• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan Rumah Sakit

N/A
N/A
Tiara Rahmadika

Academic year: 2024

Membagikan "Fungsi dan Tujuan Manajemen Keuangan Rumah Sakit"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

FUNGSI DAN TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN MATA KULIAH KEUANGAN RUMAH SAKIT

DOSEN PEMBIMBING :

Dr. Erpidarwati,SE.M.Pd

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1

1. Nisya Janelia (21190001) 2. Indah tira nofitri (21190003) 3. Syukri ilham ar rasyid (21190005) 4. Selfi maulina sari (21190007)

4. Aulia ika putri ( 20190032)

FAKULTAS KESEHATAN

PRODI DIII- ADMINISTRASI RUMAH SAKIT

UNIVERSITAS MUHAMMADIYYAH SUMATERA BARAT 2022/2023

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kami berbagai macam nikmat, sehingga aktivitas hidup ini banyak diberikan keberkahan. Dengan kemurahan yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik.

Ucapan terima kasih tidak lupa kami haturkan kepada dosen dan teman- teman yang banyak membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari di dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki, baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian.

Oleh karena itu kami meminta maaf atas ketidaksempurnaanya dan juga memohon kritik dan saran untuk kami agar bisa lebih baik lagi dalam membuat karya tulis ini.

Harapan kami mudah-mudahan apa yang kami susun ini bisa memberikan manfaat untuk diri kami sendiri,teman-teman, serta orang lain.

Wassalammu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Bukittinggi, 16 Maret 2023

Penyusun

ii

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I ... 4

PENDAHULUAN ... 4

1.1 Latar Belakang ... 4

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tujuan ... 5

BAB II ... 6

ISI ... 6

2.1 Pengertian manajemen keuangan rumah sakit ... 6

2.2 Fungsi dan tujuan manajemen keuangan ... 6

2.3 Keputusan keputusan keuangan ... 7

2.4 Perkembangan manajemen keuangan ... 8

2.4 Keungan perusahaan………...9

BAB III ... 12

PENUTUP ... 12

3.1 Kesimpulan ... 12

DAFTAR PUSTAKA ... 13

(4)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang bertujuan agar masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan secara lebih mudah. Akan tetapi rumah sakit pemerintah seringkali kesulitan dalam masalah dana karena jumlah dana yang dialokasikan untuk kesehatan masih terbatas. Hal ini diperparah dengan biaya pelayanan kesehatan dan medis yang semakin mahal. 2 Menurut Thabrany (2002) dalam Rianti, dkk (2012) saat ini dapat kita lihat rendahnya pembiayaan pelayanan kesehatan baik oleh pemerintah dan swasta maupun masyarakat. Alokasi umum biaya kesehatan hanya sebesar 2,5% dari seluruh anggaran pemerintah. Alokasi ini masih jauh dari alokasi anggaran yang ditentukan dalam undang undang kesehatan yaitu 5% dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) dan penganggaran yang dianjurkan oleh WHO yaitu minimal 5% dari total Gross National Product (GNP) (Thabrany (2002) dalam Rianti, dkk (2012). Dengan pembiayaan kesehatan yang terbatas ditambah dengan biaya produksi pelayanan kesehatan di rumah sakit terus mengalami peningkatan akan berpengaruh pada tarif rumah sakit pemerintah. Tarif yang ada saat ini tidak memungkinkan rumah sakit pemerintah untuk berkembang, sementara kebutuhan untuk berkembang semakin tinggi karena persaingan antar rumah sakit semakin besar (Munawar, Slradjuddln Beku, & Maidin, 2009). Untuk itulah pemerintah menyarankan terbentuknya rumah sakit dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU) di mana dalam pola pengelolaan keuangannya memberikan fleksibilitas berupa keleluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat (Kementerian Keuangan RI, 2012).

Penetapan tarif dalam konteks rumah sakit pemerintah adalah sebagai alat untuk menghitung subsidi maupun anggaran yang harus disediakan oleh Pemerintah demi pelayanan yang terjangkau dan bermutu di rumah sakit dan sebagai pengemban misi sosial bagi rumah sakit yang diharapkan bisa 3 berkesinambungan memberikan pelayanan secara gratis dan bermutu kepada pasien miskin. Thabrany (2002).

(5)

5

Mengatur besaran tarif rumah sakit merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan. Penetapan tarif dalam pelayanan kesehatan sangat berperan dalam menentukan permintaan dari kelompok yang berpendapatan rendah dibandingkan dengan kelompok yang berpendapatan tinggi. Untuk itu, tarif pelayanan kesehatan perlu ditetapkan secara rasional salah satunya dengan adanya survei kemampuan dan kemauan membayar pasien. Thabrany (2002).

1.1 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian manajemen keuangan rumah sakit ? 2. Apa saja Fungsi dan tujuan dari manajemen keuangan?

3. Bagaimana Keputusan keputusan keuangan di rs?

4. Jelaskan Perkembangan manajemen keuangan ? 5. Jelaskan apa itu Keuangan perusahaan

1.2 Tujuan

1. Memahami bagaimana manajemen keuangan di dalam rumah sakit ? 2. Mengetahui apa saja fungsi dan tujuan dari manajemen keuangan rumah

sakit?

3. Agar dapat memahami keputusan keputusan keuangan ? 4. Mengetahui perkembagan manajemen keuangan ?

(6)

BAB II ISI

2.1 Pengertian manajemen keuangan rumah sakit 1. Pengertian

a. Manajemen keuangan

merupakan segala aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan pendanaan yang diperlukan dengan biaya minimal dan syarat- syarat yang paling menguntungkan, serta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.

b. Definisi Manajemen keuangan menurut para ahli

Adalah salah satu alat yang digunakan oleh manajemen untuk mengatur aktivitas keuangan, mulai kegiatan perencanaan anggaran perusahaan, analisis, pengendalian kegiatan keuangan serta pengambilan keputusan dari beberapa alternatif yang dihadapi.

c. Manajemen keuangan rumah sakit

merupakan proses pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang dimiliki oleh rumah sakit digunakan secara efektif dan efisien. Manajemen keuangan rumah sakit meliputi perencanaan keuangan, penganggaran, pengelolaan aset, pengawasan dan pengendalian keuangan, serta pelaporan keuangan.

2.2 Fungsi dan tujuan manajemen keuangan rumah sakit

 Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan;

 Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat, lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit

 Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumah sakit

 Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber daya manusia rumah sakit, dan rumah sakit

Tujuan dengan adanya manajemen keuangan untuk mengelola dana rumah sakit pada suatu rumah sakit secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai rumah sakit.

(7)

7

Fungsi manajemen keuangan yaitu menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan pengendalian kegiatan keuangan

2.3 Keputusan keputusan keuangan

Keputusan keuangan merupakan keputusan yang berhubungan dengan peningkatan keuangan dari berbagai sumber daya yang akan bergantung pada keputusan mengenai jenis sumber, periode pembiayaan, biaya pembiayaan, dan pengembaliannya

Ada 3 keputusan keuangan yaitu : 1. Keputusan Pendanaan

Merupakan keputusan yang berkaitan dengan jumlah dana yang disediakan perusahaan, baik yang bersifat utang atau modal sendiri, dan biasanya berhubungan dengan sebelah kanan laporan keuangan neraca. Manajer keuangan harus memikirkan penggabungan dana yang dibutuhkan, termasuk pemilihan jenis dana yang dibutuhkan, apakah jangka pendek atau jangka panjang atau modal sendiri, serta kebijakan dividen.

2. Keputusan Investasi

Merupakan keputusan yang berkaitan dengan jumlah aktiva dimiliki, kemudian penempatan komposisi masing-masing aktiva. Misalnya berapa alokasi kas, aktiva tetap atau aktiva lainnya. Keputusan investasi ini berkaitan erat dengan sisi kiri dari laporan keuangan neraca.keputusan investasi berkaitan dengan manajer harus mengalokasikan dana ke dalam bentuk-bentuk investasi yang akan menguntungkan di masa yang akan dating

3. Keputusan Pengelolaan Aset/Kebijakan Dividen

Merupakan keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan aset secara efisien, terutama dalam hal aktiva lancar dan aktiva tetap. Pengelolaan aktiva lancar berkaitan erat dengan manajemen modal kerja dan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah yang berkaitan dengan manajemen investasi.

(8)

2.4 Perkembangan manajemen keuangan

Secara ringkas disiplin keuangan mengalami perkembangan dari disiplin yang deskriptif menjadi makin analisis dan teoritis.Dari yang lebih menitikberatkan dari sudut pandang pihak luar, menjadi berorientasi pengambilan keputusan bagi manajemen perusahaan.Sumbangan para ekonom sangat besar dalam perumusan teori- teori keuangan.Berbagai konsep, model dan teori telah dikembangkan dalam bidang keuangan, yang kemudian mendapat tempat yang sangat penting dalam keuangan perusahaan (corporate finance).

Pada tahun 1920-an capital budgeting dirumuskan. Model ini menjelaskan perlunya diperhatikan nila waktu uang ketika melakukan keputusan investasi.

meskipun diakui bahwa penentuan tingkat bunga yang layak dalam perhitungan nilai sekarang (present value) tidaklah mudah.konsep capital budgeting memberikan dasar bagi teori penilaian (valuation).

Pada tahun 1950-an Harry Markowitz merumuskan portofolio theory, yang kemudian dikembangkan oleh Sharpe, lintner, Treynor pada tahun 1960-an dengan capitalassetpricingmodel-nya.

Teori dan model tersebut berguna dalam merumuskan risiko yang relevan untuk investasi keuangan perusahaan. Tahun 1970-an muncul arbitrage pricing theory dan option pricing theory.

Teori yang pertama memberikan alternatif, selain capital asset pricing model untuk menaksir harga aktiva.Sedangkan teori yang kedua menjelaskan bagaimana suatu opsi (pilihan) ditaksir nilainya.meskipun demikian, tetap dijumpai berbagai pertanyaan dan perdebatan dalam bidang teori keuangan.

masalah kebijakan dividen dan struktur modal yang diungkapkan oleh Modigliani dan miller pada tahun 1950-an dan 1960-an merupakan contoh bidang-bidang yang masih menjadi perdebatan.masalah lain adalah konsep tentang efisiensi pasar modal, dan bagaimana mengukur risiko dalam investasi.bahkan model yang nampaknya telah diterima oleh kalangan bisnis, seperti capital asset pricing model, berkali-kali dipertanyakan oleh beberapa kalangan akademis.

Dalam mempelajari manajemen keuangan kita perlu bersikap terbuka (open mind), tidak begitu saja apriori jika menghadapi pendapat yang berbeda.bagaimana pun juga teori manajemen keuangan selalu mengalami perkembangan dan kita perlu bersikap terbuka terhadap perkembangan tersebut.dan melengkapi materi manajemen keuangan

(9)

9

ini, berikut saya sajikan video pendek pembelajaran manajemen keuangan.

2.5 Keuangan perusahaan 1. Pengertian

Keuangan merupakan suatu fondasi yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Supaya dapat mendukung aktivitas operasional dalam perusahaan, manajemen keuangan harus dikelola dengan baik, cermat, dan transparan.

Biasanya ada sebuah divisi khusus yang bertugas mengurus keuangan dalam perusahaan.

Manajemen keuangan perusahaan merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah perusahaan. keuangan adalah dasar operasional perusahaan yang harus dikelola dengan baik. pengelolaan keuangan yang buruk tentu dapat mengakibatkan kerugian dan pada tahap ekstrem dapat menghentikan jalannya sebuah perusahaan. yang harus diperhatikan dalam manajemen keuangan perusahaan diantaranya perusahaan harus memiliki prinsip keterbukaan terhadap aktivitas keuangan perusahaan. profesional di bagian keuangan sebuah perusahaan wajib menyediakan informasi tentang aktivitas keuangan bagi orang yang berkepentingan, sehingga setiap departemen di perusahaan mendapat gambaran mengenai hal apa yang harus dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan. kemudian akuntabilitas dalam manajemen keuangan merupakan kewajiban hukum dalam sebuah perusahaan.

2. Tujuan pengelolaan keuangan suatu perusahaan

 Memaksimalkan Laba Usaha

Dalam pengelolaan keuangan, kegiatan dilakukan tidak hanya untuk memantau arus kas tetapi juga untuk meninjau kegiatan kas yang tidak menguntungkan bagi usaha. Sebagai seorang profesional di industri keuangan, Anda perlu mewaspadai aktivitas yang tidak menguntungkan bagi bisnis dan menggantinya dengan aktivitas lain yang dapat mendatangkan keuntungan sekaligus keuntungan jangka pendek.

 Pemeliharaan arus kas

Arus kas masuk dan keluar harus dipantau agar tidak menimbulkan biaya yang besar. Tentu saja, peningkatan biaya dapat membebani uang bisnis.

(10)

 Meningkatkan efisiensi

Dengan mengelola semua aspek keuangan dengan baik, efisiensi dana perusahaan akan meningkat.

 Pengurangan risiko operasional

Pengambilan keputusan yang cermat dalam pengaturan keuangan perusahaan akan mengurangi risiko operasional yang dapat timbul sewaktu- waktu sebagai akibat dari pengelolaan keuangan yang buruk.

 Proyeksi usia bisnis

Perencanaan dan pengaturan keuangan yang baik membantu bisnis bertahan di saat persaingan bisnis yang ketat. Kartu keuangan juga dapat memprediksi berapa lama bisnis dapat bertahan.

Tujuan lain dari penerapan manajemen keuangan perusahaan adalah untuk merencanakan struktur modal. Dengan demikian, anggaran perusahaan dan dana pinjaman akan bersifat seimbang. Perencanaan yang tepat akan membantu perusahaan dalam meminimalkan modal

3. Fungsi keuangan perusahaan

 Planning

Berkaitan dengan uang kas, termasuk perencanaan arus kas perusahaan.

Adanya planning yang matang dalam pengelolaan keuangan akan membuat perusahaan lebih siap dari segi anggaran untuk mewujudkan strategi

 Budgetting

Budgeting adalah membuat rencana pembelanjaan uang. Perusahaan perlu melakukan budgeting terhadap dana yang dimilikinya,

 Controlling

Setelah melakukan planning dan budgeting, langkah selanjutnya adalah controlling atau evaluasi. Ini merupakan salah satu fungsi manajemen keuangan perusahaan yang tidak boleh dilewati. Pasalnya, evaluasi tersebut bermanfaat untuk memperbaiki sistem dalam perusahaan yang kurang efisien dalam perusahaan.

(11)

11

 Auditing

Auditing atau pemeriksaan adalah tindakan yang dilakukan dalam manajemen keuangan perusahaan untuk menghindari terjadinya penyimpangan. Untuk melaksanakan pemeriksaan keuangan dalam perusahaan, kaidah-kaidah dalam akuntansi perlu dikedepankan.

 Reporting

reporting atau laporan. Reporting dalam manajemen keuangan harus bersifat terbuka dan transparan. Tujuannya agar seluruh pihak yang berkepentingan dapat mengetahui kondisi keuangan perusahaan secara jelas. Karena itu, laporan keuangan pun harus detail dan runut.

walaupun perusahaan melakukan evaluasi dan pemeriksaan, jika tidak disimpulkan dalam sebuah laporan, informasi tersebut akan simpang siur.

Adanya laporan keuangan juga mengurangi celah penyalahgunaan dana sesuai alokasi yang telah ditentukan. Laporan ini bisa digunakan untuk mengecek kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.

(12)

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

a. Manajemen keuangan

merupakan segala aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan usaha untuk mendapatkan pendanaan yang diperlukan dengan biaya minimal dan syarat- syarat yang paling menguntungkan, serta usaha untuk menggunakan dana tersebut se-efisien mungkin.

b. Manajemen keuangan rumah sakit

merupakan proses pengelolaan keuangan yang bertujuan untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang dimiliki oleh rumah sakit digunakan secara efektif dan efisien.

c. Manajemen keuangan perusahaan

merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah perusahaan. keuangan adalah dasar operasional perusahaan yang harus dikelola dengan baik. pengelolaan keuangan yang buruk tentu dapat mengakibatkan kerugian dan pada tahap ekstrem dapat menghentikan jalannya sebuah perusahaan

d. Tujuan dengan adanya manajemen keuangan untuk mengelola dana rumah sakit pada suatu rumah sakit secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai rumah sakit

(13)

13 DAFTAR PUSTAKA

Gitman, Lawrence. Principles of Managerial Finance. https://www.kulker.hu/wp- content/uploads/2013/03/30459588-Principles-of-Managerial-Finance-by-Gitman.pdf.

(diakses pada 11 Juni 2022 pukul 12:00 WIB).

https://www.kompasiana.com/aninditarisnatul0762/62a841f7bb44862729366f32/tipe- keputusan-manajemen-keuangan?page=2&page_images=1

Referensi

Dokumen terkait

MANAJEMEN LOGISTIK

Selanjutnya, agar kegiatan bisnis dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan, maka diperlukan Manajemen keuangan tersebut... Karena manajemen keuangan sebagai

Rumah Sakit Bersalin Grha Mutiara Subang memiliki beberapa masalah dalam manajemen keuangan yaitu bendahara kesulitan untuk melakukan perencanaan anggaran perbulan

Penulisan ini yang berjudul Sistem Informasi Manajemen Rumah Saki Welasasih Ambrawa ini membahas mengenai manajemen data pasien pada Rumah Sakit Welasasih dengan menggunakan

Makalah ini membahas tentang kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di Rumah

Makalah ini membahas implementasi pelayanan prima pada unit rawat inap dan unit administrasi manajemen di Rumah Sakit Umum Daerah

Dokumen ini menerangkan definisi, tugas, dan fungsi rumah sakit berdasarkan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 serta menekankan pentingnya manajemen profesional untuk efisiensi rumah

Makalah tentang manajemen pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit dan puskesmas untuk memenuhi tugas akademik universitas di bidang