UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI ALAT BELAJAR LENGKAP KELAS III MIN MODEL IPS KELAS MIN ( PENGUASAAN IPS LENGKAP KELAS III MIN MODEL LAGU GANG ( PENGUASAAN LERANING ) ), meskipun dalam bentuk yang sederhana dan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. dari Fauziah. PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Mataram, Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) aktivitas belajar siswa, (2) pemahaman bahan ajar, (3) kemandirian belajar siswa, (4) meningkatkan hasil belajar IPS ketiga waktu kelas siswa MIN Sanggeng Kabupaten Lombok Selama proses pembelajaran pada IPS dengan pendekatan pembelajaran tuntas, hal ini terlihat pada setiap ulangan IPS di Kelas III MIN Sanggeng Model Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah Tahun Ajaran.
Sasaran Tindakan
Pembelajaran ketuntasan merupakan strategi alternatif untuk mencapai tujuan ilmu sosial berupa pengembangan kemampuan berpikir kritis, penelitian, pemecahan masalah, keterampilan sosial, peningkatan kemampuan bekerjasama dan kompetensi dalam masyarakat yang majemuk berkenaan dengan materi, yang berlandaskan konsepsional. analisis dan kondisi pembelajaran IPS di MIN, khususnya di kelas III MIN Model Sanggeng, masalah ini merupakan tantangan yang harus dihadapi. Dengan mengacu pada konsep dan teori Mastery Learning, penulis mengembangkan model pembelajaran yang komprehensif dalam proses pembelajaran. Untuk itu, berdasarkan fenomena pembelajaran IPS dan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, maka perlu mendorong peneliti aktivitas kelas tentang penggunaan pendekatan pembelajaran pembelajaran komprehensif (mastery learning) sebagai upaya peningkatan pembelajaran IPS. pembelajaran kelas III di MIN Model Sanggeng Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Sebuah pelajaran.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Hasil Penelitian
Prestasi Belajar
Hal ini juga untuk memudahkan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna dari hasil belajar itu sendiri. Sementara itu, Nurkencana menyatakan bahwa “prestasi belajar adalah hasil yang dicapai atau diraih oleh anak ditinjau dari nilai-nilai mata pelajaran. Ia menambahkan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang menghasilkan perubahan pada diri individu sebagai hasil dari kegiatan belajar.
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial a. Pengertian IPS
Dalam kurikulum 2004 disebutkan bahwa “Pengetahuan sosial adalah seperangkat fakta, konsep, peristiwa, dan generalisasi yang berkaitan dengan masalah sosial dan kewarganegaraan” 13. Sedangkan Pasal 6 ayat (1) PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menyatakan bahwa “Kelompok mata pelajaran IPTEK SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menanggapi dan menghayati ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembiasaan berpikir dan bertindak secara kritis, kreatif dan mandiri 14 Oleh karena itu, studi dalam Ilmu Sosial mencakup disiplin ilmu geografi, ekonomi, antropologi, administrasi publik, dan sejarah.
Berdasarkan beberapa definisi IPS di atas, dapat disimpulkan bahwa IPS adalah ilmu yang mempelajari geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi administrasi publik dan sejarah yang berkaitan dengan masa lalu, yang dapat diartikan untuk masa sekarang dan apa yang dapat diharapkan. . untuk masa depan, baik secara regional, nasional maupun global. Pelajari konsep dasar sosiologi, geografi, ekonomi, sejarah dan kewarganegaraan melalui pendekatan pedagogis dan psikologis. Meningkatkan kemampuan bekerjasama dan bersaing dalam masyarakat majemuk baik secara nasional maupun global”15.
Dalam IPS, Jarolemik menyatakan “bahwa The National for The Social Studies telah mengeluarkan pernyataan mengenai Tujuan Pembelajaran IPS, yaitu: Keterampilan Sosial (Social Skills) Keterampilan Kerja Kelompok (Group Work Skills)”16. Sedangkan metode adalah cara mengajar atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa yang akan diajarkan, yang bersifat umum dan dapat dilakukan pada semua mata pelajaran. Berdasarkan teori perkembangan Sugiyanto, Mulyani dan Syaodih menyatakan bahwa “keberadaan siswa Madrasah dasar terletak pada operasional konkrit dan pemikiran operasional.
Tahap 1, Preconventional Morality (anak usia 4-10 tahun) anak masih dalam kontrol orang tua dan orang lain, mereka diatur oleh aturan untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman.
Kerangka Fikir
Hipotesis Tindakan
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif menurut Bungin yaitu “suatu metode yang menggambarkan berbagai kondisi, situasi atau berbagai fenomena realitas sosial yang ada dalam masyarakat yang menjadi objek penelitian, menjelaskan” 19.
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Sampel Sumber Data
Teknik Pengumpulan data
- Guru IPS
- Guru Bagian Kurikulum
- Siswa
- Wawancara
Moderator : Kepala madrasah sebagai penyalur hubungan antara guru dengan guru dan siswa agar terciptanya hubungan yang harmonis, sehingga situasi dan kondisi di tingkat satuan pendidikan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan langsung berjalan lebih lancar dan sesuai dengan yang diharapkan. aturan. Dalam mengajar, guru menggunakan beberapa metode yang diduga dapat menimbulkan ketidakjenuhan di kelas sehingga proses belajar mengajar di kelas sesuai dengan kurikulum yang ditargetkan. Pengembangan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan dilakukan oleh guru pada bagian kurikulum, yang harus mengetahui syarat dan ketentuan satuan pendidikan, sehingga dapat dibuat kurikulum yang memiliki standar kompetensi yang meliputi ujian, keterampilan, kemampuan dan pengetahuan. sehingga potensi di tingkat satuan pendidikan dan potensi nasional dapat dioptimalkan sesuai dengan perkembangan zaman.
Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan siswa ketika mengikuti pelaksanaan pembelajaran langsung di kelas. Wawancara bebas, yaitu kegiatan wawancara yang berlangsung bebas tanpa menggunakan daftar pertanyaan yang baku. Wawancara terbimbing, yaitu kegiatan wawancara yang dilakukan dengan mengacu pada daftar pertanyaan sebagai pedoman.
Kegiatan wawancara dalam penelitian ini dilakukan dengan kepala Madrasah, guru IPS, guru bagian kurikulum dan siswa sebagai responden. Penggunaan metode tes dimana tes diberikan kepada siswa sehingga dapat mengukur keberhasilan siswa dengan pendekatan langsung. Dengan menerima siswa baru, Madrasah ini sudah menggunakan sistem seleksi karena Madrasah ini sudah menjadi salah satu Madrasah pilihan.
Lingkungan Madrasah cukup baik, hal ini terlihat dari penataan dan pemeliharaan kelas, ruang kerja, ruang perpustakaan, aula, halaman Madrasah, UKS, kamar mandi dan kantin Madrasah.
Hasil Penelitian
- Perencanaan Tindakan Pembelajaran
- Identifikasi masalah dan penyebabnya
- Perencanaan Solusi Masalah
- Pelaksanaan Pemblajaran Tuntas
- Evaluasi program peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS
Peneliti IPS dan guru sepakat bahwa penyebab utama masalah adalah kualitas pembelajaran seperti: a) penyampaian bahan ajar yang terlalu singkat, b) pembelajaran tidak menggunakan waktu dan media, dan c) tidak ada bimbingan guru . dan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Tindakan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dalam hal ini aktivitas siswa, pemahaman dan kemandirian siswa digunakan dari pendekatan pembelajaran yang menyeluruh. Dalam pembelajaran kelompok, kelompok belajar dibentuk oleh guru IPS dengan aturan memilih 2 siswa per kelompok sesuai dengan posisi duduknya di kelas.
program-program itu. Guru MPŠ antara lain menawarkan RPP yang fleksibel dan memungkinkan guru menyesuaikan dengan respon siswa dalam proses pembelajaran. Implementasi langkahnya adalah realisasi kurikulum dan menggunakan rencana tindakan yang telah disusun berdasarkan permasalahan yang diyakini mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di Madrasah Penelitian Kelas III. Pelaku penelitian ini adalah seorang peneliti yang selama pelaksanaan kampanye penelitian bertindak sebagai pengamat dengan bantuan seorang guru IPS III.
Kedua, khususnya untuk praktik pembelajaran yang dilakukan oleh guru IPS cenderung tidak memberikan penguatan bagi siswa yang “lambat”. Evaluasi program untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS sebagai upaya untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian tujuan tindakan. Evaluasi berdasarkan hasil kumulatif tindakan dan pendapat guru IPS pada akhir penelitian dilakukan untuk mengetahui perubahan tindakan belajar mengajar sebelum dan sesudah proses tindakan berlangsung.
Pemecahan masalah dalam kegiatan pembelajaran ini dilakukan oleh guru IPS yang melakukan tindakan dengan membahas secara tuntas bahan ajar dan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing.
Pembahasan
Pelaksanaan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru IPS sudah sesuai dengan harapan, karena telah menggunakan pendekatan pembelajaran utuh dengan baik dan benar. Peningkatan tersebut dicapai dengan strategi pembelajaran terbuka yaitu dengan menjamin rasa aman, nyaman dan senang dalam belajar serta guru selalu menarik dan memelihara minat belajar siswa. Melalui pendekatan pembelajaran yang lengkap dengan penyampaian materi yang lengkap, kurikulum ini dapat dilaksanakan dengan baik.
Profil kelas yang dibuat oleh guru IPS dengan peneliti sebelum dan sesudah pembelajaran juga mendukung hipotesis. Peningkatan jumlah siswa ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berbasis pada penerapan pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran tuntas dengan kombinasi pembelajaran klasikal, kelompok dan individual serta pemecahan masalah dapat menjadikan siswa aktif dan lebih kreatif. Dalam proses pembelajaran IPS, upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran tuntas (mastery learning), yaitu tindakan yang dilakukan oleh guru.
Pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran tuntas dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, hal ini ditunjukkan dengan hasil evaluasi profil. Jika siswa memiliki minat belajar yang tinggi, maka hal ini akan berdampak positif terhadap hasil belajarnya. Kesimpulan poin kedua menyiratkan bahwa gaya belajar dengan menggunakan pendekatan pembelajaran ketuntasan yang diuji dalam penelitian ini berperan besar dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS.
Keterbatasan dalam menggunakan strategi pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran secara keseluruhan (mastery learning) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS.
Saran
Tindakan belajar mengajar juga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan atau keberhasilan seorang guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa. Selain itu kesimpulan yang ditarik dalam penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting, namun perlu juga memahami keterbatasan, karena yang idealnya dilakukan peneliti seringkali dihadapkan pada realitas yang membatasi. Oleh karena itu, yang penting bagi semua pihak adalah memahami keterbatasan suatu penelitian sehingga memahami dengan seksama kesimpulan yang ditarik, beberapa keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
Cara pengambilan ini memiliki kelemahan yaitu kepekaan guru terhadap permasalahan kelas akan mempengaruhi hasil penelitian dan hasil penelitian ini hanya terbatas pada sekolah, sehingga tidak dapat digunakan untuk generalisasi. Guru selalu memberikan pelatihan berkelanjutan dengan supervisi sesuai kebutuhan untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Dalam menghadapi tugas sehari-hari, perlu adanya kerjasama dengan sesama guru untuk memecahkan masalah yang muncul dalam pembelajaran, khususnya dalam menghadapi hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS.
Untuk mengaktifkan guru, kepala sekolah harus selalu melakukan pengawasan dengan memberikan umpan balik. Setiap siswa hendaknya dapat menjalin hubungan yang baik dengan gurunya agar proses belajar mengajar terasa nyaman dan menyenangkan. Penelitian tindakan kelas dalam konteks pengembangan pembelajaran IPS harus terus ditingkatkan dengan mengelola variabel berupa proses pembelajaran yaitu faktor individu guru, faktor individu siswa, faktor organisasi sekolah, faktor lingkungan dan faktor proses yaitu interaksi lingkungan. guru, siswa dan fasilitas pendukung lainnya.
Kegiatan Awal
Kegiatan Akhir
METODE PEMBELAJARAN 1. Informasi
- KEPERLUAN SEHARI – HARI ALOKASI WAKTU : 4 MINGGU
MPŠ • Guru menugaskan setiap siswa untuk bertanya kepada siswa lain tentang pekerjaan orang tuanya • Siswa mencatat jenis pekerjaan orang tuanya di kelas 3.
Sumber Belajar
KERAJINAN TANGAN ALOKASI WAKTU : 3 MINGGU
INDIKATOR