• Tidak ada hasil yang ditemukan

k5aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

N/A
N/A

Academic year: 2023

Membagikan "k5aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

2.7. Pengolahan Karet Bongkah SIR

Pengolah SIR 5, SIR 10, dan SIR 20 hampir sama, yaitu harus melalui tahp pembersihan, penyeragaman, pembutiran, pengeringan dan pengemasan.

Namun karena ketiga jenis SIR ini dipengaruhi oleh asal bahan olah maka dalam setiap tahap proses diperlukan beberapan tindakan tambahan. 1.

Untuk SIR 5, koagulum yang digunakan tidak boleh

beruASCJbliavcUYFyufDCLYUqedVCmur 3 hari. Umur bahan olah sangat mempengaruhi penurunan PHasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks dan koagulum. b. Pengencera Hasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

(2)

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks dan koagulum. b. Pengencera Hasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada

(3)

ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks dan koagulum. b. Pengencera Hasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar

(4)

ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks dan koagulum. b. Pengencera Hasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks dan koagulum. b. Pengencera Hasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase

(5)

plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks dan koagulum. b. Pengencera Hasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan

(6)

sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks dan koagulum. b. Pengencera Hasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks

(7)

dan koagulum. b. Pengencera Hasil pengujian yang diperoleh walaupun memenuhi standard mutu tapi mempunyai variasi yang cukup besar, apalagi bila diuji sifat-sifat fisika barang jadinya. Pada masing-masing pabrik dapat juga terjadi variasi mutu untuk tiap kali produksi, begitu juga bila dibandingkan antar pabrik.

2.6. Plasticity Retention Index PRI

Plasticity Retention Index adalah nilai dari sifat plastisitas keliatan kekenyalan karet mentah yang masih tersimpan, bila karet dipanaskan selama 30 menit pada temperatur 140 C . Nilai PRI adalah persentase plastisitas karet setelah dipanaskan dibandingkan dengan plastisitas sebelumnya dipanaskan yang ditentukan dengan alat plastimeter wallace, dengan persamaan : = PRI 100 x P P a Dimana : Pa = plastisitas karet sesudah dipanaskan selama 30 menit setelah pengusangan Po = plastisitas karet sebelum dipanaskan sebelum pengusangan Tujuan pengujian PRI dilakukan untuk mengukur dekradasi atau penurunan ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI yang tinggi lebih dari 80 menunukan bahwa nilai ketahanan karet mentah terhadap oksidasi adalah besar. Oksidasi karet ileh udara O 2 terjadi pada ikatan rangkap molekul karet, yang akan berahir dengan pemutusan ikatan rangkap karbon-karbon, sehingga panjang rantai polimer menjadi semakin pendek. Terputusnya rangkai polimer pada karet mengakibatkan sifat karet menjadi rendah. Bila nilai PRI diketahui, dapat Universitas Sumatera Utara diperkirakan mudah atau tidaknya karet menjadi lunak atau lengket jika lama disimpan atau dipanaskan, hal ini berhubungan dengan vulkanisasi karet, pada pembuatan barang jadi, agar diperoleh sifat barang jadi yang lebih kuat. Tinggi rendah nilai PRI dipengaruhi oleh jenis bahan baku yang digunakan dan proses crumb rubber. Terdapat nilai PRI yang rendah disebabkan karena terjadinya reaksi oksidasi pada karet.

Faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya oksidasi pada karet antara lain adalah sbb: a. Sinar Matahari Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet yang menggiatkan terjadinya oksidasi pada karet apabila bahan olahan pada lateks dan koagulum terkena langsung oleh sinar matahari, hal ini ditandai dengan mengeringnya kulit permuakaan lateks dan koagulum. b. Pengencerao dan PRI. Bahan olah yang diterima terlebih dahulu disortir berdasarkan asal dan jenis bahan olah, KKK, umur, dan kebersihannya. 2. Untuk SIR 10, sangat tergantung pada kebersihan dan keseragaman bahan olah yang ada, Jika bahan olah bersih, seragam, dan berumur 11 hari Universitas Sumatera Utara maka pengolahan tidak melalui predrying. Perlakuan pra-pengeringan ini antara lain berupa proses maturasi, penggantungan, dan pembeberan. 3. Maturasi hanya dilakukan oleh pabrik-pabrik yang berada pada proyek PIR yang bahan olahnya berasal dari kebun plasma. Sementara itu, penggatungan dan pembeberan dilakukan oleh pabrik-pabrik yang mengolah bahan baku dari kebun sendiri bersama-sama dengan hasil dari kebun lain yang bahan olahnya tidak seragam dan umur bahan olah bervariasi. 4. Untuk SIR 20,

(8)

umumnya dilakukan oleh pabrik-pabrik swasta, dimana bahan olahnya berasal dari karet rakyat yang sangat bervariasi jenis dan mutunya.

Variasi ini menyebabkan kegiatan sortasi harus dilakukan lebih ketat.

Secara umum, tahapan pengolahan SIR 20 sama seperti SIR 10 yang mengikuti jalur proses lewat predrying dengan penggantungan, tetapi tidak melalui penggilingan kedua. Jadi, proses predrying langsung

diremah, dikeringkan, dan dikemas. Universitas Sumatera Utara Tabel 2.3 Standar Mutu SIR T.H Siregar, 2013 No. Jenis Uji Karekteristik Jenis Mutu Spesifikasi Metode Uji Bahan Olah Satuan SIR 5 SIR 10 SIR 20 Karet

lembaran dan atau koagulum segar Koagulum lapangan 1. Kadar Kotoran maks. 0.04 0,08 0,16 ISO 249 2. Kadar abu, maks. 0,50 0,75 1,0 ISO 247 3. Kadar zat menguap maks. 0,80 0,80 0,80 ISO 248 4. PRI, min 75 50 40 ISO 2930 5. Po, min 30 30 30 ISO 1795 6. Kadar nitrogen, maks 0,60 0,60 0,60 ISO 1656 7. Viskositas money ML 1+4 100 C - - - ISO 289-1 8. Warna lovibond, maks Indeks - - - ISO 4660 9. Kadar gel, maks - - - - Universitas Sumatera Utara BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap pengaruh penambahan berat arang cangkang kemiri dengan penggumpal asam asetat terhadap mutu karet diperoleh nilai Plastisitas Awal

Freddy Wahyudi : Pengaruh Kombinasi Komposisi Bahan Olah Karet Terhadap Tingkat Konsistensi Plastisitas Retension Indeks (Pri) Karet Remah Sir 20 Di PT.. Bridgestone Sumatera

Pada tanah hasil stabilisasi, seiring dengan bertambahnya persentase penambahan abu ampas tebu nilai berat jenis, nilai batas cair, nilai batas plastis, indeks

Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kadar air, nilai berat jenis (specific gravity), nilai batas cair, nilai batas plastis, indeks plastisitas, nilai persentase

Dari hasil penelitian menunjukkan variasi berat arang cangkang kemiri (aleurites moluccana) 18 : 500 (b/v karet) memiliki nilai Plastisitas Awal (Po) 53, Plastisitas Retensi

Kemudian nilai tegangan alat ukur buatan dibandingkan dengan nilai kekeruhan untuk memperoleh persamaan kalibrasi, sehingga diperoleh grafik yang ditunjukkan pada Gambar 8..

Pengaruh Komposisi Bahan Olah Karet Terhadap Tingkat Konsistensi Plastisitas Retension Indeks (PRI) Karet Remah SIR 20 Di PT.Bridgestone Sumatera Rubber Estate Dolok Merangir..

ketahanan karet mentah terhadap oksidasi pada suhu tinggi, nilai PRI ynag tinggi. (lebih dari 80%) menunjukkan bahwa nilai ketahanan karet terhadap