• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO TAHUN 1443 H / 2022 M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO TAHUN 1443 H / 2022 M"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Secara teoritis, penulis berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan memperluas pengetahuan serta pengembangan khazanah di bidang Ilmu Komunikasi khususnya dalam kajian metode dakwah dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Harapan penulis mengenai hasil penelitian ini adalah dapat memberikan informasi lebih banyak kepada peneliti lain yang akan membahas lebih dalam tentang metode dakwah dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat.

Penelitian Relevan

37 Wawancara Ririn saat pengajian mingguan Mad'u Jama'ah di Dusun IV Desa Cahaya Mas, pada tanggal 28 November 2021 pukul 20.00 WIB. 38 Wawancara Lisma saat pengajian mingguan Mad'u Jama'ah di Dusun IV Desa Cahaya Mas, pada tanggal 29 November 2021 pukul 19.30 WIB.

LANDASAN TEORI

Pengertian Metode Dakwah

Metode dakwah adalah cara-cara tertentu yang digunakan oleh da'i (komunikator) kepada Mad'u agar Mad'u dapat menerima pesan dakwah dengan baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuannya agar Mad'u yang mendengarkan dapat menangkap pesan tersebut dengan baik dan memanfaatkannya dengan baik dalam kehidupan sehari-hari di desa Cahaya Mas.

Maddah (materi) Dakwah

Semua ajaran Islam yang menjadi dakwah maddah bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits. Karena ajaran Islam sangat luas, maka seorang Da'i yang beriman harus berusaha untuk tidak bosan dalam mempelajari Al-Qur'an dan Al-Hadits serta kitab-kitab Allah lainnya, serta dalam mempelajari kondisi sosial di mana para Da'i itu hidup. .

Jenis-jenis Metode Dakwah

Proses dakwah seorang Da'i tidak boleh sembarangan atau bertindak menurut keinginannya sendiri tanpa memperhatikan keadaan Mad'u. Seorang Da’i harus bijak dalam memilih atau menentukan materi dan metode dakwah agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Mad’u.

Fungsi Dakwah

Karena jika ada yang melakukan hal tersebut, dikhawatirkan akan timbul penyimpangan atau timbul hal-hal yang tidak diinginkan oleh umat Islam atau masyarakat yang ada. Sebaiknya kegiatan dakwah dilakukan oleh orang-orang yang ahli di bidang agama untuk mencegah kekhawatiran tersebut.

Pemahaman Keagamaan

  • Pemahaman Keagamaan
  • Fungsi Agama dalam Kehidupan Masyarakat
  • Tujuan dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan
  • Upaya Meningkatkan Pemahaman Keagamaan dalam

Kegiatan pengajian mingguan yang dilakukan oleh masyarakat Desa Cahaya Mas rutin dilakukan pada Selasa malam dan Minggu malam. 32 Wawancara Ustad Qodri selaku Da'ijama'ah pengajian mingguan di Dusun IV Desa Cahaya Mas, pada tanggal 26 November 2021 pukul 20.30 WIB. 34 Wawancara Ustad Rasiman saat pengajian mingguan Da'iJama'ah di Dusun IV Desa Cahaya Mas, pada tanggal 26 November 2021 pukul 19.30 WIB.

35 Wawancara Fitri Atul Azizah selaku pengajian mingguan Mad'u Jama'ah dari Dusun IV Desa Cahaya Mas, pada tanggal 27 November 2021 pukul 20.00 WIB. 36 Wawancara Ibu Amini pada saat pengajian mingguan Mad'u Jama'ah di Dusun IV Desa Cahaya Mas, pada tanggal 28 November 2021 pukul 19.00 WIB. 39Wawancara Nurhikmah saat pengajian mingguan Mad'uJama'ah di Desa Dusun IV Cahaya Mas, pada tanggal 29 November 2021 pukul 20.15 WIB.

METODOLOGI PENELITIAN

Sumber Data

Penelitian lapangan ini dilakukan di desa Cahaya Mas untuk mengetahui metode da've apa saja yang digunakan oleh Da'ia untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat pada saat pengajian mingguan di Dusun IV desa Cahaya Mas Mesuji Sejahtera sehingga penulis mendapatkan sumber data hasil pencatatan Dusun.IV dengan baik dan akurat. Angka-angka atau kata-kata digunakan sebagai bahan sumber untuk menyusun beberapa informasi yang penulis teliti. Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh langsung dari sumber primernya dan data tersebut diberikan kepada pengumpul data.

Jadi, untuk memperoleh data primer, peneliti melakukan wawancara kepada informan untuk memperoleh informasi tentang penelitian. Dimana Desa Cahaya Mas menjadi objek penelitian yang terdiri dari lima desa. Subyek utama dalam penelitian yang menjadi informan utama adalah Kepala Desa Cahaya Mas, 3 (tiga) Da’i dan 5 (Lima) masyarakat. Untuk mengetahui metode yang digunakan Da’i dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat desa Cahaya Mas. Sumber data sekunder merupakan data pendukung seperti dokumen berdasarkan hasil penelitian atau hasil laporan penelitian.

Teknik Pengumpulan Data

Sumber data sekunder yang digunakan berasal dari perpustakaan, dokumen, gambar dan sumber lain yang berkaitan dengan data. Untuk mengetahui peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat, peneliti melakukan wawancara kepada tokoh Desa Cahaya Mas, 3 (tiga) Da’i dan 5 (lima) warga masyarakat. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur dimana peneliti melakukan wawancara secara bebas tanpa menggunakan pedoman wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.

Dengan melakukan observasi di lapangan, peneliti dapat memperoleh informasi secara lengkap dan menemukan hal-hal yang kurang dipahami oleh responden. 28 Dalam desain penelitian ini, peneliti mengamati 3 orang khatib dan qari mad'u mingguan di Dusun IV desa Cahaya Mas. da’i dan 5 mad’u peneliti hanya mengambil sampel sebanyak 8 orang sebagai perwakilan. Observasi yang dilakukan peneliti adalah dengan mengamati kegiatan yang dilakukan oleh da’i dan mad’u di Dusun IV Desa Cahaya Mas Kecamatan Mesuji Makmur Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Dalam penelitian ini melalui teknik wawancara dan observasi, peneliti memperoleh dokumentasi berupa rekaman, foto, catatan dan lain sebagainya yang berkaitan dengan metode dakwah dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat desa Cahaya Mas.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

Uji validitas data dalam penelitian kualitatif meliputi: uji kredibilitas (validasi internal), transferabilitas (validasi eksternal), reliabilitas (reliabilitas) dan konfirmabilitas (objektivitas). Ketekunan dalam observasi dilakukan dengan cara mengikuti teknik kegiatan yang ada di Desa Cahaya Mas khususnya yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat, mengamati dengan cermat setiap peristiwa dan kejadian yang terjadi yang menjadi fokus pengambilan penelitian ini. Triangulasi ini untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.

Jika data diperoleh dari wawancara dengan Bapak. Qodri, Pak. Rasiman, Pak. Yusuf Wahiddin sebagai khatib dan diverifikasi dengan metode lain yaitu observasi dan melihat langsung materi pengajian yang dibacakan, serta reaksi Madu saat mendengarkan ceramah.

Teknik Analisis Data

Sebab penulis hadir pertama kali untuk melakukan penelitian di lokasi pengajian mingguan di Dusun IV Desa Cahaya Mas, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kegiatan pengajian mingguan ini dilakukan secara rutin karena merupakan pengajian mingguan dan dilakukan dua kali dalam seminggu. 33 Wawancara Ustad Yusufu Wahyudin selaku Da'iJama'ah pengajian mingguan di Dusun IV Desa Cahaya Mas, 27 November pukul 19:00 WIB.

Berdasarkan hasil wawancara, peneliti menyadari bahwa jemaah menemukan banyak perubahan dalam pengajian mingguan masyarakat Dusun IV desa Cahaya Mas setelah mengikuti kegiatan pengajian mingguan, seperti peningkatan ilmu agama, tidak hanya itu saja, tetapi juga meningkatkan pengetahuan sosial seperti meningkatkan hubungan baik antar masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber, peneliti memahami bahwa harapan jamaah terhadap kegiatan pengajian mingguan ini akan terus terlaksana dan semakin banyak masyarakat yang mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan hasil wawancara, peneliti menyadari bahwa memang banyak kebaikan yang dilakukan dari satu jamaah ke jamaah lainnya selama kegiatan pengajian mingguan ini.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian wawancara dan observasi dilakukan di Dusun IV Desa Cahaya Mas, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Cahaya Mas merupakan kawasan desa hasil pemekaran wilayah warga OKU Nusa Tenggara Timur dan warga yang berasal dari desa lain, yang sebelumnya merupakan kawasan hutan dengan tanaman industri milik pemerintah. Dan untuk pertama kalinya terbentuk perangkat desa dan jabatan ketua dijabat oleh Pak Karim.Wilayah desa Cahaya Mas dahulunya merupakan kawasan hutan tanaman industri milik pemerintah.

Data Penduduk Desa Cahaya Mas, jumlah penduduk Desa Cahaya Mas pada tahun 2021 kini mencapai 7.345 ribu jiwa. Lokasi penelitian dilakukan di Dusun IV Desa Cahaya Mas yang menjadi lokasi diadakannya pengajian mingguan. Penelitian ini tentang metode dakwah untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Kegiatan keagamaan masyarakat Desa Cahaya Mas yaitu pengajian mingguan telah dilaksanakan sejak tahun 2000 di bawah pimpinan Ustad Qodri yang juga merupakan Da'i pengajian mingguan. Dalam pengajian mingguan ini terdapat 3 ustad (Da'i) yaitu Ustad Qodri, Ustad Yusuf Wahyudin dan Ustad Rasiman.

Deskripsi Data Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada pengajian mingguan, peneliti mengambil beberapa sampel yaitu 3 (tiga) ustad/da’i dan 5 (lima) jamaah yang menjadi informan pada pengajian mingguan. Jadi pembahasannya selalu berkaitan dengan cara Da'i menyampaikan pengajian mingguan Mad'u Jama'ah dan materi yang diberikan Da'i kepada jamaah pengajian mingguan Mad'u di desa Dusun IV Cahaya Mas , agar dapat diterima dengan baik, sehingga dapat menimbulkan. Perhatian peneliti tertuju pada penelitian, melihat metode dakwah Da’i kepada Mad’u (jemaat pengajian mingguan) yang mampu meningkatkan perubahan pemahaman keagamaan jamaah pengajian hingga menjadi penunjang di dunia dan akhirat. “Terdapatnya kami masih mengikuti kegiatan ini sudah cukup menjadi bukti bahwa telah terjadi perubahan baik di masyarakat, karena kami dapat terus mengikuti kegiatan pengajian mingguan ini, yang juga dapat meningkatkan pemahaman keimanan jamaah.”33 .

Alhamdulillah hal ini dilakukan secara rutin, kegiatan pengajian mingguan ini sudah lama dilakukan, setiap malam selasa dan malam minggu. Tidak hanya kegiatan pengajian mingguan saja, namun juga kegiatan keislaman lainnya yang dilakukan oleh warga desa Cahaya Mas yaitu khataman dan yasinan yang dilakukan secara bergantian atau bergantian dari rumah ke rumah. Kegiatan yang dilaksanakan sangat efektif karena pengajian mingguan ini terus berlangsung dari dulu hingga saat ini.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti memahami bahwa dengan adanya pengajian mingguan ini telah terjadi perubahan pada masyarakat desa Cahaya Mas yaitu semakin sadar akan pentingnya memahami ilmu agama untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka metode yang digunakan oleh ustad pengajian mingguan berjamaah di Dusun IV desa Cahaya Mas untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat adalah dengan menggunakan metode Hikme dan Mau'idhah Hasanah yang menghormati agama. keadaan mad'u dalam menerapkan ajaran Islam dan menganutnya, mengajak jamaah untuk mendekatkan diri kepada jamaah agar memahami apa yang disampaikan oleh khatib. Pengajian mingguan ini tidak hanya berpedoman pada Al-Qur'an dan hadis saja, namun juga menggunakan kitab-kitab yaitu fiqh dan durratun nasihin.

Misalnya dengan diadakannya pengajian mingguan dapat menambah wawasan, pengetahuan dan juga meningkatkan sikap dan perilaku jamaah, yang juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam aspek spiritual yang dianut oleh masyarakat desa Cahaya Mas.

Tabel 2.1 Daftar Anggota pengajian Mingguan di Dusun IV Desa Cahaya Mas
Tabel 2.1 Daftar Anggota pengajian Mingguan di Dusun IV Desa Cahaya Mas

Gambar

Tabel 2.1 Daftar Anggota pengajian Mingguan di Dusun IV Desa Cahaya Mas
Tabel 2.2 Jadwal Kegiatan Pengajian Mingguan di Dusun IV Desa Cahaya Mas
Gambar 2.1 Kantor Kepala Desa Cahayamas Kec. Mesuji Makmur Kab. Ogan Komering Ilir.
Gambar 2.2 Struktur Kelembagaan Desa Cahaya Mas Kec. Mesuji Makmur Kabp.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Peneliti juga melakukan wawancara kepada Ibu Dian, S.Pd selaku wali kelas VA diperoleh informasi bahwa : “pemahaman atau hasil belajar yang diperoleh antara siswa

Alḥamdulillāh dengan hidayah-Nya penulis tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur yang teramat dalam kepada Allah SAW, karena atas izin-Nya penulis dapat

Berkaitan dengan Kesejahteraan Masyarakat Desa Padabeunghar seharusnya Kebun Raya Kuningan dapat mewujudkan hal tersebut, tentunya dengan manajemen yang baik pada objek

Nia Nuliani. Pengertian perempuan dari kata empu yang memili arti tuan, yang memiliki arti seseorang yang paling berkuasa. Menurut Pasal 1 dalam deklarasi universal yang mengatur

Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa penentuan wali nikah atas anak akibat kehamilan di luar nikah di KUA Kecamatan Purbolinggo dilakukan dengan cara

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data primer penelitian ini yaitu ketua Majelis Ta’lim,

Berbagai program sosial dan dakwah juga terus berjalan untuk kemaslahatan umat.15 Pada program Microfinance Syariah berbasis masyarakat MiSyKat peneliti melakukan wawancara kepada

Pertanyaan Penelitian Bertitik tolak dari latar belakang masalah yang telah dipaparkan tersebut maka permasalahan yang dapat peneliti rumuskan adalah Bagaimana Metode Istinbath Hukum