• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jannah Marjani (Tugas Teknik Pengukuran)

N/A
N/A
nanimo ominan

Academic year: 2024

Membagikan "Jannah Marjani (Tugas Teknik Pengukuran)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Peralatan Dasar Yang Sering Digunakan Dalam Pengukuran Analisis Pangan A. Alat Ukur Volume

Alat pengukur volume merupakan perangkat khusus yang dirancang untuk mengukur volume bahan cair atau cairan. Terdapat beragam jenis alat yang dapat digunakan untuk melakukan pengukuran volume zat cair.

1. Gelas Ukur

Gelas ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur volume zat cair.

Besarnya volume zat cair dapat dilihat pada skala yang tertera pada gelas ukur.

Gelas ukur memiliki berbagai macam ukuran, mulai dari 10 ml hingga 2 liter.

Bentuk yang paling umum dari gelas ukur adalah silinder. Pada silinder ukur ini terdapat garis-garis skala sebagai penunjuk jumlah benda cair yang ada di dalamnya.

Gelas ukur terbuat dari dari bahan polipropilena yang mempunyai resistansi kimia sangat baik. Namun, ada juga yang terbuat dari bahan polimetilpentena yang mempunyai transparansi terang.

2. Erlenmeyer

Erlenmeyer adalah alat ukur yang digunakan untuk mencampur, mengukur, dan menyimpan cairan.

Bentuk leher yang lebih kecil di bagian atas alat ukur volume ini berfungsi untuk mencegah risiko tumpahan pada saat melakukan pencampuran.

Ukurannya alat ukur erlenmeyer bernaneka macam, mulai dari 50 ml hingga 500 ml.

(2)

3. Labu Takar atau Labu Ukur

Labu ukur atau labu takar adalah alat pengukur volume yang digunakan untuk mengukur suatu larutan atau cairan dengan tingkat ketelitian yang tinggi.

alat ukur volume ini memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari 5 ml hingga 5 liter.

Fungsi dari labu ukur adalah untuk menyiapkan larutan dengan jumlah dan konsentrasi yang pasti dengan keakuratan yang sangat tinggi. Sehingga sangat cocok digunakan untuk mengukur cairan yang membutuhkan keakuratan yang tinggi.

Di bagian leher atas labu ukur ini terdapat lingkaran volume, graduasi, suhu kalibrasi, toleransi, serta kelas gelas. Ada juga tanda batas di bagian lehernya yang berfungsi sebagai volume takaran. Alat ukur ini biasanya berwarna transparan, tetapi ada juga yang berwarna gelap. Biasanya dilengkapi dengan penutup dari bahan polietilen atau gelas.

4. Pipet Ukur

Pipet ukur adalah alat yang digunakan untuk untuk memindahkan cairan dengan volume secara terukur. Jumlah volume cairan yang dipindahkan dapat dilihat pada skala yang tertera pada alat ukur volume jenis ini.

Penggunaan alat ukur ini harus dalam posisi vertikal. Untuk mengatur tekanan volume cairan, yaitu dengan cara menekan bola yang berada pada ujungnya.

5. Pipet Volume

Pipet volume atau pipet gondok adalah alat laboratorium yang digunakan untuk memindahkan volume tertentu dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Hal ini ditandai dengan adanya skala yang tertera pada alat ini.

(3)

Tingkat akurasi alat ukur ini cukup tinggi. Bentuknya ramping terutama di bagian

penunjuk volumenya.

Pipet akan menghisap cairan dengan bantuan bola hisap. Volume yang dapat dipindahkan oleh alat ini bervariasi, ada yang 2 ml, 5 ml, 10 ml, hingga 25 ml.

6. Mikropipet

Pipet mikro adalah alat yang digunakan untuk memindahkan volume cairan dengan volume kecil secara tepat dan akurat dalam ukuran mikroliter.

Mikropipet memiliki beberapa varian, diantaranya yaitu varian tunggal dan multisaluran.

7. Buret

Buret adalah alat pengukur volume yang digunakan untuk meneteskan cairan dalam suatu percobaan yang memerlukan presisi, seperti pada eksperimen titrasi.

Alat pengkur volume ini sangat akurat.

Buret kelas A memiliki akurasi sampai dengan ± 0,05 cm³. Oleh karena itu, dalam penggunaannya harus berhati-hati untuk menghindari terjadinya kesalahan sistematik.

Pada alat ukur yang satu ini, terdapat tabung untuk menahan titran yang dikalibrasi.

Kemudian ada komponen berupa keran yang berfungsi untuk mengontrol laju aliran titran.

B. Alat Ukur Berat

Alat ukur berat sangat penting dalam analisis pangan untuk mengukur massa atau berat bahan-bahan yang digunakan dalam berbagai proses, pengujian, atau produksi makanan. Berikut beberapa alat ukur berat yang umum digunakan dalam analisis pangan:

(4)

1. Neraca Digital

Neraca digital juga disebut sebagai neraca elektronik, karena menggunakan sistem elektrik pada layar digitalnya. Neraca digital merupakan alat ukur berat otomatis, sehingga diperoleh nilai massa benda yang lebih akurat dibanding dengan neraca lainnya. Neraca digital memiliki tingkat ketelitian mencapai 0,001 gram, sehingga banyak digunakan untuk penelitian di laboratorium.

2. Neraca Analog

Neraca analog adalah alat ukur yang digunakan untuk menimbang massa suatu benda dengan menunjukkan hasilnya dalam bentuk angka pada skala analog. Berbeda dengan

timbangan digital yang

menggunakan layar LCD atau LED untuk menampilkan hasil pengukuran, neraca analog menggunakan jarum atau penunjuk yang bergerak di sepanjang skala yang terukir.

Prinsip kerja neraca analog didasarkan pada keseimbangan antara massa benda yang ditimbang dan massa yang dikalibrasi pada skala neraca. Ketika benda diletakkan pada platform timbangan, beban benda akan menyebabkan penunjuk bergerak ke posisi tertentu di skala neraca. Kemudian, pembaca dapat membaca massa benda tersebut dari posisi penunjuk pada skala.

3. Neraca Lengan Gantung

Neraca lengan gantung adalah alat pengukuran yang digunakan untuk menentukan massa suatu objek.

Prinsip kerjanya didasarkan pada keseimbangan gaya antara massa benda yang diukur dan massa benda standar yang diketahui. Neraca lengan gantung memiliki dua lengan yang seimbang, di mana satu lengan digunakan untuk menempatkan benda yang akan diukur dan lengan lainnya digunakan untuk menempatkan benda standar atau beban yang dapat dipindahkan.

(5)

4. Neraca Ohauss

Neraca ohauss merupakan jenis neraca dengan tingkat ketelitian mencapai 0,1 gram. Seperti alat ukur panjang, terdapat skala pada neraca ohauss yang digunakan untuk membaca ukuran massa suatu benda. Neraca ini memiliki tiga jenis skala, skala pertama ratusan gram, skala kedua puluhan gram, dan skala ketiga satuan gram.

5. Neraca Pegas

Neraca pegas adalah salah satu alat pengukur massa yang sering digunakan di laboratorium fisika.

Karena hanya mampu mengukur benda-benda yang ringan. Cara mengetahui ukuran massa bendanya sama halnya ketika menggunakan alat ukur suhu, yaitu dengan melihat angka yang ditunjukkan pada skala yang tertera pada neraca.

Terdapat dua skala pada neraca pegas, yaitu skala N (newton) dan skala g (gram). Skala N berfungsi untuk mengetahui berat benda, sedangkan skala g berfungsi untuk mengetahui massa benda.

6. Timbangan Analitik

Timbangan analitik adalah salah satu alat ukur berat yang paling akurat dalam laboratorium pangan.

Mereka dapat mengukur massa dengan presisi tinggi, sering kali hingga empat atau lima tempat desimal. Timbangan analitik digunakan untuk menimbang bahan-bahan dalam jumlah kecil, seperti bahan kimia atau bahan tambahan makanan, dengan akurasi yang tinggi.

7. Timbangan Duduk

(6)

Timbangan duduk adalah salah satu alat pengukur berat barang-barang dalam jumlah banyak, misalnya untuk mengukur berat gula, beras, terigu, dan buah dalam jumlah banyak. Kapasitas benda yang dapat diukur oleh timbangan duduk ini dapat mencapai 500 kg.

Timbangan duduk ini biasanya dilengkapi dengan adanya roda besi agar lebih mudah dipindah tempatkan dan timbangan bandul geser yang terbuat dari bahan kuningan.

C. Alat Ukur Panjang

Dalam analisis pangan, beberapa alat ukur panjang yang umumnya digunakan untuk mengukur dimensi fisik atau geometri dari bahan pangan atau peralatan termasuk:

1. Mistar

Mistar adalah alat ukur panjang yang juga dapat digunakan dalam analisis pangan untuk mengukur dimensi fisik dari bahan pangan, peralatan, atau komponen lainnya. Mistar adalah alat yang sederhana namun penting dalam analisis pangan karena membantu dalam memastikan kualitas dan konsistensi produk pangan. Dengan menggunakan mistar dengan tepat, produsen pangan dapat memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar kualitas dan spesifikasi yang ditetapkan.

2. Jangka Sorong

Jangka sorong digunakan untuk mengukur dimensi linier atau ketebalan suatu objek dengan akurasi yang tinggi. Jangka sorong memiliki skala yang lebih terinci dan dapat mengukur hingga beberapa tempat desimal.

3. Mikrometer

Mikrometer adalah alat ukur presisi yang digunakan untuk mengukur dimensi objek dengan akurasi yang sangat tinggi, sering kali dalam rentang mikrometer. Ini sangat berguna dalam pengukuran dimensi mikroskopis seperti ketebalan lapisan bahan atau diameter partikel.

(7)

D. Alat Ukur Waktu

Alat ukur waktu sangat penting dalam analisis pangan untuk mengukur waktu yang diperlukan dalam proses pengolahan, pemantauan, atau pengujian bahan pangan. Beberapa alat ukur waktu yang umum digunakan dalam analisis pangan antara lain:

1. Jam

Dalam konteks analisis pangan, jam tidak selalu digunakan sebagai alat ukur seperti halnya alat ukur volume, berat, atau panjang. Namun, jam dapat memiliki peran penting dalam berbagai aspek analisis pangan.

2. Stopwatch

Stopwatch adalah salah satu alat yang paling umum digunakan dalam laboratorium pangan untuk mengukur waktu yang diperlukan dalam proses pemrosesan, reaksi kimia, atau pengujian tertentu.

Referensi

Dokumen terkait

 Homogenkan larutan dengan baik, ukur absorban dengan AAS..  Buat grafik standar adisi, kemudian tentukan Cz konsentrasi analit Z Catatan : labu takar no. 5 digunakan untuk

Pembacaan skala pada alat ukur volumetri (buret, pipet gondok, labu takar, labu ukur) harus benar-benar diperhatikan, dalam hal melihat skala, kedudukan badan, jenis alat

Mengencerkan larutan standar dengan aquadest hingga volume 1.0 ml dalam labu

Mengukur besarnya sebuah komponen resistor dapat dilakukan dengan berbagai cara dan hasil yang didapatkan dari pengukuran tersebut tergantung dari tingkat ketelitian alat

Berdasarkan data alat ukur di atas, urutan alat ukur dari yang tingkat ketelitiannya paling tinggi adalah…. Setiap alat ukur memiliki tingkat ketelitian. Tingkat ketelitian

Prosedur BAB 1 Topik 1 Alat :  Beaker glass  Labu takar 100 ml  Pipet ukur  Pipet tetes  Cuvet  Instrumen Spektrofotometri Uv-Vis Bahan :  Larutan KMNO4 10^-1 M  Larutan

Pengukuran panjang dengan mikrometer sekrup Merupakan alat ukur panjang yang paling teliti dengan ketelitian 0,01 milimeter, digunakan untuk mengukur tebal benda yang berbentuk pelat,

Corong bucher Labu ukur leher panjang Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi... kondensor Untukl destilasi