RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI
Pengertian Epidemilogi
- Ruang Lingkup Epidemiologi
Epidemiologi adalah ilmu tentang frekuensi dan sebaran masalah kesehatan pada kelompok masyarakat serta faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan seseorang (Asrul ASwar, 1999). Epidemiologi adalah ilmu tentang sebaran dan determinan penyakit dan kondisi kesehatan pada suatu populasi, serta penerapannya yang dilakukan untuk mengendalikan permasalahan kesehatan yang ada (CDC, 2002; Terakhir 2001, Gordis, 2000).
Ruang Lingkup Epidemiologi Kesehatan
- Ruang Lingkup Kesehatan Reproduksi
- Ruang Lingkup Epidemiologi Kesehatan
Namun hal tersebut tidak bisa menjadi patokan kejadian ini karena komplikasi kelahiran juga dapat terjadi pada ibu hamil yang tidak memiliki faktor risiko. Dan tidak disarankan untuk melakukan pemeriksaan dalam karena dapat menyebabkan pendarahan hebat pada ibu hamil.
REPRODUKSI PADA PRIA
Pendahuluan
Banyak zat tak hidup seperti cairan, hormon dan feromon juga merupakan aksesoris penting bagi sistem reproduksi (Barrett, 2002). Sedangkan sistem reproduksi wanita berfungsi menghasilkan sel telur dan menyediakan tempat bagi janin selama kehamilan (Saputra, 2021).
Pengertian Reproduksi Pria
Organ Reproduksi Pria
Faktor yang mempengaruhi perkembangan dan fungsi kelenjar prostat banyak terdiri dari hormon seks pria, yaitu testosteron (Hafandi, tanpa kurma). 2) Vas deferens dan vesikula seminalis. Vas deferens memiliki panjang 4 cm dan berasal dari ujung bawah epididimis kemudian naik sepanjang sisi posterior testis dalam bentuk gulungan bebas.
Fisiologi reproduksi pria
- Spermatogensis
- Ereksi, Emisi Dan Ejakulasi
- Pengaturan sekresi gonadotropin pada pria
Faktor risiko adalah keadaan pada ibu hamil yang dapat menimbulkan kemungkinan timbulnya risiko/bahaya komplikasi pada saat melahirkan yang dapat menimbulkan kematian atau sakit pada ibu dan bayinya. Penyebab utama kematian ibu hamil di Indonesia adalah perdarahan, hipertensi saat hamil dan infeksi pada ibu hamil.
REPRODUKSI PADA WANITA
Pengantar
Alat reproduksi wanita terdiri dari alat reproduksi luar dan alat reproduksi dalam dan mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Organ reproduksi bagian luar berfungsi sebagai jalur masuknya sperma ke dalam tubuh wanita sebagai garis pertahanan pertama untuk melindungi organ reproduksi bagian dalam dari berbagai infeksi organisme” (Masturi, 2017).
Alat Kelamin Luar
Normalnya, selaput dara berlubang sehingga berfungsi sebagai saluran aliran darah saat menstruasi atau keluarnya cairan dari kelenjar endometrium dan kelenjar endometrium (lapisan dalam rahim).
Alat Kelamin Dalam
Lapisan otot rahim terdiri dari tiga lapisan yang dapat tumbuh dan berkembang sehingga memungkinkannya menopang dan melanjutkan kehamilan selama sembilan bulan. Pada saat yang sama, sel telur yang tidak dibuahi akan dipecah dan dipecah menjadi darah menstruasi.
Sistem Hormonal Pada Wanita
Hormon GnRH adalah hormon yang diproduksi oleh hipotalamus otak, GnRH, yang merangsang kelenjar hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon gonadotropin. Hormon estrogen yang diproduksi oleh ovarium tersedia dalam berbagai jenis, namun produk yang paling umum adalah estradiol.
Siklus Menstruasi
Luteum sudah berumur 8 hari dan tidak dapat lagi mempertahankan lapisan rahim setelah kematian karena hormon estrogen dan progesteron menurun hingga hilang. Penurunan dan hilangnya hormon estrogen dan progesteron menyebabkan periode vasokonstriksi (penyusutan), dimana lapisan rahim tidak menerima cukup darah.
Gangguan Menstruasi
Salah satu strategi untuk menurunkan angka kematian ibu adalah dengan mencegah/menurunkan kemungkinan terjadinya ibu hamil. Wanita hamil dengan kehamilan sebelumnya belum pernah melahirkan cukup bulan dan berat badan lahirnya rendah.
FAKTOR RISIKO PERNIKAHAN DINI
Pendahuluan
Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan dengan remaja putri yang berusia dibawah 20 tahun (Kusmiran E., 2011). Pernikahan dini berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan, seperti komplikasi pada kehamilan dan persalinan serta dapat berakhir pada kematian ibu (Tukiman, 2015).
Faktor Risiko Pernikahan Dini
- Faktor Ekonomi
- Faktor Pendidikan
- Faktor Orang Tua
- Faktor Media Massa
- Faktor Adat atau Kebiasaan Lokal
- Faktor Perceraian Orang Tua (Broken Home)
Standar pelayanan antenatal adalah pelayanan yang diberikan kepada ibu hamil memenuhi kriteria 10 T (Kementerian Kesehatan RI, 2020). Identifikasi faktor risiko ibu hamil dengan komplikasi kehamilan dan persalinan', Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Higeia, 5(2), hal.
PROGRAM KELUARGA BERENCANA
Pendahuluan
Keluarga berencana adalah fondasi kesehatan dan hak seksual dan reproduksi dan mempengaruhi pendidikan, keterampilan dan pekerjaan, kesetaraan gender, kesehatan, dll. Mereka menyadari bahwa keluarga berencana berbasis hak sukarela menawarkan keuntungan investasi jangka pendek dan jangka panjang yang luar biasa.
Pesan Kunci
Secara global, peningkatan terbesar sejak tahun 2000 dalam proporsi perempuan yang mampu memenuhi kebutuhan keluarga berencana dengan metode modern terjadi pada perempuan berusia 15 hingga 24 tahun. Peningkatan ini merupakan yang terbesar di antara sepuluh negara yang mencapai kemajuan terbesar dalam memenuhi kebutuhan keluarga berencana dengan metode modern sejak tahun 1990.
Hak Asasi Manusia dan Keluarga Berencana
Jangan meminta klien, bahkan klien baru, untuk mendapatkan izin orang lain untuk menggunakan KB atau metode KB tertentu. Tanyakan apa yang penting bagi pelanggan – apa yang diinginkan pelanggan dan bagaimana pelanggan menginginkan layanan yang diinginkan diberikan.
Kriteria Kelayakan Medis Untuk Penggunaan
Cania, 2017) “Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah dengan skrining dan surveilans kehamilan, yaitu deteksi dini terhadap ibu hamil risiko tinggi, yang lebih fokus pada kondisi penyebab kematian ibu dan bayi.” Wanita hamil anak kembar memiliki risiko hingga dua kali lipat terkena preeklamsia dibandingkan ibu hamil.
FAKTOR RISIKO PENYULIT PADA KEHAMILAN
Pendahuluan
Upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) harus gencar dilakukan sebagai salah satu indikator dalam menilai tingkat kesehatan masyarakat. Selain itu, sebagian besar penyebab kematian ibu merupakan hal yang dapat dicegah sehingga komplikasi akibat kehamilan dan persalinan dapat dihindari.
Kehamilan Risiko Tinggi
Namun demikian, tidak menutup kemungkinan masih banyak penyebab kematian ibu secara tidak langsung yang berkaitan dengan faktor akses, sosial budaya, pendidikan, dan ekonomi. Diperlukan upaya pencegahan untuk menurunkan angka kematian ibu. Deteksi dini kehamilan dapat dijadikan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kehamilannya.
Kriteria Kehamilan Risiko Tunggi
Resiko tinggi pada masa kehamilan dapat ditemukan menjelang masa kehamilan, pada saat awal kehamilan, pada pertengahan kehamilan, pada saat melahirkan kedua bahkan setelah melahirkan.Ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan atau gangguan kesehatan akan dimasukkan dalam kategori resiko tinggi, sehingga kebutuhan akan pelaksanaan asuhan pada masa kehamilan semakin meningkat. Deteksi dini kehamilan dapat dijadikan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kehamilannya.
Faktor –Faktor Kehamilan Risiko Tinggi
Bahaya yang mungkin terjadi antara lain preeklamsia, cacat bawaan pada bayi, kelainan postur tubuh, kelahiran prematur, dan perdarahan pasca melahirkan. Bahaya yang bisa terjadi adalah bayi terlahir dengan gangguan pernapasan serius dan bayi bisa meninggal.
Bahaya Kehamilan Risiko Tinggi
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram, berapapun usia kehamilannya. Penyebab terbesar terjadinya bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah permasalahan pada masa kehamilan pada ibu, dapat berupa penyakit penyerta ibu, gizi buruk atau usia ibu.
Skor Poedji Rochjati
Pencegahan Kehamilan Risiko Tinggi
Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, persalinan prematur, aborsi, dll. penyebabnya, sedangkan pemberian makan berlebih menyebabkan preeklamsia, bayi terlalu besar, dll. Keadaan ini menyebabkan perawatan gigi menjadi terbengkalai sehingga berujung pada karies gigi, radang gusi, dan lain sebagainya.
Penatalaksanaan Kehamilan Risiko Tinggi
Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi
Standar Antenatal Care
Berdasarkan hasil pemeriksaan kehamilan di atas dan hasil pemeriksaan laboratorium, maka segala kelainan pada ibu hamil harus sesuai dengan standar dan kewenangan tenaga kesehatan. Program kesehatan ibu di Indonesia merekomendasikan agar ibu hamil menjalani pemeriksaan antenatal minimal empat kali selama kehamilan: pada trimester kedua (usia kehamilan 12-24 minggu), dan minimal dua kali pada trimester ketiga (usia kehamilan 24 minggu hingga melahirkan). .”
Faktor Resiko Penyulit Persalinan
Kondisi ibu hamil juga dipengaruhi oleh aktivitas ibu selama hamil, ibu hamil yang banyak bergerak saat hamil akan mampu mempengaruhi (mempercepat) proses persalinan. Ibu hamil yang banyak melakukan aktivitas berat, seperti angkat beban dan melakukan pekerjaan berat, dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.
Penatalaksanaan Penyulit Persalinan
Kunjungan antenatal idealnya dilakukan segera setelah ibu hamil (terlambat haid) dengan tujuan untuk memastikan kehamilan dan melihat keadaan kesehatan ibu dan janin.membantu persalinan (pada kasus plasenta previa, preeklamsia) Kunjungan ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya minimal 6 kali selama masa kehamilan. Melakukan pemeriksaan dini dan pengobatan secara teratur dapat mengurangi risiko komplikasi saat persalinan dan pasca melahirkan. Persalinan SC adalah kelahiran bayi melalui sayatan perut dan rahim, kehilangan pengalaman melahirkan secara tradisional dapat berdampak buruk pada konsep diri ibu.
Dampak Penyulit Persalinan
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang deteksi kanker serviks adalah melalui pendekatan promosi. Salah satu yang dapat dilakukan adalah melalui konseling atau pemberian pendidikan kesehatan kepada wanita usia subur (WCA) yang berisiko terkena kanker serviks.
JENIS-JENIS KELAINAN LETAK PLASENTA
Pendahuluan
Salah satu kelainan letak plasenta adalah plasenta letak rendah disebut juga dengan plasenta previa yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin, karena plasenta tertanam pada segmen bawah rahim, sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir, yang ditandai dengan adanya pendarahan rahim yang dapat menyebabkan pendarahan hebat, akibatnya ibu mengalami syok dan bayi dapat menyebabkan mati lemas saat lahir. Selain itu juga terdapat masalah lepasnya plasenta dari perlekatannya pada rahim sebelum waktu persalinan yang disebut dengan solusio plasenta, dimana dampak dari kelainan posisi plasenta dapat mengakibatkan perdarahan, kontraksi rahim yang tidak normal. . , DJJ tidak normal, nyeri perut dan punggung yang dialami ibu. , tekanan darah rendah dan detak jantung ibu yang cepat.
Pengertian Plasenta
Ada pula masalah lain yang dapat terjadi, yaitu adanya kelainan pada letak plasenta, seperti rendahnya posisi plasenta, kemungkinan terdapat robekan pada jalan lahir saat melahirkan, menempelnya plasenta pada rahim sangat kuat, jadi dia harus dikeluarkan dengan tangan bahkan perlu dikikis hingga bersih. Perkiraan peneliti mengenai kejadian plasenta rendah di Indonesia. Di Indonesia dilaporkan oleh beberapa peneliti sekitar 2,4% hingga 3,56% dari seluruh kehamilan (Fitrianingsih 2016).
Bagian-bagian dan Letak Plasenta
Manfaat Plasenta
Penyakit dan kelainan Plasenta
Deteksi dini dapat dilakukan pada wanita usia subur yang berisiko atau mempunyai gejala, dengan tujuan untuk mendeteksi kanker serviks pada stadium dini. Buku Saku Kanker Serviks untuk Meningkatkan Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks di WUS', Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JKPM), 1(1), hal.
PERKEMBANGAN KEHAMILAN KEMBAR
Kehamilan Kembar
- Etiologi janin kembar
- Proses terjadinya kehamilan kembar
- Faktor Pendukung Kehamilan Kembar
Rata-rata usia kehamilan bayi kembar adalah 35 minggu, sedangkan kembar tiga adalah 33 minggu. Kehamilan kembar dizigotik adalah dua sel telur yang telah dibuahi (dua sperma dan dua sel telur), yang memiliki salurannya sendiri dan amniosak.
Komplikasi Hamil Kembar
Namun pada kehamilan kembar berbeda jenis, risiko kematiannya sekitar 1,2 persen atau lebih. Sedangkan pada kehamilan kembar sesama jenis, keseimbangan lebih dari 20 persen atau 250 gram meningkatkan risiko kematian.
Diagnosa
Kejadian anemia pada kehamilan kembar sering terjadi akibat tingginya kebutuhan nutrisi dan peningkatan volume plasma yang tidak sebanding dengan peningkatan sel darah merah, sehingga kadar hemoglobin menurun. Oleh karena itu, anemia sering terjadi pada kehamilan kembar. Janin kembar, elevasi uterus akibat kandung kemih penuh, anamnesis tidak akurat, hiramnion, dan tanda lahir hidatidosa.
Penatalaksanaan Kehamilan Kembar
Pemeriksaan ini merupakan metode terbaik yang dapat dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengurangi kasus kanker serviks yang dapat berujung pada kematian. PENGETAHUAN, DETEKSI DINI DAN VAKSINASI HPV SEBAGAI FAKTOR PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DI KABUPATEN SUKOHARJO', Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11.
JENIS – JENIS ABORTUS
Pendahuluan
Salah satu masalah kehamilan yang paling umum adalah keguguran. Dari 46 juta kelahiran per tahun, 20 juta kasus disebabkan oleh keguguran. Pendarahan akibat aborsi biasanya terjadi pada trimester pertama dan kedua (Akbar dan Medan, 2019) (Asniar, Setiawati, dan Trisnawaty, 2022).
Pengertian Abortus
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan janin dapat hidup jika masa kehamilan minimal 500 gram. Aborsi adalah penghentian atau pelepasan janin yang berumur dua puluh minggu, janin yang beratnya kurang dari 500 gram, atau janin yang panjangnya kurang dari 25 cm.
Faktor Predisposisi
- Diagnosis
- Klasifikasi Abortus
- Menurut Gambaran Klinis
Terjadinya pendarahan rahim pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil pembuahan masih berada di dalam rahim, dan tanpa dilatasi serviks. Diagnosis dapat dipermudah jika dapat diperiksa hasil pembuahannya dan dapat dikatakan semuanya sudah keluar secara lengkap.
Pemeriksaan Penunjang
Tertutup Janin meninggal, namun tidak keluar jaringan janin Sumber : Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu dan Institusi Pelayanan Kesehatan Primer dan. Dengan pelaksanaan dan interpretasi yang cermat, pemeriksaan USG dapat menentukan berhasil atau tidaknya kehamilan (Kurniati et al., 2015).
Penatalaksanaan Umum
Penatalaksanaan Khusus
- Abortus Imminens
- Abortus Insipiens
- Abortus Inkomplit
- Abortus Komplit
- Missed Abortion
Setelah syok berlalu, lakukan kuretase lalu suntikkan ergometrin 0,2 mg secara intramuskular untuk mempertahankan kontraksi otot rahim. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Abortus Inkomplit Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Amanat Tahun 2021
KANKER SERVIKS
Pendahuluan
Definisi Kanker Serviks
- Penyebab kanker serviks
- Patofisiologis
- Faktor Resiko Kanker Serviks
- Manifestasi Klinis
- Diagnosis
- Klasifikasi Stadium Kanker berdasarkan
Semua lesi yang terlihat secara makroskopis, meskipun invasi hanya dangkal, termasuk dalam stadium IB. IB: Jika lesi terlihat secara klinis dan terbatas pada serviks, atau secara mikroskopis lesi lebih besar dari IA2.
Pencegahan Kanker Serviks
- Pap Smear
- Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA)
Hal ini harus diperhatikan karena penggunaan Pap smear untuk tujuan skrining dini kanker serviks seringkali menimbulkan masalah, yaitu ketika diagnosis klinis tidak sesuai dengan diagnosis sitologi. Penulis adalah dosen tetap pada Program Studi Profesi Kebidanan, Departemen Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.