I
Volume 10, Nomor 1 Januan 2Al4 ISSN:1978-8401
Iurnal Ilmiah
t'
Fakultas Hukum Universitas Dwijendra
{
o u
JURNAL ILMIAH
mffiilAuyffilttil
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS DWIJENDRA
Diterbitkan 2 (dua) kali
setahunpada Bulan Janumi
danBulan Juli
Penggungjawab
Redalai Ahli
Redakhr Ketua
SekretarisAnggota
Tata UsahaDr. Putu Dyatmikawati,
SH.,M.Hum (Dekan
FakultasHukum Univ. Dwijendra)
l. Drs. M.S.
Chandra Jaya.M.Hum 2. Dr.I Wayan Arka, SH.,MH.
3. Dr.
Gde Yasa Negara, SH.,MS.
I Made Wahyu Chandra
Satriana, SH.,MH.
Dr. AA.
SagungNgurah Indradewi, SH.,MH
1.Drs. I Ketut Windia,
SH.,MH
2. I Wayan Arthan4
SH.,MH 1. Dewa
GdeSatriawan,
SE2. Ni Made LianaDewi,
SH.3. Ni
NengahAgustin Citrawati, SH
Alamat Redaksi
: Jalan Kamboja 17 Denpasaq Telp. (0361)
224393,233974 Fax. (03 6 1)
23397 4, Homepage http ://www. undwi. com.e.mail : S [email protected]
'nwl llmiah,
ffiltfltltWtvolume
l0 Nomor l, Jqnuori 2014, ISSN: lgTg-g101k% *
SD
DAFTAR ISI
Susunan Redaksi Jurnal Ilmiah
flf,fllfl Olltlffl
:Pengantar Redaksi
t.
Keberadaankmbaga
Perkreditan Desa(LPD)
dalam Hubungannya dengan DesaPakraman Dawan di KahuparenKlungkung Bali
Oteh : PutuDyafinikawati...
2. Implikasi
Hukum Perjanjian GATS-WTO terhadap undang-undangNomor
10 Tahun 2009 tentang Pariwisata'Oleh:
Anak Agung SagungNgurah Indradewi'3.
Desa Adat sebagai subyek Hukum Perjanjian dalam Pengelolaan Obyek Wisata diBali
Oleh: I Wayantuka..
4.
Optimasi Peran DPRD dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah.5.
Asas Legalitas dalam Pelaksanaan Hukum Pidana Indonesia Oleh :I
Made Wahyu Chan&a Satriana..'6.
Peran Desa Pakraman dalam Penyelesaian Sengleta Lahan antar Desa Pakraman.Oleh: Ni
MadeLianaDewi.
7.
Legalitas PenjaminanKredit
UsahaMkro, Kecil
dan Menengah(Ut\,flG{)
oleh Pemerintah DaerahOleh:
Dewa Gde RudY.Halaman
10
22
4l
50
60
7l
irrnalllmiah,ffril0Hlflfir
volume l0Nomorl,
Jonuori 2A14, ISSN: 1978-8401 iiiPeranan
UMKM
terhadap perekonomian Indonesia tidak diragukan lagi. Pada saatkrisis ekonomi
yang pernah rnelanda Indonesiatahun
1997-
1998,UMKM
terbuktimemiliki
daya tahan yanglebih kuat
dibandingkan entitasekonomi lainnya
dan tetap eksis memberikan kontribusi yangrelatif
besar dalam pemulihan ekonomi. Begitujuga pada saat ekonomi
"stabilpun, peranan UMKM tetap dominan
sebagai penopang ekonomi yang kokoh.)Mengingat potensi dan kontribusi UMKM dalam
pembangunan perekonomianyang cukup signifikan, maka
upaya pengembangan dan pemberdayaanUMKM
perlu danpenting dilakukan
oleh pemerintahbaik
pusat maupun daerah, terutamadari
segi permodalan, sehinggaUMKM
dapat tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan dan dapat memperkuat perekonomian Indonesia.Tidak dapat dipurgkiri bahwa permodalan merupakan salah satu
kendalapengembangan UMKM. Pemerintah melalui kebijaksanaanrya telah
berupaya menyediakan berbagai skemakredit
dan bantuan permodalan yang dibutuhkanUMKM.
Namun kenyataannya di lapangan menunjukkan bahwa kredit permodalan
yang disediakan pemerintah tersebut sulit didapatkarr.6UMKM
sulit untuk mendapat bantuan permodalarVpembiayaandari perbankan karena
persyaratanharus
adarrya jaminan (aguran).Dalam
rarrgJ<a pengembanganusaha dan juga
mengembanmisi
pelestanartpredikat
ketangguhan,UMKM
mengharapkan kemudahankemudahanyang
berkenarn dengan peningkatan modal. Untuk maksudini
akses ke perbankan sebagai sumber utama pembiayaanbagi UMKM
seharusnyadibuka
selebar-lebamya.Namun
harapanini
belum dapat diwujudkan terutama bagiUMKM.7
Ketidakmampuan
menyediakanjaminan atau agunan pada akhirnya
menjadi masalah yang mendasar bagiUMKM untuk
mendapatkan akseskredit
dari perbankan.Sebagai
upaya
penanggulangan pefinasalahan tersebut, beberapa Pemerintah Daerahtelah
melaksanakan suatukebijakan
penjaminankredit bagi TIMKM
dengan tujuan memudahkanUMKM
memperoleh kredit daxi Bank. Salah satu agendanya adalah pihak Pemerintah Daerah bertindak sebagai penjamin atas kredit yang diberikan bank terhadapUMKM.
Penjaminan
kredit
pada dasamya merupakan penerima peralihanhak
sebagian maupun seluruhnya atas resiko yang seharusnyadipikul
oleh bank dalam hal penerimakredit
temyatatidak
mampu melaksanakan kewajibannyauntuk
melunasikredit
yangdiperlolehnya.o Risiko
atastidak
terbayamyakredit oleh
penerimakredit,
maka menjadi beban dan tanggung jawab penjarnin dalam konteks penjaminan kredit.Nasroen Yasabari dan
Nina Kumia Dewi
menyatakan penjaminankredit
pada dasarnya adalah suatu kegiatan pemberian jaminan kepadak pihakkreditur
atas kredit5. http:/mulyono-eko.blogspot.com/2019/01/regulasi-yang-mengatur-lpk-didaerah.html.
6. http:l/rvww.smacda"can:r'depLitiT/fi le-infokopirima.htm.
7. Yohames Usfirnan
*k,
Loc-Cit 8. Yohannes Usfunan dkk" Op.Cit, hal.2Jurnol llmiah,
ffi'flflAffflfiI
*,olame t0 Noruor t, &wwni AAl4. ISSN: t97t-S4At ;1