• Tidak ada hasil yang ditemukan

dokumen tentang Kantin Sekolah

N/A
N/A
Reva Putri

Academic year: 2023

Membagikan "dokumen tentang Kantin Sekolah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Kantin Sekolah

1. Kantin Sekolah Dasar (SD) No

. Nama Sekolah Nilai Yang Diperoleh Nilai Akhir Pengelola Sentra/

Kantin

TPP/

Gerai

1. SDN

Tambaksari I

59,61 91,1 75,355

2. SDN Ploso III 90,38 93,52 91,95

3. SDN Rangkah VI

50 92,3 71,15

4. SDN Ploso I 82,69 90 86,345

5. SDN Ploso V 76,9 93,5 85,2

Keterangan :

Nilai ≥50 : Memenuhi syarat Nilai <50 : Tidak memenuhi syarat a. SDN Tambaksari I

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa apabila nilai yang diperoleh lebih atau sama dengan 50 maka kantin tersebut memenuhi syarat, dan apabila nilai yang diperoleh dibawah 50 maka kantin tersebut tidak memenuhi syarat. Hasil observasi pada kantin SDN Tambaksari I menunjukkan angka 75,355. Nilai ini termasuk dalam kategori kantin yang memenuhi syarat.

Hasil observasi menunjukkan bahwa pada area luar TPP masih ditemukan adanya lalat. Pada area kantin tidak tersedia pengering tangan.

Kantin juga tidak memiliki toilet, tidak terpasang rambu jalur evakuasi dan tidak tersedia APAR serta tidak ada P3K. Sedangkan hasil observasi gerai pada komponen umum tidak adanya tempat pencucian peralatan dan bahan pangan. Pada komponen persiapan dan pengolahan pangan penjamah makanan tidak menggunakan APD pada saat mengolah makanan seperti celemek, masker, dan hairnet/ penutup rambut.

Penggunaan APD pada proses pengolahan makanan sangat penting, karena dapat menghindari kontaminasi silang antara makanan dan penjamah

(2)

b. SDN Ploso III

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa apabila nilai yang diperoleh lebih atau sama dengan 50 maka kantin tersebut memenuhi syarat, dan apabila nilai yang diperoleh dibawah 50 maka kantin tersebut tidak memenuhi syarat. Hasil observasi pada kantin SDN Ploso III menunjukkan angka 91,95. Nilai ini termasuk dalam kategori kantin yang memenuhi syarat.

Hasil observasi menunjukkan baha pada area kantin tidak tersedia tanda peringatan/ bahaya (alarm bahaya). Area kantin juga tidak tersedia APAR. Sedangkan hasil observasi gerai menunjukkan pada komponen persiapan dan pengolahan pangan, penjamah makanan tidak menggunakan APD pada saat mengolah makanan seperti celemek, masker, hairnet/ penutup kepala. Penggunaan APD pada proses pengolahan makanan sangat penting, karena dapat menghindari kontaminasi silang antara makanan dan penjamah.

c. SDN Rangkah VI

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa apabila nilai yang diperoleh lebih atau sama dengan 50 maka kantin tersebut memenuhi syarat, dan apabila nilai yang diperoleh dibawah 50 maka kantin tersebut tidak memenuhi syarat. Hasil observasi pada kantin SDN Rangkah VI menunjukkan angka 71,15. Nilai ini termasuk dalam kategori kantin yang memenuhi syarat.

Hasil observasi menunjukkan bahwa pada area kantin terdapat dinding yang berjamur dan retak. Area kantin sudah terdapat tempat sampah, namun tempat sampah tidak tetrtutup. Pada area kantin masih ditemukan adanya lalat yang berkeliaran dan tidak tersedia wastafel pengunjug. Tersedia toilet pada area kantin, namun toilet tidak terpisah bagi laki-laki dan perempuan. Area kantin juga belum memiliki tanda peringatan, jalur evakuasi dan Kawasan tanpa rokok, APAR, dan kotak P3K.

(3)

Hasil observasi pada tiap gerai kantin menunjukkan bahwa sudah tersedia tempat sampah, namun tempat sampah tidak tertutup. Pada komponen persiapan dan pengolahan pangan, penjamah makanan tidak menggunakan APD pada proses pengolahan makanan seperti celemek, masker, dan hairnet/ penutup kepala. Serta pada komponen penyajian pangan matang, pangan matang panas tidak dijaga pada suhu >60˚C dan hanya dibiarkan pada suhu ruang.

d. SDN Ploso I

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa apabila nilai yang diperoleh lebih atau sama dengan 50 maka kantin tersebut memenuhi syarat, dan apabila nilai yang diperoleh dibawah 50 maka kantin tersebut tidak memenuhi syarat. Hasil observasi pada kantin SDN Ploso I menunjukkan angka 86,345. Nilai ini termasuk dalam kategori kantin yang memenuhi syarat.

Hasil observasi menunjukkan bahwa area kantin sudah memiliki tempat sampah, namun tempat sampah tidak tertutup. Kantin tidak memiliki tanda peringatan, jalur evakuasi, Kawasan tanpa rokok, APAR , dan kotak P3K.

Hasil observasi pada tiap gerai pada komponen umum, gerai tidak tersedia tempat sampah yang tertutup, tidak tersedia tempat penyimpanan pangan yang tertutup, tidak memiliki ventilasi udara, dan terdapat bahan kimia yang bersebelahan dengan pangan matang yaitu cairan pembersih lantai. Pada komponen persiapan dan pengolahan pangan, penjamah makanan tidak menggunakan APD saat proses pengolahan makanan seperti celemek, masker, dan hairnet/ penutup kepala. Penggunaan APD pada proses pengolahan makanan sangat penting, karena dapat menghindari kontaminasi silang antara makanan dan penjamah.

e. SDN Ploso V

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa apabila nilai yang diperoleh lebih atau sama dengan 50 maka kantin tersebut memenuhi

(4)

syarat, dan apabila nilai yang diperoleh dibawah 50 maka kantin tersebut tidak memenuhi syarat. Hasil observasi pada kantin SDN Ploso V menunjukkan angka 85,2. Nilai ini termasuk dalam kategori kantin yang memenuhi syarat.

Hasil observasi menunjukkan bahwa pada area kantin tidak terdapat meja makan untuk pengunjung, tersedia wastafel, namun pada wastafel tidak tersedia sabun dan pengering tangan. Area kantin tidak tetrpasang rambu jalur evakuasi dan tidak tersedia kotak P3K.

Hasil observasi pada tiap gerai menunjukkan bahwa pada komponen persiapan dan pengolahan pangan, penjamah makanan tidak menggunakan APD saat proses pengolahan makanan seperti celemek, masker, dan hairnet/ penutup kepala. Penggunaan APD pada proses pengolahan makanan sangat penting, karena dapat menghindari kontaminasi silang antara makanan dan penjamah.

2. Kantin Sekolah Menengah Pertama (SMP) No

.

Nama Sekolah Nilai Yang Diperoleh Nilai Akhir Pengelola Sentra/

Kantin

TPP/

Gerai

1. SMPN 9

Surabaya

65,38 91,76 78,57

Keterangan :

Nilai ≥50 : Memenuhi syarat Nilai <50 : Tidak memenuhi syarat a. SMPN 9 Surabaya

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa apabila nilai yang diperoleh lebih atau sama dengan 50 maka kantin tersebut memenuhi syarat, dan apabila nilai yang diperoleh dibawah 50 maka kantin tersebut tidak memenuhi syarat. Hasil observasi pada kantin SMPN 9 Surabaya menunjukkan angka 78,57. Nilai ini termasuk dalam kategori kantin yang memenuhi syarat.

(5)

Hasil observasi menunjukkan bahwa area kantin sudah memiliki tempat sampah, namun tempat sampah yang tersedia tidak tertutup. Tidak tersedia wastafel, tidak ada pesan-pesan Kesehatan yang emnempel pada area kantin. Tidak ada tanda peringatan, APAR, dan kotak P3K.

Hasil observasi pada tiap gerai menunjukkan pada komponen persiapan dan pengolahan pangan, penjamah makanan tidak menggunakan APD saat proses pengolahan makanan seperti celemek, masker, dan hairnet/ penutup kepala. Penggunaan APD pada proses pengolahan makanan sangat penting, karena dapat menghindari kontaminasi silang antara makanan dan penjamah. Pada komponen penyajian pangan matang pangan yang disajikan tidak dikemas dengan penutup dan tempat memajang pangan matang terjadi kontak dengan vector dan Binatang pembawa penyakit.

3. Kantin Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) No

.

Nama Sekolah Nilai Yang Diperoleh Nilai Akhir Pengelola Sentra/

Kantin

TPP/

Gerai

1. SMK IKIP

Surabaya

88,46 91,76 90,11

Keterangan :

Nilai ≥50 : Memenuhi syarat Nilai <50 : Tidak memenuhi syarat a. SMK IKIP Surabaya

Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa apabila nilai yang diperoleh lebih atau sama dengan 50 maka kantin tersebut memenuhi syarat, dan apabila nilai yang diperoleh dibawah 50 maka kantin tersebut tidak memenuhi syarat. Hasil observasi pada kantin SMK IKIP Surabaya menunjukkan angka 90,11. Nilai ini termasuk dalam kategori kantin yang memenuhi syarat.

(6)

Hasil observasi menunjukkan bahwa area kantin masih terdapat lalat yang berkeliaran. Area kantin sudah tersedia tempat sampah, namun tempat sampah tidak tertutup.area kantin juga tidak memiliki APAR.

Hasil observasi pada tiap gera menunjukkan pada komponen persiapan dan pengolahan pangan, penjamah makanan tidak menggunakan APD saat proses pengolahan makanan seperti celemek, masker, dan hairnet/ penutup kepala. Penggunaan APD pada proses pengolahan makanan sangat penting, karena dapat menghindari kontaminasi silang antara makanan dan penjamah. Pada komponen penyajian pangan matang pangan yang disajikan tidak dikemas dengan penutup dan tempat memajang pangan matang terjadi kontak dengan vector dan Binatang pembawa penyakit.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat variabel yang ada hubungan dengan kontaminasi Escherichia coli yaitu personal higiene penjamah makanan, tempat pengolahan

Pengolahan Minuman Es Teh Dari hasil observasi dapat dilihat bahwa semua pedagang tidak menggunakan APD (celemek, tutup kepala, sarung tangan dan penutup mulut) pada saat

Berdasarkan hasil observasi dalam penelitian ini diketahui bahwa sebagian besar penjamah makanan tidak menggunakan celemek, senada dengan hasil penelitian Agustina dkk (2010) yang

Pengolahan makanan adalah semua kegiatan yang berhubungan dengan pengadaan bahan makanan, penyimpanan, pengolahan, pengangkutan dan penyajian makanan, sedangkan sanitasi

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Petugas Penjamah Makanan dengan Praktek Higiene dan Sanitasi Makanan di Unit Gizi RSJD Dr.. Amino Gondohutomo Semarang

Bahan tambahan pangan adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan komponen khas makanan, mempunyai atau tidak mempunyai

Untuk menghindari adanya kuman pada makanan, maka penjamah makanan harus menerapkan keamanan pada makanan mulai dari persiapan bahan makanan, pengolahan, peralatan

Latar Belakang Penjamah makanan merupakan orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan, dari mulai tahap persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan sampai