PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL, PROFITABILITAS, LEVERAGE DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN
(Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Dina Tri Wulandari
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya [email protected]
Dosen Pembimbing : Nur Khusniyah Indrawati
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
Abstract:The main purpose of a company is to increase its value, which is reflected in its stock price. The purpose of this study is to determine the influence of managerial ownership, institutional ownership, profitability, leverage, and firm size on firm value.
This explanatory research that explains the relationship between independent variables and dependent variable through hypothesis testing. Using saturated sampling, 47 manufacturing companies listed in the IDX were selected as the sample. The result of multiple linear regression analysis used in this study concludes that managerial ownership, institutional ownership, profitability and leverage have significant and positive correlations with firm value. However, firm size does not affect the value of the companies.
Keywords: Managerial ownership, profitability, leverage and firm value
Abstrak: Tujuan utama dari suatu perusahaan ialah untuk meningkatkan nilai perusahaan.
Peningkatan nilai perusahaan direfleksikan oleh harga pasar sahamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanatori yang menjelaskan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen melalui pengujian hipotesis.Pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh sebesar 47 sampel dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI.Alat uji yang digunakan adalah uji regresi linier berganda.Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, profitabilitas, dan leverage masing-masing berpengaruh signifikan dan berkorelasi positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan.
Kata Kunci : Kepemilikan manajerial, profitabilitas, leverage dan nilai perusahaan
PENDAHULUAN
Perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) yang dicapai Indonesia tahun 2016 atas dasar harga berlaku mencapai Rp12.406,8 triliun dan PDB perkapita mencapai Rp47,96 juta. Ekonomi Indonesia tahun 2016 tumbuh 5,02 persen, lebih tinggi dibanding capaian tahun 2015 (www.bps.go.id, 2017).
Dalam terjadinya pertumbuhan ekonomi Indonesia, sektor industri manufaktur adalah yang berperan utama atau yang berkontribusi paling tinggi hingga 22 persen dalam pencapaian PDB (www.financedetik.com , 2018).
Peningkatan pertumbuhan yang cukup bagus pada sektor
manufaktur tersebut
menggambarkan bahwa adanya kinerja yang baik dan adanya dampak terhadap nilai perusahaan yang baik pula.
Tujuan utama dari sebuah perusahaan yaitu memaksimalkan nilai perusahaan guna
meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham.Semakin tinggi harga saham, maka semakin tinggi pula nilai perusahaan (Meiriska Febrianti, 2012).Nilai perusahaan yang tinggi dapat meningkatkan kepercayaan dari para pemegang saham (Iriena Maharani, 2012). Hal tersebut akan menarik para
pemegang saham untuk
menginvestasikan modalnya ke perusahaan.
Menurut Harmono (2014, p.110) menyebutkan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan yaitu profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan. Ketiga faktor tersebut disebutkan bahwa mempengaruhi nilai perusahaan secara positif, yang berarti bahwa semakin besar nilai profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan maka nilai perusahaan akan semakin meningkat. Di samping itu, teori yang mendukung faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan juga terdapat dalam teori keagenan (agency theory) yang menjelaskan tentang pengaruh struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan.
Berdasarkan fenomena hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya menghasilkan bahwa masih terjadi
kontroversi perbedaan hasil penelitian-penelitian tersebut, sehingga hal ini mendorong peneliti untuk melakukan pengujian kembali.Hasil penelitian terdahulu tersebut dapat diketahui bahwa dari analisis pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan diperoleh hasil yang berbeda-beda, sehingga berdasarkan pada penelitian terdahulu maka pada penelitian ini akan dikaji lebih lanjut mengenai kebenaran yang ada, sehingga apa yang menjadi hasil dari penelitian diharapkan nantinya dapat mempertegas persepsi dan memperkuat teori yang sudah ada.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakahkepemilikan manajerial mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan?
2. Apakahkepemilikan institusional mempunyai
pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan?
3. Apakahprofitabilitas mempunyai pengaruh signifikanterhadap nilai perusahaan?
4. Apakah leveragemempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan?
5. Apakah ukuran perusahaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan?
KAJIAN PUSTAKA Teori Keagenan
Menurut Jensen dan Meckling (1976) dalam tesis Soni Wibowo (2016) menjelaskan teori keagenan adalah kumpulan kontrak antara pemilik atau principal dengan manajer atau agent.Dalam hubungan kontrak tersebut, pemilik akan mendelegasikan otoritas pembuatan keputusan kepada manajer. (Brigham dan Houston, 2001, p.22).
Hubungan keagenan dapat menimbulkan masalah (agency problem), hal tersebut terjadi ketika pihak-pihak yang bersangkutan mempunyai tujuan yang berbeda.
Pemilik modal menginginkan bertambahnya kekayaan dan kemakmuran para pemilik modal, sedangkan manajer juga menginginkan
bertambahnya kesejahteraan bagi para manajer. Dengan demikian muncullah konflik kepentingan antara pemilik (investor) dengan manajer, yang biasa disebut dengan agency conflict (Soni Wibowo,2016).
Teori Sinyal
Brigham dan Houston (2001) menyebutkan teori sinyal merupakan suatu tindakan dilakukan manajemen dengan memberi arahan bagi investor tentang cara manajemen melihat masa depan perusahaan. Teori sinyal menjelaskan mengapa perusahaan mempunyai dorongan untuk memberikan informasi laporan keuangan pada pihak eksternal.
Tujuan dari
SignallingTheoryadalah
menaikkan nilai suatu perusahaan saat melakukan penjualan saham.
Perusahaan yang berkualitas baik dengan sengaja akan memberikan sinyal pada pasar, sehingga pasar diharapkan dapat membedakan perusahaan yang berkualitas baik dan buruk. Agar sinyal tersebut efektif, maka harus dapat ditanggapi oleh pasar dan di
presepsikan baik, serta tidak mudah ditiru oleh perusahaan yang berkualitas buruk (Megginson, 1997).
Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan merupakan hal yang sangat penting karena dengan nilai perusahaan yang tinggi maka akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pemegang saham. Semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula nilai perusahaan.Nilai perusahaan yang tinggi menjadi keinginan para pemilik perusahaan, karena dengan nilai yang tinggi menunjukkan kemakmuran pemegang saham juga tinggi.Kekayaan pemegang saham dan perusahaan dapat digambarkan oleh harga pasar dari saham yang merupakan cerminan dari keputusan investasi pendanaan (financing) dan manajemen asset (Rika Susanti, 2010).
Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial adalah situasi dimana manajer memiliki bagian dari saham perusahaan atau dapat dikatakan bahwa manajer tersebut sekaligus sebagai pemegang saham perusahaan.Dalam laporan keuangan, keadaan ini ditunjukkan dengan besarnya persentase kepemilikan saham perusahaan oleh manajer. Karena hal tersebut dapat menjadi informasi
penting bagi pengguna laporan keuangan, maka informasi ini akan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Adanya kepemilikan manajerial menjadi hal yang menarik jika dikaitkan dengan agency theory (Soni Wibowo, 2016).
Kepemilikan Institusional Kepemilikan institusional dinilai memiliki peranan yang sangat penting dalam meminimalisasi konflik keagenan yang terjadi antara manajer dan pemegang saham.Keberadaan investor institusional dianggap mampu menjadi mekanisme monitoring yang efektif dalam setiap keputusan yang diambil oleh manajer. Hal ini disebabkan investor institusional terlibat dalam pengambilan yang strategis sehingga tidak mudah percaya terhadap tindakan manipulasi laba (Jensen dan Meckling dalam Soni Wibowo,2016).
Kinerja Keuangan
Kinerja perusahaan adalah suatu usaha formal yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas dari aktivitas
perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu tertentu.Kinerja keuangan adalah gambaran kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas (Jumingan, 2006, p.239).
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah sekelompok rasio yang menunjukkan gabungan efek-efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan hutang pada hasil-hasil operasi (Brigham dan Houston, 2003, p.107).Konsep profitabilitas dalam teori keuangan sering digunakan sebagai indikator kinerja fundamental perusahaan
mewakili kinerja
manajemen.Umumnya, dimensi profitabilitas memiliki hubungan kausalitas terhadap nilai perusahaan.Nilai perusahaan secara konsep dapat dijelaskan oleh nilai yang ditentukan oleh harga saham yang diperjualbelikan di pasar modal.
Hubungan kausalitas ini menunjukkan bahwa apabila kinerja manajemen perusahaan yang diukur dengan menggunakan dimensi-dimensi
profitabilitas dalam kondisi baik, maka akan memberikan dampak positif terhadap keputusan investor di pasar modal sehingga berpengaruh meningkatkan nilai (Harmono, 2014, p.110).
Leverage
Rasio leverage merupakan rasio yang memperlihatkan seberapa besar utang perusahaan.
Ketika sebuah perusahaan meminjam uang atau berutang, maka perusahaan akan melakukan pembayaran bunga dan kemudian mengembalikan uang yang telah dipinjam pada jangka waktu tertentu. Jika perusahaan mendapat kenaikan laba, pemberi utang akan menerima pembayaran bunga dengan nilai yang tetap tanpa pengaruh dari kenaikan laba yang terjadi, sehingga keuntungan menjadi milik pemegang saham.
(Brealey, Myers dan Marcus, 2006, p.75).
Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan yang besar dapat menjadi indikator bahwa perusahaan tersebut mengalami perkembangan dan besar kecilnya ukuran perusahaan dapat tercermin dari nilai total aset yang tercantum di neraca.
Perusahaan dengan total aset yang besar menunjukkan bahwa perusahan tersebut telah mencapai tahap kedewasaan. Pada tahap tersebut, perusahaan diasumsikan telah memiliki arus kas yang positif dan prospek yang bagus dalam jangka waktu yang relatif lama (Sujoko dan Soebiantoro, 2007).
HIPOTESIS
H1: Kepemilikan manajerial (X1) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (Y)
H2: Kepemilikan institusional (X2) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (Y)
H3: Profitabilitas(X3) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (Y) H4:Leverage (X4) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (Y) H5:Ukuranperusahaan(X5) berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (Y) METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian
Jenis dari penelitian ini adalah penelitian eksplanatori. Penelitian eksplanatori adalah penelitian yang menjelaskan kedudukan variabel- variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya (Sugiyono, 2005).
Lokasi dan Periode Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI).Periode penelitian dalam penelitian ini yaitu pada tahun 2016.Lokasi untuk melakukan pengambilan data perusahaan manufaktur tahun 2016 dalam penelitian ini dilakukan di Galeri Investasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yang berlokasi di Jalan MT Haryono 189 Malang.
Populasi dan Sampel
Pada penelitian ini, populasi penelitiannya adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2016, dengan kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan tersebut menerbitkan laporan keuangan dan laporan tahunan per 31 Desember untuk periode tahun 2016.
2. Perusahaan yang memiliki data mengenai kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan pada periode penelitian.
3. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dan laporan tahunan periode 2016 dengan menggunakan mata uang Rupiah.
4. Perusahaan yang memiliki laba setalah pajak positif selama periode penelitian.
Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 47 perusahaan.Seluruh populasi pada penelitian ini dijadikan sebagai sampel penelitian, oleh karena itu teknik sampling pada penelitian ini disebut teknik sampling jenuh.
Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif.Data kuantitatif dalam penelitian ini yaitu berupa laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan.Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data sekunder, yaitu laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur tahun 2016 yang diakses dari website Bursa Efek Indonesia.
Metode Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dengan
menggunakan metode
dokumentasi.Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data yang diambil dari rekaman masa lalu perusahaan berupa laporan tahunan maupun laporan keuangan perusahaan.
Definisi Operasional Variabel Penelitian
Nilai Perusahaan
Nilai perusahaan diukur dengan menggunakan rasio Tobin’s Q. Pengukuran ini mengacu pada Ben Said Hatem (2015).
Tobin’s Q =
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑝𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑒𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 +ℎ𝑢𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑗𝑔𝑘 𝑝𝑎𝑛𝑗𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡
Kepemilikan Manajerial
Kepemilikan manajerial diukur dengan jumlah presentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak manajemen dari seluruh jumlah modal saham yang beredar.Pengukuran ini mengacu dari Soni Wibowo (2016).
Kepemilikan Manajerial =
⅀𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑚𝑎𝑛𝑎𝑗𝑒𝑟
⅀𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 x100%
Kepemilikan Institusional Kepemilikan institusional diukur dengan jumlah presentase kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak institusi dari seluruh
jumlah modal saham perusahaan yang beredar.Pengukuran ini mengacu dari Soni Wibowo (2016).
Kepemilikan Institusional =
⅀𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑖 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑖𝑡𝑢𝑠𝑖
⅀𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑒𝑑𝑎𝑟 x100%
Profitabilitas
Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio ROA (Return On Assets). Pengukuran ini mangacu dari Brigham dan Houston, 2001, p.90).
ROA = 𝐿𝑎𝑏𝑎𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖 ℎ𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎 ℎ𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙𝑎𝑠𝑒𝑡
Leverage
Leverage diukur dengan menggunakan indikator DER (Debt to Equity Ratio).
Pengukuran ini mengacu pada Bramantya Adi Nugraha (2014).
Leverage = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐾𝑒𝑤𝑎𝑗𝑖𝑏𝑎𝑛
𝑀𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑆𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖 x100%
Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan dalam penelitian ini diproksikan dengan logaritma dari total aktiva perusahaan.
Pengukuran ini mengacu pada Ben Said Hatem (2015).
Metode Analisis Data
Analisis data pada penelitian ini menggunakan regresi linier berganda.Uji regresi linier berganda digunakan untuk memprediksi suatu variabel dependen Y berdasarkan dua atau lebih variabel independen
(𝑋1, 𝑋2, 𝑋3)dalam suatu persamaan linier yaitu (Trihendradi, 2012, ps.152) : Y = α + 𝒃𝟏𝑿𝟏 + 𝒃𝟐𝑿𝟐 + 𝒃𝒏𝑿𝒏 + e Keterangan:
Y = Variabel Dependen 𝑋1, 𝑋2, 𝑋3 = Variabel Independen 𝑎 = Konstanta
𝑏1, 𝑏2, 𝑏3 = Koefisien Regresi
𝑒 = Error
Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak.Dalam regresi linier data harus berdistribusi normal karena normalitas data tersebutlah yang membuat terciptanya hubungan linier antara variabel bebas dan variabel terikat (Ghozali, 2006).
Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas ini adalah untuk membuktikan atau menguji ada tidaknya hubungan yang linear antara variabel bebas satu dengan variabel bebas lainnya. Dalam analisis regresi berganda akan terdapat beberapa variabel bebas (independen) yang
diduga akan mempengaruhi variabel terikatnya (dependen). Pendugaan
tersebut akan dapat
dipertanggungjawabkan apabila tidak terjadi adanya hubungan multikolinieritas diantara variabel- variabel bebasnya (Gunawan, 2013).
Uji Heteroskedatisitas
Uji heteroskedatisitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah variasi residual absolute sama atau tidak untuk semua pengamatan (Gunawan, 2013). Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak heteroskedastisitas.
Pengujian Hipotesis Uji F
Uji F digunakan untuk menguji kelayakan model yang dihasilkan dengan menggunakan uji kelayakan model pada tingkat α sebesar 5%, jadi jika nilai signifikan uji F < 0,05, maka model yang digunakan dalam penelitian layak (Roviqotus, 2016).
Koefisien Determinasi (𝑹𝟐)
Koefisien determinasi adalah nilai yang menunjukkan seberapa besar variabel independen dapat menjelaskan variabel dependennya.Nilai koefisien determinasi (R2) dilihat pada hasil pengujian regresi linier berganda untuk variabel independen terhadap variabel
dependennya. Koefisien determinasi didapatkan dengan melihat dari nilai adjusted R2 (Arif Budianto, 2010).
Uji t
Uji t merupakan pengujian yang dilakukan untuk melihat seberapa jauh pengaruh dari satu variabel independen terhadap variabel dependen. Pengujian ini diterima apabila nilai dari Sig. t statistik < 0,05 (Erlangga dan Suryandari dalam Riza Bernandhi, 2013).
HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Uji normalitas data dilakukan menggunakan uji statistik One-Sample Kolmogorof- Smirnov (K-S). Uji K-S untuk menguji normalitas data, apabila nilai signifikasi uji K-S lebih besar dari 0,05 (α = 5%) berarti berdistribusi normal.
Tabel 1. Hasil Uji Normalitas
Berdasarkan Tabel 1.One-Sample Kolmogorov-Sminov diketahui total data 47 dengan besar signifikasi dari semua variabel penelitian lebih besar dari α (0,05). Hal ini berarti data berdistribusi normal, sehingga dapat disimpulkan model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Uji Multikolinearitas
Dalam mendeteksi ada tidaknya masalah multikolinearitas pada sebuah model regresi, dapat dilakukan dengan melihat nilai Variance
Inflation Factor (VIF) dimana nilai VIF harus dibawah nilai 10.
Tabel 2. Hasil Uji Multikolinieritas
Variabel Independen
Collinearity Statistics Tolerance VIF Kep. Manajerial .931 1.074 Kep. Institusional .953 1.050
ROA .932 1.073
DER .907 1.103
Ukuran Perusahaan .958 1.043 Sumber: data diolah
menggunakan SPSS
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada Tabel 2 terlihat bahwa kelima variabel independen yaitu Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, ROA, DER dan Ukuran Perusahaan menunjukkan nilai VIF tidak ada yang memiliki nilai lebih dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas di dalam model regresi.
Uji Heteroskedastisitas
Metode yang digunakan
untuk menguji
heteroskedastisitas adalah dengan melihat grafik Scatterplot. Bila titik menyebar dan tidak membentuk suatu pola tertentu, maka asumsi heteroskedastisitas terpenuhi. Berikut adalah hasil yang didapat dari pengolahan data dalam penelitian ini:
Gambar 1. Grafik Scatterplot
Gambar 1 menggambarkan bahwa data menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
Analisis Data
Hasil analisis regresi pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linier Berganda
Berdasarkan hasil uji regresi di atas, dapat diketahui variabel independen terhadap dependen dengan persamaan regresi sebagai berikut:
Tobins’Q =
-8.840 + .075KepManajerial + .024KepInstitusional +
.259ROA + .009DER + .200UkuranPerusahaan + e Dari persamaan linier berganda diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Nilai konstanta sebesar -8.840 dapat diartikan jika nilai kepemilikan manajerial (X1), kepemilikan institusional (X2), ROA (X3), DER (X4), dan ukuran perusahaan (X5) sama dengan nol, maka Tobins’Q yang diperoleh sebesar -8.840.
2. Koefisien kepemilikan manajerial (X1) sebesar .075
memiliki makna bahwa apabila kepemilikan manajerial di perusahaan meningkat, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar .075 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
3. Koefisien kepemilikan institusional (X2) sebesar .024 memiliki makna bahwa apabila kepemilikan institusional pada perusahaan meningkat, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar .024 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
4. Koefisien ROA (X3) atau profitabilitas yang diperoleh perusahaan sebesar .259 memiliki makna bahwa apabila profitabilitas yang diperoleh perusahaan meningkat, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar .259 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
5. Koefisien DER (X4) sebesar .009 memiliki makna bahwa apabila leverage perusahaan meningkat, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar .009 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
6. Koefisien ukuran perusahaan (X5) sebesar .200 memiliki makna bahwa
apabila ukuran perusahaan meningkat, maka nilai perusahaan akan menurun sebesar .200 dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
Pengujian Hipotesis Uji F
Hasil dari uji F pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Uji F
ANOVAb
Model
Sum of Squares Df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 221.842 5 44.368 15.239 .000a Residual 119.372 41 2.912
Total 341.214 46
a. Predictors: (Constant), Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, ROA, DER
b. Dependent Variable: TOBINS’Q Sumber: Data diolah menggunakan SPSS
Pada Tabel 4.5 diatas menunjukkan bahwa model persamaan ini memiliki nilai F hitung sebesar 15.239 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 atau 5%, sehingga menunjukkan bahwa dalam
penelitian ini model yang digunakan layak, sehingga dapat digunakan untuk analisis berikutnya.
Uji Koefisien Determinasi
Hasil uji koefisien determinasi pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Berdasarkan hasil analisis pada Tabel 5 diperoleh nilai adjusted (R2) adalah sebesar 0,607. Hal ini menunjukkan bahwa variabel dependen yaitu nilai perusahaan yang diproksikan oleh Tobins’Q dipengaruhi oleh variabel independen yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, profitabilitas (ROA), leverage (DER), dan ukuran perusahaan sebesar 60,7%.
Sedangkan sisanya yaitu sebesar 39,3%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian terhadap nilai perusahaan.
Uji t
Tabel 6. Hasil Uji t
Model T Sig.
1 (Constant) -1.782 .082 Kep. Manajerial 2.535 .015
Kep. Institusional 2.250 .030
ROA 6.828 .000
DER 2.372 .022
Ukuran Perusahaan 1.153 .256 a. Dependent Variable: Tobins’Q Sumber: data diolah menggunakan SPSS
1. H1 : Kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Variabel kepemilikan manajerial memiliki nilai signifikansi sebesar 0.015 atau lebih kecil dari 0.05.Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima.
2. H2 : Kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Variabel kepemilikan institusional memiliki nilai signifikansi sebesar 0.030 atau lebih kecil dari 0.05.Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H2 diterima.
3. H3 : Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Variabel profitabilitas memiliki nilai signifikansi sebesar 0.000 atau lebih kecil dari 0.05.Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H3
diterima.
4. H4 : Leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan Variabel leverage memiliki nilai signifikansi sebesar 0.022 atau lebih kecil dari 0.05. Hal tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H4 diterima.
5. H5 : Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan
Variabel ukuran perusahaan memiliki nilai signifikasi sebesar 0.256 atau lebih besar dari 0.05.Hal tersebut menunjukkan bahwa H0
diterima dan H5 ditolak.
Pembahasan
Pengaruh Kepemilikan Manajerial terhadap Nilai Perusahaan
Berdasarkan hasil analisis statistik dalam penelitian ini ditemukan bahwa hipotesis pertama (H1) diterima dan menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial memiliki pengaruh signifikan dan hubungan positif terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobins’Q.
Menurut teori keagenan (agency theory) Jensen Meckling (1976) dijelaskan bahwa pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan akan menimbulkan masalah
keagenan (agency problems).
Konflik keagenan ini terjadi disebabkan adanya kepentingan yang berbeda antara prinsipal (pemilik) dan agen (manajer)
untuk memaksimalkan
kepentingannya masing-masing.
Salah satu cara untuk mensejajarkan kepentingan manajamen dan pemegang saham adalah dengan kepemilikan saham oleh manajerial (I Made Sudana, 2011). Jika perusahaan tersebut berhasil maka manajemen akan memperoleh manfaat langsung dan sebaliknya, jika perusahaan mengalami kerugian maka manajemen juga akan menanggung kerugian sebagai konsekuensi dari pengambilan keputusan yang salah. Oleh karena itu manajemen cenderung lebih giat untuk kepentingan pemegang saham yang notabennya adalah dirinya sendiri.
Pengaruh Kepemilikan Institusional terhadap Nilai Perusahaan
Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa
kepemilikan institusional
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan memiliki korelasi positif yang berarti hipotesis kedua (H2) diterima.
Jensen dan Meckling (1976) menyatakan bahwa kepemilikan institusional memiliki peranan yang sangat penting dalam meminimalisasi konflik keagenan (agency conflict) yang terjadi antara manajer dan pemegang saham. Dengan adanya investor institusional dirasa dapat menjadi mekanisme monitoring yang efektif dalam setiap keputusan yang diambil oleh manajer. Hal ini disebabkan investor institusional terlibat dalam pengambilan yang strategis sehingga tidak mudah percaya terhadap tindakan manipulasi laba. Dengan pengawasan dan monitoring yang intensif, dari para investor institusional, maka diharapkan para manajer lebih optimal dalam pengelolaan perusahaan dan juga dalam memaksimalkan nilai perusahaan, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan.
Pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan
Berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa semakin tinggi profitabilitas yang diperoleh
perusahaan, maka nilai perusahaan semakin meningkat.
Konsep profitabilitas dalam teori keuangan sering digunakan sebagai indikator kinerja fundamental perusahaan mewakili kinerja manajemen.Umumnya dimensi profitabilitas memiliki hubungan kausalitas terhadap nilai perusahaan. Hubungan kausalitas ini menunjukkan bahwa apabila kinerja manajemen yang diukur menggunakan profitabilitas dalam kondisi baik, maka akan memberikan dampak positif terhadap keputusan investor untuk
menanamkan modalnya
(Harmono, 2014).
Pengaruh Leverage terhadap Nilai Perusahaan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa leverage berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan memiliki korelasi positif yang berarti hipotesis keempat (H4) pada penelitian ini diterima.
Berdasarkan proksi nilai perusahaan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Tobins’Q, semakin besar hutang jangka panjang yang dilakukan oleh
perusahaan maka nilai perusahaan akan semakin meningkat. Oleh karena itu hutang berpengaruh terhadap nilai perusahaan sesuai dengan proksi pada penelitian ini dengan rumus nilai pasar ekuitas ditambah dengan hutang jangka panjang dan dibagi oleh total aset.
Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan
Berdasarkan hasil analisis statistik dalam penelitian ini ditemukan bahwa hipotesis kelima (H5) ditolak.
Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak pengaruhsignifikan terhadap nilai perusahaan .
Hal tersebut diduga karena dengan total aset yang besar tidak menjamin nilai perusahaan juga akan besar, sebab jika total aset yang besar tersebut tidak digunakan untuk mengoptimalkan dalam melakukan kegiatan operasi perusahaan, maka hal tersebut justru akan menurunkan nilai perusahaan.
KESIMPULAN
Beberapa kesimpulan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut:
1. Kepemilikan manajerial secara statistik berpengaruh signifikan dan berkorelasi positif terhadap nilai perusahaan.
2. Kepemilikan institusional secara statistik berpengaruh signifikan dan berkorelasi positif terhadap nilai perusahaan.
3. Profitabilitas secara statistik berpengaruh signifikan dan berkorelasi positif terhadap nilai perusahaan.
4. Leverage secara statistik berpengaruh signifikan dan berkorelasi positif terhadap nilai perusahaan.
5. Ukuran perusahaan secara statistik tidak signifikan terhadap nilai perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Ardhan Ardi Chandra, 2018.
Industri Manufaktur Sumbang 22% PDB RI, diakses pada 8 Maret 2018,
<https://finance.detik.com/in dustri/d-3799609/industri- manufaktur-sumbang-22- pdb-ri>
Badan Pusat Statistik, 2017.
Ekonomi Indonesia Tahun 2016 Tumbuh 5,02 Persen Lebih Tinggi Dibanding Capaian Tahun 2015 Sebesar 4,88 Persen, diakses pada 6 Maret 2018,
<https://www.bps.go.id/pre ssrelease/2017/02/06/1363/e konomi-indonesia-tahun- 2016-tumbuh-5-02-persen-
lebih-tinggi-dibanding-capaian- tahun--2015--sebesar-4-88- persen.html>
Ben,Said,Hatem. 2015. Interdependence between Managerial Ownership, Leverage and Firm Value: Theory and Empirical Validation, International Journal of Economics and Finance, Vol. 7.
h.106-118.
Brealey, Myers, Marcus. 2006. Dasar- Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan Jilid 2, Erlangga, Jakarta.
Brigham, Eugene &Houston,Joel, 2001, Manajemen Keuangan, Edisi kedelapan. Erlangga, Jakarta.
Brigham, Eugene &Houston,Joel, 2003, Manajemen Keuangan, Erlangga, Jakarta.
Budianto, Arif, 2010, Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. Skripsi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Erlangga&Suryandari dalam Riza,Bernandhi. 2013. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Dividen, Leverage dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan. Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang.
Ghozali, Imam, 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Badan Penerbit Universitas Dipenogoro. Semarang
Harmono, 2014, Manajemen Keuangan Berbasis Balanced Scorecard Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis, Bumi Aksara, Jakarta.
Imam , Gunawan, 2013, Metode Penelitian Kualitatif : Teori dan Praktik. Bumi Aksara, Jakarta.
Iriena,Maharani. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas Sebagai Variabel Intervening (Studi
pada Perusahaan
Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2008-2010). Jurnal Bisnis Strategi, Vol.21, h.1- 17.
Jensen dan Meckling (1976) dalam Soni,Wibowo. 2016.
Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Deviden dan Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan. Tesis.
Universitas Airlangga, Surabaya.
Jensen, M. 1976.Theory of the Firm: Managerial Behavior, Agency Costs and Orwnership Structire, Journal of Financial Economics, Vol. 3. h. 305- 360.
Jumingan. 2006. Analisis Laporan Keuangan, Bumi Aksara, Jakarta.
Megginson, W.L. 1997.
Corporate Finance Theory, Addison-Wesley Education Publisher, Inc.
Meiriska, Febrianti. 2012. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Nilai Perusahaan pada Industri Pertambangan di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol.14.h.141-156.
Nugroho, Bramantya Adi, 2014, Analisis Pengaruh
Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, DER, dan ROA terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Periode 2010 -2012.
Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang.
Rika,Susanti. 2010. Analisis Faktor- Faktor yang Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus pada Perusahaan Go Public yang Listed Tahun 2005- 2008). Skripsi, Universitas Diponegoro, Semarang.
Roviqotus,Suffah. 2016. Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Ukuran Perusahaan Dan Kebijakan Dividen Pada Nilai Perusahaan.Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, Vol. 5.h.1-17.
Soni,Wibowo. 2016. Pengaruh Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kebijakan Deviden dan Kebijakan Hutang terhadap Nilai Perusahaan. Tesis, Universitas Airlangga, Surabaya.
Sudana, I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan Praktik.Erlangga. Jakarta.
Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Administrasi. Alfabeta, Bandung.
Sujoko&Ugy,Soebiantoro. 2007.
Pengaruh Struktur Kepemilikan Saham, Leverage, Faktor Interen dan Faktor Eksteren terhadap Nilai Perusahan. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, Vol 9.H.41-48.
Trihendradi, C. 2012. Step by Step SPSS 20 Analisis Data Statistik, ANDI, Yogyakarta.