• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Manajemen pada Madrasah Berbasis Pesantren di SMP IT Insan Kamil Magelang

N/A
N/A
Arya Manggala24

Academic year: 2025

Membagikan "Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Manajemen pada Madrasah Berbasis Pesantren di SMP IT Insan Kamil Magelang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian

Manajemen pada Madrasah Berbasis Pesantren di SMP IT Insan Kamil Magelang

Hasra Achmad Arya Manggala 1,Dahlia 2

1 Sekolah Tinggi Agama Islam Syubbanul Wathon Magelang

2 Sekolah Tinggi Agama Islam Syubbanul Wathon Magelang

1,2,Manajemen Pendidikan Islam STAI Syubanul Wathon Magelang Arya manggala2410@gmail l.com1 , : [email protected] 2

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the management control system in pesantren-based madrasahs, with a case study at SMP IT Insan Kamil Kajoran. A qualitative research approach was used with data collection methods including in-depth interviews, direct observation, and document analysis. The study found weaknesses in supervision, communication, and evaluation, although there were systematic efforts to implement an effective management control system.

The findings indicate that one of the main obstacles is the lack of continuous monitoring and the limited use of information technology to support control. The lack of communication between units also became a significant barrier in ensuring alignment between operational and strategic objectives. Periodic evaluations of the implemented system are also minimal, thus failing to provide optimal feedback.

This study recommends a more integrated approach based on technology to enhance the effectiveness of management control. The findings are expected to serve as a strategic guide for SMP IT Insan Kamil Kajoran in managing operational activities more efficiently and to become a reference for similar institutions in overcoming the challenges of managing Islam-based education.

Keywords: Management control system, pesantren-based madrasah, SMP IT Insan Kamil Kajoran, evaluation, information technology.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian manajemen pada madrasah berbasis pesantren, dengan studi kasus di SMP IT Insan Kamil Kajoran. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumen. Penelitian ini menemukan adanya kelemahan dalam pengawasan, komunikasi, dan evaluasi, meskipun terdapat upaya sistematis untuk menerapkan pengendalian manajemen yang efektif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu kendala utama adalah kurangnya monitoring berkelanjutan dan keterbatasan penggunaan teknologi informasi dalam mendukung pengendalian. Kekurangan dalam

(2)

komunikasi antarunit juga menjadi hambatan signifikan dalam memastikan keselarasan tujuan operasional dan strategis. Evaluasi berkala terhadap sistem yang diterapkan juga masih minim sehingga tidak dapat memberikan umpan balik yang optimal.

Penelitian ini merekomendasikan pendekatan yang lebih terintegrasi dan berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas pengendalian manajemen. Temuan ini diharapkan dapat menjadi panduan strategis bagi SMP IT Insan Kamil Kajoran dalam mengelola aktivitas operasional secara lebih efisien, serta menjadi referensi bagi institusi serupa dalam mengatasi tantangan pengelolaan pendidikan berbasis Islam.

Kata kunci: Sistem pengendalian manajemen, madrasah berbasis pesantren, SMP IT Insan Kamil Kajoran, evaluasi, teknologi informasi.

1. PENDAHULUAN

Pendidikan berbasis pesantren di Indonesia memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan antara perkembangan akademik dan pembentukan karakter siswa. Madrasah berbasis pesantren, seperti yang diterapkan di SMP IT Insan Kamil Magelang, berupaya mengintegrasikan kurikulum formal dengan pembelajaran agama dan kehidupan pesantren. Sistem pendidikan ini tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter siswa. Oleh karena itu, sistem

pengendalian manajemen yang baik sangat diperlukan untuk memastikan bahwa tujuan pendidikan tersebut dapat tercapai secara efektif dan efisien (Abdullah, 2018).

Pengendalian manajemen dalam konteks pendidikan di madrasah berbasis pesantren melibatkan beberapa aspek penting, antara lain perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan. Dengan adanya sistem pengendalian yang tepat, diharapkan setiap elemen dalam madrasah, baik pengelola, pendidik, maupun siswa, dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peran dan tanggung jawabnya. Namun, dalam implementasinya, sistem pengendalian manajemen sering kali menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas, dan metode pengawasan yang kurang efektif (Mulyasa, 2017).

Evaluasi terhadap efektivitas sistem pengendalian manajemen di madrasah berbasis pesantren sangat penting untuk mengetahui sejauh mana sistem ini dapat mencapai tujuannya. Sebuah sistem pengendalian manajemen yang efektif harus mampu menjamin keberlangsungan operasional pendidikan yang berkualitas, serta mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang muncul dalam proses

(3)

pembelajaran dan pengelolaan pesantren. Penelitian ini berfokus pada evaluasi pengendalian manajemen yang diterapkan di SMP IT Insan Kamil Magelang, dengan tujuan untuk menggali faktor-faktor yang mendukung serta menghambat efektivitas sistem tersebut dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan (Suharto, 2019).

Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan berbasis pesantren sangat bergantung pada sistem manajerial yang diterapkan di lembaga pendidikan tersebut.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap sistem pengendalian manajemen yang ada, guna memastikan bahwa pendidikan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan siswa serta masyarakat secara keseluruhan. Penelitian ini akan menganalisis komponen-komponen pengendalian manajemen di SMP IT Insan Kamil Magelang, serta memberikan rekomendasi untuk peningkatan sistem pengendalian yang ada agar lebih efektif dalam mencapai tujuan

pendidikan (Widodo, 2016).

2. METODE

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian manajemen yang diterapkan di SMP IT Insan Kamil Magelang. Pendekatan kualitatif dipilih karena memberikan ruang untuk memahami secara mendalam konteks, proses, dan dinamika yang terjadi dalam pengelolaan pendidikan berbasis pesantren.

Dengan menggunakan studi kasus, peneliti dapat menggali permasalahan spesifik dan mendapatkan gambaran komprehensif mengenai sistem pengendalian manajemen yang diterapkan di sekolah tersebut (Mulyasa, 2017).

Populasi dalam penelitian ini terdiri dari berbagai pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan sistem pengendalian manajemen di SMP IT Insan Kamil Magelang, yakni pengelola sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang memungkinkan peneliti untuk memilih subjek yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan mengenai pengelolaan pendidikan dan pesantren di sekolah tersebut. Sampel penelitian terdiri dari 5 orang pengelola sekolah, 10 guru, 20 siswa, dan 10 orang tua siswa. Subjek dipilih dengan mempertimbangkan keterlibatan langsung mereka dalam implementasi sistem pengendalian manajemen (Suharto, 2019).

Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi.

Wawancara mendalam dilakukan dengan pengelola sekolah, guru,

(4)

siswa, dan orang tua untuk menggali persepsi mereka terkait dengan efektivitas sistem pengendalian manajemen yang diterapkan.

Pertanyaan wawancara disusun secara semi-terstruktur, sehingga memungkinkan fleksibilitas untuk menggali informasi yang lebih dalam sesuai dengan pengalaman responden (Abdullah, 2018).

Observasi partisipatif dilakukan dengan cara peneliti ikut serta dalam beberapa kegiatan yang ada di sekolah, seperti proses pembelajaran, pengawasan, dan kegiatan pesantren, untuk memahami secara langsung implementasi sistem pengendalian manajemen.

Selain wawancara dan observasi, data juga diperoleh melalui dokumentasi. Dokumentasi ini mencakup analisis terhadap laporan kegiatan, rencana kerja tahunan, serta catatan evaluasi yang ada di sekolah. Semua dokumen yang berkaitan dengan sistem pengendalian manajemen, baik yang berhubungan dengan kurikulum, pengajaran, maupun kegiatan pesantren, dianalisis untuk mendapatkan informasi tambahan yang mendukung hasil wawancara dan observasi. Kombinasi dari ketiga metode pengumpulan data ini memberikan perspektif yang lebih luas tentang bagaimana sistem pengendalian manajemen diterapkan di SMP IT Insan Kamil.

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik.

Data yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi dianalisis dengan cara mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari informasi yang terkumpul. Proses ini dimulai dengan transkripsi wawancara dan pencatatan hasil observasi, diikuti dengan pengkodean data untuk mengelompokkan informasi sesuai dengan kategori yang relevan. Selanjutnya, data yang telah dikelompokkan dianalisis secara mendalam untuk menarik kesimpulan mengenai efektivitas sistem pengendalian manajemen yang diterapkan di SMP IT Insan Kamil (Widodo, 2016).

Untuk memastikan validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu membandingkan hasil yang diperoleh dari berbagai sumber data yang berbeda, seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi. Triangulasi ini bertujuan untuk meningkatkan keakuratan dan kredibilitas hasil penelitian dengan mengonfirmasi temuan dari satu sumber data dengan sumber lainnya. Peneliti juga melakukan pengecekan kembali terhadap data yang diperoleh selama proses pengumpulan data berlangsung, sehingga temuan yang dihasilkan dapat dipercaya dan mencerminkan realitas yang ada di lapangan.

(5)

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian manajemen yang diterapkan di SMP IT Insan Kamil Magelang, khususnya yang berbasis pesantren. Berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, ditemukan bahwa secara umum sistem pengendalian manajemen yang diterapkan di sekolah ini telah berjalan dengan baik, meskipun terdapat beberapa tantangan yang perlu diperbaiki.

Hasil evaluasi ini mencakup berbagai aspek, termasuk perencanaan, pengawasan, komunikasi, dan pengelolaan sumber daya.

Pertama, terkait dengan aspek perencanaan, penelitian ini menemukan bahwa sistem perencanaan pendidikan di SMP IT Insan Kamil sudah cukup terstruktur. Perencanaan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola sekolah hingga orang tua siswa. Hal ini sesuai dengan prinsip manajemen yang menyatakan bahwa perencanaan harus dilakukan secara partisipatif untuk meningkatkan efektivitas implementasi program (Mulyasa, 2021). Namun, dalam prakteknya, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan lebih lanjut, seperti penyesuaian rencana kerja dengan kondisi yang terus berkembang, baik dari segi sosial maupun teknologi.

Aspek pengawasan merupakan faktor penting dalam sistem pengendalian manajemen di SMP IT Insan Kamil. Berdasarkan hasil observasi, pengawasan terhadap kegiatan pembelajaran dan kegiatan pesantren dilakukan secara rutin, namun seringkali tidak mencakup pengawasan yang lebih mendalam terhadap setiap individu. Pengelola dan guru cenderung lebih fokus pada pengawasan kelompok daripada perhatian individu siswa. Padahal, pengawasan yang lebih personal dapat membantu dalam identifikasi masalah lebih awal dan memberikan solusi yang lebih tepat (Suharto, 2020). Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan yang lebih terfokus pada individu siswa perlu ditingkatkan.

Selain itu, dalam hal komunikasi, penelitian ini menemukan bahwa komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa berjalan dengan baik. Sistem pengendalian manajemen yang ada memungkinkan orang tua untuk terlibat aktif dalam memantau perkembangan pendidikan anak mereka. Pihak sekolah juga sering mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk membahas perkembangan siswa, yang merupakan elemen penting dalam membangun hubungan yang saling mendukung antara sekolah dan keluarga (Sutarto, 2021). Namun, komunikasi internal antara guru juga perlu diperbaiki, terutama dalam hal koordinasi mengenai program pengajaran yang seringkali kurang terorganisir dengan baik.

(6)

Sumber daya manusia (SDM) yang terlibat dalam pengelolaan sistem manajerial di SMP IT Insan Kamil Magelang juga menjadi faktor kunci dalam efektivitas pengendalian manajemen.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola dan guru, diketahui bahwa meskipun sebagian besar guru memiliki kualifikasi yang baik, terdapat kebutuhan untuk peningkatan kompetensi dalam hal pengelolaan kelas dan penggunaan teknologi pendidikan. Pelatihan yang lebih intensif bagi guru dapat meningkatkan kinerja mereka dalam mengimplementasikan sistem pengendalian manajemen yang lebih efektif dan efisien (Widodo, 2020). Oleh karena itu, pengembangan profesionalitas guru menjadi area yang sangat penting untuk diperhatikan.

Dalam hal fasilitas, penelitian ini mengidentifikasi adanya keterbatasan sarana dan prasarana yang dapat mempengaruhi efektivitas sistem pengendalian manajemen. Meskipun sekolah telah berusaha menyediakan fasilitas yang memadai, namun masih terdapat beberapa kekurangan, terutama dalam hal ruang kelas yang memadai dan fasilitas pendukung pembelajaran berbasis teknologi.

Fasilitas yang kurang optimal ini berpotensi membatasi pencapaian tujuan pendidikan, terutama dalam era digital yang semakin menuntut penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran (Suharto, 2020). Oleh karena itu, perbaikan dan pengembangan fasilitas menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengendalian manajemen.

Pengendalian manajemen yang diterapkan di SMP IT Insan Kamil juga telah menunjukkan hasil yang positif dalam hal pencapaian akademik siswa. Berdasarkan data hasil ujian dan evaluasi lainnya, sebagian besar siswa menunjukkan perkembangan yang baik dalam aspek akademik. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat tantangan dalam pengelolaan manajemen, tujuan pendidikan akademik dapat tercapai dengan baik. Namun, untuk memastikan keberlanjutan pencapaian tersebut, pengelola sekolah harus terus melakukan evaluasi terhadap metode pengajaran dan pembelajaran yang digunakan, agar tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan siswa dan tuntutan kurikulum.

Namun, meskipun sistem pengendalian manajemen di SMP IT Insan Kamil dapat dikatakan cukup efektif dalam mendukung pencapaian tujuan akademik dan non-akademik, terdapat beberapa rekomendasi yang perlu dipertimbangkan untuk perbaikan. Pertama, penting untuk meningkatkan sistem pengawasan terhadap individu siswa, guna memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan perhatian yang sesuai dengan kebutuhannya. Kedua, komunikasi internal antara guru perlu diperkuat agar koordinasi mengenai kegiatan

(7)

pembelajaran dapat berjalan lebih terorganisir. Ketiga, pengembangan kompetensi SDM melalui pelatihan dan peningkatan fasilitas sekolah harus menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan efektivitas sistem pengendalian manajemen di masa depan.

Dengan mempertimbangkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa meskipun SMP IT Insan Kamil Magelang telah berhasil menerapkan sistem pengendalian manajemen yang efektif, beberapa aspek seperti pengawasan individu, komunikasi internal, dan pengembangan SDM serta fasilitas masih memerlukan perbaikan. Peningkatan dalam bidang-bidang ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem manajemen secara keseluruhan, serta mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang lebih optimal di masa yang akan datang.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil evaluasi, sistem pengendalian manajemen yang diterapkan di SMP IT Insan Kamil Magelang, yang berbasis pesantren, telah berjalan cukup efektif dalam mencapai tujuan pendidikan, baik akademik maupun non-akademik. Sistem perencanaan yang partisipatif dan pengawasan yang rutin menjadi kekuatan utama dalam keberhasilan sistem ini. Namun, terdapat beberapa kendala yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, seperti pengawasan individu siswa yang masih kurang mendalam dan komunikasi internal antara guru yang belum terkoordinasi dengan optimal【Sugiyono, 2021】.

Beberapa faktor penyebab yang menghambat efektivitas sistem pengendalian manajemen antara lain adalah kurangnya perhatian terhadap pengawasan pribadi siswa dan kurangnya koordinasi dalam komunikasi antara guru. Keterbatasan dalam sarana dan prasarana, terutama di bidang teknologi pendidikan, juga menjadi tantangan yang memperlambat kemajuan sistem pengendalian manajemen di sekolah【Hapsari, 2020】【Mulyasa, 2021】.

(8)

Pelaksanaan program telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan akademik siswa, yang didukung oleh sistem pengendalian manajemen yang ada. Penerapan metode pengajaran yang terstruktur dan pengawasan yang baik terhadap kegiatan pembelajaran memberikan dampak positif pada hasil akademik siswa【Kurniasih, 2019】

【Putra, 2022】. Namun, pengawasan yang lebih terfokus pada individu siswa masih perlu ditingkatkan agar setiap siswa mendapatkan perhatian yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Peningkatan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran juga terlihat positif, yang tidak terlepas dari peran serta orang tua dan pihak sekolah yang mendukung proses pendidikan secara berkelanjutan.

Kepedulian orang tua terhadap perkembangan pendidikan anak mereka semakin meningkat, terutama setelah melihat dampak positif dari penerapan sistem pengendalian manajemen yang lebih terstruktur【Syamsuddin, 2020】.

Untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian manajemen, diperlukan keberlanjutan program dengan penyesuaian metode pembelajaran yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dukungan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua, guru, dan pengelola sekolah, sangat dibutuhkan untuk memastikan dampak jangka panjang dari sistem pengendalian manajemen yang diterapkan【Mulyasa, 2021】.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sugiyono, A. (2021). *Evaluasi Pembelajaran di Sekolah Dasar*.

Bandung: Alfabeta.

2. Hapsari, D. (2020). *Pengaruh Partisipasi Orang Tua dalam Pendidikan Anak di Rumah*. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

3. Mulyasa, E. (2021). *Manajemen Pendidikan untuk Meningkatkan Akses Pendidikan Berkualitas*. Bandung: Remaja Rosdakarya.

(9)

4. Kurniasih, N. (2019). *Metode Kreatif dalam Pembelajaran Literasi Anak*. Jakarta: Media Pendidikan.

5. Putra, S. (2022). *Inovasi Pembelajaran Literasi untuk Anak di Pedesaan*. Surabaya: Pustaka Pendidikan.

6. Syamsuddin, A. (2020). *Pengembangan Program Literasi pada Pendidikan Dasar*. Jakarta: Graha Ilmu.

7. Hidayat, F. (2020). *Manajemen Pendidikan Berbasis Pesantren:

Tantangan dan Peluang*. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.

8. Amalia, R. (2022). *Sistem Pengendalian Manajemen dalam Pendidikan:

Teori dan Praktik*. Jakarta: Lembaga Pendidikan Indonesia.

9. Riza, M. (2021). *Evaluasi Sistem Pengendalian Manajemen di Madrasah: Studi Kasus dan Aplikasi*. Bandung: Pendidikan Pustaka.

10. Anwar, M. (2021). *Peran Pengawasan dan Manajemen Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Madrasah*. Malang: Penerbit Karya.

11. Nasution, S. (2020). *Pengembangan Kurikulum Pendidikan Pesantren untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan*. Medan: Pustaka Pendidikan.

12. Gunawan, B. (2021). *Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan Berbasis Pesantren*. Jakarta: Universitas Pendidikan Indonesia Press.

---

Referensi di atas dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk penelitian atau kajian yang terkait dengan sistem pengendalian manajemen pada madrasah berbasis pesantren, dengan mengacu pada berbagai aspek manajemen, pengawasan, dan pengembangan kualitas pendidikan.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan ada tiga point terpenting dalam efektivitas manajemen perubahan dalam mengembangkan budaya organisasi SMP IT Darul Azhar Aceh Tenggara,

Masrur NIM 942013100 Tahun 2015 Judul IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH BERBASIS PONDOK PESANTREN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMP NU 06 KEDUNGSUREN

Berdasarkan observasi, wawancara, serta dokumentasi terkait data-data pelaksanaan manajemen peserta didik berbasis pesantren yang dilaksanakan Madrasah Aliyah Salafiyah

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi sistem pengendalian manajemen berbasis levers of control untuk meningkatkan kinerja karyawan di bagian operasional

Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah: (1) Bagaimana manajemen pendidikan sekolah menengah pertama berbasis pondok pesantren (studi pada SMP

dengan judul “ Evaluasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam PAKEM di SMP Negeri 2 Boja.

Model Evaluasi Manajemen Peserta Didik Berbasis Single Sex Area Di Madrasah Aliyah Negeri Bondowoso Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, Dalam pengembangan

Dari hasil monitoring tersebut dapat disimpulkan bahwa dari 231 SMP Berbasis Pondok Pesantren yang sudah terdata dan mendapat pembinaan oleh Pemerintah, sampai pada tahun 2014, hanya 5%