• Tidak ada hasil yang ditemukan

EARLY WARNING SCORE

N/A
N/A
Tyas Sulistyo

Academic year: 2023

Membagikan "EARLY WARNING SCORE"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

EARLY

WARNING

SCORE

(2)

POKOK PEMBAHASAN

1.PENGERTIAN EARLY WARNING SCORE 2.TUJUAN EARLY WARNING SCORE

3.ASPEK YANG DINILAI / PARAMETER DALAM EARLY WARNING SCORE

4.CARA PENILAIAN DAN ANALISIS EARLY WARNING

SCORE

(3)

PENGERTIAN EARLY WARNING

SCORE

01

(4)

EARLY WARNING SCORE

Early Warning Score atau disingkat EWS, dalam bahasa Indonesia Skor Peringatan Dini, merupakan suatu pendekatan yang digunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi penurunan klinis dan deteksi dini suatu kondisi yang abnormal pada pasien di rumah sakit.EWS merupakan sistem dari penilaian atau identifikasi terhadap kondisi fisiologis yang didapatkan dari respon klinis sebelum pasien mengalami kedaruratan. Proses dari pengidentifikasian pasien dengan lebih optimal akan mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi, mengurangi beberapa resiko yang kemungkinan terjadi seperti ketidakpastian dosis obat, kesalahan letak lokasi operasi, resiko- resiko pasien jatuh hingga menjaminkan adanya keselamatan pada pasien. Maka EWS, akan menjadi salah satu hal yang sangat penting dan dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan.

Dalam Permenkes RI nomor 11 tahun 2017, juga menyatakan bahwa salah satu cara menjaga keselamatan pasien dapat diterapkan dengan mengintegrasikan pengelolaan risiko yang terjadi kepada pasien.

(5)

TUJUAN EARLY WARNING SCORE

02

(6)

EWS mempunyai beberapa tujuan yang sangat penting dan membuktikan bahwa keberadaan EWS dibutuhkan di setiap rumah sakit, yaitu :

1. EWS bertujuan untuk dijadikan sebagai alat atau acuan memprediksi kegawatdaruratan pasien yang perlu untuk dipahami oleh setiap tenaga kesehatan di rumah sakit.

2.EWS bertujuan untuk menurunkan angka resiko kegawatdaruratan pada pasien dengan syarat tenaga kesehatan telah memberikan asuhan sesuai standar protokol yang ada.

3. Memberi informasi penting kepada tenaga kesehatan, si pemberi asuhan kesehatan.

4. Meningkatkan kepekaan dan perhatian tenaga kesehatan

5. Sebagai acuan yang melatih daya improvisasi tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis secara cepat dan tepat.

(7)

ASPEK YANG DINILAI /

PARAMETER EWS

03

(8)

1.

Pada sejarah perkembangan EWS, pertama kali oleh tokoh bernama Morgan dan teman-temannya membuat 5 skor parameter dari EWS yaitu :

a.

Laju Nadi (heart rate)

b.

Tekanan darah sistolik (systolic blood pressure)

c.

Laju pernapasan (respiratory rate)

d.

Suhu (temperature)

e.

Tingkat kesadaran (conscious level)

(9)

Seiring berkembangnya zaman, dengan adanya kemajuan IPTEK maka 5 parameter berubah menjadi 7 parameter yaitu :

a.

Tingkat kesadaran

b.

Laju pernapasan

c.

Saturasi oksigen

d.

Oksigen tambahan (non-rebreathing mask, rebreathing mask, nasal kanula)

e.

Suhu

f.

Denyut nadi

g.

Tekanan darah sistolik

(10)

2. Secara umum EWS terdiri atas :

A. National Early Warning Scores (NEWS)

Merupakan sistem penilaian yang sistematis menggunakan skoring untuk mengidentifikasi perubahan kondisi pasien sekaligus merencanakan rencana tindak lanjutnya.

Terdapat Triad NEWS, yaitu :

Deteksi dini

Tepat waktu

Respon tenaga medis yang kompeten

Ada 6 parameter fisiologis dari NEWS :

Laju pernapasan

Saturasi oksigen

Suhu tubuh

Tekanan darah sistolik

Denyut jantung

Tingkat kesadaran

(11)

B. Modified Early Warning Scores(MEWS)

Merupakan sistem penilaian yang sistematis menggunakan skoring untuk mengidentifikasi pada pasien rawat inap dengan kebutuhan tingkat perawatan yang lebih tinggi dan beresiko mengalami kematian di rumah sakit.

Ada 6 parameter fisiologis dari MEWS :

Laju pernapasan

Saturasi oksigen

Suhu tubuh

Tekanan darah sistolik

Denyut jantung

Tingkat kesadaran

(12)

C. Pediatric Early Warning System (PEWS)

Merupakan sistem penilaian yang sistematis sebagai alat klinis yang dikelola perawat dengan menggunakan tanda-tanda vital dan tanda gejala pasien untuk menyaring pasien yang beresiko mengalami perburukan.

Ada 5 parameter fisiologis dari PEWS :

Suhu tubuh

Laju pernapasan

Warna kulit

Tekanan sistolik

Tingkat kesadaran

(13)

Hasil EWS memiliki interpretasi tingkatan nilai, yaitu:

1.

Nilai rendah, yaitu skor peringatan dini yang berkisar skor 1-4.

2.

Nilai sedang, yaitu skor peringatan dini yang berkisar skor 5-6.

3.

Nilai tinggi, yaitu skor peringatan dini yang berkisar skor lebih

dari 7.

(14)

CARA PENILAIAN DAN ANALISIS

EWS

04

(15)

TABEL EARLY WARNING SCORE

Parameter Fisisologis

Sekor

3 2 1 0 1 2 3

Pernafasan <8   9-11 12-20   21-24 >25

Saturasi  Oksigen

<91 92-93 94-95 >96      

Suhu <35,0   35,1-36,0 36,1-38,0 38,1-39,0 >39,1  

Tekanan Darah sistolik

<90 91-100 101-110 111-219     >220

Nadi <40   41-50 51-90 91-110 111-130 >131

Tingkat kesadaran

      A     V.P.U

(16)

KETERANGAN EWS

NO NILAI  EWS

FREKUENSI MONITORING

ASUHAN YANG DI BERIKAN

1. 0 Minimal setiap 12 jam  sekali

Lanjutkan observasi/monitoring secara rutin 2. Total score

1-4  

     

Minimal setiap 4-6 jam  sekali

Perawat pelaksana menyampaikan informasi terkait  kepada koordinator/ penanggung jawab jaga ruangan  tentang siapa yang melaksanakan asesmen selanjutnya.

Ketua tim/penanggung jawab membuat keputusan:

1.Memperbanyak tindakan observasi/monitoring 2.Memperbaiki asuhan yang dibutuhkan oleh pasien

(17)

KETERANGAN EWS

3. Total score 5  dan 6 

Peningkatan frekuensi  observasi/monitoring.

 

Setidaknya setiap 1 jam sekali

1. Koordinator (perawat) segera memberikan informasi  tentang kondisi pasien kepada dokter jaga atau DPJP 2. Dokter jaga atau DPJP melakukan asesmen sesuai 

komprehensinya dan menentukan kondisi pasien apakah  dalam penyakit akut

3. Menyiapkan fasilitas monitoring yang lebih canggih

4. Total score 7  atau lebih

Lanjutkan observasi / 

monitoring tanda-yanda vital 1. Ketua tim perawat melaporkan pada tim kode blue 2. Tim kode blue melakukan assessment segera

3. Stabilisasi oleh tim code blue dan pasien dirujuk  intermediate care

4. Untuk pasien IGD (prioritas 3,4 dan 5) perawat 

penanggung jawab segera kirim pasien ke ruang resusitas  untuk penanganan Bantuan Hidup Lanjut(BHL)

(18)

APAKAH ADA PERTANYAAN?

(19)

KESIMPULAN

Early Warning Score atau disingkat EWS, dalam bahasa Indonesia Skor Peringatan Dini, merupakan suatu pendekatan yang digunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi penurunan klinis dan deteksi dini suatu kondisi yang abnormal pada pasien di rumah sakit.

Dari sini dapat dikatakan bahwa EWS merupakan sistem dari penilaian atau identifikasi terhadap kondisi fisiologis yang didapatkan dari respon klinis sebelum pasien mengalami kedaruratan. EWS mempunyai tujuan untuk sebagai alat atau acuan memprediksi kegawatdaruratan pasien yang perlu untuk dipahami oleh setiap tenaga kesehatan di rumah sakit, menurunkan angka resiko kegawatdaruratan pada pasien dengan syarat tenaga kesehatan telah memberikan asuhan sesuai standar protokol yang ada, memberi informasi penting kepada tenaga kesehatan, meningkatkan kepekaan dan perhatian tenaga kesehatan dan sebagai acuan yang melatih daya improvisasi tenaga medis dalam mengambil keputusan klinis secara cepat dan tepat.

Referensi

Dokumen terkait

Early Warning System via SMS yang dirancang adalah sistem peringatan dini yang menerima informasi dari BMG dan kemudian. meneruskankan informasi mengenai adanya gempa

Lampiran 4 Kuesioner Tingkat Pengetahuan dan Pelaksanaan Early Warning Score Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Bandung Kiwari. Lampiran 5 Tabel Distribusi Jawaban Responden Lampiran

Sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan nilai rerata skor EWS pre test sebesar 5,83 dan rerata skor EWS post test sebesar 5,67 sehingga didapat nilai perbedaan kedua skor tersebut

Alat yang dibuat sebagai early warning system gempa bumi dapat bekerja dengan baik dan dapat memberikan peringatan berupa alarm jika mendeteksi getaran gempa bumi.. KATA KUNCI:

EARLY WARNING PROCESS BASED ON EC-BP First use Efficacy Coefficient Method to evaluate the historical period risk, given an integrated early warning score, according to the score

Literature review 2018 Mengetahui adanya pengaruh early warning system terhadap keslamatan pasien Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan ketrampilan perawat

Skor NEWSS dan Respon Klinis Pediatric Early Warning System PEWS Digunakan pada pasien anak berusia saat lahir -16 tahun Digunakan untuk mengasesmen penyakit akut, mendeteksi

Agenda The ideal early warning framework Traditional monitoring vs early warning Characteristics of early warning signals Getting started: getting past the theory Innovative data