• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etika dan Profesi Pengawas serta Penilik Sekolah

N/A
N/A
Desti Rahmawati

Academic year: 2025

Membagikan "Etika dan Profesi Pengawas serta Penilik Sekolah"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

ETIKA DAN PROFESI PENDIDIKAN (PENGAWAS DAN PENILIK SEKOLAH)

Makalah Ini Disusun Sebagai Tugas Mata Kuliah Etika dan Profesi Pendidikan

Dosen Pengampu : Dra. Ika Ernawati, M.Pd.

Oleh :

Desti Rahmawati (24144200048) Selly Nur Rahma (24144200066)

Azis Muzaki Pratama (24144200080)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA 2025

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis tujukan ke hadirat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. yang telah memberikan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga makalah yang berjudul Pengawas dan Penilik Sekolah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Makalah Pengawas dan Penilik Sekolah ini terdiri atas bab, yaitu (1) BAB I PENDAHULUAN: Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, Manfaat, dan Metode Penulisan, (2) BAB II PEMBAHASAN: Pengertian Pengawas dan Penilik Sekolah. UU yamg Mengatur Pengawas dan Penilik Sekolah, Syarat-syarat Pengawas dan Penilik Sekolah, Sistem Pemberian Imbalan atau Penggajian Pengawas dan Penilik Sekolah, Tugas-tugas Pengawas dan Penilik Sekolah, Pembinaan Pengawas dan Penilik Sekolah, Pengembangan Karir Pengawas dan Penilik Sekolah (Kenaikan Pangkat/Gol/Jab), Organisasi Pengawas dan Penilik Sekolah, Kode Etik Pengawas dan Penilik Sekolah, dan (3) PENUTUP: Simpulan dan Saran serta Daftar Pustaka.

Makalah Pengawas dan Penilik Sekolah ini dapat terwujud berkat dukungan dari teman-teman sekelas dan bimbingan dari dosen pengampu Mata Kuliah Etika dan Profesi Pendidikan, yaitu Dra. Ika Ernawati, M.Pd. yang dengan sabar dan menyediakan waktunya untuk mengoreksi makalah ini.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan belum sempurna. Oleh karna itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dan mendidik guna perbaikan makalah selanjutnya. Penulis juga berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca. Terima kasih.

Yogyakarta, 24 Maret 2025

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN...2

A. Latar Belakang...2

B. Rumusan Masalah...3

C. Tujuan Penulisan... 3

D. Manfaat Penulisan...4

E. Metode Penulisan... 4

BAB II PEMBAHASAN...4

A.Pengertian Pengawas dan Penilik Sekolah...4

B.Undang-Undang yang Mengatur Pengawas dan Penilik Sekolah...6

C.Syarat-syarat Menjadi Pengawas dan Penilik Sekolah...8

D.Sistem Pemberian Imbalan/ Penggajian Profesi Pengawas dan Penilik Sekolah...9

E.Tugas - tugas Sub Profesi Pengawas dan Penilik Sekolah...10

F.Pembinaan Pengawas dan Penilik Sekolah...12

G.Pengembangan Karier... 14

H.Organisasi Pengawas dan Penilik Sekolah...15

I.Kode Etik Pengawas dan Penilik Sekolah...16

J.Perbedaan Pengawas dan Penilik Sekolah...17

BAB III PENUTUP... 19

A.Simpulan...19

B.Saran...19

DAFTAR PUSTAKA...20

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Pendidikan berperan mengantarkan suatu bangsa pada satu tujuan mulia untuk mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan taraf kebudayaan bangsa tersebut. Salah satu pernyataan mengatakan bahwa “semakin tinggi dan maju tingkat pendidikan suatu Negara, maka semakin tinggi budaya dan kehidupan sosial warga Negara tersebut”. Terlepas dari benar tidaknya pernyataan ini, dapat diambil satu premis bahwa pentingnya pendidikan akan menentukan nasib suatu bangsa pada suatu waktu yang akan datang. Dengan demikian, tidak ada lagi tawar- menawar bahwa pendidikan merupakan satu prioritas yang harus diutamakan dalam rangka pembangunan dan pengembangan suatu bangsa.

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, peran tenaga kependidikan seperti pengawas dan penilik sekolah menjadi sangat vital.

Pengawas sekolah bertugas melakukan supervisi akademik dan manajerial pada satuan pendidikan formal, seperti TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Mereka membantu meningkatkan kemampuan profesional guru agar mutu proses pembelajaran dapat ditingkatkan.

Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan, pengawas dan penilik sekolah memiliki perbedaan dalam lingkup tugas dan satuan pendidikan yang menjadi fokusnya. Pengawas sekolah berfokus pada pendidikan formal, sementara penilik sekolah berfokus pada pendidikan nonformal. Perbedaan ini menuntut pemahaman yang mendalam mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing profesi dalam sistem pendidikan Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, makalah ini bertujuan untuk membahas berbagai aspek dalam profesi pengawas dan penilik sekolah, mulai dari pengertian, regulasi yang mengaturnya, hingga tantangan yang dihadapi dalam menjaga etika dan profesionalisme di dunia pendidikan. Dengan memahami hal ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya profesi guru dalam membangun kualitas pendidikan yang lebih baik.

(5)

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Pengawas dan Penilik Sekolah sebagai tenaga pendidik dalam sistem pendidikan?

2. Apa saja undang-undang yang mengatur profesi Pengawas dan Penilik Sekolah di Indonesia?

3. Apa saja syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang Pengawas dan Penilik Sekolah?

4. Bagaimana sistem pemberian imbalan atau penggajian gu Pengawas dan Penilik Sekolah ru di Indonesia?

5. Apa saja tugas dan tanggung jawab seorang Pengawas dan Penilik Sekolah dalam proses pendidikan?

6. Bagaimana sistem pembinaan Pengawas dan Penilik Sekolah dalam meningkatkan kualitas dan kompetensinya?

7. Bagaimana mekanisme pengembangan karir Pengawas dan Penilik Sekolah, termasuk kenaikan pangkat, golongan, dan jabatan?

8. Apa saja organisasi profesi yang menaungi Pengawas dan Penilik Sekolah di Indonesia dan bagaimana peranannya?

9. Bagaimana penerapan kode etik profesi Pengawas dan Penilik Sekolah dalam dunia pendidikan?

C. Tujuan Penulisan

1. Menjelaskan pengertian Pengawas dan Penilik Sekolah sebagai tenaga pendidik dalam sistem pendidikan.

2. Mengidentifikasi undang-undang yang mengatur profesi Pengawas dan Penilik Sekolah di Indonesia.

3. Menganalisis syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi Pengawas dan Penilik Sekolah profesional.

4. Menjelaskan sistem pemberian imbalan atau penggajian Pengawas dan Penilik Sekolah di Indonesia.

5. Menguraikan tugas dan tanggung jawab Pengawas dan Penilik Sekolah dalam dunia pendidikan.

(6)

6. Menganalisis sistem pembinaan Pengawas dan Penilik Sekolah dalam meningkatkan kompetensi.

7. Menguraikan mekanisme pengembangan karir Pengawas dan Penilik Sekolah, termasuk kenaikan pangkat, golongan, dan jabatan.

8. Mengidentifikasi organisasi profesi Pengawas dan Penilik Sekolah di Indonesia dan peranannya.

9. Menganalisis penerapan kode etik Pengawas dan Penilik Sekolah dalam dunia pendidikan.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat utama penulisan pembuatan makalah ini ialah sebagai berikut, yaitu:

1. Untuk memenuhi tugas kelompok dari mata kuliah Etika dan Profesi Pendidikan.

2. Untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, khususnya tentang Pengawas dan Penilik Sekolah.

E. Metode Penulisan

Dalam penulisan makalah ini digunakan metode kepustakaan. Cara yang digunakan pada penulisan makalah ini adalah penulis membaca dan memahami buku-buku yang berkaitan dengan Pengawas dan Penilik Sekolah sebagai landasan untuk menjawab masalah yang diajukan dalam makalah ini.

(7)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Pengawas dan Penilik Sekolah

1. Pengawas Sekolah

Pengawas berarti orang yang mengawasi. Pengawas sekolah berarti orang yang mengawasi sekolah. Dalam Kepmenpan nomor 118 tahun1996 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya dikatakan bahwa pengawas sekolah adalah pegawai negeri sipil yang ditunjuk oleh Dinas pendidikan maupun Departemen Agama bidang pendidikan yang diberikan wewenang untuk melaksnakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan administrasi pada satuan pendidikan prasekolah, dasar, dan menengah. Sementara itu menurut peraturan Pemerintah nomor 74 tahun 2008 tentang guru dinyatakan bahwa pengawas adalah guru yang diangkat dalam jabatan pengawas tidak lepas dari sifat keguruan dalam meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan.

Menurut undang-undang dan peraturan yang berlaku, keberadaan pengawas sekolah/madrasah jelas dan tegas. Dengan demikian bukan berarti pengawas sekolah/madrasah terbebas dari berbagai masalah.

Ternyata institusi pengawas sekolah semakin bermasalah setelah terjadinya desentralisasi penanganan pendidikan. Institusi ini sering dijadikan sebagai tempat pembuangan, tempat parkir, dan tempat menimbun sejumlah aparatur yang tidak terpakai lagi (pejabat rongsokan). Selain itu, pengawas sekolah/madrasah belum difungsikan secara optimal oleh manajemen pendidikan di kabupaten dan kota. Hal yang paling mengenaskan adalah tidak tercantumnya anggaran untuk pengawas sekolah dalam anggaran belanja daerah (kabupaten/kota). Sekurang-kurangnya fenomena itu masih terlihat sampai sekarang. Apalagi pengawas Pendidikan Agama Islam atau pengawas madrasah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama. Dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Agama belum ada dianggarkan apalagi perhatian dari pemerintah daerah, tentunya sangat jauh sekali. Baik bantuan yang berupa tunjangan insentif atau pun bantuan sarana

(8)

dan prasarana. Pada hal salah satu pihak yang dinilai memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah/madrasah adalah pengawas, sebagai unsur tenaga kependidikan yang memiliki tugas pokok memantau, mengawasi, dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah/madrasah terkait dengan hal-hal yang bersifat administratif maupun akademik. Seorang pengawas memiliki seperangkat peran dan tugas yang tidak hanya bertujuan untuk mengawasi jalannya penyelenggaraan pendidikan di sekolah secara baik dan terarah, tetapi juga memberi masukan, bimbingan, dan bantuan kepada Kepala Sekolah dan pendidik/Guru dalam melaksanakan tugas pengawas, yakni melakukan supervisi manajerial, supervisi akademik, dan supervisi evaluasi.

2. Penilik Sekolah

Dalam Keputusan Menpan No. 15/KEP/ MENPAN/3/2002 disebutkan antara lain bahwa Penilik adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan penilikan luar sekolah yang meliputi pendidikan masyarakat, kepemudaan, pendidikan anak usia dini, dan keolahragaan.

Adapun penilikan pendidikan luar sekolah adalah proses kegiatan pemantauan, penilaian, bimbingan dan pelaporan penyelenggaraan pendidikan nonformal.

Proses kegiatan kepenilikan tersebut dapat dilihat dari bermacam- macam kegiatan yang ada di masyarakat, baik berupa lembaga maupun kegiatan kemasyarakatan seperti:

1. Keaksaraan Fungsional (KF).

2. Kelompok Belajar Usaha (KBU).

3. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

4. Kesetaraan (Kejar Paket A, Paket B, Paket C).

5. Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP).

6. Kursus-kursus.

7. Pembinaan OSIS. 8. Pembinaan PMR.

9. Pembinaan Pramuka, Saka Bhayangkara, Taruna Bumi, dll.

(9)

10.Pembinaan Pecinta Alam.

11.Pembinaan UKS.

12.Pembinaan dan pendirian kelompok kesenian.

13.Pembentukan organisasi kemasyarakatan pemuda.

14.Pembinaan kelompok olahraga prestasi, tradisional dan hobby.

15.Mendorong terbentuknya PKBM di setiap daerah.

Berbagai kegiatan kemasyarakatan di atas, sebenarnya telah banyak berkembang di dunia pendidikan Indonesia, namun untuk beberapa waktu lalu seakan tak pernah terdengar gaungnya sehingga kurang diminati oleh masyarakat. Lain hal dengan pendidikan formal yang selama ini selalu menjadi primadona dan mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah.

Penilik, sebagai pengendali mutu kegiatan pendidikan nonformal, memang mempunyai beban tugas yang tidak ringan karena harus berhubungan dengan orang-orang yang sudah lama tak tersentuh bangku belajar. Penilik harus mampu membujuk, mengumpulkan, dan menyadarkan mereka akan pentingnya pendidikan. Waktu yang digunakan untuk membinanya kadangkala harus menyesuaikan dengan mereka yang ada keinginan untuk belajar, siang, sore, bahkan malam haripun harus diikutinya. Melihat tugas dan tanggung jawab penilik tersebut maka penilik merupakan suatu profesi penjamin mutu dari pelaksanaan program pendidikan nonformal.

Oleh karena itu penilik harus selalu berusaha meningkatkan kompetensinya agar tugas kepenilikan dapat berjalan lancar. Peningkatan kemampuan seorang penilik tersebut menyangkut pengetahuan dan keterampilan dalam membina pelaksanaan pendidikan nonformal. Karena tanpa adanya kemampuan yang memadai, tentu penilik akan mengalami kegagalan dalam membina pelaksanaan program yang telah direncanakan.

B. Undang-Undang yang Mengatur Pengawas dan Penilik Sekolah

Jabatan Pengawas Sekolah merupakan jabatan fungsional yang termasuk dalam rumpun pendidikan lainnya. Bidang pengawasan meliputi pengawasan taman kanak-kanak, sekolah dasar, pengawasan rumpun mata

(10)

pelajaran, dan bimbingan konseling. Undang-undang yang mengatur pengawas sekolah, antara lain:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 ayat (1)

 Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan.

2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara 

3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya

4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil

5. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil

6. Permendikbudritsek Nomor 25 Tahun 2024 Tentang Ketentuan Pemenuhan Beban Kerja Guru Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah 

7. Permen PAN RB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru 

8. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

9. Peraturan pemerintah Nomer 39 tahun 2000 Tentang Tenaga Kependidikan

(11)

10.Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas)

11.Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 26 Tahun 2022 tentang Pendidikan Guru Penggerak

12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 32 Tahun 2022 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan

13. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil

C. Syarat-syarat Menjadi Pengawas dan Penilik Sekolah

        Untuk menjadi pengawas dan penilik sekolah harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut :

1. Menurut Permen PAN RB 21/2010

a. Merupakan PNS Guru yang memiliki Serdik

b. Memiliki pengalaman mengajar minimal 8 tahun atau sebagai KS minimal 4 Tahun

c. Memiliki ijazah S1/D4

d. Memiliki keterampilan atau keahlian sesuai bidang pengawasan e. Memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang Ill/C f. Berusia maksimal 55 tahun

g. Lulus seleksi calon PS

h. Mengikuti dan lulus pelatihan Cawas dan memperoleh STTPP

i. Setiap unsur penilaian pekerjaan dalam SKP bernilai minimal baik dalam 2 tahun terakhir

2. Syarat kebutuhan tambahan menurut Permendikbud 26/2022 &

Permendikbud 32/2022

a. Memiliki sertifikat guru penggerak

3. Syarat kebutuhan tambahan menurut PermenPANRB 13/2019 a. Memiliki sertifikat lulus uji kompetensi Pengawas Sekolah

(12)

b. Berusia maksimal 53 tahun untuk Ahli Pertama & Muda, 55 tahun untuk Ahli Madya, dan 60 tahun untuk Ahli Utama

D. Sistem Pemberian Imbalan/ Penggajian Profesi Pengawas dan Penilik Sekolah

Sistem imbalan/penggajian profesi guru adalah cara atau metode yang digunakan untuk memberikan imbalan dan penggajian kepada guru berdasarkan kinerja, dedikasi, dan kontribusi mereka dalam proses pendidikan.

Berikut adalah komponen-komponen yang terkait dengan sistem imbalan/penggajian profesi Pengawas dan Penilik Sekolah :

A. Pengawas Sekolah

Pengawas sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki jabatan fungsional dengan tugas utama melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan formal.

1. Sistem Penggajian Pengawas Sekolah:

a. Gaji Pokok: Sebagai PNS, pengawas sekolah menerima gaji pokok yang ditentukan berdasarkan golongan, pangkat, dan masa kerja.

b. Tunjangan Jabatan Fungsional: Pengawas sekolah mendapatkan tunjangan jabatan fungsional sesuai dengan jenjang jabatannya. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2007, besaran tunjangan tersebut adalah:

 Golongan III: Rp650.000,00 per bulan

 Golongan IV: Rp725.000,00 per bulan

c. Tunjangan Lainnya: Selain tunjangan jabatan fungsional, pengawas sekolah juga berhak atas tunjangan lain seperti tunjangan keluarga, tunjangan beras, dan tunjangan kinerja, sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk PNS.

B. Penilik Sekolah

(13)

Penilik sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki jabatan fungsional dengan tugas utama melakukan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kesetaraan, dan kursus pada jalur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI).

1. Sistem Penggajian Penilik Sekolah:

a. Gaji Pokok: Sebagai PNS, penilik sekolah menerima gaji pokok yang ditentukan berdasarkan golongan, pangkat, dan masa kerja.

b. Tunjangan Jabatan Fungsional: Penilik sekolah mendapatkan tunjangan jabatan fungsional sesuai dengan jenjang jabatannya. Berdasarkan informasi dari tahun 2013, besaran tunjangan tersebut adalah:

Penilik Pertama: Rp520.000

Penilik Muda: Rp800.000

Penilik Madya: Rp1.100.000

c. Tunjangan Lainnya: Selain tunjangan jabatan fungsional, penilik sekolah juga berhak atas tunjangan lain seperti tunjangan keluarga, tunjangan beras, dan tunjangan kinerja, sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk PNS.

E. Tugas - tugas Sub Profesi Pengawas dan Penilik Sekolah 1. Pengawas Sekolah

Pengawas sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengawasan dan pendampingan di satuan pendidikan.

Tugas utama pengawas sekolah meliputi:

a. Pengawasan Akademik dan Manajerial:

 Melakukan supervisi terhadap proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah untuk memastikan kesesuaian dengan standar pendidikan yang berlaku.

b. Penyusunan Program Pengawasan:

(14)

 Merancang program kerja kepengawasan yang mencakup rencana pembinaan, pemantauan, dan penilaian terhadap sekolah binaan.

c. Pembinaan dan Pemantauan:

 Membina dan memantau pelaksanaan delapan Standar Nasional Pendidikan di sekolah untuk memastikan standar tersebut diterapkan dengan baik.

d. Penilaian dan Evaluasi:

 Menilai kinerja guru dan kepala sekolah serta mengevaluasi efektivitas program pendidikan yang dilaksanakan.

e. Pendampingan dalam Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar:

 Mendampingi kepala sekolah dan guru dalam mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar, dengan fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

f. Pembimbingan dan Pelatihan Profesional:

 Membimbing dan melatih guru dalam pengembangan profesionalisme untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran.

2. Penilik Sekolah

Penilik sekolah adalah tenaga kependidikan yang memiliki tugas utama dalam pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pendidikan pada jalur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kesetaraan, dan kursus. Tugas Pokok Penilik Sekolah:

a. Perencanaan Pengendalian Mutu: Menyusun rencana tahunan dan triwulan untuk pengendalian mutu program PNFI.

b. Pemantauan Program: Melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program PNFI untuk memastikan kesesuaian dengan standar yang ditetapkan.

c. Penilaian Program: Menilai efektivitas dan efisiensi program PNFI yang sedang berjalan.

(15)

d. Pembimbingan dan Pembinaan: Memberikan bimbingan teknis dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan nonformal.

e. Evaluasi Dampak Program: Melakukan evaluasi terhadap dampak yang dihasilkan oleh program PNFI terhadap peserta didik dan masyarakat.

f. Pelaporan: Menyusun dan menyampaikan laporan hasil pengendalian mutu dan evaluasi dampak kepada pihak terkait.

F. Pembinaan Pengawas dan Penilik Sekolah 1. Pengawas Sekolah

a. Pembinaan Kualifikasi

Dari studi yang dilakukan di setiap kabupaten dan kota di seluruh propinsi masih adanya pengawas satuan pendidikan/sekolah yang belum memiliki kualifikasi sarjana (S1) terutama pengawas TK/SD. Mengacu pada PP No.

19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pengawas satuan pendidikan minimal berpendidikan S1 bahkan diutamakan berpendidikan S2. Untuk itu, maka pembinaan pengawas satuan pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan dapat ditempuh melalui program sebagai berikut:

1. Beasiswa Pemerintah Pusat

Bea siswa pemerintah pusat untuk mengikuti pendidikan program sarjana pada LPTK Negeri atau LPTK Swasta yang terakreditasi minimal B program studi PGSD/PGTK. Beasiswa diperioritaskan kepada pengawas satuan pendidikan yang berpendidikan Diploma terutama pengawas TK/SD agar mencapai kualifikasi Sarjana (S1).

Program beassiswa dilaksanakan secara bertahap, sehingga dalam kurun waktu 5 tahun ke depan semua pengawas yang belum sarjana bisa menempuh pendidikian program sarjana. Pada tahap pertama pengawas yang diberikan beasiswa adalah pengawas yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

 Berusia maksimal 48 tahun.

(16)

 Telah berpengalaman sebagai pengawas satuan pendidikan minimal 3 tahun.

 Berpendidikan minimal Diploma.

 Menyatakan sanggup menyelesaikan program sarjana maksimal 5 semester.

 Diperioritaskan yang bertugas di daerah terpencil atau daerah perbatasan, atau daerah konflik/rawan keamanan atau daerah bencana.

 Menunjukkan kemauan dan motivasi untuk mengikuti pendidikan.

 Pangkat dan golongan minimal III/b dan maksimal IV/a.

2. Bantuan Biaya Pendidikan.

Bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Pusat dan atau dari Pemerintah Daerah untuk mengikuti pendidikan program sarjana pada LPTK Negeri dan atau Swasta terakreditasi minimal B dengan program Studi PGSD/PGTK (khusus untuk pengawas TK/SD).

Bantuan biaya pendidikan bisa digunakan untuk biaya SPP, bantuan untuk penulisan skripsi, bantuan untuk membeli buku. Besarnya bantuan maksimum yang diterimakan tiap tahun selama maksimal tiga tahun sebesar gaji pokok PNS golongan IV/a. Bantuan biaya pendidikan bisa diberikan kepada pengawas yang melanjutkan studi pada program sarjana dan yang melanjutkan studi pada program pascasarjana baik S2 maupun S3. Kriteria pemberian bantuan biaya pendidikan adalah sebagai berikut :

 Pengawas berprestasi dalam melaksanakan tugas kepengawasan, yakni memperoleh indeks kinerja 4 dan 5.

 Berpengalaman sebagai pengawas satuan pendidikan berturut-turut selama minimal 5 tahun.

 Bersedia untuk tetap menjadi tenaga pengawas satuan pendidikan sampai masa pensiun.

(17)

 Pangkat/Golongan minimal III/d.

 Izin Belajar untuk Pendidikan Lanjutan

b. Pembinaan Kemampuan Profesional

Program pembinaan yang dilakukan antara lain adalah sbb :

1. Program Pendampingan Tugas Pokok dan Fungsi Pengawas 2. Diskusi Terprogram.

3. Forum Ilmiah.

4. Monitoring dan Evaluasi.

5. Partisipasi Dalam Kegiatan Ilmiah.

6. Studi Banding.

7. Rakor Pengawas.

2. Penilik Sekolah

Pembinaan profesi bagi Penilik Sekolah merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kinerja mereka dalam mendukung mutu pendidikan, khususnya pada jalur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI). Berikut adalah penjelasan mengenai pembinaan profesi untuk Penilik Sekolah:

1. Diklat Fungsional: Penilik diwajibkan mengikuti dan lulus pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dalam waktu dua tahun setelah pengangkatan untuk meningkatkan kompetensi.

2. Pengembangan Kompetensi: Melalui pelatihan, workshop, dan kegiatan pengembangan lainnya untuk meningkatkan kemampuan Penilik dalam melaksanakan tugasnya.

3. Evaluasi dan Penilaian Kinerja: Melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja Penilik untuk memastikan efektivitas dalam menjalankan tugasnya.

G. Pengembangan Karier

1. Pengembangan Karier Pengawas Sekolah dan Penilik Sekolah

Untuk mendukung pengembangan karier, pengawas sekolah dan penilik sekolah perlu aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan profesi,

(18)

antara lain:

a. Pelatihan dan Workshop: Mengikuti diklat fungsional dan pelatihan lainnya untuk meningkatkan kompetensi.

b. Penulisan Karya Ilmiah: Menyusun artikel, makalah, atau buku yang relevan dengan bidang pengawasan.

c. Partisipasi dalam Seminar: Menghadiri dan menjadi narasumber dalam seminar atau konferensi pendidikan.

d. Bimbingan dan Pendampingan: Memberikan bimbingan kepada guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga berkontribusi pada perolehan angka kredit untuk kenaikan jabatan.

H. Organisasi Pengawas dan Penilik Sekolah 1. Pengawas Sekolah

Di Indonesia, pengawas sekolah memiliki wadah organisasi profesi utama yang disebut Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI).

Didirikan pada tanggal 28 Oktober 2000 di Jakarta yang secara resmi terbentuk pada 14 Oktober 2002 di Denpasar, Bali. APSI berperan sebagai mitra strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam pengawasan pendidikan. Organisasi ini aktif dalam menyelenggarakan musyawarah nasional, rapat kerja, dan berbagai kegiatan lainnya untuk meningkatkan profesionalisme pengawas sekolah di seluruh Indonesia.

2. Penilik Sekolah

Ikatan Penilik Indonesia (IPI) adalah organisasi profesi yang mewadahi para penilik sebagai pejabat fungsional tenaga kependidikan di bidang pendidikan nonformal dan informal. IPI berperan dalam meningkatkan profesionalisme, kompetensi, dan kesejahteraan anggotanya melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, musyawarah daerah, dan penyusunan program kerja. Organisasi ini juga aktif menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, seperti Badan Penjaminan Mutu Pendidikan

(19)

(BPMP), untuk memperkuat peran penilik dalam mendukung kebijakan pendidikan dan meningkatkan mutu layanan pendidikan di Indonesia.

I. Kode Etik Pengawas dan Penilik Sekolah 1. Pengawas Sekolah

Kode Etik Profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan tidak baik, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang professional Pengawas sekolah dalam jabatan profesionalnya memiliki organisasi yang diakui resmi oleh pemerintah yang disebut Asosiai Pengawas Sekolah Indonesia (APSI), mempunyai kode etik yang diputuskan dalam Munas APSI Musyawarah Nasional III Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 12 sampai dengan 15 Maret 2013

a. Dalam melaksanakan tugas, senantiasa berlandaskan iman dan taqwa, serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

b. Merasa bangga mengemban tugas sebagai pengawas sekolah.

c. Memiliki pengabdian yang tinggi dalam menekuni tugas sebagai pengawas sekolah.Bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab dalam tugasnya sebagai pengawas sekolah.

d. Menjaga citra dan nama baik selaku pembina dalam melaksanakan tugas sebagai pengawas sekolah.

e. Memiliki disiplin yang tinggi dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pengawas sekolah.

f. Mampu menampilkan keberadaannya sebagai aparat dan tokoh yang

(20)

diteladani.

g. Sigap dan terampil untuk menaggapi dan membantu memecahkan masalahmasalah yang dihadapi aparat binaannya.

h. Memiliki rasa kesetiakawanan sosial yang tinggi, baik terhadap aparat binaan maupun terhadap sesama pengawas sekolah.

2. Penilik Sekolah

Kode etik penilik sekolah adalah pedoman sikap dan perilaku yang harus dipatuhi oleh penilik sekolah. Kode etik ini bertujuan agar penilik sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan bermartabat.  Kode etik penilik sekolah meliputi  :

a. Bersikap terbuka, objektif, dan tidak diskriminatif b. Menerima masukan dan pandangan orang lain

c. Menghargai pendidik, tenaga kependidikan, dan masyarakat

d. Berkomunikasi secara efektif dan menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan

e. Mengembangkan jejaring peningkatan mutu program J. Perbedaan Pengawas dan Penilik Sekolah

Pengawas dan penilik sekolah adalah dua jabatan fungsional dalam sistem pendidikan Indonesia yang memiliki peran penting namun berbeda dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya. Berikut adalah perbedaan utama antara keduanya:

a. Pengawas Sekolah

Lingkup Tugas: Mengawasi dan membina satuan pendidikan formal seperti TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

Fokus Pengawasan: Melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial, termasuk pembinaan guru dan kepala sekolah, serta memastikan penerapan 8 Standar Nasional Pendidikan.

Penugasan: Diberikan oleh pejabat berwenang untuk mengawasi sejumlah sekolah tertentu dalam upaya meningkatkan proses dan hasil belajar guna mencapai tujuan pendidikan.

(21)

Status Jabatan: Jabatan fungsional yang dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan kualifikasi tertentu.

b. Penilik Sekolah

Lingkup Tugas: Melakukan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pada jalur pendidikan nonformal, seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kesetaraan, keaksaraan, kursus, dan pelatihan.

Fokus Pengawasan: Membina lembaga pendidikan nonformal dan informal, serta memberikan pembimbingan kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sektor tersebut.

Penugasan: Diberikan oleh pejabat berwenang (misalnya, Bupati) untuk melaksanakan kegiatan penilikan pendidikan nonformal pada dinas pendidikan kabupaten/kota.

Status Jabatan: Jabatan fungsional keahlian yang termasuk dalam rumpun tenaga kependidikan lainnya, dan hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS).

(22)

BAB III PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah disampaikan, dapat disimpulkan bahwa Pengawas dan Penilik sekolah merupakan dua profesi yang hampir sama tetapi berbeda.

Pengawas sekolah adalah pejabat fungsional yang bertugas melakukan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan formal, seperti TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Tugas mereka meliputi pembinaan guru dan kepala sekolah, serta memastikan penerapan Standar Nasional Pendidikan di sekolah- sekolah tersebut.

Penilik sekolah, di sisi lain, adalah pejabat fungsional yang bertugas melakukan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pada jalur pendidikan nonformal, seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan kesetaraan, keaksaraan, kursus, dan pelatihan. Mereka membina lembaga pendidikan nonformal dan informal, serta memberikan pembimbingan kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sektor tersebut.

Dengan demikian, meskipun kedua profesi ini memiliki tujuan yang sama dalam meningkatkan mutu pendidikan, pengawas sekolah berfokus pada pendidikan formal, sementara penilik sekolah berfokus pada pendidikan nonformal.

B. Saran

Saran untuk meningkatkan kualitas profesi Pengawas dan Penilik Sekolah : 1. Meningkatan pembinaaan Pengawas dan Penilik Sekolah

2. Meningkatan standar Kompetensi Pengawas dan Penilik

(23)

DAFTAR PUSTAKA

https://yayasangurubelajar.org/lima-strategi-meningkatkan-kualitas-pengawas- sekolah

https://www.bkn.go.id/wp-content/uploads/2015/08/PERBERSAMA-

MENDIKNAS-NO.2-III-PB-2011-DAN-KEPALA-BKN-NO.7-TAHUN- 2011-PETUNJUK-PELAKSANAAN-JF-PENILIK-DAN-AK.pdf

https://repository.uin-suska.ac.id/5720/3/BAB%20II.pdf

https://news.espos.id/gaji-pns-tunjangan-pamong-belajar-penilik-jadi-rp500-000- rp13-juta-470196

https://infoasn.id/jabatan-fungsional/tunjangan-jabatan-fungsional-pengawas- sekolah.

https://bbgpjabar.dikdasmen.go.id/peran-pengawas-dalam-perdirjen-gtk-nomor- 4831-tahun-2023-dinas-pendidikan-kabupaten-ciamis

https://bukuyunandra.com/produk/perdirjen-gtk-no-4831-tahun-2023-peran- pengawas-sekolah-dalam-implementasi-kebijakan-merdeka-belajar-pada- satuan-pendidikan

https://riyantinidisdikbdg.com

https://gurupaudpnf.dikdasmen.go.id/artikel/Artikel/tugas-penilik-menjalankan- pengendalian-mutu-dan-evaluasi-dampak-

https://pusatinformasi.pengangkatan-ksps.kemdikbud.go.id/hc/id/articles/

26646595196697-Tentang-Peran-Pengawas-Sekolah

Referensi

Dokumen terkait

Etika profesi sagatlah dibutuhkan dalam berbegai bidang khususnya bidang teknologi inormasi.kode etik sagat dibutuhkan dalam bidang teknologi informasi karena kode etik

Seorang sistem administrator umumnya memiliki kode etik sama seperti kode etik profesi lainnya, karena ketika berhubungan dengan profesi seseorang akan selalu

Makalah Etika Profesi mengenai konsep hubungan profesi geodesi dengan profesi

Makalah ini membahas tentang pengertian etika dan ruang lingkupnya dalam konteks profesi

Melanjutkan penjelasan sebelumnya, etika dan kode etik dalam profesi TI tidak hanya penting untuk menjaga keamanan dan privasi, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan kerja yang

Quiz Lanjutan: Etika Profesi dalam Bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga 8.. Apa yang dimaksud dengan kredibilitas dalam kode etik