Merancang Perencanaan Pembelajaran
Proses perencanaan Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Merdeka dikelompokkan dalam empat tahap sbb :
1. Memahami Capaian Pembelajaran 2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran 3. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran 4. Menyusun Modul Ajar
MENYUSUN TP DAN ATP
1. Memahami Capaian Pembelajaran
Pada implementasi Kurikulum Merdeka, Pemerintah telah menentukan Capaian Pembelajaran untuk setiap jenjang pendidikan. Capaiam Pembelajaran merupakan kompetensi pembelaaran yang harus dicapai oleh peserta didik dalam satu fase. Dimana setiap fase mencakup rentang waktu satu hingga tiga tahun, Fase tidak berarti tingkat kelas, dalam setiap fase mencerminkan sebuah kompetensi yang harus dicapai, sedangkan tingkat kelas mencirikan kelompok usia peserta didik.
Karena itu dalam merencanakan pembelajaran peserta didik dalam satu fase, pendidik harus bekerja sama dan berkomunikasi dengan rekan pendidik yang mengajar pada fase yang sama. Maka pada fase D, pendidik kelas VII s.d Kelas IX perlu berkomunikasi untuk menentukan batasan kompetensi pada setiap jenjang, sehingga kompetensi pembelajaran yang akan dicapai oleh peserta didik dapat dipelajari secara berkelanjutan. Pendidik juga dapat saling berbagi informasi terkait karakter peserta didik pada setiap jenjang, ketersediaan sumberdaya yang relevan dalam merancang pembelajaran.
Dalam rangka memahami Capaian Pembelajaran, kita dapat mengawali dengan mereview pentingnya mempelajari pelajaran tertentu dan hubungannya dengan Profil Pelajar Pancasila. Bapak Ibu masih ingat ada berapa dan apa saja Profil Pelajar Pancasila ?
Untuk memahami lebih lanjut coba Bapak Ibu tuliskan jawaban dari pertanyaan berikut : a. Mengapa Peserta didik perlu belajar mata pelajaran yang Bapak Ibu ampu ?
b. Apa fokus utama yang iingin dicapai melalui mata pelajaran yang Bapak Ibu ampu ?
c. Bagaimana peran mata pelajaran yang Bapak Ibu ampu dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila
Capaian pembelajaran menjelaskan kemampuan atau kompetensi yang ingin dicapai oleh peserta didik setelah mempelajari mata pelajaran tersebut secara keseluruhan (sampai akhir fase D). Untuk melihat CP setiap mata pelajaran, Bapak Ibu dapat melihat dokumen CP yang telah diterbitkan oleh Pemerintah.
Meskipun penetapan CP dilakukan oleh Pemerintah, namun agar ada guidelines dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari CP perlu diuraikan menjadi Tujuan Pembelajaran yang lebih operasional dan lebih konkrit yang disebut dengan Perencanaaan Pembelajaran, yang juga merupakan bagian integral dari KOSP.
Bagaimana kita memahami CP ?
Setiap Mata Pelajaran Memiliki Capaian Pembelajaran,
Capaian Pembelajaran dipecah kembali menjadi elemen-elemen Pembelajaran
Elemen Pembelajaran adalah Kompetensi Eesensial yang harus dicapai oleh peserta didik dalam Pembelajaran
Setiap Mata Pelajaran memiliki elemen yang berbeda-beda ( 2 elemen, 3 elemen, 4 elemen dst)
Masing-Masing Mata Pelajaran memiliki Elemen yang Sama untuk seluruh Fase (kecuali TK / PAUD CP tidak dibuat per mapel tapi terintegrasi)
Contoh : Elemen pada CP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia : Menyimak, Membaca & Memirsa, Berbicara & Mempresentasikan, Menulis.
Elemen FASE A FASE B FASE C FASE D
Menyimak Peserta didik
mampu bersikap menjadi
penyimak yang baik.
Peserta didik mampu
memahami pesan
lisan dan
informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau
didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi
Peserta didik mampu
memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi
dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau
didengar), dan instruksi
lisan yang
berkaitan dengan tujuan
berkomunikasi.
Peserta didik mampu
memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio
Peserta didik mampu
menganalisis informasi berupa fakta, prosedur dengan
mengidentifikasikan ciri objek dan urutan proses kejadian dan nilai- nilai dari
berbagai jenis teks informasional dan fiksi yang disajikan dalam bentuk lisan, teks
aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar) dan audio
Peserta didik mampu
menganalisis dan mengevaluasi informasi berupa gagasan,
pikiran, perasaan, pandangan,
arahan atau
pesan yang
akurat dari
berbagai tipe teks (nonfiksi dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Peserta didik mampu
mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai
informasi dari topik aktual yang didengar.
Dari contoh di atas, kita ambil satu Elemen Menyimak pada CP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Dari hal tersebut di atas terlihat, dari Fase A – D terdapat Elemen Menyimak, hanya saja berbeda dalam hal Kompetensi yang harus dicapai oleh setiap peserta didik dalam setiap fase, perbedaanya ada pada kompetensi tersebut yang gradingnya sudah naik di setiap fase nya.
**Kompetensi ditunjukkan dengan Kata Kerja Operasional.
Empat Elemen yang ada pada Mapel Bahasa Indonesia ini akan sama untuk seluruh fase, hanya akan berbeda pada Uraian Capaian Pembelajaran Per Elemen Per Fasenya yang akan berbeda.
Contoh yang lain elemen pada CP Pelajaran Matematika akan sama untuk seluruh Fase, yakni Bilangan, Aljabar, Pengukuran, Geometri, Analisi Data dan Peluang.
Untuk Meningkatkan Pemahaman Bapak Ibu….silahkan lakukan Kerja Kelompok, dengan ketentuan sbb : 1. Silahkan Bapak Ibu berkumpul dalam satu kelompok Guru Mata Pelajaran,
2. Dengan menggunakan Stabilo, Bapak Ibu berikan arsiran pada Kata Kerja Operasional yang ada di setiap elemen CP Mata Pelajaran yang Bapak Ibu Ampu,
3. Dokumentasikan dan tulis kembali ada berapa Kompetensi dalam setiap elemen CP mata Pelajaran yang Bapak Ibu ampu.
MENENTUKAN TUJUAN PEMBELAJARAN DAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Menentukan Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran, dilakukan dengan urutan sebagai berikut :
Capaian Pembelajaran diturunkan menjadi Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran dan Modul Ajar.
Dalam Tujuan Pembelajaran yang kita uraikan dari Elemen dalam CP tersirat adanya Kompetensi dan Lingkup Materi, contoh :
TP Mata Pelajaran Fisika : Menjelaskan Hukum Newton dengan menggunakan kata-kata sendiri dan menceritakan fenomena dalam keseharian yang menggambarkan hukum newton
Kompetensi : Menjelaskan
Konten (Lingkup Materi): Hukum Newton
Variasi : Menggunakan Kata-Kata sendiri
Kompetensi kata kerja yang menunjukkan keterampilan / aksi Konten materi / lingkup materi yang dipelajari
Variasi penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis dan high order thinking skills
Pada saat kita bicara Kompetensi, itu erat kaitannya dengan Taksonomi Bloom Revisi Anderson, dimana setiap Kompetensi memiliki tahapan / level Mengingat (C1), Memahami (C2), Menerapkan (C3), Menganalisis (C4), Menilai / Mengevaluasi (C5) dan Mencipta / Create ( C6).
Setiap tahapan / Level tersebut memiliki Kata Kerja Operasional yang harus kita pahami agar kita mampu mengidentifikasi kompetensi pada CP atau TP
Bagaimana cara menurunkan CP menjadi TP ?
Kita awali dengan kembali memahami arti dari CP, TP dan ATP. Tujuan Pembelajaran (TP) merupakan kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam setiap akhir Fase. Jika dianalogikan dengan sebuah perjalanan berkendara, CP memberikan tujuan umum dan ketersediaan waktu untuk mencapai tujuan (akhir fase). Untuk mencapai garis finish, Pemerintah membuat CP dalam 6 (enam) etape yang disebut fase. Setiap fase rentang waktunya antara 1 – 3 tahun.
Tujuan Pembelajaran merupakan deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu waktu atau lebih kegiatan pembelajaran, disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju Capaian Pembelajaran.
Yang perlu dipahami, rumusan TP mencakup level kognitif (mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta), dimensi Pengetahuan ( faktual, konseptual, procedural dan metakognitif), kemudian mengikutsertakan perilaku capaian lifeskill (kritis, kreatif, komunikaitf dan kolaboratif), serta Profil Pelajar Pancasila ( Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan YME, berkebhinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis dan mandiri).
Secara Operasional komponen TP dapat memuat tiga aspek : Kompetensi, Konten dan Variasi.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangakaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase secara utuh menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase.
Prinsip Penyusunan ATP :
Perumusan dan penyusunan ATP berfungsi mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasi dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperolehsecara sistematis, konsisten, terarah dan terukur.
Penggunaan Kata Kerja Operasional dalam rumusan Tujuan Pembelajaran memfasilitasi guru dalam mengidentifikasi indikator atau kegiatan / aktifitas pembelajaran yang tentunya sangat terkait dengan pemiliah materi ajar dan jenis evaluasi pembelajaran baik formatif maupun sumatif.
Mari kita belajar menentukan Tujuan Pembelajaran yang diturunkan dari Capaian Pembelajaran
Contoh studi kasus, dalam mata pelajaran Matematika Fase B pada elemen Geometri tertulis Capaian Pembelajaran sebagai berikut :
Pada akhir Fase B, Peserta didik dapat mengidentifikasi benda-benda bangun datar (segiempat, segitiga dan lingkaran), menggambar bangun datar (segiempat, segitiga dan lingkaran) dengan mengikut pola, mengilustrasikan gambar bangun datar dengan gerakan
Kompetensi (berwarna kuning ) Lingkup Materi (berwarna biru)
Selanjutnya kita keluarkan dari CP agar menjadi Tujuan Pembelajaran, sehingga akan mencakup hal-hal dsebagai berikut :
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi benda-benda bangun datar (segiempat, segitiga dan lingkaran)
2. Peserta didik dapat menggambar bangun datar (segiempat, segitiga dan lingkaran) dengan mengikut pola
3. Peserta didik dapat mengilustrasikan gambar bangun datar dengan gerakan
Dalam contoh ini, setelah diturunkan dari CP setidaknya kita memiliki 3 (tiga) Tujuan Pembelajaran, dari mulai mengidentifikasi, menggambar dan mengilustrasikan bangun datar (segiempat, segitiga dan lingkaran)
Jobsheet:
Dengan cara yang sama, silahkan Bapak Ibu dalam Kelompok Mata Pelajaran melakukan identifikasi pada elemen CP mata pelajaran masing-masing. Kemudian identifikasi Kata Kerja Operasionalnya dan turunkan menjadi Tujuan Pembelajaran.
MENENTUKAN ATP
Setelah menurunkan ke dalam Tujuan Pembelajaran ( misal didapati sebanyak 20 TP) lalu bagaimana Tujuan-Tujuan Pembelajaran ini menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) ?
Dari seluruh TP yang sudah berhasil diturunkan dari CP , kita lakukan identifikasi kemudian dikelompokkan berdasarkan kompleksitas materi, dan juga kedalaman materi, sebagai contoh dari 20 TP yang ada pengelompokannya tidak sama ada yang hanya 3 TP, 6 TP, 5 TP..dst sebagaimana ilustrasi berikut :
SEMESTER Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
SEMESTER I
TP 1 TP 12 TP 11
TP 6 TP 3 TP 17
TP 16 TP 14 TP 9
TP 13 TP 8 TP 15
SEMESTER II
TP 19 TP 10 TP 18
TP 2 TP 4 TP 20
TP 7 TP 9
Setelah melakukan pengelompokkan seperti ini, kemudian kita menentukan TP mana yang akan diajarkan pada Kelas VII, Kelas VIII dan Kelas IX ( Fase D), beserta alokasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suatu kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) ibarat sebuah alur perjalanan yang akan ditempuh, dimana kita sudah tahu titik finishnya ( adalah CP ) pada akhir Fase.
START TP MERAH Kelas VII Smt I & II
TP BIRU KELAS VIII ( Semester I & II )
KELAS IX TP HITAM
Semester I & II
Nah…bagaimana cara kita mendapatkan inspirasi untuk memodifikasi dokumen TP dan ATP, silahkan buka Platform Merdeka Mengajar.
Selamat berkarya…
VII
VIII
IX