• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL FARMASI UDAYANA - Repositori | UNUD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2025

Membagikan "JURNAL FARMASI UDAYANA - Repositori | UNUD"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

VOLUME IV, NOMOR 1, JULI 2015

JURNAL FARMASI UDAYANA

VOLUME IV NOMOR 1 HALAMAN 1 - 103 EDISI JULI 2015

PENERBIT JURUSAN FARMASI FMIPA UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN - BALI

(2)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2015 i

JURNAL FARMASI UDAYANA

INFORMASI BAGI PENULIS DAFTAR ISI

 Deskripsi

 Pembaca

 Editor

 Petunjuk Penulisan

DESKRIPSI

Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat.

Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat.

PEMBACA

Ilmuwan di bidang kimia medisinal, farmasetika dan biofarmasetika, farmakologi, kimia analisis, farmakologi klinik, mikrobiologi, bioteknologi, kimia dan statistika

EDITOR

Penanggungjawab : Dr.rer.nat. I M.A.G. Wirasuta, M.Si., Apt Ketua Dewan Redaksi : Cokorda Istri Sri Arisanti, S.Farm, M.Si., Apt Wakil Dewan Redaksi : Ni Kadek Warditiani, S.Farm., M.Sc., Apt Anggota

Ni Nyoman Wahyu Udayani, S.Farm., M.Sc., Apt Ni Made Widi Astuti, S.Farm., M.Si.

Mitra Bestari:

Ketua : Drs. I N.K. Widjaja , M.Si., Apt

Wakil Ketua : Luh Putu Febryana Larasanty, S.Farm.,M.Sc., Apt Anggota:

a. Ni PutuAriantari, S.Farm., M.Farm., Apt (Biologi Farmasi)

b. Ni Putu Ayu Dewi Wijayanti, S.Farm., M.Si., Apt (Teknologi Farmasi) c. I G. N. Agung Dewantara, S.Farm., M.Sc., Apt (Teknologi Farmasi) d. Rasmaya Niruri, S.Si., M.Farm.Klin., Apt (Biomedik dan Farmakologi) e. Ni Made Pitri Susanti, S.Farm., M.Si. Apt (Kimia Farmasi)

EMAIL

[email protected]

(3)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2015 ii PETUNJUK PENULISAN

PENDAHULUAN

Naskah yang diajukan ke jurnal harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: (1) topik artikel akan melewati proses review terlebih dahulu oleh editor, dan (2) artikel belum dipublikasikan atau akan dipublikasikan seluruhnya atau sebagian di jurnal lain atau media publikasi yang lain.

Tipe artikel

Artikel hasil penelitian Review article

Naskah review article harus memuat: judul, abstrak dan kata kunci (3-6 kata), pendahuluan, pembahasan khusus oleh penulis, kesimpulan, ucapan terima kasih, daftar pustaka, gambar dan tabel. Tiap pokok bahasan dari pendahuluan sampai kesimpulan harus diberi nomor. Sub pokok bahasan juga harus dinomori dengan 1.1., 1.2., 1.3., dan seterusnya. Setiap halaman harus diberi nomor dan judul harus diberi halaman 1.

FAKTOR YANG HARUS DIPERHATIKAN Conflict of interest

Semua penulis wajib menghindari terjadinya Conflict of interest yang meliputi pembiayaan atau hubungan dengan orang lain atau badan paling lama tiga tahun sebelum pengajuan artikel ke jurnal yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung penelitian yang bersangkutan

Contoh hal yang potensial menyebabkan Conflict of interest antara lain pekerja, konsultan, kepemilikan bahan, honor, pengajuan registrasi/paten, hibah atau sumber dana yang lain.

Verifikasi Artikel

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam posisi akan diterbitkan pada jurnal lain, artikel telah mendapat persetujuan semua penulis yang tercantum di dalam artikel yang bersangkutan dan secara eksplisit telah mendapat persetujuan dari tempat dimana penulis melakukan penelitian dan jika diterima, artikel tidak dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk yang sama dalam bahasa Indonesia atau bahasa lainnya untuk menghindari plagiarisme

Konstribusi

Semua penulis harus berpartisipasi di dalam penelitian dan atau penyipan naskah, sehingga fungsi dari masing-masing penulis harus didefinisikan.

(4)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2015 iii Kepemilikan artikel

Semua penulis harus memiliki peran penting pada setiap tahap pengajuan artikel yang meliputi: (1) konsep dan desain penelitian, pengolahan data atau menganalisis atau menginterpretasi data, (2) memperbaiki naskah, (3) menyetujui draf akhir yang akan dipublikasikan

Perubahan penulis

Pada jurnal ini dimungkingkan untuk menambahkan, pengurangi, mengubah urutan penulis untuk naskah yang diterima. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain: membuat permintaan untuk dapat menambahkan, mengurangi atau mengubah urutan penulis kepada pengelola jurnal yang diajukan oleh corresponding author yang dicantumkan di dalam naskah yang diajukan dan meliputi: (a) alasan mengapa nama penulis harus ditambahkan, dikurangi atau diubah susunannya (b) konfirmasi tertulis (e-mail, fax, surat) dari semua penulis yang menyatakan persetujuan dengan perubahan tersebut di atas

Bahasa

Penulisan menggunakan bahasa Indonesia sesuai ejaan yang disempurnakan.

PERSIAPAN

Penggunaan program miscrosoft word. File dibuat dalam format asli menggunakan program miscrosoft word. Teks harus dibuat dalam format satu kolom, huruf font Times new roman 11, 1 spasi, ditulis dalam kertas ukuran A4.

Struktur Artikel

Sub pokok bahasan-penomoran

Artikel dibagi menjadi pokok bahasan dengan penomoran yang jelas. Sub pokok bahasan harus diberi nomor 1.1 (kemudian 1.1.1, 1.1.2,...), 1.2 dan seterusnya.

Abstrak tidak dimasukkan dalam sistem penomoran.

Pendahuluan

Nyatakan tujuan dan landasan penelitian, hindari tinjauan pustaka yang terperinci atau kesimpulan dari hasil penelitian

Bahan dan metode

Ungkapkan bahan dan metode secara terperinci untuk kemungkinan keterulangan penelitian. Metode yang umum digunakan cukup menunjukkan sumber pustaka, hanya modifikasi yang relevan yang harus dideskripsikan

Hasil

Pengungkapan hasil harus jelas dan ringkas Pembahasan

Bagian ini harus merupakan kajian mendalam dari hasil penelitian, jangan mengulang pengungkapan hasil. Hindari kutipan dan pembahasan yang berlebihan dari penelitian sebelumnya

(5)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2015 iv Kesimpulan

Kesimpulan utama dari penelitian sebaiknya ditampilkan dalam kalimat yang singkat dan jelas, yang dapat menjadi bagian tersendiri di dalam pokok bahasan kesimpulan atau menjadi bagian dari pembahasan atau hasil

Appendik

Jika apendik lebih dari satu maka harus dibuat sebagai A, B dan seterusnya.

Persamaan matematika harus diberi nomor terpisah: Pers. (A.1), Pers. (A.2) dan seterusnya. Hal yang sama juga berlaku untuk tabel dan gambar: Tabel A.1;

Gambar. A.1

Informasi penting dalam struktur artikel Judul

Ringkas, jelas dan informatif. Jika dimungkinkan hindari pencantuman persamaan matematika dan singkatan

Nama penulis dan institusi

Ungkapkan institusi tempat bekerja (tempat dimana penelitian dilakukan) di bawah nama penulis. Tunjukkan institusi penulis dengan supercript di belakang nama penulis dan didepan nama institusi. Tuliskan alamat lengkap termasuk kode pos dan nama kota, jika perlu disertakan alamat email masing-masing penulis

Alamat korespondensi

Tunjukkan dengan jelas siapa yang bertanggung jawab terhadap korespondensi semua tahap dari pengajuan, revisi, publikasi maupun sampai pasca publikasi.

Cantumkan nomor telepon disamping alamat email, kode pos. Kontak terperinci harus tetap diperbaharui oleh korespondensi penulis

Alamat penulis

Jika alamat penulis berbeda dibandingkan dengan tempat penelitian semula, maka alamat terbaru atau tetap penulis sebagai catatan kaki dari nama penulis. Alamat dimana penelitian semula dilakukan oleh penulis tetap digunakan sebagai alamat utama. Penulisan catatan kaki untuk alamat terbaru maupun alamat tetap menggunakan supercrip dengan penomoran Arabic

Abstrak

Dibutuhkan abstrak yang jelas, ringkas dan sesuai fakta penelitian. Abstrak harus menunjukan tujuan penelitian secara tegas, hasil yang penting dan kesimpulan umum. Untuk memenuhi persyaratan abstrak ini, disarankan untuk tidak menyertakan tinjauan pustaka, tetapi jika sangat diperlukan wajib mengutip nama penulis dan tahun. Disamping itu dihindari pencantuman singkatan yang tidak umum tetapi jika sangat diperlukan maka harus dijelaskan pada awal abstrak itu sendiri

Gambar

Gambar harus dibuat untuk menyimpulkan isi dari artikel secara jelas untuk dapat menarik perhatian pembaca yang berasal dari berbagai bidang yang berhubungan

(6)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2015 v dengan farmasi. Gambar harus dibuat dalam bagian terpisah dari artikel. Ukuran gambar: sediakan gambar dengan minimal setara 531x1328 pixel atau lebih, tetapi dapat tetap terbaca pada layar 200x500 pixel (pada 91 dpi yang sama dengan 5 x13 cm). Program yang digunakan dapat berupa pdfatau MS Word

Kata kunci

Kata kunci maksimal 6 kata diletakkan langsung di bawah abstrak, hindari penggunaan frase dan penghubung (dan, dari dan sebagainya)

Singkatan

Deskripsikan singkatan yang tidak umum sebagai catatan kaki pada halaman pertama artikel. Singkatan yang menjadi keharusan untuk diungkapkan pada abstrak diwajibkan didefinisikan pada bagian sebelum singkatan tersebut ditulis.

Penulisan singkatan harus konsisten pada seluruh artikel.

Ucapan terima kasih

Cantumkan ucapan terima kasih pada bagian terpisah di bagian akhir artikel sebelum daftar pustaka, hindari penyertaan ucapan terima kasih pada judul, sebagai catatan kaki judul atau bagian artikel lainnya. Buatlah rincian orang yang berkontribusi di dalam penelitian (penerjemah, pengetik atau pembaca dan lain sebagainya)

Unit

Gunakan satuan internasional (SI). Jika satuan diungkapkan dalam unit yang berbeda, sebaikknya diungkapkan kesetaraan dengan SI

Tabel

Penomoran tabel diurut berdasarkan urutan munculnya di dalam artikel. Tabel dibuat dengan tiga garis horisontal, hindari penggunaan garis vertikal dan data yang diungkapkan di dalam tabel tidak diungkapkan berulang pada bagian lain dari artikel

Daftar pustaka

Pastikan daftar pustaka tercantum di dalam artikel. Hasil yang belum dipublikasikan dan personal communication tidak direkomendasikan dimasukkan di dalam daftar pustaka. Pustaka yang ditandai dengan In Press menunjukan bahwa artikel tersebut telah disetujui untuk dipublikasikan dan dapat digunakan sebagai sumber pustaka. Penulisan pustaka mengikuti aturan penulisan pustakan jurnal ini.

Aturan penulisan pustaka

Daftar pustaka harus diurut berdasarkan alfabetis dan kronologi. Jika terdapat lebih dari satu sumber yang berasal dari penulis yang sama pada tahun yang sama, maka harus ditambahkan a, b, c dan seterusnya di belakang tahun terbit.

Penulisan buku

Penulis, A.A., Penulis, B.B., & Penulis, C.C. (tahun terbit). judul buku: sub judul.

(Edisi [jika bukan edisi pertama}). tempat terbit: penerbit

(7)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2015 vi Contoh:

Buku dengan satu penulis

Nama penulis (tanpa singkatan). (tahun terbit). judul buku. Tempat terbit: penerbit Reynords Hadi. (2000). Black pioners. Ringwood,Vic: Penguin

Buku dengan banyak penulis Dua-enam penulis

Dua penulis: kedua penulis. (tahun terbit). judul buku. Tempat terbit: penerbit Gilbert, R., & Gilbert, P. (1998). Maculinity goes to school. St. Leonards, N.S.W.:

Allen & Unwin Lebih dari 6 penulis

Setelah nama dan singkatan nama penulis ke-enam gunakan dkk Buku yang memiliki editor

Broinowski, A. (Ed.) (1990). ASEAN into 1990s. London: Macmillan

Nugent, S.L., Shore, C. (Eds.). (1997). Anthropologyband cultural study. London:

Pluto Press

Buku yang memiliki penulis dan editor

Valery, P. (1957). Oeuvres (J. Hytier, Ed). Paris: Gallimard Bab yang terdapat di dalam buku

Penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul bab:sub judul. editor. judul buku. (hal. x-y). tempat terbit: penerbit

Artikel jurnal

Penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul artikel. singkatan jurnal, volume (issue), halaman

Skipsi/Tesis/Disertasi

Nama penulis, singkatan nama penulis. (tahun terbit). judul. skrispi/tesis/disertasi.

Universitas, kota

Sumber penulisan singkatan jurnal

Index Medicus journal abbreviations: http//www.nlm.nih.gov/tsd/serials/lji.html List of titlle word abbreviations: http//www.issn.org/2-22661-LTWA-online.php CAS (Chemical Abstract Service): http//www.cas.org/sent.html

Submission checklist

Daftar isian di bawah ini dapat digunakan untuk memudahkan pemeriksaan akhir sebelum artikel dikaji oleh editor.

Satu orang penulis ditunjuk sebagai corresponding author:

 alamat email

 kode pos

 nomor telepon atau fax

Semua file yang dibutuhkan telah diupload

 Kata kunci

 Gambar

(8)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2015 vii

 Tabel (termasuk judul, deskrispi, catatan kaki) Hal selanjutnya yang harus diperhatikan

 Gunakan penomoran baris (tiap 5 baris) untuk memudahkan pengkajian naskah

 Naskah telah dicek tata bahasa dan pengucapannya

 Pustaka telah ditulis sesuao format di dalam jurnal ini

 Semua pustaka yang ditulis di dalam daftar pustaka disinggung di dalam teks

 Izin telah didapat dari untuk materi yang memiliki hak cipta yang berasal dari sumber lain (termasuk web)

SETELAH ARTIKEL DITERIMA Perbaikan

Naskah yang telah dikoreksi akan dikirimkan kembali dalam bentuk pdf kepada corresponding author (melalui alamat email) sehingga penulis dapat mengunduh untuk keperluan pribadi. Gunakan perbaikan ini untuk mengecek urutan penulisan, mengedit, menyempurnakan dan memperbaiki tulisan, tabel dan gambar. Pengiriman naskah yang telah diperbaiki menyertakan koreksi pertama dari editor ini. Perubahan signifikan dari artikel yang disetujui untuk dipublikasikan dalam jurnal ini harus mendapat persetujuan dari penerbit. Kami akan berusaha untuk mempublikasikan artikel anda akurat dan cepat sehingga diharapkan kami menerima hasil koreksi anda paling lambat 5 hari kerja. Sangat penting koreksi artikel dilakukan dalam satu kali komunikasi sehingga cermati hal-hal yang harus dikoreksi sebelum dikirimkan kembali ke editor jurnal.

Naskah yang dipublikasikan

Artikel akan diberikan kepada corresponding author dalam bentuk pdf melalui email. Penulis akan menerima artikel sesuai format yang terbit di dalam jurnal dan disertai dengan cover jurnal.

(9)

INFORMASI UNTUK PENULIS JULI 2015 viii DAFTAR ISI

hal Halaman Judul ………...

Deskripsi Jurnal Farmasi Udayana ...

Petunjuk Penulisan ...

Daftar Isi ………..

Lembar Abstrak ……….

i i ii viii

ix

1 Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat Pada Teh Kombucha Lokal Bali ……… 1 2 Pengaruh Waktu Sentrifugasi Krim Santan Terhadap Kualitas Virgin Coconut Oil

(VCO) ……… 4

3 Anti Aterosklerosis Andrografolid dari Sambiloto melalui Mekanisme Antiinflamasi

secara In Silico………. 8

4 Uji Aktivitas Chelating Logam Ion Besi Minuman Gambir Kombucha Lokal Bali Secara In Vitro yang Berpotensi Untuk Pengobatan Alzheimer ……… 13 5 Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Kacang Tanah Dengan Metode Maserasi

Terhadap Profil Lipid Pada Tikus Sprague Dawley Diet Lemak Tinggi ……… 18 6 Pengaruh Madu Jamur Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Mencit Jantan … 26 7 Data Tanaman Dan Pengobatan Pada Lontar Usada Rare ……… 29 8 Uji Aktivitas Vermisidal Ekstrak Etanol Biji Lamtoro (Leucaena leucocephala

(Lam.) de Wit) Pada Cacing Gelang Babi (Ascaris suum Goeze) Secara In Vitro …… 33 9 Pengaruh Karakteristik Responden Terhadap Minat Beli Produk Sampo Anjing

Pengunjung Pet Shop Wilayah Badung ………. 38 10 Uji Iritasi Gelling Agent Semi Sintetik HPMC pada Kelinci ……… 42 11 Pengaruh Kombinasi Asam Oleat dan Minyak Atsiri Bunga Kamboja Cendana

(Plumeria alba) sebagai Permeation Enhancer terhadap Karakter Fisik dan Pelepasan Ketoprofen dari Matriks Patch Transdermal ………. 46 12 Suplementasi Probiotik Terhadap Konsistensi Feses, Frekuensi dan Durasi Diare

Akut pada Anak di RSUP Sanglah ………. 55 13 Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Daun Singkong (Manihot utilissima Pohl)

terhadap Kadar Gula Darah Mencit Jantan Galur Balb/C yang Diinduksi Aloksan … 61 14 Pemberian Ekstrak Etanol Daun Kedondong Hutan Meningkatkan Berat Ginjal

Mencit Jantan Galur Balb/c ……… 65 15 Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Spondias pinnata terhadap Berat Badan

Mencit Betina Galur Balb/c selama Kebuntingan ……… 68 16 Angka Kejadian Anemia pada Pasien Anak Penderita HIV/AIDS di RSUP Sanglah

Denpasar ………..

72 17 Potensi lactobacillus sp. yang Diisolasi dari Susu Kuda Sumbawa dalam Mengontrol

Candida albicans Penyebab Kandidiasis ………. 78 18 Uji Aktivitas Vermisidal Ekstrak Etanol Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala

(Lam.) de Wit) Pada Cacing Gelang Babi ……….. 83 19 Hasil Skor Indeks Iritasi Primer Natrium Lauril Sulfat 1% sebagai Bahan Baku

Deterjen Sintetik ……… 87 20 Identifikasi Mutasi Gen rpoB Pada Daerah Hulu RRDR Mycobacterium Tuberculosis

Multidrug Resistent Isolat P10 ……… 90 21 Uji Aktivitas Anti Cacing dengan Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda

citrifolia linn.) pada Cacing Gelang Babi ……… 95 22 Profil Stabilitas Fisika Kimia Masker Gel Peel-Off Ekstrak Kulit Buah Manggis

(Garcinia mangostana L.)……… 99

(10)

Data Tanaman Dan Pengobatan Pada Lontar Usada Rare (Warditiani, N. K., Leliqia, N. P. Savitri, P. A)

29

DATA TANAMAN DAN PENGOBATAN PADA LONTAR USADA RARE

Warditiani, N.K.1), Leliqia, N.P.A.1), Savitri, P.A.1)

1)Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana

Korespondensi: Ni Kadek Warditiani

Jurusan Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Jalam Kampus Unud-Jimbaran, Jimbaran-Bali, Indonesia 80364 Telp/Fax: 703837

Email: [email protected]

ABSTRAK

Bangsa Indonesia merupakan salah satu bangsa dengan keanekaragaman budaya warisan nenek moyang. Selain kaya akan budaya, terdapat pula warisan tentang ilmu pengobatan. Di Bali warisan budaya tentang pengobatan dikenal dengan Lontar Usada. Lontar usada rare merupakan salah satu usada yang membahas tentang pengobatan pada anak-anak dengan menggunakan ramuan tanaman.

Dalam lontar usada rare hanya memuat tentang nama penyakit dan cara pengolahan ramuan tanaman untuk mengobati penyakit tersebut dengan pendekatan secara empiris. Efek farmakologi dan data toksisitas dari tanaman yang digunakan untuk pengobatan dalam usada rare belum dilakukan inventarisasi. Sehingga ingin dilakukan penambahan data ilmiah khasiat dan toksisitas tanaman obat yang tercantum dalam lontar usada rare. Terdapat 150 jenis tanaman pada lontar usada rare tetapi hanya 10 tanaman yang dilakukan penambahan data kandungan kimia dalam tanaman, efek farmakologi secara ilmiah dan efek toksik.

Kata kunci: Usada Rare, tanaman, kandungan kimia, efek farmakologi

1. PENDAHULUAN

Warisan budaya dari nenek moyang sangat beragam untuk setiap daerah di Indonesia. Salah satunya adalah warisan pengobatan. Di Bali, pengobatan tradisional dikenal dengan sebutan Lontar Usada. Salah satu usada yang memuat tetang pengobatan penyakit anak-anak adalah Lontar Usada Rare (Suwidja, 1991). Pengobatan pada anak-anak memerlukan perhatian karena metabolisme dalam tubuhnya belum terbentuk sempurna seperti orang dewasa.

Di dalam lontar usada rare memuat tentang penyakit, bagian tanaman yang digunakan serta cara pengolahan atau pembuatan ramuan tanaman. Pendekatan yang dilakukan untuk pengobatan adalah secara empiris, berdasarkan pengalaman nenek moyang. Sedangkan khasiat tanaman serta efek toksik dari tanaman secara ilmiah belum dicantumkan di dalam lontar tersebut. Jumlah

tanaman yang digunakan pada lontar usada rare adalah 150 tanaman. Data efek farmakologi dan efek toksik berdasarkan penelitian akan dilengkapi 10 tanaman pada tulisan ini.

2. BAHAN DAN METODE 2.1 Bahan

Lontar Usada Rare, jurnal-jurnal ilmiah, buku- buku.

2.2 Metode

Pada penelitian ini dilakukan studi literatur.

Data-data ilmiah diperoleh dari jurnal dan buku-buku untuk mendapatkan data kandungan senyawa kimia dalam tanaman, khasait ilmiah, dan data toksisitas.

3. HASIL

Usada rare merupakan usada yang membahas tetang penyakit dan pengobatan pada anak-anak (Suwidja, 1999). Penyakit yang terdapat dalam usada rare adalah diare, perut kembung, perut terasa panas, sakit perut,

(11)

Data Tanaman Dan Pengobatan Pada Lontar Usada Rare (Warditiani, N. K., Leliqia, N. P. Savitri, P. A)

30 perut bayi panas dalam, anak panas, batuk kering, sebagai obat guwam, mengatasi anak tidak nafsu makan, muntah-muntah, dan sesak napas. Dari 10 tanaman yang dilakukan kajian pustaka, hanya dua tanaman yang memiliki khasiat dalam lontar usada rare sesuai dengan efek farmakologi secara ilmiah (Tabel 1) yaitu buah adas dan delima. Sedangakan 8 tanaman

lainnya bangle, bawang merah, belimbing besi, kemiri, kelor, kencur, ketumbar, dan kunir belum terdapat penelitian ilmiah yang menyatakan kesesuaian khasiat dengan data empiris di dalam usada rare (Tabel 2).

Tabel 1. Tanaman dalam usada rare yang memiliki khasiat yang sama dalam usadaa rare dan secara ilmiah

Nama tanaman Kandungan kimia Khasiat secara ilmiah Efek toksik Buah adas

(Foeniculum vulgare Mill.)

stigmasterol, kamfena, limonen, arginin, umbeliferona, saponin, flavonoida, polifenol, anetol, fenkom, pinen, dipenten, felandren, metilkavikol, anisaldehid, minyak atsiri (asam anisat, trans-anetol, limonen, estragol, fenkon, terpinen), senyawa kumarin, xantotoksin, ß-sitosterol, a-amirin, asam klorogenat, dan kuersetin-3-O- ß-glukoronida (Ismawan, tt;

Anonim, 2004).

Minyak atsiri buah dan batang adas secara in vitro dapat menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan bakteri S.

aureus. Senyawa ini juga

mampu menghambat

pertumbuhan bakteri gram negatif lain yakni Serratia marcesence dan Klebsiella (El-Adly dkk., 2007)

Uuji toksisitas dilakukan pada mecit dengan memberikan minyak atsiri biji buah adas.

Setelah 72 jam pemberian, diamati bahwa LD50 dari minyak atsiri adas adalah 1.038 ml/kg berat badan mencit (Zein, 2004).

Delima (Punica granatum L.)

Pada buah delima mengandung senyawa saponin, flavonoid dan polifenol. Senyawa yang terkandung di dalam kulit batang, bunga dan buahnya juga adalah tanin (Hutapea, 2000)

Dalam Usada Rare, kulit buah delima digunakan untuk mengobati anak diare. Efek antidiare kulit buah delima dibuktikan dengan melakukan uji pada infusa kulit buah delima aktif terhadap Salmonella typhimurium dengan konsentrasi hambat minimum 1,1 mg/ml pada dosis 800 mg/kg BB dan mengurangi diare pada dosis 400 dan 800 mg/kg BB (Ismawan, tt).

Mengkonsumsi kulit akar dan batang delima secara berlebihan (>80 g) dapat menyebabkan mual dan muntah, perut kembung serta sakit perut. Senyawa tanin yang terkandung di dalamnya dapat menimbulkan diare.

Efek lain yaitu tremor, kelemahan otot, dan kram pada ekstremitas, pusing, kebingungan mental, diplopia dan midriasis , serta gangguan okuler lainnya (Aviram, 2000)

Tabel 2. Tanaman dalam usada rare yang tidak memiliki khasiat yang sama dalam usada rare

Nama tanaman Kandungan kimia Khasiat dalam usada rare

Bangle (Zingiber purpureum Roxb)

minyak atsiri seperti sabinene, ß-pinene, karyopilen oksida, pada rizom bangle mengandung triquinacene, 1,4-bis (methoxy), (Z)-ocimene, terpinen-4-ol, terpinene, ß-phellandrene dan cis-sabinenehydrate (Anonim. 2010)

mengobati perut si anak terasa panas (panas dalam) karena ada infeksi di dalam perut (Suwidja, 1991)

Bawang merah (Allium cepa L.)

flavonoid, tannin, fenol, minyak atsiri yang mengandung komponen sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, kaempferol, kuersetin, cepaene, tiosulfonat dan floroglusin (Anonim, 1995)

Obat sakit perut dan mengatasi perut kembung pada bayi (Suwidja, 1991)

Belimbing Besi (Averrhoa carambola L.)

alkaloida, saponin dan flavonoida, sedangkan kandungan kimia buah Averrhoa carambola adalah protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C (Hutapea, 2000)

mengobati anak demam dan batuk, anak hangat badannya, anak batuk kering, perut bayi jampi atau barah-panas dalam, badan panas dan batuk, serta sebagai obat sakit panas (Suwidja, 1991)

(12)

Data Tanaman Dan Pengobatan Pada Lontar Usada Rare (Warditiani, N. K., Leliqia, N. P. Savitri, P. A)

31

Kelor (Moringa oleifera)

di dalam daun kelor mengandung saponin dan polifenol, sedangkan dalam kulit batang mengandung minyak atsiri.

mengatasi perut bayi jampi atau barah panas-dalam (Suwidja, 1991)

Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd.)

saponin, flavonoida dan polifenol (Tengah dkk., 1995)

mengobati guwam, bayi badannya panas dan tidak mau makan, bayi batuk dan serak, dan perut si anak terasa panas (Suwidja, 1991) Kencur

(Kaempferia galanga)

minyak atsiri seperti sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam sinamat, etil ester, borneol, kamphene, paraeumarin, asam anisat, alkaloid dan gom (Tengah dkk., 1995)

mengobati bayi sakit panas dan sawan (seperti hilang kesadaran) dan anak muntah-muntah (Suwidja, 1991) Ketumbar

(Coriandrum sativum)

saponin, flavonoida, tanin, sedangkan minyak atsiri mengandung d-linalool, geraniol, borneol (Anonim.

1995; Hutapea, 2000)

sebagai obat batuk, bayi sesak napas, anak muntah-muntah, anak sering mencret, dan perut anak terasa panas (Suwidja, 1991)

Kunir (Curcuma longa L.)

flavonoid kurkumin (diferuloylmethana) dan berbagai jenis minyak atsiri seperti tumeron, atlanton, dan zingiberon. Kandungan kimia yang lain meliputi gula, protein, dan resin (Hutapea, 2000)

mengobati perut si anak terasa panas dan muntah-muntah pada anak (Suwidja, 1991)

4. PEMBAHASAH

Tabel 1 merupakan tanaman yang memiliki khasiat dalam usada rare yang sama dengan efek farmakologi secara ilmiah.

Sedangkan utuk tanaman lain dalam usada rare yang memiliki khasiat dalam usada rare yang tidak sama dengan efek farmakologi secara ilmiah tampak pada tabel 2.

Berdasarkan tabel 2, lebih banyak tanaman yang digunakan untuk pengobatan dalam usada rare belum terbukti khasiatnya secara ilmiah. Informasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan khususnya bagi para peneliti melakukan penelitian untuk membuktikan khasiat dalam usada rare secara ilmiah. Dengan adanya kajian secara ilmiah akan membuktikan khasiat pengobatan dalam usada rare. Diharapkan masyarakat akan lebih yakin menggunakan usada rare untuk pengobatan. Begitu pula kajian efek toksik akan memberikan informasi batas maksimal penggunaan dari tanaman.

5. KESIMPULAN

Lontar usada rare merupakan ilmu pengobatan untuk anak-anak dan ketikadilakukan penelusuran pustaka hanya terdapat 2 tanaman yang memiliki khasiat pengobatan secara ilmiah sama dengan penggunaannya dalam usada rare. Tanaman tersebut adalah delima

dan buah adas untuk mengatasi diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1995. Materia Medika Indonesia.

Jilid IV. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan: Jakarta

Anonim. 2004. Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia Vol. 1. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia

Anonim. 2010. Pegagan. (cited 2010 February, 24). Available at:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pegagan Aviram, M., et al. 2000. Pomegranate Juice

Consumption Reduce Oxidative Stress, Atherogenic Modification to LDL, and Platelet Aggregation: Studies in Human and in Atherosclerotic Apolipoprotein E- Deficient Mice. The American Journal of Clinical Nutrition USA pp. 1062-1072.

El-Adly. A. A., E. Abadat and F.A. Gharib.

Antibacterial Effects of Low Power Laser Light and Volatile Oil of Fennel (Foeniculum vulgare var. dulce) on Gram- positive and Gram-negative Bacteria.

International Journal Of Agriculture &

Biology, 2007, 9(1): 22-26.

Hutapea, J. R. 2000. Inventarisasi Tanaman Obat Indonesia (I). Jakarta. Balitbangkes Depkes RI.

(13)

Data Tanaman Dan Pengobatan Pada Lontar Usada Rare (Warditiani, N. K., Leliqia, N. P. Savitri, P. A)

32 Suwidja, K. 1991. Berbagai Cara Pengobatan

Menurut Lontar Usada Pengobatan Tradisional Bali. Indra Jaya: Singaraja.

Tengah, I Gst. Putu, I Wyn. Arka, Ni Md.

Sritamin, I. B. Indra Gotama, dan B.

Sihombing. 1995. Inventarisasi, Determinasi dan Cara penggunaan Tanaman Obat Pada Lontar Usada di Bali.

Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Zein, U., K. H. Sagala, dan J. Ginting. 2004.

Diare Akut Disebabkan Bakteri. e-USU Repository Universitas Sumatera Utara. 1- 15.

Referensi

Dokumen terkait

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam

Artikel yang diajukan ke Jurnal Farmasi Udayana belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari skripsi), tidak dalam