i TESIS
Oleh
DWI ARIESATY HANDAYANI NIM : 203206010012
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KH ACHMAD SIDDIQ JEMBER 2022
ii
Tesis dengan judul “Fungsi Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember” yang ditulis oleh Dwi Ariesaty Handayani ini, telah disetujui dalam forum Sidang Tesis
Jember, Juni 2022 Pembimbing 1
Dr. Hj. St. Rodliyah, M.Pd 196809111999032001
Jember, Juni 2022 Pembimbing 2
Dr. Zainal Abidin, S.Pd.I, M.Si 198106092009121004
iii
iv
Madrasah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember”
Kata Kunci : Fungsi Kepemimpinan Kepala Madrasah, Pengembangan Kompetensi Profesional Guru
Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember tanggap dengan perkembangan teknologi saat ini yang berkembang pesat. Dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang di miliki madrasah ini siap untuk berkompetisi dengan sekolah lain dalam pelayanan informasi publik. Tercapainya tujuan pendidikan sangat tergantung pada keterampilan kepemimpinan dan kearifan kepala madrasah sebagai supervisor yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan dan kompetensi profesional guru sudah dapat diandalkan.
Fokus Penelitian : 1) Bagaimana fungsi instruksi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember? 2) Bagaimana fungsi konsultasi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember? 3) Bagaimana fungsi partisipasi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember?
Tujuan Penelitian : 1) Menganalisis fungsi instruksi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember 2) Menganalisis fungsi konsultasi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember 3) Menganalisis fungsi partisipasi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Jenis penelitian ini menggunakan studi kasus. Teknik penentuan subjek yaitu dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif Miles dan Huberman, yakni meliputi data collection, data condensation, data display, and data verifiying. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulası sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Fungsi Instruksi, kepala madrasah membangun motivasi guru dengan melibatkan guru dalam melaksanakan serta mengelola setiap kegiatan dan program, 2) Fungsi Konsultasi, kegiatan pengembangan guru melalui forum diskusi internal MGMP Madrasah, 3) Fungsi Partisipasi, kepala madrasah membentuk tim penjamin mutu, kepala madrasah melakukan evaluasi terhadap kinerja tim penjamin mutu madrasah.
v
in Developing Teacher Professional Competence at Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember
Keywords: The Role of Madrasah Principal’s Leadership, Teacher Professional Competence Development
Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember is responsive to proliferating current technological developments. With the support of Human Resources (HR) owned by this madrasah, it is ready to compete with other schools in public information services. However, the achievement of educational goals is highly dependent on the leadership skills and wisdom of the madrasah principal as a supervisor who is one of the educational leaders and the professional competence of teachers can be reliable.
The foci of the study: 1) What is the role of the madrasah principal's leadership instruction in developing teachers' professional competence at Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember? 2) What is the role of consulting the madrasah principal's leadership in developing teachers' professional competence at Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember? 3) What is the role of the madrasah principal's leadership participation in developing teachers' professional competence at Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember?
The goals of the study: 1) Analyzing the function of madrasah principal leadership instruction in developing teacher professional competence at Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember 2) Analyzing the role of madrasah leadership consulting in developing professional competence of teachers at Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember 3) Analyzing the role of madrasah leadership participation in developing the professional competence of teachers at Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember.
This study used a descriptive qualitative approach. This study used case studies. The technique of determining the subject is the purposive technique. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is the interactive analysis model of Miles and Huberman, which includes data collection, data condensation, data display, and data verification. The data validity technique used in this research is source triangulation and technical triangulation.
The results showed that: 1) Instruction function, madrasah principals build teacher motivation by involving teachers in implementing and managing every activity and program, 2) Consulting function, teacher development activities through internal MGMP Madrasah discussion forums, 3) Participation function, madrasah heads form the quality assurance team, and the head of the madrasah evaluates the performance of the madrasah quality assurance team.
vi
نيملعملل ةيموكحلا ةيملاسلإا ةطسوتملا ةسردملا يف
5 .ربمج
املكلا :ةيسيئرلا ت ةمهم
دايق ريوطتو ،ةسردملا سيئر ة ءافكلا
ة ةيفارتحلاا نيملعملل
ةيموكحلا ةيملاسلإا ةطسوتملا ةسردملا تناك 5
يتلا ساردملا نم ربمج بيجتست
ةيجولونكتلا تاروطتلل مايلأا هذه
يتلا روطتت .ةعرسب عم
ةيرشبلا دراوملا معدب اهيف ةزهاجلا
ف ةسردملا هذه ةدعتسم
مدخ يف ىرخلأا سرادملا عم سفانتلل ة
.ةماعلا تامولعملا و
دمتعي
راهملا ىلع ةيميلعتلا فادهلأا قيقحت ة
و ةيدايقلا لا
ةمكح هتفصب ةسردملا سيئر ىدل فرشم
ا
و نم نوكي كلذك دحأ
ءاسؤرلا ةءافكلا ىلع دامتعلاا نكميو نييوبرتلا
ةيفارتحلاا .نيملعملل
( وهف ثحبلا اذه زيكرت امأ 1
حت ) ل تاميلعتلا ةمهم ليل دايق
ةسردملا سيئر ة يف
ريوطت ءافكلا ة ةيفارتحلاا نيملعملل
ةيموكحلا ةيملاسلإا ةطسوتملا ةسردملا يف 5
،ربمج
(و 2 ) ليلحت ةمهم تاراشتسلاا ل
دايق ةسردملا سيئر ة يف
ريوطت ءافكلا ة ةيفارتحلاا نيملعملل
ةيموكحلا ةيملاسلإا ةطسوتملا ةسردملا يف 5
(و ،ربمج 3
) ليلحت ةمهم ةكراشملا ل
دايق ة
ةسردملا سيئر يف
ريوطت ءافكلا ة ةيفارتحلاا نيملعملل
ةيملاسلإا ةطسوتملا ةسردملا يف
ةيموكحلا 5
.ربمج ا مدختس يف ةثحابلا ت ذه
ا ثحبلا يفيكلا لخدملا نم .يفصولا
للاخ سارد ثحبلا ة
.ةلاحلا ةقيرطو ديدحت
ثحبلا عمتجم يه
ب .ةفداه ةينقت ةقيرطو
يه ةمدختسملا تانايبلا عمج
.قيثوتلاو تلاباقملاو ةبقارملا و
ليلحتلا جذومن يه ثحبلا اذه يف مدختسملا تانايبلا ليلحت
ل يلعافتلا نامربوهو زليم
نمضتي يذلاو ، نم
ضرع ،تانايبلا فيثكت ،تانايبلا عمج
.تانايبلا نم ققحتلاو ،تانايبلا ةقيرط امأ
تانايبلا ةحص يه
رداصملا ثيلثت .ينفلا ثيلثتلاو
لصح يتلا جئاتنلا امأ ت
ثحابلا اهيلع ة
:يهف ( 1 ل تاميلعتلا ةمهم نأ ) دايق
سيئر ة
ل ةسردملا جمانربو طاشن لك ةرادإو ذيفنت يف نيملعملا كارشإ للاخ نم ملعملا زيفحت ءانب
،
(و 2 ةمهم ) تاراشتسلاا
يه ةيلخادلا ةشقانملا تايدتنم للاخ نم نيملعملا ريوطت ةطشنأ نم
( ،ةسردملا يف نيسردملا عمجم 3
) ةمهم ةكراشملا ب
ليكشت ةنجل ديكأت سيئر موقي ،ةدوجلا
قتب ةسردملا و
ءادأ مي
ةنجل
ديكأت
.ةسردملاب ةدوجلا
vii
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan perlindungan yang senantiasa dilimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis sesuai harapan walaupun masih belum sempurna.
Adapun judul penelitian ini adalah ”Fungsi Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember”. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang senantiasa kita teladani sebagai Uswatun Hasanah.
Untuk itu pada kesempatan yang baik ini, dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati, penulis menyampaikan rasa terima kasih sedalam-dalamnya kepada:
1. Prof. Dr. H. Babun, SE, MM selaku Rektor UIN KH Achmad Siddiq Jember yang telah memberikan ijin dan bimbingan bermanfaat.
2. Prof. Dr. Moh. Dahlan,M.Ag, selaku direktur Pascasarjana yang telah memberikan ijin dalam penyusunan tesis.
3. Dr. H. Zainudin Al-Haj Zaini, Lc.,M.Pd sebagai Kaprodi MPI yang telah memberikan motivasi, sekaligus memberikan banyak ilmu dan bimbingan dengan penuh kesabaran, petunjuk dan arahan dalam penyusunan tesis.
viii berjalan dengan lancar saampai selesai.
5. Dr. Hj. St. Rodliyah, M.Pd selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga tesis ini berjalan dengan lancar sampai selesai.
6. Dr. Zainal Abidin, S.Pd.I, M, Si selaku Pembimbing II yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan sehingga tesis ini berjalan dengan lancar sampai selesai.
7. Kepada suami tercinta Totok Purwanto, S.Pd.I yang selalu memberikan dukungan dan doa serta selalu sabar dalam membantu semua urusan kuliah dan urusan keluarga.
8. Bapak H. Maijoso, S.Ag. M.Pd.I selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember yang telah bersedia memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian saya.
Jember, 23 Juni 2022
Dwi Ariesaty Handayani NIM . 203206010012
ix
Halamn Persetujuan ... ii
Halaman Pengesahan ... iii
ABSTRAK ... iv
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... ix
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Konteks Penelitian ... 1
B. Fokus Penelitian ... 8
C. Tujuan Penelitian ... 9
D. Manfaat Penelitian ... 9
E. Definisi Istilah ... 10
F. Sistematika Penelitian... 11
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 13
A. Penelitian Tedahulu ... 13
B. Kajian Teori ... 27
C. Kerangka Konseptual ... 42
BAB III METODE PENELITIAN ... 43
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 43
B. Lokasi Penelitian ... 44
C. Kehadiran Peneliti ... 45
D. Subyek Penelitian ... 46
x
G. Analisis Data ... 52
H. Keabsahan Data ... 26
I. Tahap-Tahap Penelitian ... 57
BAB IV PAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN ... 58
A. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah ... 58
B. Paparan Data dan Analisa Data ... 62
C. Temuan Penelitian ... 87
BAB V PEMBAHASAN ... 90
A. Fungsi Instruksi KepemimpinanKepala Madrasah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember ... 90
B. Fungsi Konsultasi Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember ... 94
C. Fungsi Partisipasi KepemimpinanKepala Madrasah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember ... 94
BAB VI PENUTUP ... 103
A. Kesimpulan ... 103
B. Saran ... 104
DAFTARRUJUKAN ... 105 LAMPIRAN
xi Gambar 4.2. Laporan Perangkat Pembelajaran Gambar 4.3. Laporan Kegiatan Workshop Gambar 4.4. Visi dan Misi Madrasah Gambar 4.5. Program Kerja Madrasah
Gambar 4.6. Kelengkapan dokumen Madrasah Gambar 4.7. Dokumen Pembagian Tugas Gambar 4.8. Instrumen Supervisi RPP Gambar 4.9. Laporan Kegiatan MGMP Gambar 4.10. Kegiatan Rapat Koordinasi Gambar 4.11. Kegiatan PKG
Gambar 4.12. Dokumen Susunan Tim Penjamin Mutu Gambar 4.13. Dokumen Tim Penjamin Mutu
Gambar 4.14. Rapat Guru membentuk tim khusus yaitu Tim Penjamin Mutu Pendidikan Madrasah (TPMPM)
Gambar 4.15. Form Evaluasi Tim
1
Profesi kepala madrasah tidak semudah kelihatannya, apalagi dengan dinamika yang terjadi saat ini, termasuk tren terkini yaitu tuntutan akuntabilitas. Kepala madrasah menghadapi tantangan yang lebih besar dari masa lalu dalam menjalankan tugas dan fungsi yang diembannya sehari-hari.
Hal ini terjadi karena hierarki wewenang dan kekuasaan yang lebih tinggi daripada kelompok yang mengawasi atau auditor. Tantangan lain yang dihadapi kepala madrasah ke depan cukup banyak.
Tantangan tersebut antara lain memastikan proses pembelajaran yang berkualitas berkelanjutan, mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan dasar secara seimbang melalui kurikulum yang diterapkan, mengelola perilaku dan kehadiran personel di sekolah, mengelola sumber daya dan lingkungan secara strategis, membangun sekolah sebagai pusat komunitas belajar yang profesional, dan mengembangkan kemitraan dan kerjasama tidak terbatas pada konteks sekolah tetapi mencari dukungan dari orang tua dan masyarakat untuk menyelaraskan dan mengembangkan peluang inovasi pembelajaran1.
Mulyasa menyatakan bahwa kepala madrasah yang berhasil ketika memahami keberadaan sekolah sebagai organisasi yang kompleks dan unik,
1 Day, C., & Sammons, P, Successful School Leadership. (The University of Notthingham:
Education Development Trust,2014),35
serta mampu menjalankan peran kepala madrasah sebagai supervisor yang diberi tanggung jawab untuk memimpin madrasah. Tercapainya tujuan pendidikan sangat tergantung pada keterampilan kepemimpinan dan kearifan kepala madrasah sebagai supervisor yang merupakan salah satu pemimpin pendidikan2.
Dalam konsep Islam sendiri, kepemimpinan dapat diartikan sebagai sebuah konsep interaksi, relasi, proses otoritas, kegiatan mempengaruhi, mengarahkan dan mengkoordinasi baik secara horizontal dan vertikal. Yang kemudian dalam teori manajemen, fungsi pemimpin sebagai perencana dan pengambil keputusan (planning and decision maker), pengorganisasi (organization), kepemimpinan dan motivasi (leading and motivation), pengawasan (controlling), dan lain-lain3. Dalam Al-Qur’an Surat Sad (38) ayat 26 Allah SWT berfirman:
ُ واَدََٰي ۥُ د
ُيِفُ ٗةَفيِلَخُ َكََٰنۡلَعَجُاَّنِإ ُ
ُِض ۡرَ ۡلۡ ٱ
َُُف ٱ م ك ۡح
ُ َنۡيَب ُ
ُِساَّنل ٱ
ُُِب
ُ قَحۡل ٱ
ُِعِبَّتَتُ َلََو ُ
َُٰىَوَهۡل ٱ
ُ ِليِبَسُ نَعُ َكَّلِض يَف ُ
ُهَِّلل ٱ
ُ َّنِإ ُ
َُنيِذَّل ٱ
ُ ِليِبَسُ نَعُ َنوُّلِضَي ُ
َُِّلل ٱ
ُ
ُ ۡم هَل
َُم ۡوَيُْاو سَنُاَمِبُ ُۢ ديِدَشُ ٞباَذَع
ُِباَسِحۡل ٱ
ُ ٦٢
ُ
Artinya : (Allah berfirman), “Wahai Dawud! Sesungguhnya engkau Kami jadikan khalifah (penguasa) di bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu, karena akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Sungguh, orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (Q.S. Sad 38:26)
2 Mulyasa, E, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya,2013) ,17.
3 Fakih, Aunur Rahim, Kepemimpinan Islam, (Yogyakarta: UII Press, 2001) ,15
Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa salah satu tugas dan kewajiban utama seorang khalifah (penguasa) adalah menegakkan supremasi hukum secara al-Haq.Seorang pemimpin tidak boleh menjalankan kepemimpinannya dengan mengikuti hawa nafsu. Karena tugas kepemimpinan adalah tugas fi sabilillah dan kedudukannyapun sangat mulia4. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam perspektif Islam adalah suatu kegiatan atau kemampuan orang lain untuk mengarahkan dan memotivasi tingkah laku orang lain, serta ada usaha kerja sama yang sesuai dengan nilai-nilai Al- Qur’an dan Al-Hadits untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama.
Kompetensi kepala madrasah dapat dilihat dalam menyusun perencanaan program kerja madrasah yang baik, hal ini berdampak berjalannya program pada madrasah. Kepala madrasah harus sanggup membangkitkan motivasi kerja pengajar dan tenaga kependidikan lainnya dengan tujuan terjadi perubahan sikap dan peningkatan mutu kerja tersebut.
Kepala madrasah bisa memberikan reward kepada guru yang berkontribusi lebih dan serta memberikan teguran kepada guru yang melakukan pelanggaran, ketepatan respon yang tepat dapat menjadi pemicu motivasi5.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih dan mengalami pertukaran yang sangat cepat membuat profesionalisme dalam bidang tersebut sangat diharuskan, terutama profesionalisme guru. Guru yang peka dan tanggap terhadap perubahan-perubahan, pembaharuan serta ilmu
4 Paramitha,D, Kajian Tematis Al-Qur’an dan Hadis tentang kepemimpinan, (J-PAI:Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2016)
5 Taufik Maulana, Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah Untuk Meningkatkan Kompetensi Professional Guru PAI (Studi Penelitian Di MA Baabussalaam Kota Bandung), (Jurnal Tahdzibi:
Manajemen Pendidikan Islam 4 (1) pp 55-66, 2019)
pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.6. Guru sebagai komponen utama dalam dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengimbangi bahkan melampaui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dalam masyarakat. Melalui sentuhan guru di sekolah, diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi tinggi dan siap menghadapi tantangan hidup dengan penuh keyakinan dan percaya diri yang tinggi sekarang dan ke depan, sekolah (pendidikan) harus mampu menciptakan mutu pendidikan, baik secara keilmuan (akademis) maupun secara sikap mental. Oleh karena itu, menurut Louis V. Gerstner, Jr., dkk, dalam Kunandar, dibutuhkan sekolah yang unggul yang memiliki ciri-ciri: (1) kepala sekolah yang dinamis dan komunikatif dengan kemerdekaan memimpin menuju visi keunggulan pendidikan; (2) memiliki visi, misi dan strategi untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dengan jelas; (3) guru- guru yang kompeten dan berjiwa kader yang senantiasa bergairah dalam melaksanakan tugas profesionalnya secara inovatif; (4) peserta didik yang sibuk, bergairah, dan bekerja keras dalam mewujudkan perilaku pembelajaran; (5) masyarakat dan orang tua yang berperan serta dalam menunjang pendidikan7.
Kunci utama agar perencanaan dan program-program pengembangan pendidikan di sekolah berjalan optimal berada di tangan para pendidik pada lembaga tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut secara rinci telah dituangkan
6 Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2008)
7 Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,2008)
dalam UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa guru dan dosen wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi kualifikasi lain yang dipersyaratkan satuan pendidikan tinggi tempat bertugas, serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional8. PP No.13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pendidikan formal dan non formal, kemudian Kompetensi, inti dan kompetensi Dasar (KI/KD), Kurukulum Tingkat Satuan Pendidikan, Silabus, Peserta didik, Buku Panduan guru, Buku Teks Pelajaran dan Penilaian (Evaluasi pendidikan/Ulangan/Ujian); Akreditasi dengan BAN (Badan Akreditasi Nasional) nya, BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) kemudian LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan) , juga penjelasan 8 Standar Nasional Pendidikan yang harus dipenuhi oleh semua stakeholder Pendidikan di Indonesia khususnya satuan pendidikan, 1. Standar Kompetensi, 2. Standar Isi, 3. Standar Proses, 4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5. Standar Sarana dan Prasarana, 6. Standar Pengelolaan, 7 Standar Pembiayaan, dan 8. Standar Penilaian Pendidikan9. Ketentuan yang lebih terperinci lagi dijabarkan dalam Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.10 Ketentuan ini tentu menjadi acuan bagi para guru yang menyandang gelar dan layak dengan setatus sebagai tenaga profesional.
Sebagai lembaga pendidikan, Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember tanggap dengan perkembangan teknologi saat ini yang berkembang pesat.
8 UU No 14 Tahun 2005Tentang Guru dan Dosen
9 PP No.13 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan
10 Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
Dengan dukungan SDM yang di miliki madrasah ini siap untuk berkompetisi dengan sekolah lain dalam pelayanan informasi publik. Dari 23 guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember yang belum sertifikasi ada 6 orang.
Guru ASN 21 orang dan GTT 2 orang. Karena itulah kompetensi profesional guru sudah dapat diandalkan. Dengan kata lain untuk memperoleh pendidikan yang bermutu diperlukan manajemen sumber daya guru. Hal ini penting sekali karena semua sumber daya guru yang ada di sekolah jika tidak ada unsur ketenagaan yang bermutu sangat berat untuk dapat mencapai pendidikan yang bermutu.
Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember merupakan salah satu sekolah menengah negeri di yang berada di Kecamatan Arjasa. Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember terletak Jl. Letnan Suprayitno No 24 dengan kepala madrasah bernama H. Maijoso, S.Ag. M.Pd.I.. Masyarakat sekitar merasa bangga apabila anaknya bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember, karena yang diterima untuk bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember tidak sembarang peserta didik, tetapi harus peserta didik yang mampu menjadi generasi Islam yang berkepribadian luhur (berakhlak mulia), cerdas, kreatif, trampil dan berwawasan luas serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat sekitar bahwa sekolahan tersebut adalah sekolah religius dan mampu menghasilkan lulusan yang berkepribadian luhur. Madrasah Tsanawiyah
Negeri 5 Jember memiliki konsep kerja yaitu Madrasati Jannati yang berarti madrasah yang menyenangkan semua orang11.
Visi Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember yaitu ULAMA (Unggul dalam prestasi, berakhlaqul karimah, maju dalam kreasi, beramal ilmiiah).
Dalam mewujudkan visi Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember tersebut tentunya ada peran sumber daya guru yang profesional, sebagai penunjang yang mampu menyelenggarakan pendidikan secara utuh dan menyeluruh yang termuat serta dapat meningkatkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember. Selain itu, kepala madrasah mempunyai fungsi kepemimpinan dalam pengembangan kompetensi profesional guru yang ada di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember tersebut.
Kepala madrasah memiliki model pendekatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi dan kemampuan guru yang dihadapi, karena ketidak tepatan dalam memilih model pendekatan yang sesuai dengan peningkatan profesionalisme guru, dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kesulitan guru dalam memahami konsep dari pokok pengembangan tertentu12.
Pemerintah berupaya untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia, antara lain program wajib belajar, program sekolah gratis, adanya sekolah terbuka, serta penyelenggaraan sekolah yang bertarap nasional maupun bertaraf internasional. Pemerintah dan praktisi pendidikan juga berupaya melakukan revitalisasi terhadap paradigma pendidikan sejalan dengan perkembangan informasi, pengetahuan dan teknologi serta perkembangan
11 Dokumentasi profil Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember Tahun 2021
12 Dokumentasi profil Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember Tahun 2021
dunia pada umumnya yang disesuaikan dengan sistem nilai yang dianut oleh masyarakat Indonesia13.
Peneliti memilih penelitian ini dikarenakan, (1) Peneliti ingin mengetahui bahwasannya fungsi kepemimpinan Kepala Madrasah dalam pengembangan kompetensi profesional guru di sekolah tersebut, (2) Kurangnya sarana dan prasarana yang belum mendukung.
Berdasarkan dari konteks penelitian, penulis tertarik untuk meneliti masalah tersebut dengan judul “Fungsi Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember”.
B. Fokus Penelitian
1. Bagaimana fungsi instruksi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember?
2. Bagaimana fungsi konsultasi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember?
3. Bagaimana fungsi partisipasi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember?
13Fuad, Moh., Dasar-dasar Pengetahuan Pendidikan, (Lumajang: Tanpa Nama Penerbit,2003) , 23
C. Tujuan Penelitian
1. Menganalisis fungsi instruksi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember
2. Menganalisis fungsi konsultasi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember
3. Menganalisis fungsi partisipasi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
a. Dapat menambah khasanah dan intelektual Islam serta bahan dalam penerapan ilmu metode penelitian dan dapat dijadikan bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya.
b. Terumuskannya fungsi kepemimpinan Kepala Madrasah dalam pengembangan kompetensi profesional guru
2. Manfaat Praktis
a. Bagi peneliti, hal ini memberikan wawasan dan meningkatkan keaktifan peneliti di dalam melatih pola berpikir secara ilmiah, berlatih mandiri dan berpengalaman bagi kehidupannya di masa yang akan datang b. Bagi Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember, diharapkan dapat
memberikan kontribusi pengetahuan dan dapat memberikan solusi
untuk penunjang keberhasilan fungsi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru
c. Bagi lembaga UIN KHAS Jember, penelitian ini dapat memberikan konstribusi pada mahasiswa yang ingin mengembangkan kajian yang sama pada waktu yang akan datang.
E. Definisi Istilah
1. Kepemimpinan kepala madrasah adalah kemampuan seorang guru yang dapat mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Dalam menjalankan kepemimpinannya, seorang pemimpin diberikan tugas tambahan pada suatu madrasah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan Islam.
2. Kompetensi profesional guru adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, serta metode dan teknik mengajar yang sesuai yang dapat difahami oleh peserta didik, mudah ditangkap, tidak menimbulkan kesulitan dan keraguan.
3. Madrasah Tsanawiyah adalah jenjang dasar pada pendidikan formal di Indonesia, setara dengan sekolah menengah pertama, yang pengelolaannya dilakukan oleh Departemen Agama. Pendidikan madrasah tsanawiyah ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 7 sampai kelas 9 yang menyelenggarakan pendidikan umum dan kejuruan dengan kekhasan agama islam
Ketiga pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi kepemimpinan kepala madrasah dalam pengembangan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember adalah kemampuan kepala madrasah untuk memperoleh kepercayaan dan menjalin kerjasama yang dapat mengembangkan kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran agar dipahami oleh peserta didik di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember.
F. Sistematika Penelitian
Dalam Tesis ini menyajikan 6 (enam) bab. Tiap-tiap bab terdiri atas beberapa bagian atau sub-sub bab. Namun sebelum memasuki bab satu terdapat beberapa halaman yang berisi; halaman judul, halaman persetujuan, kata pengantar dan daftar isi.
Bab satu memuat latar belakang masalah penelitian. Pada bab ini juga akan diuraikan tentang latar belakang masalah yang kemudian dirumuskannya masalah-masalah yang ada. Kemudian dilanjutkan dengan fokus penelitian, dan dalam bab ini pula diterangkan tujuan, manfaat penelitian, kajian pustaka kemudian diakhiri dengan sistematika pembahasan.
Bab dua memuat kajian teori, yang meliputi; hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh peneliti lain yang permasalahannya ada kesamaan dengan penelitian ini, tinjauan pustaka tentang pengertian dan fungsi teori, meliputi permasalahan peranan orangtua dan relevasinya dengan kecerdasan spiritual.
Bab tiga memuat metode dan prosedur penelitian merupakan hasil penelitian yang meliputi; (1).Pendekatan dan Jenis Penelitian; (2).Lokasi Penelitian; (3).Subyek dan obyek Penelitian; (4).Teknik Pengumpulan Data;
(5).Analisa Data; (6). Keabsahan Data; dan (6).Tahap-tahap Penelitian.
Bab empat memuat temuan data penelitian yang sesuai dengan fokus penelitian dan telah ditetapkan pada metode. Temuan data dipaparkan berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.
Bab lima memuat pembahasan, hasil analisis antara hasil temuan data dengan kajian teoritis berdasarkan referensi fokus penelitian yang menjadi topik permasalahan.
Bab enam berisi kesimpulan dan saran berupa jawaban ringkas dari pertanyaan fokus penelitian serta saran untuk penelitian lanjutan.
13
1. Penelitian oleh Yuli Dwi Indahwati yang berjudul “Strategi Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di MA Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Lowokwaru – Malang”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi profesional guru untuk meningkatkan mutu pendidikan yang pertama strategi formal yaitu guru ditugaskan oleh lembaga mengikuti pendidikan & latihan, yang kedua strategi non formal yaitu guru atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembangkan dirinya yang berhubungan dengan pekerjaan atau jabatannya. (2) Ada beberapa kendala yang dihadapi dalam mengembangkan kompetensi profesional guru yaitu kurang atau keterbatasan penguasaan IT di sekolah dan keterbatasan waktu, kurang kreatifitas guru dalam proses pembelajaran di kelas dan kurang banyaknya koleksi buku atau fasilitas sekolah, serta kurang adanya hasil karya ilmiah yang dibuat oleh guru- guru. (3) Model yang dapat digunakan untuk
meningkatkan profesionalisme guru dalam menjalankan tugasnya yaitu melalui program in service training atau In service training14.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari segi kompetensi professional guru yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari segi upaya kepala madarasah dengan fungsi kepemimpinan kepala madrasah di setiap lembaga sekolah.
2. Penelitian oleh Taufik Maulana yang berjudul “Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah Untuk Meningkatkan Kompetensi Professional Guru PAI (Studi Penelitian di MA Baabussalaam Kota Bandung)”
Hasil penelitian menyatakan bahwa 1) Gaya kepemimpinan kepala madrasah sangat efektif dalam mencapai salahsatu tujuannya, Kepala madrasah selalu menitikberatkan peningkatan kompetensi professional guru dalam setiap program pengembangan yang dibuat madrasah. hal ini dikarenakan, mengingat kompetensi professional memiliki memiliki indikator esensial yang akan berdampak pada hasil lulusan atau output peserta didik yang berkualitas yang sejalan dengan cita-cita visi misi sekolah, 2) Strategi kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi profesional Guru Pendidikan Agama Islam di SMA Baabussalaam Kota Bandung terealisasi dengan baik, 3) Kendala dalam meningkatkan kompetensi professional guru PAI yang dilakukan kepala madrasah, mampu diminimalisir dan diatasi dengan baik, terbukti dengan masifnya pembinaan, sosialosasi terkait penggunaan IT/ Aplikasi berbasis IT
14Yuli Dwi Indahwati, Strategi Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Ma Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Lowokwaru – Malang,(Malang:UIN Malang, 2018)
mampu diikuti dan diimplementasikan dengan baik oleh guru dan 4) Dampak yang terjadi setelah adanya treatment yang dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru PAI, guru PAI semakin professional dalam mengemban tugasnya sebagai guru dan mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang serta semakin mampu menguasai materi yang akan disampaikan sepada peserta didik15.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari segi kompetensi professional guru yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari segi strategi kepala madrasah dengan fungsi kepemimpinan kepala madrasah di setiap lembaga sekolah dan kompetesi guru mata pelajaran.
3. Penelitian oleh H. Nurhanuddin yang berjudul “Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Inovasi Pendidikan di MTsN Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat”.
Hasil penelitian menyatakan bahwa : 1) Gagasan baru dan inovasi pendidikan bidang pembelajaran dan sarana prasarana pada MTsN Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat dikemas dalam bentuk program perencanaan peningkatan mutu pembelajaran dan sarana prasarana pembelajaran, yaitu program peningkatan kualitas guru melalui supervisi, penilaian kinerja, diklat, PKG dan pemberdayaan MGMP, serta pengadaan sarana prasarana penunjang pembelajaran; 2) Implementasi
15Taufik Maulana, Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah Untuk Meningkatkan Kompetensi Professional Guru PAI (Studi Penelitian Di MA Baabussalaam Kota Bandung), (Jurnal Tahdzibi:
Manajemen Pendidikan Islam 4 (1) , 2019), 55-66
gagasan baru pada MTsN Pangkalan Bun telah dilaksanakan dengan baik oleh semua komponen madrasah untuk kemajuan pendidikan mutu pembelajaran dan kelengkapan sarana prasarana penunjang pembelajaran di MTsN Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat; 3) Mengatur lingkungan kerja pada MTsN Pangkalan Bun dengan baik mulai dari yang berbentuk fisik dan nonfisik sehingga menjadi lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan para guru dan karyawan untuk dapat bekerja optimal16.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari segi kepemimpinan kepala madrasah yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari segi inovasi kepala sekolah dengan pengembangan kompetensi profesional guru di setiap lembaga sekolah.
4. Penelitian dari Janatul Hakim yang berjudul “Manajemen Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di MIN 04 Kepahiang”.
Hasil penelitian menyatakan bahwa perencanaan kepala madrasah dijadikan pedoman dan arah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru sehingga guru memiliki kemampuan dalam mengembangkan profesional guru dalam mengajar, mengelola kelas dan berkomitmen dalam menjalankan tugas. Kepala madrasah dalam pelaksanaan rencana dengan melibatkan semua komponen dalam madrasah dan rencana kerja kepala madrasah dapat dilaksanakan dengan baik. Kepala madrasah
16 Norhanuddin, Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Inovasi Pendidikan di MTsN Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat,(IAIN Palangkaraya;2017)
langsung melakukan pengawasan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif pada diri guru dan dapat mengembangkan profesional guru dalam pembelajaran. Faktor pendukung secara internal kondisi sekolah nyaman sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik.
Kemudian secara eksternal bahwa masyarakat mendukung adanya kegitatan pembelajaran. Hambatannya adalah kurang terbentur dengan kegiatan sekolah sehingga sulit untuk mengatur waktu yang banyak17.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari segi kompetensi professional guru yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari segi manajemen kepala madrasah dengan fungsi kepemimpinan kepala madrasah di setiap lemabaga madrasah.
5. Penelitian oleh Kumalasari, Yasir Arafat, dan Mulyadi yang berjudul
“Principal’s Management Competencies in Improving the Quality of Education”.
Hasil penelitian menyatakan bahwa kompetensi manajemen kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Lais sudah baik. Kepala madrasah di "zaman sekarang" memainkan peran yang lebih kompleks yang membutuhkan kemampuan multitasking dan perubahan peran yang dinamis. Kepemimpinan kepala madrasah efektif dan diterima secara luas sebagai komponen kunci untuk mewujudkan peningkatan mutu
17 Janatul Hakim, Manajemen Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru di MIN 04 Kepahiang, (IAIN Curup,2018)
madrasah. Kualitas madrasah berdampak pada motivasi staf dan kinerja guru dalam kualitas pembelajaran di kelas18.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari peran dan fungsi kepala madrasah yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari segi manajemen kepala madrasah dan mutu pendidikan dengan fungsi kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan kompetensi profesional guru di setiap madrasah.
6. Penelitian oleh Djunaidi yang berjudul “Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru”.
Hasil penelitian menyatakan bahwa kepemimpinan akan efektif apabila dalam mengelola madrasah seorang sosok pemimpin mampu menjadi teladan terhadap bawahannya. Kepala madrasah harus mempunyai sifat-sifat atau karakteristik sebagai seorang pemimpin maupun sebagai seorang manajer dalam mengelola organisasi yang menjadi tanggung jawabnya. Kepemimpinan sangat ditentukan oleh situasi kerja atau keadaan anggota atau bawahan dan sumber daya pendukung organisasi. Karena itu jenis organisasi dan situasi kerja menjadi dasar pembentuk pola kepemimpinan seseorang19.
Persamaan dari penelitian ini adalah kepemimpinan kepala madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari peningkatan
18 Kumalasari,dkk, Principal’s Management Competencies in Improving the Quality of Education, (Journal of Social Work and Science Education Volume 1 (2),2020)
19 Djunaidi, Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru, (Jurnal Tarbiyatuna Volume 2 Nomor 1, 2017), 89-118
kinerja guru dengan fungsi kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan kompetensi profesional guru di setiap madrasah.
7. Penelitian oleh Muhamad Iqbal yang berjudul “Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pelaksanaan Kualitas Mengajar Guru Di SMA Negeri 9 Samarinda”.
Hasil penelitian menyatakan bahwa kepemimpinan kepala madrasah dalam pelaksanaan kualitas mengajar Guru di SMA Negeri 9 Samarinda sudah terlaksana sesuai dengan tujuannya yang mana sebagai inovator melakukan pengembangan pendidikan karakter ramah lingkungan, sebagai komunikator memotivasi guru dan murid di SMA Negeri 9 dengan selalu meyakinkan murid untuk ikut serta dalam lomba apapun tanpa harus memikirkan juara terlebih dahulu, sebagai motivator menanggapi saran dan pendapat dari guru dan murid dengan siapa saja dipersilahkan menyampaikan saran dan kritikan baik di forum rapat atau langsung di sampaikan kapan saja dimana saja dan sebagai kontroler kepala sekolah menuntut guru-guru untuk mengevaluasi setiap tugas yang diberikan dikarenakan hasil evaluasi itulah dasar penyusunan program berikutnya20.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari kepemimpinan kepala madrasah yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu fungsi kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan kompetensi profesional guru di setiap madrasah.
20 Muhammad Iqbal, Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Pelaksanaan Kualitas Mengajar Guru Di SMA Negeri 9 Samarinda,( eJournal Ilmu Pemerintahan, Volume 8, Nomor 2, 2020), 385-398
8. Penelitian oleh Nurilatul Rahmah Yahdiyani, dkk yang berjudul “Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Peserta didik di SDN Martapuro 2 Kabupaten Pasuruan”.
Hasil penelitian menyatakan bahwa kepala madrasah berperan sebagai manajer, innovator, motivator dengan melaksanakan bebeapa upaya dalam meingkatkan kualitas peserta didik di SDN Martapuro 2 adalah berusaha mewujudkan apa yang menjadi visi dan misi madrasah, mewujudkan pembelajaran yang aktif, efektif dan efesien, membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa serta berusaha meningkatkan karakter dan nilai moral peserta didik21.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari kepemimpinan kepala madrasah yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari peran dan fungsi kepala madrasah dengan kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan kompetensi profesional guru di setiap lembaga madrasah.
9. Penelitian oleh Inge Kadarsih,dkk yang berjudul “Peran dan Tugas Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar”.
Hasil penelitian menyatakan bahwa Kepemimpinan kepala madrasah merupakan penentu keberhasilan terwujudnya tujuan pendidikan di madrasah yang telah diuraikan dalam visi dan misi madrasah. Tugas utama kepala madrasah adalah sebagai manajerial, supervisor, dan sebagai pemimpin kewirausahaan. Kepala madrasah sebagai guru yang diberi
21 Nurilatul Rahmah Yahdiyani dkk, Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Peserta didik di SDN Martapuro 2 Kabupaten Pasuruan, (EduPsyCouns Journal, Volume 2 Nomor 1,2020)
tugas dalam mengelola dan memimpin madrasah harus tahu dan paham serta dapat mengaplikasikan apa yang menjadi tugas utama seorang kepala madrasah dalam bentuk tindakan nyata dalam memimpin dan memajukan sekolah dan pendidikan di Indonesia ini seperti yang telah tertuang pada Permendikbud No. 6 Tahun 2018. Agar menghasilkan output yakni peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Yang Maha Kuasa, berakhlak mulia, dan cerdas serta tangguh dan mampu menyelesaikan semua problematika dalam kehidupannya22.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari peran dan fungsi kepala madrasah yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari segi metode penelitian yang berupa metode kepustakaan.
10. Penelitian oleh Nurhaya yang berjudul “Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SDN 4 Sungai Nilam Jawai”.
Hasil penelitian menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala madrasah adalah gaya mendelegasikan tapi kecendrungannya lebih kepada gaya permisip. Fungsi kepemimpinan kepala madrasah mengarah pada fungsi delegasi yaitu pelimpahan wewenang membuat / menetapakan keputusan, baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Faktor pendukung kepemimpinan kepala madrasah adalah hampir semua tenaga gurunya berkualifikasi S1, guru senior yang telah berpengalam mengajar. Faktor
22 Inge Kadarsih,dkk , Peran dan Tugas Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar, (Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 ,2020)
penghambat diantaranya yaitu tenaga pendidik / guru yang ada saat sekarang ini sudah rata – rata menjelang pensiun dan kekurangan jumlah tenaga guru, sarana yang dimiliki sekolah kurang memadai, kerjasama dengan masyarakat sangat kurang ditambah lagi kurangnya lingkungan yang berpusat pada pekerjaan dan iklim kerja yang positif23.
Persamaan dari penelitian ini adalah dari kepemimpinan kepala madrasah yang diterapkan di madrasah. Sedangkan, perbedaan dari penelitian ini yaitu dari gaya kepemimpinan dan metode penelitian dengan kepemimpinan kepala madrasah untuk mengembangkan kompetensi profesional guru di setiap lembaga madrasah.
Dari uraian tentang penelitian terdahulu mengenai fungsi kepemimpinan kepala madrasah dalam pengembangan kompetensi profesional guru, dapat dilihat dengan jelas pada tabel berikut:
23 Nurhaya, Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SDN 4 Sungai Nilam Jawa,( Universitas Tanjungpura Pontianak, 2013)
Tabel 1.1 Perbedaaan dan Persamaan Fungsi Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru di MTS Negeri 5 Jember
No Nama Peneliti, Judul
dan Tahun Penelitian Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan
1 2 3 4 5
1. Yuli Dwi Indahwati, Strategi Kepala Sekolah Dalam Pengembangan Kompetensi Profesional Guru Untuk
Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Ma Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu Lowokwaru – Malang, (Tesis, 2018)
Terdapat beberapa startegi kepala sekolah salah satunya yaitu guru ditugaskan oleh lembaga mengikuti pendidikan & latihan, yang kedua strategi non formal yaitu guru atas keinginan dan usaha sendiri melatih dan mengembangkan dirinya yang
berhubungan dengan pekerjaan atau jabatannya
a.Kompetensi professional guru
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian
2. Taufik Maulana,
Strategi Kepemimpinan Kepala Madrasah Untuk Meningkatkan Kompetensi
Professional Guru PAI (Studi Penelitian Di Ma Baabussalaam Kota Bandung), (Tesis, 2019)
Dampak yang terjadi setelah adanya treatment yang
dilakukan oleh kepala madrasah dalam meningkatkan kompetensi
profesional guru PAI, guru PAI semakin professional dalam mengemban tugasnya sebagai guru dan mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan undang- undang serta semakin
a.Kompetensi professional guru
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian
mampu menguasai materi yang akan disampaikan sepada peserta didik
3. H. Nurhanuddin, Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Inovasi Pendidikan di MTsN Pangkalan Bun Kabupaten
Kotawaringin Barat,(Tesis,2017)
Gagasan baru dan inovasi pendidikan bidang pembelajaran dan sarana prasarana pada MTsN
Pangkalan Bun Kabupaten
Kotawaringin Barat dikemas dalam bentuk program perencanaan peningkatan mutu pembelajaran dan sarana prasarana pembelajaran, yaitu program peningkatan kualitas guru melalui supervisi, penilaian kinerja, diklat, PKG dan pemberdayaan MGMP, serta pengadaan sarana prasarana penunjang pembelajaran
a. Kepemim pinan kepala madrasah
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian
4. Janatul Hakim, Manajemen Kepala Madrasah dalam Meningkatkan
Kompetensi Profesional Guru di MIN 04
Kepahiang, (Tesis,2018)
Kepala madrasah langsung melakukan pengawasan dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak positif pada diri guru dan dapat mengembangkan profesional guru dalam pembelajaran.
a.Kompetensi Profesional Guru
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian
5. Kumalasari,dkk, Principal’s Management
Kepala sekolah di
"zaman sekarang"
memainkan peran
a. Peran Kepala Sekolah
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan
Competencies in Improving the Quality of Education, (Journal, 2020)
yang lebih kompleks yang membutuhkan kemampuan
multitasking dan perubahan peran yang dinamis.
Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian 6. Djunaidi,
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam
Meningkatkan Kinerja Guru,(Jurnal, 2017)
Kepemimpinan akan efektif apabila dalam mengelola sekolah seorang sosok pemimpin mampu menjadi teladan terhadap bawahannya.
a. Kepemim pinan kepala sekolah
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian 7. Muhamad Iqbal,
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam
Pelaksanaan Kualitas Mengajar Guru Di SMA Negeri 9 Samarinda, (Jurnal, 2020)
Kepemimpinan
Kepala Sekolah dalam pelaksanaan kualitas mengajar Guru di SMA Negeri 9 Samarinda sudah terlaksana sesuai dengan tujuannya yang mana sebagai innovator,
komunikator, dan motivator.
a. Kepemim pinan kepala sekolah
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian
8. Nurilatul Rahmah Yahdiyani dkk, Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam
Meningkatkan Kualitas Peserta didik di SDN Martapuro 2 Kabupaten Pasuruan, (Jurnal,2020)
Kepala sekolah berperan sebagai manajer, innovator, motivator dengan melaksanakan
beberapa upaya dalam meningkatkan kualitas peserta didik di SDN Martapuro 2 Pasuruan.
a. Kepemim pinan kepala sekolah
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian
9. Inge Kadarsih dkk, Peran dan Tugas Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar, (Jurnal,2020)
Kepemimpinan kepala sekolah merupakan penentu keberhasilan terwujudnya tujuan pendidikan di sekolah yang telah diuraikan dalam visi dan misi sekolah. Tugas utama kepala sekolah adalah sebagai manajerial, supervisor, dan sebagai pemimpin kewirausahaan.
a. Kepemim pinan kepala sekolah
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian
10. Nurhaya,
Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam
Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SDN 4 Sungai Nilam Jawai, (Jurnal,2013)
Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah adalah gaya mendelegsikan.
Selain gaya kepemimpinan terdapat juga factor pendukung dan penghambat dalam melakukan
kepemimpinan kepala sekolah.
a. Kepemim pinan kepala sekolah
a. Fokus Penelitian b.Pendekatan Penelitian c. Situs
Penelitian d. Subyek
Penelitian
Berdasarkan hasil-hasil temuan dalam penelitian terdahulu diketahui bahwa penelitian ini mengembangkan terhadap penelitian sebelumnya.
Peneliti memandang penelitian ini diperlukan karena memfokuskan pada fungsi kepemimpinan kepala madrasah dalam pengembangan kompetensi profesional guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Jember agar memberikan gambaran yang lebih sempurna.
B. Kajian Teori
1. Kepemimpinan Kepala Madrasah a. Pengertian Kepala Madrasah
1) Kepala Madrasah
Kepala madrasah adalah pemimpin tertinggi di madrasah.
Masing-masing pemimpin mempunyai pola yang berbeda dalam menerapkan kepemimpinannya. Pemimpin dapat mempengaruhi, mengarahkan, dan mendorong orang-orang yang dipimpinnya dengan cara yang berbeda-beda pula24. Kepala Madrasah didefinisikan sebagai seseorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah tempat diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru dan murid yang menerima pelajaran25. Kepala Madrasah adalah seorang tenaga fungsional kepala yang diberi tugas untuk memimpin suatu madrasah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara kepala yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran26. Wahjosumidjo menyatakan bahwa Kepala madrasah adalah seorang kepala (jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala madrasah) di madrasah27.
24 Norhanuddin, Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Inovasi Pendidikan Di Mtsn Pangkalan
Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, (Kalimantan : IAIN Palangkaraya, 2017)
25 Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahanya, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007)
26 Wahjosumidjo , Kepemimpinan kepala madrasah, Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007)
27 Wahjosumidjo , Kepemimpinan kepala madrasah, Tinjauan Teoritik dan Permasalahannya , (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007)
2) Syarat-syarat menjadi Pemimpin
Syaikh Muhammad Mubarak dalam kitabnya Nizam al-Islam, menyebutkan ada empat syarat seseorang menjadi pemimpin, yaitu pertama, mempunyai akidah yang lurus. Kedua, mempunyai wawasan yang luas. Ketiga, mempunyai dedikasi mengabdi kepada umat.
Keempat, mempunyai komitmen yang kuat terhadap ajaran Islam.
Dari segi sinilah, umat Islam perlu meninjau dan mempertimbangkan kembali pilihannya28
Menurut al-Mawardi sebagaimana yang dikutif oleh Munawir Sjazali bahwa beliau menerangkan syarat-syarat menjadi pemimpin, yaitu sebagai berikut29:
a) Memiliki ilmu pengetahuan yang memungkinkan mereka memilih siapa yang memenuhi syarat untuk diangkat menjadi imam.
b) Wawasan yang memadai untuk mengatur kehidupan rakyat dan mengelola kepentingan umum serta Memiliki kecakapan manajerial dan memahami ilmu-ilmu administrasi dan manajemen dalam urusan duniawi.
c) Sehat pendengaran, penglihatan dan lisannya serta utuh anggota- anggota tubuhnya.
d) Sikap adil dengan segala persyaratannya.
28 Anisatun Muthi’ah, Pemimpin Ideal Dalam Perspektif Hadis, (Diya al-Afkar, Vol. 5, No. 1, 2017)
29 Munawir Sjazali, MA, Islam dan Tata Negara, ( UI – Press, Ed V,1990)
3) Kompetensi Kepala Madrasah
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2017 Tentang kepala madrasah yaitu kepala madrasah harus memiliki kompetensi30 :
a) Kepribadian
Kemampuan personal dalam hal mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan bagi komunitas Madrasah, memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai Kepala Madrasah, bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, mengendalikan diri dalam menghadapi masalah sebagai Kepala Madrasah dan memiliki bakat minat sebagai pemimpin madrasah.
b) Manajerial
Kemampuan kepala madrasah dalam hal menyusun perencanaan madrasah dalam berbagai skala perencanaan, mengembangkan madrasah sesuai dengan kebutuhan, memimpin madrasah untuk pendayagunaan sumber daya madrasah secara optimal, mengelola perubahan dan pengembangan madrasah menuju organisasi pembelajar yang efektif, menciptakan budaya dan iklim madrasah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik, mengelola guru
30 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2017 Tentang Kepala Madrasah
dan staf dalam rangka pemberdayaan sumber daya manusia secara optimal, mengelola sarana dan prasarana madrasah dalam rangka pendayagunaan secara optimal, mengelola hubungan antara madrasah dan masyarakat dalam rangka mencari dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan, mengelola peserta didik untuk penerimaan peserta didik baru dan pengembangan kapasitas peserta didik, mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional, mengelola keuangan Madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien, mengelola ketatausahaan madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan madrasah, mengelola unit layanan khusus dalam mendukung pembelajaran peserta didik di madrasah, mengelola sistem informasi madrasah untuk penyusunan program dan pengambilan keputusan, memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen madrasah; dan melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan madrasah sesuai prosedur dan melaksanakan tindak lanjutnya.
c) Kewirausahaan
Kemampuan Kepala Madrasah dalam hal menciptakan inovasi yang bermanfaat dan tepat guna bagi madrasah, bekerja
keras untuk mencapai keberhasilan madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif, menciptakan inovasi yang bermanfaat dan tepat guna bagi madrasah, bekerja keras untuk mencapai keberhasilan madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif.
d) Supervisi
Kemampuan personal dalam hal merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan supervisi yang tepat, dan menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru untuk peningkatan profesionalisme guru
e) Sosial
Kemampuan kepala madrasah dalam hal bekerja sama dengan pihak lain guna kepentingan madrasah, berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan memiliki kepekaan sosial terhadap individu atau kelompok lain.
4) Fungsi Kepemimpinan Kepala Madrasah
Fungsi utama kepala madrasah sebagai pemimpin pendidikan ialah menciptakan situasi belajar dan mengajar yang baik sehingga para guru dan siswa dapat mengajar dan belajar dalam situasi yang baik. Fungsi kepemimpinan berhubungan dengan situasi sosial dalam kehidupan kelompok/organiasasi
dimana fungsi kepemimpinan harus diwujudkan dalam interaksi antar individu.
Fungsi kepemimpinan dalam pendidikan juga merupakan proses untuk menggerakkan, mengarahkan, mempengaruhi, memotivasi semua manusia dalam lembaga pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Dalam mewujudkan hal tersebut, pemimpin harus bekerja sama dengan anggotanya.
Pemimpin harus memahami fungsinya sebagai pemimpin.
Fungsi kepemimpinan pendidikan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:31
a) Memikirkan dan merumuskan tujuan pendidikan dan menjelaskan kepada anggota untuk menjadi mampu bekerja sama dalam mencapai tujuan.
b) Mendorong setiap anggota untuk menganalisis situasi dan lingkungan kondisi untuk merumuskan rencana dan kegiatan yang dapat mengembangkan pendidikan.
c) Membantu setiap anggota dalam memberikan yang baik dan benar informasi sehingga mereka dapat melaksanakan semua tugas mereka.
d) Mengambil kesempatan yang bermanfaat untuk ditindaklanjuti oleh anggotanya.
31Sutarman, Leadership Competency Of School Principals, (India :Novateur Publication, 2020), 117
e) Membina dan memelihara kebersamaan dalam lingkungan pendidikan.
f) Mengusahakan keadaan yang kondusif, aman, nyaman dan menyenangkan di lingkungan agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
g) Menanamkan perasaan pada setiap anggota sebagai bagian dari komponen lingkungannya.
Menurut Rivai secara operasional fungsi pokok kepemimpinan dapat dibedakan sebagai berikut32:
1. Fungsi instruksi, fungsi ini bersifat komunikasi satu arah.
Pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa, bagaimana, bilamana dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif.
Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan untuk menggerakkan dan memotivasi orang lain agar mau melaksanakan perintah.
2. Fungsi konsultasi, fungsi ini bersifat komunikasi dua arah. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan, pemimpin kerap kali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan keputusan. Tahap berikutnya
32 Rivai,Veithzal, Manajemen Pemimpin dan Kepemimpinan Dalam Organisasi, (Jakarta : Rajawali Pers.2013), 13
konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan dalam pelaksanaan.
Konsultasi ini dimaksudkan untuk memperoleh masukan berupa umpan balik (feedback) untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan.
Dengan menjalankan fungsi konsultatif dapat diharapkan keputusan-keputusan pimpinan, akan mendapat dukungan dan lebih mudah menginstruksikannya sehingga kepemimpinan berlangsung efektif.
3. Fungsi partisipasi, dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Partisipasi tidak berarti bebas berbuat semaunya, tetapi dilakukan secara terkendali dan terarah berupa kerjasama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain. Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan pelaksana.
4. Fungsi delegasi, fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat atau menetapkan keputusan, baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan.
Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan. Orang-orang penerima delegasi itu harus diyakini merupakan pembantu pemimpin yang memiliki kesamaan prinsip, persepsi dan aspirasi.
5. Fungsi pengendalian, fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepimpinan yang sukses atau efektif mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Fungsi pengendalian ini dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.
Menurut Terry dalam Sutrisno, fungsi pemimpin dalam organisasi dapat di kelompokkan menjadi empat, yaitu:33 (1) perencanaan; (2) pengorganisasian; (3) penggerakan; dan (4) pengendalian.
Duha menyatakan bahwa fungsi-fungsi pemimpin terdiri dari :34 1) Pengatur
Pemimpin bertugas untuk membuat segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan agar berlagsung dengan teratur, tertib, baik.
2) Pelindung
Sebagai aturan pada bawahannya, pemimipin harus mampu meyakinkan dan memberi rasa aman dan nyaman bagi bawahannya.
3) Pemelihara
Pemimpin akan berusaha untuk mempertahankan keberadaan dan keterlibatan bawahannya untuk terus bekerja di dalam organisasi.
4) Pembaharu
Untuk bisa mencapai organisasi dengan baik, fungsi lain yang harus dimiliki seseorang pemimpin adalah fungsi pembaharu yang
33 Edy, Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta:Kencana Prenada Media Group,2016), 219
34 Duha, Timotius, Perilaku Organisasi, (Yogyakarta : Deepublish, 2016),105
mencakup: 1) Perencanaan, dilakukan agar penyusun dan pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik. 2) Pemimpin yang harus arif dan bijaksana dengan tidak bertahan pada kebiasaan-kebiasaan yang sering dila