KERANGKA ACUAN KERJA ( K A K )
MASTERPLAN IRIGASI KOTA KEDIRI
TAHUN ANGGARAN 2024
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
MASTERPLAN IRIGASI KOTA KEDIRI
I. LATAR BELAKANG
Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 /PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi Pasal 11 ayat (1), Pemerintah daerah kabupaten/kota mempunyai wewenang dan tanggung jawab melakukan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi yang luasnnya kurang dari 1000 ha dalam 1 (satu) daerah kabupaten/kota. Oleh karena itu pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi menjadi hal yang harus diperhatikan agar keberlanjutan sistem irigasi dapat terwujud.
Salah satu strategi kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam kerangka RPJMN 2020-2024 dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem irigasi adalah penerapan konsep modernisasi irigasi secara bertahap. Kegiatan penyusunan Masterplan Irigasi sebagai upaya pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi.. Masterplan Irigasi merupakan Rencana Induk Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi berupa dokumen perencanaan yang dijadikan acuan dalam upaya menata Sistem Irigasi di Kota Kediri. Dengan tersedianya Masterplan Irigasi maka kegiatan Pembangunan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dapat dilakukan dengan lebih mudah, terarah dan tepat sasaran
Penyusunan Masterplan Irigasi Kota Kediri ini harus memberikan gambaran dan pemetaan kondisi lahan di wilayah kota kediri, mengangkat karakteristik topografi, kondisi lahan pertanian, kondisi jaringan irigasi, kondisi ekologi lingkungannya beserta Identifikasi Arahan dan Rekomendasi Wilayah Perencanaan Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi di kota kediri. Masterplan Irigasi Kota Kediri harus mampu menyajikan Peta Tinjauan Analisis berupa Peta Daerah Irigasi, Jenis dan Klasifikasi Daerah Irigasi, Skema Jaringan Irigasi, Peta Jenis Tanah, Peta Curah Hujan, Peta Topografi, Peta Kelerengan, Peta Sebaran Komoditi Sawah, Peta Kondisi Sawah, Peta Eksisting Jaringan Irigasi masing-masing Daerah Irigasi, Peta Citra Aktual masing- masing Daerah Irigasi dalam format Shapefile ( SHP ) dan Keyhole Markup Languange Zip ( KMZ ) serta Peta Rencana Rancangan Jaringan Irigasi dan Rancangan Petak Sawah Lahan Potensial pada masing- masing Daerah Irigasi.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud kegiatan penyusunan Masterplan Irigasi Kota Kediri ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan perencanaan pengembangan dan pengelolaan Sistem Irigasi di Kota Kediri yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan :
1. Identifikasi pengelolaan dan pengembangan Sistem Irigasi di Kota Kediri 2. Identifikasi potensi pengelolaan dan pengembangan Sistem Irigasi di Kota
Kediri
3. Peta Tinjauan Analisis
4. Peta Daerah Irigasi, beserta kondisi aset Jaringan Irigasi dan aset pendukung pengelolaan irigasi;
5. Jenis dan Klasifikasi Daerah Irigasi
6. Analisis Kebutuhan Air Irigasi tiap Daerah Irigasi
7. Peta Skema Jaringan Irigasi dari saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier sampai dengan saluran pembuang irigasi,
8. Peta Jenis Tanah,
9. Peta Curah Hujan, 10. Peta Topografi, 11. Peta Kelerengan,
12. Peta Sebaran Komoditi Sawah, 13. Peta Kondisi Sawah,
14. Peta Eksisting Jaringan Irigasi masing-masing Daerah Irigasi, dari saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier sampai dengan saluran pembuang irigasi
15. Peta Citra Aktual masing-masing Daerah Irigasi dalam format SHP dan KMZ serta
16. Peta Rencana Rancangan Jaringan Irigasi dan Rancangan Petak Sawah Lahan Potensial pada masing- masing Daerah Irigasi dari saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier sampai dengan saluran pembuang irigasi
17. Menentukan Rekomendasi Prioritas dan Rencana Aksi penanganan dalam pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi di masing-masing Daerah Irigasi (DI) beserta desain detail rencana;
18. Menentukan rekomendasi konsep efektifitas jaringan pembuang.
III. SASARAN
Sasaran dari pekerjaan ini adalah tersedianya dokumen Masterplan Irigasi Kota Kediri untuk mendukung terlaksananya Rencana Induk Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi di Kota Kediri sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.
IV. NAMA DAN ORGANISASI
Nama organisasi yang menyelenggarakan / melaksanakan Pengadaan Jasa KonsultansiMasterplan Irigasi Kota Kediri:
PA : Ir. ENDANG KARTIKA SARI, ST., MM.
PPTK : Ir. MERI OKTAVIA SULAIMAN, ST., MM.
Satuan Kerja : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA KEDIRI
Alamat : Jl. Brigjend Pol. Imam Bachrie HP. 100 Kediri
V. SUMBER PENDANAAN
Pengadaan Jasa Konsultansi Masterplan Irigasi Kota Kediri ini dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri Tahun anggaran 2024 dengan nilai pagu sebesar Rp.370.000.000,00( Tiga Ratus Tujuh Puluh Juta Rupiah ). VI. LOKASI KEGIATAN
Lokasi kegiatan Masterplan Irigasi Kota Kediri ini akan dilaksanakan di Jaringan Irigasi yang berada di wilayah Kota Kediri
VII. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Masterplan Irigasi Kota Kediri ini adalah selama 5 ( Lima ) bulan atau 150 ( Seratus Lima Puluh ) hari kalender.
VIII. DASAR HUKUM
Lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Penyedia Jasa adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku antara lain :
1. Undang – Undang RI No. 25 tahun 2004 tentang SPPN(Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional);
2. Undang – Undang RI No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
3. Undang – Undang RI No. 41 tahun 2009 tentang PLB2B (Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan);
4. Undang – Undang RI No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
5. Undang – Undang RI No. 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air;
6. Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 2006 tentang Irigasi;
7. Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air;
8. Peraturan Presiden No. 02 tahun 2015 tentang RPJMN;
9. Peraturan Presiden RI No. 12 tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;
10. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.30/PRT/M/2007 tentang Pedoman Pengembangan dan Pengendalian Sistem Irigasi Partisipatif;
11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 32/PRT/M/2007 tentang Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi;
12. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 12 /PRT/M/2015 tentang Eksploitasi Dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi;
13. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 /PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi;
14. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 23 /PRT/M/2015 tentang Pengelolaan Aset Irigasi;
15. Peraturan Daerah Kota Kediri No 3 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah KotaKediri Nomor 11 tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Kediri Tahun 2020-2024 16. Peraturan Walikota (PERWALI) Kota Kediri nomor 8 tahun 2021 tentang
Rencana Detail Tata Ruang Kota Kediri Tahun 2021-2041
IX. RUANG LINGKUP PEKERJAAN I. TAHAP PERSIAPAN
- Persiapan
Meliputi Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja dan Metode Pendekatan Studi yang digunakan berupa :
Membuat program kerja (pola pikir) kegiatan
Membuat jadwal kegiatan
Menentukan sasaran
Menetapkan metode survei dan analisis
Menyusun format pendataan
Menyiapkan kuesioner
Mengumpulkan semua kajian dan menganalisisi menganalisis semua laporan yang berhubungan, peta, informasi baik yang berhubungan dengan kebijakan berskala nasional, regional maupun lokal, strategi dan rencana untuk irigasi yang termasuk dalam pembangunan di Kota Kediri.
- Pengumpulan Data
Survey dan Observasi Lapangan
Melakukan survei ke lokasi dan instansi terkait guna pengumpulan data primer dan sekunder yang bersifat kuantitatif dan kualitatif serta teknis dan non teknis antara lain :
- Kondisi Existing Wilayah (Wilayah)
- Kondisi Existing Sarana dan Prasarana Irigasi (Infrastruktur) - Kondisi Lokasi Tani dan Lokasi Jaringan Irigasi
Data Sekunder yang meliputi :
- RPJM dan RPJP Propinsi Jawa Timur - RPJM dan RPJP Kota Kediri
- RDTR Kota Kediri
- Kajian Analisa dan Studi Literatur - Data Kondisi Pertanian Kota Kediri
- Pengumpulan peta geografi daerah kerja dan sekitarnya yang masih terkait.
- Pengumpulan data infiltrasi tanah dan evapotranspirasi.
- Pengumpulan data lahan ruang terbuka dan daerah kedap air.
- Pengumpulan data hidrologi (curah hujan) - Pengumpulan peta hasil survey topografi
- Mengumpulkan data dan informasi tentang rencana umum (masterplan) irigasi kota
- Data dan informasi lainnya yang dianggap perlu - Analisis dan Perencanaan
Melakukan analisis data teknis dan non teknis baik kuantitatif maupun kualitatif dengan pendekatan dan metode yang tepat, sehingga dapat dihasilkan rumusan masalah dan hasil analisis yang dapat dijadikan dasar penyusunan konsep Master Plan Jaringan Irigasi Kota Kediri berupa :
Analisis kebutuhan air masing-masing daerah irigasi.
Analisis debit ketersediaan
Analisis neraca air
Analisis kesesuaian lahan
- Mengevaluasi menganalisa dan menyajikan (dilengkapi dengan gambar) permasalahan irigasi secara lengkap dan rinci.
- Melakukan analisis peta dasar, survei dan investigasi kondisi lapangan, penyebab, kondisi bangunan irigasi dan kondisi jaringan irigasi.
- Identifikasi kemungkinan pengembangan sistem irigasi, potensi lokasi bangunan irigasi (bendung, embung dan jaringan) dan potensi luasan yang bisa dikembangkan.
- Forum Group Discussion (FGD)
Penyelenggaraan FGD (Konsultasi Publik) dengan peserta sebanyak 30 (tiga puluh) orang yang terdiri dari para stakeholder guna :
1. Memperoleh masukan dan aspirasi dari para stakeholder(pakar, pemerhati kota/wilayah, perguruan tinggi dan tokoh masyarakat yang difasilitasi oleh konsultan)
2. Merumuskan permasalahan dan menyusun konsep Master Plan Jaringan Irigasi Kota Kediri, yang terdiri dari :
Penyusunan skenario Perencanaan Pengelolaan dan Pengembangan Jaringan Irigasi;
Perancangan Rencana Induk;
Usulan kegiatan jangka pendek, dan menengah;
Menyusun program pembiayaan jangka pendek, dan menengah;
Penetapan unsur kelembagaan dan pengelolaan pengembangan jaringan irigasi ;
Menyiapkan Rencana Tindak (Action Plan).
II. TAHAP PENYUSUNAN
Penyelenggaraan Konsultansi
Dalam proses untuk menghasilkan keluaran yang diminta, konsultan harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan pengguna jasa dan dalam setiap pertemuan pembahasan tersebut sudah ditentukan produk awal dan produk akhir yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini.
Konsultan harus menggali dan menyaring segala permasalahan yang timbul dan sejauh mana dampaknya pada perkembangan Masterplan Irigasi Kota Kediri bagi masyarakat Kota Kediri.
Forum Group Disscussion (FGD)
Konsultan diharapkan untuk berkoordinasi dalam penyelenggaraan konsultasi dan pembahasan pada setiap tahap kegiatan dengan melibatkan unsur-unsur dari pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya bersama dengan tim yang telah dibentuk oleh Pengguna Jasa Masterplan Irigasi Kota Kediri yang dibuktikan dengan hasil pertemuan dalam bentuk berita acara.
III. TAHAP PELAPORAN
Pada setiap tahapan kegiatan tersebut konsultan diharuskan melakukan pembahasan bersama dengan Pengguna Jasa dan tim teknis yang meliputi :
a. Laporan Pendahuluan, dibahas 1 (satu) kali ditingkat Kota bersama dengan Pengguna Jasa dan tim teknis.
b. Laporan Antara, dibahas 1 (satu) kali ditingkat Kota yang dihadiri oleh unsur-unsur terkait di daerah dan sekurang-kurangnya dihadiri oleh unsur-unsur teknis;
c. Laporan Akhir Sementara (Draft Final), dibahas 1 (satu) kali ditingkat Kota yang dihadiri oleh unsur-unsur terkait di daerah dan sekurang- kurangnya dihadiri oleh unsur-unsur teknis.
d. Laporan Akhir (Final Report) X. PERSONIL DAN PERALATAN
1. Tenaga Ahli
a. Team Leader (Tenaga Ahli Perencanaan Irigasi)
1 (satu) orang dengan kualifikasi sebagai tenaga Ahli Muda minimal lulusan strata dua (S2) jurusan Pendidikan Teknik Pengairan dari universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan bidang Sumber Daya Air dengan pengalaman 3 tahun, mempunyai Sertifikat Keterangan Ahli (SKA/SKK) Perencanaan Irigasi minimal jenjang 7. Team
Leader memiliki tugas utama untuk memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan anggota tim perencanaan dalam pelaksanaan pekerjaan sampai selesainya produk perencanaan dan dokumen lainnya yang disyaratkan.
b. Tenaga Ahli Planologi/Perencanaan Wilayah Kota (PWK)
1 (satu) Orang dengan kualifikasi Pendidikan minimal S1 Teknik Planologi/Perencanaan Wilayah Kota berpengalaman 2 tahun, mempunyai Sertifikat Keterangan Ahli (SKA) Ahli Muda Perencana Wilayah dan Kota (502) atau SKA Ahli Muda Perencana Tata Ruang Wilayah dan Kota minimal jenjang 7. Tenaga Ahli Planologi/Perencanaan Wilayah Kota (PWK) bertugas merencanakan pekerjaan yang berkaitan dengan tata ruang dan wilayah berdasarkan acuan yang berlaku dan relevan dan merekomendasikan pengaturan tata ruang dan wilayah kepada team leader.
c. Tenaga Ahli Geodesi
1 (satu) Orang dengan kualifikasi Pendidikan minimal S1 Teknik Geodesi berpengalaman 2 tahun, mempunyai Sertifikat Keterangan Ahli (SKA) Ahli Muda Geodesi (217) atau Ahli Muda Survei Terestris jenjang 7, menguasai GIS secara aktif. Tugas tenaga ahli geodesi yaitu:
a. Bersama team leader menentukan batas-batas pengukuran, temasuk pemasangan Bench Mark ( BM ), Control Point ( CP ) dan pemakaian titik referensi.
b. Menentukan langkah-langkah pekerjaan pengukuran dantara lain:
pengukuran situasi, memanjang dan melintang.
c. Mengkoordinasikan pekerjaan topografi dengan team leader.
d. Mengawasi jalannya penggambaran.
e. Pengolahan data ukur dan menyusun laporan topografi.
d. Tenaga Ahli Hidrologi
1 (satu) Orang dengan kualifikasi Pendidikan minimal S1 Teknik Pengairan berpengalaman 1 tahun, mempunyai Sertifikat Keterangan Ahli (SKA/SKK) Ahli Hidrologi minimal jenjang 7, menguasai hidrologi. Tugas tenaga ahli hidrologi yaitu :
a. Melakukan pengumpulan data sekunder dan melakukan reviuw hasil analisis terdahulu.
b. Melaksanakan collecting data sekunder seperti: data hujan, klimatologi, peta DAS dan lain-lain yang berkaitan dengan analisis hidrologi.
c. Melakukan kegiatan kompilasi data dan melakukan analisis water balance.
d. Menyiapkan laporan hasil analisis hidrologi beserta rekomendasi yang diperlukan team desain.
e. Melakukan analisis data curah hujan, debit rancangan, data klimatologi serta data-data penunjang lainnya yang berkaitan dengan desain.
e. Tenaga Ahli Teknik Lingkungan
1 (satu) Orang dengan kualifikasi Pendidikan minimal S1 Teknik Lingkungan berpengalaman 2 tahun, mempunyai Sertifikat Keterangan Ahli (SKA) Ahli Muda Teknik Lingkungan (501) atau Ahli Muda Teknik Lingkungan bidang jasa konstruksi jenjang 7. Tugas tenaga ahli teknik lingkungan yaitu :
a. Mengelola kesehatan dan keselamatan kerja prasarana lingkungan.
b. Mengidentifikasi kebutuhan prasarana lingkungan .
c. Merumuskan rencana umum pembangunan prasarana lingkungan.
d. Menyusun desain konseptual prasarana lingkungan.
f. Ahli K3
1 (satu) orang tenaga ahli K3 yang disyaratkan adalah kelompok tenaga Ahli Muda minimal lulusan Strata satu (S1) jurusan Teknik Pengairan/Sipil dari universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan bidang Sumber Daya Air dengan pengalaman 1 tahun, mempunyai Sertifikat Keterangan Ahli (SKA) Ahli Madya Irigasi/Irigasi Rawa minimal jenjang 8. Tugas tenaga ahli K3 yaitu menjamin dan melindungi keselamatan serta kesehatan tenaga kerja melalui berbagai upaya keamanan pekerja.
2. Tenaga Pendukung a. Surveyor
3 (tiga) orang tenaga yang disyaratkan adalah minimal lulusan jurusan Teknik Sipil/Pengairan negeri atau swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan Survey/Pengukuran lapangan dengan pengalaman 1-2 tahun. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi dibidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga Surveyor tersebut harus bisa mengoperasikan alat ukur GPS (Global Position Sytem) dan pralatan survei lainnya. Tugas utamanya adalah melaksanakan survey/pengukuran lapangan/pemetaan terhadap tanah aset dan membuat sketsa lapangan hasil pengukuran beserta foto dokumentasinya berdasarkan daftar lokasi pekerjaan yang ditentukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Tenaga Surveyor bertugas melakukan survey pengukuran dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Direksi.
b. Juru Gambar/Drafter
2 (dua) orang tenaga yang disyaratkan adalah minimal lulusan Sekolah Menengah Kejuruan SMK/sederajat jurusan bangunan/gambar bangunan Sekolah Menengah negeri atau swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan gambar perencanaan infrastruktur irigasi atau pekerjaan sejenis dengan pengalaman minimal 1 tahun, dapat mengoperasikan komputer Program Auto Cad. Diutamakan yang telah mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi dibidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga juru gambar tersebut tugas utamanya adalah membuat gambar desain infrastruktur kawasan aset berdasarkan hasil survey lapangan dan telah dianalisa bersama dengan Team Leader.
c. Tenaga Administrator
1 (satu) orang tenaga yang disyaratkan adalah minimal lulusan SMU/SMK/sederajat dari sekolah menengah negeri atau swasta yang telah terakreditasi dan berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan administrasi proyek/konstruksi atau pekerjaan sejenis dengan pengalaman minimal 1 tahun dan dapat mengoprasikan komputer Program Microsoft Office. Tenaga Administrasi tersebut tugas utamanya adalah membantu Team Leader membuat surat-surat dan kelengkapan administrasi lainnya yang dibutuhkan dalam penyusunan dokumen masterplan irigasi.
3. Peralatan
Penyedia Jasa memiliki kemampuan menyediakan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan Masterplan Irigasi Kota Kediri dengan spesifikasi peralatan sbb:
No Nama alat Jml
Minimal
Spesifikasi Keterangan
1 Total Station 1 ( satu ) Reflectorless Milik Sendiri
2 Drone 1 ( satu ) VTOL Potret-2000 PPK Milik Sendiri
3 Kamera 1 ( satu ) Digital minimal 18,2 MP Milik Sendiri
4 Printer F4 2 ( dua ) A4 Milik Sendiri
5 Printer A3 1 ( satu ) A3 Milik Sendiri
6 PC 1 ( satu ) Core i9 minimal 12gen,ram ddr 5-64 GB Milik Sendiri
XI. PELAPORAN
Dalam pembuatan laporan Konsultan wajib untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan PA/PPTK/Direksi. Hasil dari konsultasi dan asistensi dibuat dalam laporan tersendiri yang sudah diparaf/disetujui PA. Semua laporan dibuat dengan menggunakan Kertas F4 ukuran 70 gram kecuali gambar menggunakan kertas ukuran A3. Untuk gambar harus dilengkapi dengan titik koordinat lokasi pekerjaan. Laporan- laporan yang harus dibuat oleh konsultan adalah sebagai berikut :
1. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan ini berisi tentang : - Program Kerja Kegiatan berupa :
1. Jadwal Kegiatan
2. Metode Survey dan Analisis 3. Format Pendataan
4. Format Quisioner
- Laporan Survey dan Observasi Lapangan Awal - Pengumpulan Data Sekunder
1 RPJM DAN RPJP Prov. Jawa Timur 2 RPJM DAN RPJP Kota Kediri 3 RDTR Kota Kediri
4 Kajian Analisa dan Studi Literatur
5 Data Kondisi Lahan Pertanian dan Komoditi Pangan Kota Kediri - Analisis dan Perencanaan
- Forum Group Discussion (FGD)
2. Laporan Antara
Laporan Antara ini berisi tentang :
- Laporan Survey dan Observasi Lapangan 1 Profil Umum Daerah Irigasi 2 Peta Daerah irigasi
3 Tata guna lahan
4 Kondisi Existing Wilayah
5 Kondisi Existing Sarana dan Prasarana Irigasi 6 Pengumpulan Data Hidrometereologi
7 Peta Skema Eksploitasi ( PSE ) Eksisiting 8 Peta Skema Konstruksi ( PSK ) Eksisting - Pengumpulan Data Sekunder
1 RPJM dan RPJP Prov. Jawa Timur 2 RPJM dan PRPJP Kota Kediri 3 Kajian Analisa dan Studi Literatur
4 Data Kondisi Lahan Pertaniandan Komoditi Pangan Kota Kediri
- Merumuskan permasalahan dan menyusun konsep Master Plan Jaringan Irigasi Kota Kediri, yang terdiri dari :
1 Penyusunan skenario perencanaan pengembangan jaringan irigasi;
2 Perancangan Rencana Induk;
3 Usulan kegiatan jangka pendek, dan menengah;
4 Menyusun program pembiayaan jangka pendek, dan menengah;
5 Penetapan unsur kelembagaan dan pengelolaan pengembangan jaringan irigasi ;
6 Menyiapkan Rencana Tindak (Action Plan).
- Forum Group Discussion (FGD)
- Laporan Pendahuluan dibuat dalam 3 (tiga) Buku 3. Laporan Akhir
Laporan Akhir dibuat sebanyak 3 (tiga) buku. Laporan ini berisi keluaran dari hasil semua kegiatan yang sudah dilaksanakan, antara lain sebagai berikut :
- Skenario Penyusunan Masterplan Irigasi yang memuat :
1. Identifikasi Wilayah Perencanaan Pengembangan Jaringan Irigasi 2. Tinjauan terhadap kebijakan pengembangan daerah
3. Skenario Perencanaan Pengembangan Jaringan Irigasi
4. Skenario Kelembagaan Pengelolaan Pengembangan Jaringan Irigasi 5. Pengumpulan Data Hidrometeorologi
6. Rencana Tindak Lanjut (Action Plan)
- Rencana Induk Jaringan Irigasi, yang memuat arahan mengenai : 1. Rencana Kebutuhan Jaringan Irigasi untuk Pengairan dan Pertanian 2. Rencana Sirkulasi dan Aksesibilitas Air
3. RencanaWujud Elemen Irigasi
4. Rencana Prasarana dan Sarana Irigasi 5. Rencana Rehabilitasi Jaringan Irigasi
- Usulan Kegiatan Irigasi Jangka Pendek dan Menengah - Program Pembiayaan Jangka Pendek dan Menengah
- Penetapan unsur kelembagaan dan strategi pengelolaan dan pengembangan Jaringan Irigasi
- Peta Tinjauan Analisis
1. Peta Daerah Irigasi dalam format PDF, SHP dan KMZ 2. Peta Jenis Tanah
3. Peta Curah Hujan
4. Peta Kelerengan
5. Peta Kesesuaian untuk Lahan Pangan 6. Peta Sebaran Tata Guna Lahan Eksisting 7. Peta Sebaran Daerah Irigasi
8. Peta Kondisi Existing Lahan Irigasi 9. Skema Jaringan Irigasi
10. Jenis dan Klasifikasi Daerah Irigasi, berisi data mengenai nama/daerah irigasi, luas fungsional masing-masing DI, Luas Potensial masing-masing DI, Debit masing-masing DI, Klasifikasi Irigasi masing-masing DI, Status Jaringan Irigasi, Teknis Pemberian Air.
11. Kondisi Bangunan dan Saluran masing-masing Daerah Irigasi, berupa nama daerah irigasi, luas fungsional, luas potensial, jenis bangunan dan kondisi, jenis saluran dan kondisi, sumber air
12. Peta Kondisi Eksisting Jaringan Irigasi
13. Peta Jaringan Irigasi masing-masing Daerah Irigasi
14. Peta Citra Aktual masing-masing Daerah Irigasi, dalam format PDF,SHP dan KMZ
15. Foto Dokumentasi Survei
16. Peta Rencana Rancangan Optimasi Jaringan Irigasi dan Rancangan Petak Sawah Lahan Potensial pada masing-masing Daerah Irigasi
17. Arahan dan Rekomendasi Daerah Irigasi
- Forum Group Discussion (FGD) merupakan sosialisasi publik terhadap seluruh hasil rangkaian penyusunan, sebagai bahan penyempurnaan dalam dokumen akhir yang disusun. Dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali dengan mengundang stakeholders terkait mewakili unsur masyarakat, akademisi dan swasta serta tim teknis penyusun Masterplan Irigasi Kota Kediri
- Soft copy dalam Flashdisk (3 buah)
Terdiri dari rekaman keseluruhan laporan termasuk gambar-gambar dan foto- foto dokumentasi maupun video (bila ada).
XII. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini, Konsultan wajib menerapkan sistem manajemen K3. Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan ini harus mencakup aspek-aspek K3.
Kediri, 25 Maret 2024 Dibuat Oleh,
PEJABAT PELAKSANA TEKNIS KEGIATAN
Ir. MERI OKTAVIA SULAIMAN, ST., MM.
NIP. 19771010 200312 2 007 Menyetujui,
PENGGUNA ANGGARAN
Ir. ENDANG KARTIKA SARI, ST., MM.
NIP. 19691005 200312 2 005