Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P.
Prof. Dr. Ir. Dwiyati Pujimulyani, M.P.
FISIOLOGI PASCA FISIOLOGI PASCA
PANEN ke-3
PANEN ke-3
PEMANENAN DAN SUSUT LEPAS PANEN
Pemanenan bahan hasil pertanian perlu dilakukan secara hati-hati.
Kriteria sayur-sayuran dan buah-buahan siap panen sebagai berikut:
1. Secara visual
• Warna kulit berubah menjadi kuning/ jingga, misal buah pepaya.
• Buah pisang siap panen jika salah satu buah dalam salah satu sisir pisang kulitnya berubah dari warna hijau menjadi kuning,
• Berdasarkan besarnya buah, misalnya buah adpokat 200-400 g.
2. Secara fisik
• Buah mudah lepas dari tangkainya (tanamannya), misal buah durian, belimbing dan sawo.
• Mengukur berat jenis buah yaitu buah yang mempunyai berat jenis lebih dari satu berarti tenggelam dan umumnya sudah masak.
3. Secara kimia
• Zat padat terlarut tinggi, gula tinggi dan kandungan asam menurun, sehingga rasio gula:asam tinggi berarti buah sudah tua.
4. Waktu (Umur buah)
Umur buah dapat dihitung sejak terjadinya penyerbukan buah sampai siap panen.
Contoh: buah jeruk umur panen 9 bulan pepaya umur panen 9-12 bulan pisang umur panen 3 bulan durian umur panen 4-5 bulan nangka umur panen 8 bulan
Saat panen untuk buah-buahan yang baik adalah pada saat buah masak.
Pada periode pasca panen akan terjadi susut/ Loss/ kehilangan dari segi kualitatif maupun kuantitatif
Contoh:
1. Susut fisik, misal: terjadi penurunan berat (kuantitatif)
2. Susut mutu, misal: warna, rasa, aroma, citarasa, tekstur, kenampakan a. Warna: hijau --- kuning (bayam, kangkung)
b. kenampakan: segar ---berkerut (wortel) c. rasa: manis---asam
matang ---senesensi ---kerusakan ke arah busuk contoh: mangga yang terkontaminasi rusak dengan sendirinya
aroma: bau harum menjadi agak asam (pada mangga)
3. Susut gizi, misal: terjadi penurunan vitamin
misal: wortel: vitamin A ---pro vitamin A : β karoten ↓
rusak karena oksidasi
3. Susut ekonomi: --- penyimpanan yang terlalu lama Faktor luar (bahan durable)
a.Jamur (pada jagung yang disimpan di tempat yang terlalu lembab timbul jamur)
b.Rodentia: tikus
c.Serangga: kecoa semut d.Bakteri
Faktor dalam (bahan perishable)
a.Reaksi respirasi (cepat lambannya laju respirasi) b.Reaksi fisiologis
Penyebab susut:
1. Kerusakan mekanis
Kerusakan bahan/ buah karena alat yang digunakan mengakibatkan terjadi luka memar/ pecah.
Buah yang luka mengalami kematangan lebih cepat pada bagian yang luka.
2. Serangan patogen (mikrobia perusak)
Seperti: jamur, rodensia, serangga, bakteri
3. Reaksi fisiologis seperti: senesensi, tumbuhnya akar, terjadi pertunasan: umbi-umbian; ubi jalar, kentang
Transpirasi ---susut berat