HIPERTENSI PADA KEHAMILAN
CE KEL 4
PENGERTIAN HIPERTENSI PADA KEHAMILAN
hipertensi yang terjadi Ketika hipertensi pertama kali terdeteksi pada ibu yang diketahui normotensif (memiliki tekanan darah normal) setelah 20 minggu
kehamilan , tekanan darah ibu meningkat di atas 140/90 mmHg pada setidaknya dua kejadian yang rentang waktunya tidak lebih dari satu minggu.
FAKTOR RESIKO HIPERTENSI PADA KEHAMILAN
• Keturunan/genetic
• Obesitas
• Stress
• Rokok
• pola makan yang salah
• Emosional
TANDA DAN GEJALA HIPERTENSI PADA KEHAMILAN
Tekanan darah ≥ 140/90
Tidak ada riwayat hipertensi sebelumnya
Tidaak ditemukan proteinurin
Sakit kepala
Perubahan penglihatan
Nyeri pada perut bagian atas
Urin dari buang air kecil menurun.
Penurunan kadar trombosit dalam darah
Gangguan pada fungsi hati
Sesak napas
Urin dari buang air kecil menurun
Kenaikan tiba-tiba pada berat badan dan pembengkakan (edema),khususnya di wajah dan tangan
PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA KEHAMILAN
• Mengatur pola hidup sehat
• Mengatur pola makan
• Banyak mengkonsumsi makan-makanan yang bergizi
• Istirahat yang cukup
• Olahraga
• Menghindari konsumsi garam berlebih
• Anti hipetensi
• Kalsium
• Vitamin C, vitamin E
EDUKASI
KEISLAMAN
EDUKASI
KEISLAMAN
REFERENS I
1. Alatas, H., 2019. Hipertensi Dalam Kehamilan. Purwokerto: Politeknik Kemenkes Semarang.
2. Seely E, Ecker J. Chronic Hypertension in Pregnancy. Circulation. 2021;129(11):1254-1261.