

Sistematika Pembahasan

Bab kedua menguraikan tentang pendidikan karakter dalam konteks pembelajaran berbasis kecerdasan majemuk untuk anak usia dini, dengan sub bab tentang konsep pendidikan karakter, nilai-nilai pendidikan karakter, konsep kecerdasan majemuk, jenis-jenis kecerdasan majemuk dan pembelajarannya. metode kecerdasan majemuk. Bab ini terdiri dari beberapa sub-bab yang menguraikan tentang letak geografis, sejarah berdirinya, perkembangan TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta, para pionir yang bertanggung jawab atas lahirnya TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta, perkembangan TK Aisyiyah TK Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta dari tahun ke tahun, kendala yang dihadapi, prospek masa depan, visi, misi dan tujuan, struktur organisasi, kondisi guru, kondisi siswa, sarana dan prasarana serta kurikulum TK 'Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta. Bab keempat berisi tentang implementasi pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk mengenai Penyebab TK Aisyyah Bustanul Atfal Sapen.

Yogyakarta menerapkan pendidikan karakter berbasis multiple Intelligences, proses penerapan pendidikan karakter berbasis Multiple Intelligences dan hasil penerapan pendidikan karakter berbasis Multiple Intelligences di Kelas B1 TK Aisyyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta. Saran berdasarkan hasil penelitian ditujukan kepada pihak-pihak yang berkepentingan khususnya TK ABA Sapen Yogyakarta. Pertama, alasan TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta menggunakan pendidikan karakter kecerdasan majemuk adalah karena setiap siswa mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda, sehingga pihak sekolah hendaknya memfasilitasi siswa dengan cara mengembangkan kemampuan siswa yang berbeda-beda, disertai dengan penanaman nilai-nilai karakter, agar kedepannya , siswa akan mempunyai pilihan yang berbeda-beda, namun tetap berlandaskan pada pendidikan karakter.

Kedua, proses pembelajaran pendidikan karakter berbasis multiple intelijen yang dilaksanakan di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta terdiri dari pengintegrasian pendidikan karakter ke dalam pembelajaran berbasis multiple intelijen dengan meliputi tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Perencanaan yang disusun oleh TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta meliputi merumuskan visi dan misi, merancang pembelajaran yang akan dilaksanakan dan memfokuskan pembelajaran pada konsep pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk yaitu dengan mengawali kegiatan dengan penerapan MIR (Multiple Intelligence). Intelijen). Penelitian) untuk mengetahui latar belakang kecenderungan kecerdasan partisipan. Ada berbagai strategi yang dilakukan guru dalam mengajarkan pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk, antara lain berdiskusi, membaca cerita, menyusun kata, pesan berantai, bermain peran, bermain puzzle, menggambar, menyanyi, membuat alat musik dan mengunjungi berbagai tempat.

Ketiga, Hasil pembelajaran pendidikan karakter berbasis kecerdasan majemuk di kelas B1 TK Aisyiyah Bustanul Atfal Sapen Yogyakarta adalah siswa mempunyai sikap cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, toleransi dan cinta damai, disiplin, jujur, percaya diri, mandiri, kreativitas, ketekunan, tanggung jawab, kesopanan, rasa hormat dan sopan santun, gotong royong, kerja sama dan gotong royong, peduli lingkungan dan cinta tanah air.

Saran-saran

Nasihihin, Pendidikan Karakter Husna Berbasis Budaya Pesantren di Pondok Pesantren Zuhriyah, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2014. Ubaidillah, Khas Pengembangan Karakter Anak Usia Dini Melalui Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus di Kudussi) Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga 2012. Oktavianingsih, Eka, Implementasi Kurikulum Berbasis Multiple Intelligence di TK Sunshine Kalasan Sleman, dalam Jurnal Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Edisi ke-3, Tahun ke-4 2015.

Rahmah, Siti, Teori Kecerdasan Majemuk dan Perkembangannya Howard Gardner dalam Metode Pembelajaran Agama Islam untuk Anak Usia Dini SD, Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol V, Nr 1, 2008. Tri Astuti, Wuryani, Pembelajaran Anak Usia Dini Berbasis Multiple Intelligence në kopshtin e fëmijëve Tunas Harapan Takbakrejo Ngangklik Sleman, Medrese Education, Vëllimi 1, Numri 2, Nëntor 2016.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

“EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIC, AUDITORI, VISUAL DAN INTELEKTUAL) BERBASIS MACROMEDIA FLASH TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA

Guru BK melaksanakan evaluasi proses dan hasil pelaksanaan bimbingan klasikal berbasis CBT dengan menggunakan google form dan meminta peserta didik untuk

Pelaksanaan PPL Aksi 2 ini berdampak pada peningkatan peserta didik dalam mengerjakan soal Matematika berbasis masalah pada materi pecahan senilai, peserta didik nampak

Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan sistem peredaran darah pada manusia.. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan

Masih adanya peserta didik yang memiliki daya tangkap yang kurang sebab di dalam kelas setiap siswa mempunyai karakter yang berbeda.66 Dari faktor pendukung dan penghambat komunikasi

Menurut Ibu Siti Zolaikha, S.Ag, dalam mengembangkan kecerdasan spiritual tersebut terdapat faktor pendukung dan penghambat karena setiap peserta didik memiliki karakter dan kepribadian