JURNAL PEMBELAJARAN MODUL 3
PEMBELAJARAN PENGANTAR AN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
OLEH :
NAMA MAHASISWA : RADIAH KURNIA SARI NOMOR UKG : 201502670709
ASAL SEKOLAH : TK. ANUGRAH
KELOMPOK : KELOMPOK A
JURUSAN : PAUD
ASAL LPTK : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 1. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan inklusif adalah suatu pendekatan yang diarahkan untuk memastikan bahwa semua anak didik termasuk memiliki kebutuhan khusus, menerima pendidikan yang relevan, bermakna dan bermutu di sekolah setempat. Mencakup pendekatan ramah anak, lingkungan belajar inklusif serta perubahan dalam kebijakan dan praktik pendidikan.
B. Tujuan Pendidikan Inklusif
Tujuan pendidikan eksklusif adalah memberikan kesempatan yang yang seluas- luasnya kepada semua peserta didik tanpa memandang perbedaan kepada semua peserta didik tanpa memandang suku ras agama golongan 1 sosial emosional ekonomi. kondisi kelainan fisik, emosional ekonomi kondisi kelainan fisik emosi mental dan intelektual serta bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuannya. mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif bagi semua peserta didik.
C. Prinsip-prinsip Pendidikan Inklusif a. hak untuk belajar
b. keragaman sebagai kekuatan c. pendekatan individual d. keterbukaan dan akses e. partisipasi dan kolaborasi f. penghapusan diskriminasi
g. pemahaman dan keterlibatan masyarakat h. evaluasi dan peningkatan berkelanjutan D. Implementasi
Implementasi adalah pembelajaran anak usia dini merupakan proses penerapan dalam pembelajaran untuk melaksanakan ide, program atau seperangkat aktivitas baru mengharapkan ada perubahan dalam diri orang yang diajukan.
E. Refleksi
Setelah mempelajari pembelajaran eksklusif menurut saya, adalah salah satu aspek yang paling menonjol dari pendidikan. inklusif adalah pentingnya menghargai perbedaan individu titik pendidikan inklusif merupakan pendidikan untuk semua di mana tidak ada diskriminasi dan sangat memindahkan keragaman yang ada di lingkungan belajar. membangun pendidikan inklusif maka kita juga akan membangun ekosistem lingkungan yang inklusif di mana seluruh peserta didik dan stakeholder lainnya dapat menghargai perbedaan individu tanpa memandang perbedaan suku ras agama, budaya, golongan dan status sosial dan ekonomi juga.
Dan setiap anak memiliki potensi unik yang harus dikembangkan terlepas dari kemampuan atau keterbatasannya. dalam kelas inklusif, Saya belajar bahwa penerapan metode pembelajaran yang bervariasi atau yang dikenal dengan istilah diferensiasi.
instruksi adalah kunci untuk memenuhi kebutuhan berbagai tipe peserta didik merasa dihargai dan didukung metode pembelajaran tetapi juga dalam sikap dan perspektif.
Penting untuk membangun budaya kelas inklusif, di mana setiap peserta didik merasa aman diterima dan dihormati oleh teman-temannya. Saya sebagai seorang pendidik berperan bukan hanya sebagai pengajar, namun juga sebagai fasilitator yang membimbing peserta didik, sehingga setiap peserta didik merasa dihargai dan didukung dalam proses pembelajaran.
Tantangan dalam pendidikan inklusif seringkali berkaitan dengan keterbatasan sumber daya, seperti kurangnya guru pendamping atau alat bantu belajar. meski demikian Saya menyadari bahwa keberhasilan pendidikan inklusif adalah perjalanan
yang berkelanjutan menuntut komitmen untuk terus belajar dan beradaptasi titik dengan menciptakan kelas yang inklusif Saya tidak hanya membantu peserta didik berkebutuhan khusus untuk berkembang tetapi juga mengajarkan nilai-nilai toleransi kerjasama kepada semua persaudara didik karena ini adalah langkah yang penting.
Saya tidak hanya membantu peserta didik berkebutuhan khusus untuk berkembang, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai toleransi kerjasama dan saling menghargai kepada semua peserta didik ini adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan setara di masa depan.
Dan setelah saya menganalisis setiap permasalahan yang ada dilingkungan sekolah, maka dalam hal ini solusi yang saya buat adalah menciptakan lingkungan belajar yang inklusi dengan mengambil langkah kongkrit dengan variasi metode pembelajaran yang beragam dan berdasarkan desain universal.
F. Studi kasus yang ada di sekolah
Peserta didik yang ada disekolah kami dengan tingkat emosi yang dimiliki peserta didik yang berbeda-beda sehingga perlunya penyesuian dan pembelajaran dan permainan yang diterapkan didalam kelas maupun diluar kelas.
Peserta didik yang ada disekolah kami memiliki potensi dibawa rata-rata yang membuat peserta didik sulit menangkap pembelajaran yang diberikan oleh ibu guru.
G. Dokumentasi
Dokumentasi dengan teman sejawat tentang pemaparan pengantar pendidikan anak berkebutuhan khusus
Mencocokkan angka dengan jumlahnya yang sesuai, anak yang duduk disampingnya hanya dia diam
tidak mau mengikuti pembelajaran.
Melakukan Praktek Sholat
H. Umpan Balik Rekan Sejawat
Nurhidayah, S.Ag
Mardiah, S.Pd