Cara pengelolaan dana zakat produktif di Unit Pengumpul Zakat Kemenag Ponorogo dinilai dari teori pengentasan kemiskinan. Untuk mengetahui pengelolaan dana zakat produktif pada Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo ditinjau dari teori pengentasan kemiskinan.
Metode Penelitian
Dalam hal ini yang menjadi tempat penelitian adalah Unit Pengumpulan Zakat Kementerian Agama Ponorogo. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan pencatatan secara langsung dan sistematis pada Unit Pengumpulan Zakat Kementerian Agama Ponorogo sebagai objek yang akan diteliti.
Sistematika Pembahasan
Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menampilkan data atau menyajikan data dalam suatu pola, yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, grafik, matriks, jaringan dan diagram. Apabila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data pada saat penelitian, maka pola tersebut telah menjadi pola baku, yang selanjutnya akan muncul pada laporan akhir penelitian.
PENDAHULUAN
PENDISTRIBUSIAN ZAKAT PRODUKTIF UNIT PENGUMPUL ZAKAT KEMENTERIAN AGAMA
Pengertian Dan Dasar Hukum Zakat
Dari sudut bahasa Arab, perkataan zakat merupakan kata dasar (masdar) daripada perkataan zakat yang bermaksud suci, diberkati, berkembang dan terpuji, kesemua makna ini digunakan dalam terjemahan al-Quran dan hadis. Dalam penggunaannya, selain harta, ia dianggap menumbuhkan dan menyucikan jiwa orang yang menunaikan zakat.
Tujuan dan Dampak Zakat
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, beramal shaleh, menunaikan shalat, dan menunaikan zakat, maka mereka akan mendapat pahala di sisi Tuhannya. Karena zakat dapat membantu orang yang membutuhkan dan melunasi hutang orang yang bangkrut.
Hikmah Zakat
Allah mewajibkan orang kaya untuk memberikan hak yang wajib atau fardu kepada orang miskin. Kedua, zakat ialah bantuan kepada fakir miskin dan orang yang sangat memerlukan bantuan.
Harta Yang Wajib di Zakati
Meskipun zakat yang dikeluarkan dari harta pertambangan menurut mazhab Hanafi dan Maliki hanya seperlima, sedangkan menurut mazhab Hanbali dan Syafi'i sebesar 2,5%. Menurut sebagian ulama, pada dasarnya ada empat jenis harta yang menjadi sumber zakat, yaitu tumbuhan dan buah-buahan, hewan ternak, emas dan perak, serta harta dagangan. Pada masa Nabi, kelompok harta yang ditetapkan sebagai objek zakat hanya terbatas pada: emas dan perak, tanaman tertentu seperti gandum, jelai, kurma dan anggur, hewan ternak tertentu seperti biri-biri atau biri-biri, sapi dan unta, harta komersil. , dan aset lainnya yang ditemukan di kedalaman bumi.
Para ahli fiqih terus melakukan kajian dan melakukan ijtihad untuk mengetahui harta benda zakat yang belum diketahui pada zaman Rasulullah. Ada pula yang memperluas pandangannya berdasarkan analogi (qiyas) tentang sumber zakat pada zaman Nabi atau dengan menarik kesimpulan dari definisi umum kekayaan. Imam Syafi'i, Imam Maliki, Imam Hambali dan Imam Hanafi banyak memberikan tambahan harta benda zakat.
Cara Pendistribusian Zakat dan Pendayagunaannya 1. Cara Pendistribusian Zakat
Namun jika ternyata zakatnya hanya terpakai sebagian atau tidak digunakan sama sekali karena sudah tidak ada lagi dan tidak ada seorang pun di daerah tersebut yang berhak, maka boleh saja zakat tersebut disalurkan ke daerah lain yang ada di sana. membutuhkan. Danau. Sebagaimana pendapat Imam Malik yang menyatakan bahwa tidak boleh menyalurkan zakat ke daerah lain di luar daerah tempat pengumpulan zakat kecuali di daerah tersebut terdapat banyak orang yang membutuhkan. Dalam setiap pendistribusian zakat haruslah kehati-hatian diberikan kepada orang-orang yang berhak, melalui orang-orang yang berakhlak jujur di lingkungan setempat, yang juga mengetahui situasi dan keadaan.28 Zakat hanya dapat diberikan jika ada rasa amanah dan keyakinan. keyakinan bahwa penerimanya sebenarnya adalah orang yang berhak menerima zakat.
Orang-orang kaya yang dapat menerima zakat adalah orang-orang yang mempunyai anggota keluarga, misalnya orang-orang yang terlilit hutang untuk mendamaikan umat Islam yang berselisih atau bermusuhan satu sama lain. Pemberian dalam bentuk ini dapat menciptakan suatu usaha yang memberikan lapangan pekerjaan kepada orang-orang yang membutuhkan dan miskin.32 Penyaluran ini bisa disebut dengan sistem in-kind, dimana uang zakat yang disalurkan tidak dalam bentuk uang, melainkan dalam bentuk uang tunai. bentuk alat produksi.33. Penyalurannya terjadi dalam bentuk 'produktif kreatif', yaitu zakat yang diwujudkan dalam bentuk modal, baik digunakan untuk membangun proyek sosial maupun untuk menambah modal pedagang usaha kecil.34 Penyaluran ini dilakukan melalui sistem dana bergulir, dimana amil memberikan pinjaman dana zakat kepada mustahiq dalam bentuk qardhl hasan.
Definisi Kemiskinan
Agar pendayagunaan dana zakat dapat efektif maka aspek sosio-ekonomi harus diutamakan, artinya dana zakat tidak diprioritaskan untuk konsumsi, melainkan dana zakat harus bersifat produktif atau dengan sistem pendayagunaan zakat yang menggunakan dua pendekatan36, yaitu : .. 1 ) Pendekatan parsial, dalam hal ini penyaluran zakat langsung kepada fakir miskin bersifat insidental, dimana pendekatan ini melihat pada kondisi mustahiq yang sangat membutuhkan bantuan. 2) Pendekatan struktural, yaitu pendekatan yang menitikberatkan pada pengalokasian dana zakat yang bersifat produktif bagi masyarakat miskin dengan menyediakan dana berkelanjutan bagi usaha-usaha yang bertujuan agar masyarakat miskin dapat mengatasi kemiskinannya, bahkan diharapkan menjadi muzakki di kemudian hari. Secara umum kedua kelompok ini dikatakan mempunyai pengertian yang sama, yaitu masyarakat yang berkekurangan dan membutuhkan pertolongan.
Sedangkan masyarakat miskin adalah masyarakat yang mampu memenuhi separuh atau lebih dari kebutuhannya, namun tidak sepenuhnya dapat dipenuhi.37 G. Pandangan mengenai kemiskinan selanjutnya adalah kemiskinan tidak hanya terbatas pada ukuran moneter saja, namun juga meliputi gizi buruk, yaitu diukur dengan memeriksa apakah pertumbuhan anak terhambat. Lebih jauh lagi, pandangan yang lebih luas mengenai kemiskinan adalah bahwa kemiskinan muncul ketika masyarakat tidak memiliki keterampilan dasar, sehingga mengakibatkan pendapatan dan pendidikan yang tidak memadai atau kesehatan yang buruk, rasa tidak aman atau rendahnya rasa percaya diri, atau rasa tidak berdaya, atau tidak adanya hak atas kebebasan berpendapat. .
Masalah Kemiskinan
- Ciri-ciri Kemiskinan
Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, kemiskinan merupakan suatu hal yang nyata, bagi mereka yang tergolong miskin, mereka sendiri yang merasakan dan menjalani kehidupan dalam kemiskinan. Ukuran kemiskinan adalah jika seseorang mempunyai harta dibawah jumlah nisab zakat, maka orang tersebut tergolong miskin. Suparlan menyatakan kemiskinan adalah standar hidup yang rendah; yaitu adanya tingkat kekurangan materil bagi sejumlah atau sekelompok orang dibandingkan dengan taraf hidup yang umumnya berlaku dalam masyarakat tersebut.
Dengan ukuran ini, dapat diketahui jumlah dan siapa saja yang tergolong penduduk miskin. Ukuran yang dibuat dan digunakan di Indonesia untuk menentukan jumlah penduduk miskin adalah batas tingkat pendapatan per waktu kerja (Rp 30.000 per bulan atau lebih rendah) yang ditetapkan pada tahun 1976/1977; Para ahli ilmu sosial pada umumnya berpendapat bahwa penyebab utama kemiskinan adalah sistem perekonomian yang berlaku pada masyarakat yang bersangkutan.
Kebijakan Mengatasi Kemiskinan
Sistem perekonomian ini tercermin dari berbagai pranata yang ada dalam masyarakat, yaitu suatu sistem hubungan antara peran dan norma yang diselenggarakan untuk upaya pemenuhan kebutuhan pokok sosial yang dirasakan perlu dalam masyarakat. Kelembagaan yang ada dalam masyarakat menjadikan sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana perekonomian dan fasilitas lain yang ada, sehingga tetap miskin. Berdasarkan penyebab-penyebab tersebut, ada anggapan bahwa penyebab seseorang menjadi miskin adalah karena rasa malas. Secara riil, kemiskinan dalam perspektif ini misalnya disebabkan oleh perang atau konflik yang terjadi di masyarakat.
Misalnya kasus penanganan krisis ekonomi yang menyebabkan sebagian besar masyarakat terkena PHK dan kehilangan mata pencaharian, sehingga tiba-tiba menjadi miskin. e) Struktural yang memberikan alasan mengapa kemiskinan merupakan akibat dari struktur sosial. Secara rinci, terbatasnya pengembangan potensi diri disebabkan oleh kondisi kesehatan dan pendidikan yang buruk, rendahnya motivasi pengembangan diri, dan rendahnya kesadaran akan hak-hak dasar. Sedangkan alienasi sosial disebabkan oleh melemahnya modal sosial, hilangnya kepercayaan sosial, dan disfungsi institusi sosial49.
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Sejarah Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo
- Visi dan misi
- Struktur Kepanitiaan Unit Pengumpul Zakat di Kantor Kementerian Agama Ponorogo
- Letak Geografis Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo Unit Pengumpul Zakat yang ada di Kementerian Agama ini adalah
- Perkembangan Jumlah Zakat Yang Disalurkan
Letak Geografis Unit Pengumpulan Zakat Kementerian Agama Ponorogo. Unit Pengumpul Zakat di Kementerian Agama adalah Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama. Inilah salah satu lembaga pengelola zakat yang dipimpin oleh BAZNAS Kabupaten Ponorogo, sebagai salah satu program Kementerian Agama untuk mengentaskan kemiskinan. Komunitas dan kemudian Unit Pengumpulan. Batas Utara : Ds Mayak Tonatan Ponorogo Batas Timur : Ronowijayan Siman Ponorgo Batas Selatan : Tonatan Ponorogo. Namun karena keterbatasan waktu dan anggaran, peneliti hanya fokus pada satu tempat penyebarannya, yaitu Desa Wagir.
Pendistribusian Dana Zakat Produktif Pada Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo
Sedangkan sistem pengumpulan zakat di Kemenag Ponorogo diambil dari pegawai Kemenag yang wajib menunaikannya. Untuk unit pengumpulan zakatnya hanya dari Badan Kemenag saja, kalau seluruh daerah pengumpulannya di BAZ.58 kabupaten. Unit Pengumpul Zakat di Kementerian Agama hanya menghimpun dana zakat profesional dari pegawai Kementerian Agama yang kemudian dikelola dan disalurkan dalam bentuk zakat produktif kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Ponorogo yang kami prioritaskan yaitu masyarakat di pinggiran kota seperti Ngebel, Sawo, Ngrayon, sukorejo dan sebagainya.59.
Dampak sumber zakat produktif yang disediakan unit pengumpul zakat Kementerian Agama Ponorogo terhadap kesejahteraan ekonomi mustahik zakat. Namun setelah mendapat tambahan modal dari unit pengumpul zakat Kementerian Agama Ponorogo, cara berdagang kami menjadi lebih terarah, mungkin karena akuntabilitas dan rasa gotong royong antar kelompok.73. Dana zakat produktif dari unit pengumpul zakat sangat membantu kami untuk mengembangkan usaha kawan.
Analisa Pengelolaan Zakat Produktif Pada Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo Ditinjau Dari Pengentasan Kemiskinan
ANALISIS DISTRIBUSI ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN PADA SATUAN PENGUMPULAN ZAKAT..terdiri dari perempuan dan anak. Meskipun apa yang dilaksanakan oleh Unit Pengumpul Zakat Kemenag Ponorogo berhasil meningkatkan usaha masyarakat, namun untuk keberlanjutan dan keterampilan masyarakat akan lebih baik jika panitia terlebih dahulu memberikan pelatihan dan selalu mengawasi kelompok. Dalam penyaluran Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo ada yang bulanan berupa pemberian sembako dan tahunan berupa amal berupa dana produktif yang diberikan kepada kelompok masyarakat yang ada yang memang merupakan kelompok dari latar belakang masyarakat kurang mampu secara ekonomi.
Dalam penerapan Zakat yang produktif ini, hendaknya Unit Pengumpul Zakat menyalurkannya dengan model pendekatan kebutuhan dasar. Nah dalam hal ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh Unit Pengumpulan Zakat Kemenag Ponorogo. Analisis Pengaruh Dana Zakat Produktif yang Disalurkan Unit Pengumpulan Zakat Kementerian Agama Ponorogo.
Analisa Pengaruh Dana Zakat Produktif Yang Diberikan Oleh Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo Terhadap
Oleh karena itu, sebelum mencairkan dana zakat produktif tersebut, sebaiknya Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo melakukan pembinaan atau pelatihan kepada usaha yang dikelolanya. Dalam pemberian bantuan zakat produktif untuk modal usaha, Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo hendaknya melakukan pengawasan terhadap kelompok penerima bantuan tersebut, agar dana tersebut benar-benar dapat membantu. Dengan modal yang diberikan oleh Unit Pengumpul Zakat Kemenag Ponorogo, masyarakat dapat mengembangkan usahanya dan meningkatkan pendapatannya.
Pengelolaan zakat produktif di Unit Pengumpul Zakat Kemenag Ponorogo dengan cara menyalurkannya dalam bentuk sembako secara bulanan dan tahunan dalam acara amal dengan menjadikan dana zakat menjadi modal usaha yang dikelola secara profesional. Dalam menjalankan agenda transformasi tersebut, Unit Pengumpul Zakat Kementerian Agama Ponorogo menyalurkan dana kepada kelompok masyarakat yang dianggap mampu dan sudah berfungsi. Dampak dana zakat produktif yang diberikan Unit Pengumpulan Zakat Kementerian Agama Ponorogo terhadap kesejahteraan ekonomi para mustahiq adalah dapat meningkatkan produktivitas usaha.