• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM DAN HAM - KEWAJIBAN INTERNASIONAL NEGARA

N/A
N/A
Siti Umasugi

Academic year: 2025

Membagikan "HUKUM DAN HAM - KEWAJIBAN INTERNASIONAL NEGARA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM & HAM

(2)

1.

2.

3.

5.

4.

Kewajiban Internasional

Minimal

Kewajiban Tindakan

Kewajiban Proses

Kewajiban Hasil

Pembiaran Dengan

Tindakan

(3)

Kewajiban Internasional Minimal

1. Menghormati; Negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menghormati Hak Asasi Manusia masyarakatnyadengan cara tidak ikut campur atau ikut mengatur warganegaranya dalam hal melaksanakan hak-haknya, bisa jugadikatakan bahwa Negara wajib secara mutlak untuk tidakmenghambat kebutuhan Hak Asasi warganya.

2. Melindungi; Negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk

memberikan perlindungan dan kepastian hakasasi setiap warganya. Hal ini bisa dilakukan denganmembentuk badan pertahanan dan keamanan seperti TNIPolri guna melindungi dari pelanggaran hak asasi

warganyabaik dari faktor internal maupun eksternal negara

3. Memenuhi; Negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk

memenuhi serta mencukupi kebutuhan hak asasiwarganya. Hal ini bisa dilakukan dengan membentuk lembaga-lembaga eksekutif, legeslatif, dan yudikatif agar pemenuhankebutuhan hak asasi warganya dapat

terealisasikan denganlangkah yang nyata.Sistem nilai yang menjelma

dalam konsep HAM tidaklahsemata-mata sebagai produk Barat, melainkan memiliki dasarpijakan yang kokoh dari seluruh budaya dan

agama.Pandangan dunia tentang HAM adalah pandangan Tanggung Jawab Negara

Terhadap Perlindungan Hak Asasi Manusia Berdasarkan

Hukum Internasional

(4)

Kewajiban Tindakan

Berdasarkan ketentuan dalam Draft Article ILC, maka yang dapat di- atribusikan sebagai perbuatan negara adalah:

1. Tindakan yang dilakukan oleh organ negara tersebut

2. Tindakan oleh individu yang melaksanakan kewenangan pemerintahan.

3. Tindakan oleh organ negara asing yang diberikan kepada negara tersebut.

4. Tindakan oleh individu yang melaksanakan kewenangang pemerintahan walaupun tindakan tersebut melampaui kewenangan yang diberikan.

5. Tindakan yang diarahkan oleh negara.

6. Tindakan oleh elemen-elemen yang bertindak sebagai pengganti organ negara

7. Tindakan oleh elemen-elemen suksesi negara.

(5)

Kewajiban Proses

Deklarasi Hak atas Pembangunan juga menyatakan bahwa pembangunan adalah HAM. Pasal I menyatakan bahwa hak atas pembangunan adalah HAM yang tidak dapat dicabut karena melekat pada setiap pribadi

manusia dan semua orang berhak untuk berpartisipasi dalam,

berkontribusi, dan menikmati pembangunan ekonomi, social, budaya, dan politik, dimana semua HAM dan kebebasan fundamental dapat

direalisasikan sepenuhnya (OHCHR, 2002). Diperkuat dengan Deklarasi Wina yang menegaskan bahwa hak atas pembangunan adalah HAM yang tidak dapat di cabut dan merupakan bagian integral dari kebebasan dasar manusia (OHCHR, 2002)

Pada tingkat metodologis, strategi pembangunan berbasis HAM menekankan pada

(I) proses meningkatkan pemberdayaan kelompok marjinal, (2) proses peningkatan akuntabilitas pemangku kewajiban, dan

(3) tindakan kolaboratif antara pemegang hak dan pemangku kewajiban.

(6)

UU No. 39 Tahun 1999

Kewajiban untuk menimbulkan hasil tertentu ( obligation to Result ) yaitu mengharuskan negara untuk mencapai sasaran tertentu guna memenuhi standar substantif yang terukur.

Peraturan HAM yang Harmonis;

Penghormatan dan Perlindungan HAM;

Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin;

Kesetaraan Gender di bidang hukum;

Pendidikan HAM yang HUKUM&HAM berkualitas.

Kewajiban Hasil

(7)

Pembiaran Dengan Tindakan

• Pembiaran dengan Tindakan ( by ommission )

• Kegagalan negara untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan (sesuai pasal 2 ayat 1 ) merupakan pelanggaran hak asasi manusia karena pembiaran.

• Kegagalan merubah atau mencabut aturan yang sungguh-sungguh tidak konsisten dengan

kewajiban yang ada dalam kovenan ini. Sebagai contoh, Perda DKI 11/1988 mengenai Ketertiban Umum merupakan aturan yang jelas-jelas melanggar hak bekerja masyarakat (miskin) tentu

merupakan aturan yang seharusnya dicabut. Tidak dicabutnya peraturan tersebut merupakan pelanggaran hak ekosob

• Meniadakan aturan yang sangat penting bagi pemenuhan hak ekosob

• Adanya perlakuan-perlakuan diskriminatif

• Kegagalan melaksanakan aturan atau memberlakukan kebijakan diperuntukkan bagi

pemenuhan hak-hak ekosob. Sebagai contoh,strategi wajib sekolah 9 tahun (untuk memenuhi hak atas pendidikan) tetapi tidak dijalankan bisa dianggap sebagai pelanggaran negara atas hak pendidikan dengan pembiaran.

(8)

“ Musuh kita bukan suku dan agama yang berbeda, tapi kekuasaan yang menindas”

- Adian Napitupulu.

(9)

~THANKYOU~

Referensi

Dokumen terkait

Jenewa, 29 Dzulqa’dah 1435/24 September 2014 (MINA) – Asisten Sekretaris Jenderal untuk Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Ivan Simonovic, mengatakan, korban tewas dalam konflik

“pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara

Hak Asasi Manusia memiliki sebuah wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNASHAM). Kasus

Menetapkan : PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN KESEPULUH ATAS KEPUTUSAN MENTERI KEHAKIMAN DAN HAK ASASI MANUSIA

Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia ( Universal Declaration of Human Rights /UDHR) yaitu hak asasi manusia sebagai suatu baku pelaksanaan umum bagi semua

Indonesia sebagai Negara Hukum telah menetapkan pengertian HAM yang sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 Undang-undang nomor 39/1999 yaitu Hak Asasi Manusia adalah

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana hak asasi manusia dan pengaturannya di tinjau didalam hukum internasional, pengaturan dalam penegakan hak asasi

Dalam arti luas mencakup aktivitas negara (eksekutif, legislatif, yudikatif) dalam melaksanakan kekuasaan politiknya  “Overheid”3. Dalam arti sempit mencakup aktivitas badan