• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KERJA Belanja Jasa Konsultansi Pengawasan Rehabilitasi Sedang / Berat

N/A
N/A
Archindo Media Karya

Academic year: 2023

Membagikan " KERANGKA ACUAN KERJA Belanja Jasa Konsultansi Pengawasan Rehabilitasi Sedang / Berat"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Jl. Kalimantan No 51 Telp. (0282) 542797, 540579 Faximile ( 0282 ) 540579 Website : www.pdk.cilacapkab.go.id Email : [email protected]

CILACAP

Kode Pos 53224

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

SATUAN KERJA : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap

PENGGUNA ANGGARAN : Drs. Sadmoko Danardono, M.Si PROGRAM

KEGIATAN

: :

Program Pengelolaan Pendidikan Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar SUB KEGIATAN : Pembangunan Sarana, Prasarana dan

Utilitas Sekolah

NAMA PEKERJAAN : Belanja Jasa Konsultansi Pengawasan Rehabilitasi Sedang / Berat Ruang Kelas SD Wilayah Eks Distrik Majenang

ID RUP : 43241017

PAGU PAKET : Rp. 170.000.000

SUMBER DANA : SPESIFIC GRANT (SG)

TAHUN ANGGARAN : 2023

(2)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN : Belanja Jasa Konsultansi Pengawasan Rehabilitasi Sedang / Berat Ruang Kelas SD Wilayah Eks Distrik Majenang

1. LATAR BELAKANG

: Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai sangat diperlukan untuk menunjang pelayanan pendidikan yang berkualitas. Kondisi sarana dan prasarana satuan pendidikan saat ini banyak yang kurang layak sehingga perlu segera ditangani.

Pada tahun 2023 ini telah dibuat kajian konsultansi perencanaan sarana dan prasarana satuan pendidikan yang akan ditangani dan akan ditindaklanjuti dengan pelaksanaan konstruksinya. Agar rencana teknis yang telah dilaksanakan dan digunakan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi dapat berlangsung optimal maka pelaksanaan konstruksi fisik yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana harus mendapat pengawasan secara teknis di lapangan. Pelaksanaan pengawasan lapangan harus dilakukan oleh penyedia jasa pengawasan yang kompeten dan dilakukan secara penuh dengan penempatan tenaga – tenaga ahli pengawasan di lapangan sesuai kebutuhan dan kompleksitas pekerjaan.

Kerangka acuan kerja ini disusun untuk mendapatkan penyedia jasa konsultansi yang berkompeten dalam melaksanakan pekerjaan pengawasan teknis sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. MAKSUD DAN TUJUAN

: a. Maksud

Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Pengawas yang memuat masukan, azas, kriteria, proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan keadaan pelaksanaan tugas pengawasan.

b. Tujuan

Dengan penugasan ini diharapkan Konsultan Pengawas dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk

(3)

menghasilkan keluaran yang memenuhi sesuai KAK ini.

3. TARGET/

SASARAN

: Sasaran dari kegiatan ini adalah tersedianya Jasa Konsultan Pengawas yang memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak.

4. LOKASI PEKERJAAN

: Lokasi pekerjaan berada di satuan pendidikan yang telah ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku sebagai penerima bantuan sarana dan prasarana pendidikan. Penerima Bantuan Sarana Dan Prasarana Kegiatan Sumber Dana Spesific Grant (SG) Tahun Anggaran 2023 pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap adalah :

No. Nama Penerima Kecamatan Nilai

1 Rehab Ruang Kelas SDN Bantarmangu 01 Kec.

Cimanggu

Cimanggu 200.000.000

2 Rehab Ruang Kelas SDN

Cimanggu 03 Kec. Cimanggu Cimanggu 200.000.000 3 Rehab Ruang Kelas SDN Bantar

Panjang 02 Kec. Cimanggu Cimanggu 150.000.000 4 Rehab Ruang Kelas SDN

Karangsari 03 Kec. Cimanggu Cimanggu 150.000.000 5 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Bantarmangu 03 Kec.

Cimanggu

Cimanggu 200.000.000

6 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Cimanggu 05 Kec. Cimanggu Cimanggu 200.000.000 7 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Cisalak 01 Kec. Cimanggu Cimanggu 150.000.000 8 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Karangreja 01 Kec. Cimanggu Cimanggu 150.000.000 9 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Karangsari 02 Kec. Cimanggu Cimanggu 200.000.000 10 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Karangreja 05 Kec. Cimanggu Cimanggu 200.000.000 11 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Bantarmangu 04 Kec.

Cimanggu

Cimanggu 200.000.000

12 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Karangsari 01 Kec. Cimanggu Cimanggu 100.000.000 13 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Mandala 02 Kec. Cimanggu Cimanggu 150.000.000 14 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Dayeuhluhur 06 Kec.

Dayehluhur

Dayeuhluhur 150.000.000

15 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Datar 01 Kec. Dayeuhluhur Dayeuhluhur 200.000.000 16 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Dayeuhluhur 03 Kec.

Dayeuhluhur

Dayeuhluhur 200.000.000

17 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Hanum 01 Kec. Dayeuhluhur Dayeuhluhur 200.000.000 18 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Panulisan Timur 02 Kec.

Dayeuhluhur

Dayeuhluhur 200.000.000

19 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Datar 03 Kec. Dayeuhluhur Dayeuhluhur 150.000.000

(4)

20 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Ciwalen 02 Kec. Dayeuhluhur Dayeuhluhur 150.000.000 21 Rehab Ruang Kelas SDN

Dayeuhluhur 01 Kec.

Dayeuhluhur

Dayeuhluhur 200.000.000

22 Rehab Ruang Kelas SDN Karangpucung 04 Kec.

Karangpucung

Karangpucung 150.000.000 23 Rehab Ruang Kelas SDN

Surusunda 02 Kec.Karangpucung

Karangpucung 150.000.000 24 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Babakan 01 Kec. Karangpucung Karangpucung 150.000.000 25 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Cidadap 01 Kec. Karangpucung Karangpucung 200.000.000 26 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Sindangbarang 02 Kec.

Karangpucung

Karangpucung 150.000.000 27 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Surusunda 03 Kec.

Karangpucung

Karangpucung 150.000.000 28 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Karangpucung 03 Kec.

Karangpucung

Karangpucung 150.000.000 29 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Babakan 02 Kec. Karangpucung Karangpucung 150.000.000 30 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Cidadap 02 Kec. Karangpucung Karangpucung 150.000.000 31 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Pamulihan 01 Kec.

Karangpucung

Karangpucung 200.000.000 32 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Tayem 03 Kec. Karangpucung Karangpucung 200.000.000 33 Rehab Ruang Kelas SDN

Pamulihan 04 Kec.Karangpucung

Karangpucung 150.000.000

34 Rehab Ruang Kelas SDN Mulyasari 01 Kec.Majenang

Majenang 150.000.000 35 Rehab Ruang Kelas SDN

Cibeuying 03 Kec.Majenang

Majenang 200.000.000 36 Rehab Ruang Kelas SDN

Cilopadang 03 Kec.Majenang

Majenang 200.000.000 37 Rehab Ruang Kelas SDN Bener

01 Kec.Majenang

Majenang 100.000.000 38 Rehab Ruang Kelas SDN

Pahonjean 04 Kec.Majenang

Majenang 200.000.000 39 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Cilopadang 01 Kec.Majenang

Majenang 200.000.000 40 Rehab Ruang Kelas SDN

Wanareja 06 Kec.Wanareja

Wanareja 150.000.000 41 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Adimulya 03 Kec. Wanareja

Wanareja 200.000.000 42 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Purwasari 03 Kec. Wanareja

Wanareja 200.000.000 43 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Adimulya 02 Kec. Wanareja

Wanareja 200.000.000 44 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Limbangan 03 Kec. Wanareja

Wanareja 200.000.000 45 Rehabilitasi Ruang Kelas SDN

Limbangan 05 Kec. Wanareja

Wanareja 200.000.000

(5)

46 Rehab Ruang Kelas SDN Tarisi 04 Kec.Wanareja

Wanareja 200.000.000

JUMLAH 8.050.000.000

5. NAMA

ORGANISASI PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

: Nama organisasi yang menyelenggarakan/ melaksanakan pekerjaan :

a. K/L/D/I : Pemerintah Kabupaten Cilacap b. Satker/SKPD : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan c. PPK : Sungeb, S.Sos

6. SUMBER DANA DAN

PERKIRAAN BIAYA

: a. Sumber Dana :

Spesific Grant (SG) APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2023 dengan kode anggaran sub kegiatan sebagai berikut : 1.01.02.2.01.08 Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas

b. Total perkiraan biaya yang diperlukan :

Rp. 170.000.000,- (Seratus Tujuh Puluh Juta Rupiah)

7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN

: 120 (Seratus Dua Puluh) Hari Kalender sejak ditandatanganinya Kontrak/ Surat Perintah Mulai Kerja.

8. METODE PENGADAAN BARANG/JASA DAN

PEMAKETAN

: Pengadaan Barang/Jasa menggunakan metode Seleksi - Prakualifikasi Dua File - Kualitas dan Biaya.

a) Memiliki NIB dan Sertifikat Standart dengan KBLI (71102)/

sesuai SBU yang dipersyaratkan;

b) Memiliki klasifikasi ijin usaha SBU RE201 - Jasa Pengawas Pekerjaan Konstruksi Bangunan Gedung atau RK 001 Jasa Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung Hunian dan Non hunian yang masih berlaku;

c) Memiliki status valid keterangan Wajib Pajak berdasarkan hasil Konfirmasi Status Wajib Pajak;

d) Yang bersangkutan dan manajemennya tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit, dan kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan;

e) Tidak Masuk dalam Daftar Hitam;

f) Memiliki pengalaman paling sedikit 1 satu pekerjaan sebagai penyedia jasa konsultansi dalam kurun waktu 4 empat tahun

(6)

terakhir, baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak.

g) Melampirkan Sertifikasi TKDN atau Pernyataan Penyedia (Self Declared) atau Perhitungan TKDN.

9. REFERENSI HUKUM

: a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara;

b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara;

c. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa konstruksi;

d. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

e. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTS), dan Sekolah Menengah Atas/

Madrasah Aliyah (SMA/MA);

f. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.

190/PMK.05/2012 Tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara;

g. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 22/PRT/M/2018 Tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara;

h. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia;

i. Surat Edaran Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 47 / SE / DC / 2020 tentang Petunjuk Teknis Standarisasi Desain dan Penilaian Kerusakan Sekolah dan Madrasah;

j. Referensi lainnya yang terkait.

(7)

10. LINGKUP PEKERJAAN

: Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas adalah berpedoman pada ketentuan yang berlaku, khususnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22/PRT/M/2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung Negara, yang dapat meliputi tugas-tugas Pengawasan fisik bangunan gedung negara terdiri dari :

a. Persiapan Pengawasan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan, membuat interprestasi secara garis besar terhadap KAK, menelaah DED, RKS dan BQ serta konsultasi dengan PPK dan tim pengampu kegiatan.

b. Melaksanakan kegiatan Pengawasan Bangunan Gedung : 1) Melakukan pemeriksaan dan penilaian dokumen untuk

pelaksanaan konstruksi fisik, baik dari segi kelengkapan mapun segi kebenarannya.

2) Melaksanakan persiapan di lapangan sesuai dengan pedoman pelaksanaan.

3) Menyusun program kerja yang meliputi jadwal waktu pelaksanaan, jadwal pengadaan bahan, jadwal penggunaan tenaga kerja, dan jadwal penggunaan peralatan berat.

4) Mengawasi pemakaian bahan, peralatan dan metode pelaksanaan serta mengawasi ketepatan waktu dan biaya pekerjaan konstruksi.

5) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas, dan laju pencapaian volume / realisasi fisik.

6) Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.

7) Menyelenggarakan rapat-rapat lapangan secara berkala, membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan pengawasan, dengan masukan hasil rapat-rapat lapangan, laporan harian, mingguan dan bulanan pekerjaan konstruksi yang dibuat oleh pelaksana konstruksi.

8) Meneliti gambar - gambar untuk pelaksanaan (Shop

(8)

Drawings) yang diajukan oleh pelaksana konstruksi.

9) Meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di lapangan (As Built Drawings) sebelum serah terima 1 (ke-satu).

10) Menyusun daftar cacat / kerusakan sebelum serah terima l (ke-satu), mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan, dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan.

11) Menyusun berita acara persetujuan kemajuan pekerjaan, berita acara pemeliharaan pekerjaan, dan serah terima pertama dan kedua pelaksanaan konstruksi sebagai kelengkapan untuk dokumen pembayaran tagihan pekerjaan konstruksi.

12) Bersama-sama penyedia jasa perencanaan menyusun petunjuk pemeliharaan dan penggunaan bangunan gedung.

13) Membantu pengelola kegiatan dalam penyiapan kelengkapan dokumen Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

14) Membantu pengelola kegiatan dalam pengawasan Masa Pemeliharaan (Retensi 5 %).

c. Penyusunan laporan-laporan antara lain membuat :

1) Laporan pendahuluan yang memuat metodologi Pekerjaan pengawasan;

2) Laporan Antara yang memuat progress pekerjaan yang berjalan (50%);

3) Laporan Akhir yang memuat seluruh kegiatan pengawasan bangunan Gedung sampai dengan 100%, yang meliputi:

➢ Laporan Harian, mingguan dan bulanan;

➢ Dokumentasi progress kegiatan;

➢ Shop Drawing dan As Build Drawing;

➢ Dokumentasi lain terkait dengan pelaksanaan kegiatan Fisik.

11. KELUARAN : Dokumen yang harus disusun oleh konsultan meliputi:

1. Buku harian, yang memuat semua kejadian, perintah /

(9)

petunjuk yang penting dari Pemberi Tugas, Kontraktor pelaksana, dan Konsultan Pengawas

2. Laporan harian, berisi keterangan tentang : a) Tenaga kerja

b) Bahan material yang akan datang, diterima atau ditolak c) Alat-alat

d) Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan e) Waktu pelaksanaan pekerjaan

f) Kondisi cuaca saat pelaksanaan pekerjaan

3. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian

4. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk dokumen tagihan;

5. Surat Perintah Perubahan Pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang.

6. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh kontraktor Pelaksana.

7. Laporan Rapat di lapangan (site meeting).

8. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana

9. Laporan Pendahuluan, Laporan Antara dan laporan akhir PekerjaanPelaksanaan

10. Softcopy didokumentasikan dalam SSD Eksternal dengan kapasitas min. 500 Gigabyte.

12. PERALATAN, MATERIAL, PERSONIL DAN FASILITAS DARI PEJABAT

PEMBUAT KOMITMEN

: PPK menyediakan ruang asistensi dan diskusi selama waktu pelaksanaan.

13. PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA

KONSULTANSI

: a. Peralatan untuk keperluan kantor selama pelaksanaan kegiatan antara lain; komputer/software, printer, media sarana presentasi;

b. Peralatan untuk survey lapangan (alat ukur yang diperlukan, kamera, GPS Drone dan bahan survey lain yang diperlukan) dan dokumentasi;

c. Perangkat untuk Uji Sampel lapangan;

(10)

d. Kendaraan yang diperlukan untuk mobilisasi personil.

14. LINGKUP

KEWENANGAN PENYEDIA JASA

: Lingkup Kewenangan penyedia Jasa meliputi :

a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dimulai, Penyedia Jasa harus terlebih dahulu mempresentasikan pemahaman Kerangka Acuan kerja (KAK) oleh masing-masing Tenaga Ahli;

b. Menyampaikan : Struktur Organisasi Perusahaan, Rencana Mutu Kontrak, jadwal penugasan personil kepada Pengguna Jasa untuk mendapatkan persetujuan yang selanjutnya dibuat Berita Acara Mobilisasi Personil, Berita Acara Telah Melaksanakan Tugas;

c. Mengajukan metodologi pelaksanaan yang memperlihatkan ketepatan analisa dan urutan langkah-langkah pelaksanaannya terkait dengan Pengawasan Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan Pengawas seperti yang dimaksud dalam KAK.

Sedangkan untuk kepentingan informasi Untuk melaksanakan tugasnya Konsultan Pengawas selain harus memberi informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas termasuk melalui Kerangka Acuan kerja ini, Konsultan Pengawas juga harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari

pemberi Tugas, maupun yang dicari sendiri.

Tanggung Jawab Pengawas / Penyedia jasa, meliputi;

a. Konsultan Pengawas bertanggung jawab secara profesional atas jasa pengawasan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan dan kode tata laku profesi yang berlaku.

b. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut:

- Kesesuaian pelaksanaan konstruksi dengan dokumen pelelangan/ pelaksanaan yang dijadikan pedoman, serta peraturan, standar dan pedoman teknis yang berlaku.

- Kinerja pengawasan telah memenuhi standar hasil

(11)

pengawasan yang berlaku.

- Hasil evaluasi pengawasan dan dampak yang ditimbulkan.

- Penanggung jawab profesional pengawasan adalah tidak hanya konsultan sebagai suatu perusahaan tetapi juga bagi para tenaga ahli profesional pengawasan yang terlibat.

15. KRITERIA DAN AZAZ – AZAZ PENGAWASAN

Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Konsultan Pengawas pada Kerangka Acuan Kerja ini harus memperhatikan persyaratan sebagai berikut:

a. PERSYARATAN UMUM PEKERJAAN

Bahwa setiap bagian dari pekerjaan pengawasan harus dilaksanakan secara benar dan tuntas sampai dengan memberi hasil yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Pemberi Tugas.

b. PERSYARATAN OBYEKTIF

Bahwa pelaksanaan pekerjaan pengawasan teknis konstruksi yang obyektif untuk kelancaran pelaksanaan, baik yang menyangkut macam, kualitas, dan kuantitas dari setiap bagian pekerjaan sesuai standar yang berlaku.

c. PERSYARATAN FUNGSIONAL

Bahwa Pekerjaan Pelaksanaan pengawasan harus dilaksanakan dengan profesionalisme yang tinggi yang secara fungsional dapat mendorong peningkatan kinerja kegiatan.

d. PERSYARATAN PROSEDURAL

Bahwa Penyelesaian administrasi sehubungan dengan pekerjaan di lapangan harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.

e. PERSYARATAN TEKNIS LAINNYA

Bahwa selain kriteria umum diatas, untuk pekerjaan pengawasan berlaku pula ketentuan-ketentuan seperti standar, pedoman dan peraturan yang berlaku, antara lain : - Ketentuan yang diberlakukan untuk pekerjaan yang

bersangkutan, yaitu

Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan beserta kelengkapannya, dan ketentuan-ketentuan sebagai dasar perjanjiannya

(12)

- Yang termuat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 221PRTlMl201B tanggal 14 September 2018 tentang, Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara.

Selain kriteria umum diatas, Konsultan Pengawasan juga harus memperhitungkan pula azas-azas pengawasan antara lain sebagai berikut :

a. Fact Finding, bahwa pengawasan harus menemukan fakta- fakta tentang bagaimana kontraktor menjalankan tugasnya.

b. Preventif, dalam arti bahwa pengawasan dilaksanakan untuk mencegah timbulnya penyimpangan-penyimpangan dalam pelaksanaan rencana.

c. Pengawasan diarahkan kepada masa sekarang, dalam arti bahwa pengawasan hanya ditujukan terhadap kegiatan- kegiatan yang sedang dilaksanakan.

d. Pengawasan hanya merupakan alat untuk meningkatkan efisiensi.

e. Pengawasan harus mempermudah tercapainya tujuan.

f. Pengawasan harus lebih bersifat membimbing.

16. PERSONIL : Posisi Kualifikasi Jumlah

Team Leader Min. S1 Teknik Sipil lulusan universitas/

perguruan tinggi negeri/ swasta yang telah terakreditasi minimal B;

Berpengalaman dalam pengawasan bangunan sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Teknik Bangunan Gedung atau Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) Ahli Madya Teknik Bangunan Gedung.

1 orang

Ahli K3 konstruksi Min. Sarjana dan memiliki Sertifikat Keahlian (SKA) Ahli Muda K3 Konstruksi atau Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK) Ahli Muda K3 Konstruksi.

1 orang

Pengawas Min. SMK/Sederajat, pengalaman 2 (dua) tahun terakhir diutamakan sesuai bidangnya (bangunan gedung pendidikan) dibuktikan dengan surat referensi pengalaman kerja dan

5 orang

(13)

memiliki Sertifikat Ketrampilan Kerja (SKT) atau Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Pengawas Pekerjaan Struktur Bangunan Gedung.

Tenaga Administrasi Min. SMK/Sederajat yang mempunyai kemampuan sebagai administrasi dan mengurus surat-surat, logistik, keuangan dan lain sebagainya

1 orang

Pada dokumen penawaran, penyedia Jasa menyediakan personil dengan syarat minimal sebagaimana posisi, jumlah, dan kualifikasi yang dipersyaratkan, dengan batas toleransi dengan persetujuan PPK.

Penawaran dengan personil yang tidak memenuhi batas minimal tidak digugurkan, tetapi dinilai sesuai proporsionalnya sebagaimana dalam dokumen pengadaan dan dijadikan bahan pertimbangan dalam penilaian evaluasi teknis.

Adapun untuk uraian tugas masing-masing personil sebagai berikut :

Team Leader

Team Leader bertanggung jawab kepada pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan untuk di lapangan dan terhadap Pejabat Pembuat Komitmen dalam rangka pelaksanaan kontrak. Team Leader akan berkedudukan di tempat berdekatan dengan lokasi pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab Team Leader mencakup, tapi tidak terbatas hal- hal sebagai berikut :

a. Mengikuti petunjuk - petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan, terutama sehubungan dengan:

- lnspeksi secara teratur ke lokasi pekerjaan untuk melakukan monitoring kondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan perbaikan agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan.

- Pengertian yang benar tentang Spesifikasi Teknis.

- Metode pelaksanaan untuk tiap jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

- Metode pengukur volume pekerjaan yang benar dan sesuai dengan pasal-pasal dalam dokumen kontrak tentang cara pengukuran dan pembayaran.

(14)

- Rincian teknis yang diperlukan apabila terjadi perubahan lingkup pekerjaan dalam kontrak pelaksanaan fisik.

b. Membuat pernyataan penerimaan (Acceptance) atau penolakan (Rejection) atas material dan produk pekerjaan.

c. Melakukan pengawasan dan memberi pengarahan kepada kontraktor dalam pengambilan data lapangan serta kaitannya dengan rekayasa lapangan.

d. Mengadakan penyesuaian dilapangan dengan dokumen perencanaan teknis yang tertuang dalam kontrak pelaksanaan fisik.

e. Melakukan pemantapan atas prestasi Kontraktor Pelaksana, dan segera melaporkan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan apabila kemajuan pekerjaan ternyata mengalami keterlambatan lebih dari 15 % dari rencana serta membuat saran-saran penanggulangan dan perbaikan.

f. Melakukan pengecekan pekerjaan dan secara khusus harus ikut serta dalam proses pengukuran akhir pekerjaan.

g. Menyusun laporan bulanan dan kemajuan fisik dan biaya pekerjaan, dan menyerahkannya kepeda Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan.

h. Menyusun Justifikasi Teknis, termasuk gambar dan perhitungan sehubungan dengan usulan perubahan kontrak.

i. Mengecek dan menandatangani dokumen-dokumen tentang pengendalian mutu dan volume pekerjaan.

Tenaga Ahli

Bertanggung jawab kepada Team Leader atas pengendalian mutu bahan dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan dalam dokumen kontrak.

Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli mencakup, tapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut :

a. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Team Leader, serta mengusahakan agar Team Leader dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan selalu mendapat informasi yang diperlukan sehubungan dengan pengendalian mutu.

b. Melakukan pengawasan dan pemantapan atas pengaturan

(15)

personil dan peraturan laboratorium Kontraktor, agar pelaksanaan pekerjaan selalu didukung oleh tersedianya tenaga dan peralatan pengendalian mutu sesuai dengan persyaratan dalam Dokumen Kontrak.

c. Melakukan pengawasan dan pemantauan atas material dan peralatan yang diperlukan.

d. Melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan pemeriksaan mutu bahan dan pekerjaan, serta memberikan laporan kepada Team Leader apabila timbul permasalahan sehubungan dengan pengendalian mutu bahan dan pekerjaan.

e. Menyerahkan kepada Team Leader himpunan data bulanan pengendalian mutu,

f. Memberikan petunjuk kepada kontraktor pelaksana, agar semua teknisi laboratorium dan staf pengendali mutu mengenal dan memahami semua prosedur dan tata cara pelaksanaan test sesuai dengan yang tercantum dalam spesifikasi.

Pengawas Lapangan

Pengawas lapangan bertanggung jawab kepada Team Leader terhadap pengendalian kuantitas bahan dan pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan di dalam dokumen kontrak.

Tugas dan tanggung jawab pengawas lapangan mencakup, tapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut :

a. Mengikuti petunjuk teknis dan instruksi dari Team Leader, serta

mengusahakan agar Team Leader selalu mendapat informasi yang diperlukan sehubungan dengan pengawasan sesuai dengan design yang ditentukan.

Setiap saat mengikuti petunjuk teknis dan spesifikasi yang tercantum dalam Dokumen Kontrak.

b. Menyiapkan data terinci serta rekomendasi teknis sehubungan dengan variasi volume kontrak.

c. Mengecek dan mengukur volume bahan dan pekerjaan yang dihasilkan oleh kontraktor, sebagai dasar untuk pengajuan

(16)

tagihan pembayaran.

d. Melaporkan segera kepada Team Leader apabila ternyata pelaksanaan pekerjaan akan mengakibatkan terlampaunya volume pekerjaan yang tercantum dalam Dokumen Kontrak.

e. Mengecek semua "As Built Drawing" yang dibuat oleh kontraktor, Melaksanakan pengarsipan surat-surat, laporan harian, laporan bulanan, jadwal kemajuan pekerjaan dan lain- lain.

17. PROSES PEKERJAAN PENGAWASAN

: Proses Pekerjaan Pengawasan Konsultan Pengawas harus membuat uraian kegiatan secara terinci yang sesuai dengan setiap bagian pekerjaan pengawasan pelaksanaan yang dihadapi di lapangan yang secara garis besar adalah sebagai berikut : a. Pekerjaan Persiapan

- Menyusun program kerja, alokasi tenaga dan konsepsi pekerjaan pengawasan.

- Memeriksa Time Schedule/ Bar Chart, S-Curve, dan Net Work Planning yang diajukan oleh Kontraktor Pelaksana untuk selanjutnya diteruskan kepada Pengelola Kegiatan untuk mendapat persetujuan.

b. Pekerjaan Teknis Pengawasan Lapangan

- Melaksanakan pekerjaan pengawasan secara umum, pengawasan lapangan, koordinasi dan inspeksi kegiatan kegiatan pembangunan agar pelaksanaan teknis yang dilakukan dapat secara terus menerus sampai dengan pekerjaan diserahkan untuk kedua kalinya.

- Mengawasi kebenaran ukuran, kualitas dan kuantitas dari bahan atau komponen bangunan, peralatan dan perlengkapan selama pekerjaan pelaksanaan dilapangan atau ditempat kerja lainnya.

- Mengawasi kemajuan pelaksanaan dan mengambil tindakan yang tepat dan cepat, agar batas waktu pelaksanaan minimal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.

- Memberikan masukan pendapat teknis tentang penambahan atau pengurangan pekerjaan yang dapat

(17)

mempengaruhi biaya dan waktu pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak, untuk mendapatkan persetujuan dari Pemberi Tugas.

- Memberi petunjuk, perintah sejauh tidak mengenai pengurangan dan penambahan biaya dan waktu pekerjaan serta tidak menyimpang dari kontrak, dapat langsung disampaikan kepada Pemborong, dengan pemberitahuan tertulis kapada Pemberi Tugas.

- Memberi bantuan dan petunjuk kepada Pemborong dalam mengusahakan perijinan sehubungan dengan pelaksanaan pembangunan.

c. Konsultasi

- Melakukan konsultasi kepada Pemberi Tugas untuk membahas segala masalah dan persoalan yang timbul selama masa pembangunan.

- Mengadakan rapat lapangan secara berkala sedikitnya dua kali dalam sebulan, dengan Pemberi Tugas dan Pelaksana Fisik dengan tujuan untuk membicarakan masalah dan persoalan yang timbul dalam pelaksanaan, kemudian membuat risalah dan mengirimkan kepada semua pihak yang bersangkutan, serta sudah diterima paling lambat 1 minggu kemudian.

- Mengadakan rapat diluar jadwal rutin tersebut apabila dianggap mendesak.

d. Laporan

- Memberi laporan dan pendapat teknis administrasi dan teknis teknologi kepada Pemberi Tugas, mengenai volume, Prosentase dan nilai bobot bagian - bagian pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh pemborong.

- Melaporkan kemajuan pekerjaan yang nyata dilaksanakan dan dibandingkan dengan jadwal yang telah disetujui.

- Melaporkan bahan-bahan bangunan yang dipakai, jumlah tenaga kerja dan alat yang digunakan.

- Memeriksa gambar-gambar kerja tambahan yang dibuat oleh Pemborong terutama yang mengakibatkan tambah atau berkurangnya pekerjaan, dan juga perhitungan serta

(18)

gambar konstruksi yang dibuat oleh Pemborong (Shop Drawings).

e. Dokumen

- Menerima dan menyiapkan Berita Acara sehubungan dengan penyelesaian pekerjaan di lapangan, serta untuk keperluan pembayaran tagihan.

- Memeriksa dan menyiapkan daftar volume dan nilai pekerjaan di lapangan serta penambahan atau pengurangan pekerjaan guna keperluan pembayaran.

- Mempersiapkan formulir, laporan harian, mingguan dan bulanan, Berita Acara kemajuan pekerjaan, penyerahan pertama dan kedua serta formulir - formulir lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan dokumen pembangunan.

18. LAPORAN PENDAHULUAN

: Laporan pendahuluan memuattahap Konsep Rencana Teknis : a. Konsep penyiapan rencana teknis, termasuk konsep

organisasi, jumlah dan kualifikasi tim Pengawas, metode Pengawasan dan tanggung jawab waktu Pengawasan.

b. Konsep skematik rencana teknis dan metode review.

c. Laporan data dan informasi lapangan termasuk hasil survey harga, peraturan / regulasi bangunan Gedung terkait wilayah rawan gempa, wabah covid-19 dan lain-lain.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya: 5 (lima) hari kerja sejak SPMK diterbitkan sebanyak 3 (tiga) buku laporan.

19. LAPORAN ANTARA

: Laporan Antara memuat:

a. Buku harian, yang memuat semua kejadian, perintah / petunjuk yang penting dari Pemberi Tugas, Kontraktor pelaksana, dan Konsultan Pengawas.

b. Laporan harian, berisi keterangan tentang :

✓ Tenaga Kerja,

✓ Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak,

✓ Alat-alat,

✓ Pekerjaan-pekerlaan yang diselenggarakan,

✓ Waktu pelaksanaan pekerjaan,

✓ Kondisi cuaca pada saat pelaksanaan pekerjaan

c. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan

(19)

harian.

Laporan mingguan diserahkan setiap minggunya dalam 1 kegiatan format F4, serta memuat hasil rencana dan realisasi pelaksanaan kegiatan, masalah yang dihadapi, penyimpangan yang terjadi, tindakan koreksi dan/atau penyesuaian yang dilakukan pada kegiatan Pengawasan pada setiap minggunya.

d. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk dokumen pembayaran tagihan.

e. Surat Perintah Perubahan pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang.

f. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built drawings) dan manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh kontraktor Pelaksana.

g. Laporan Rapat di lapangan (site meeting).

h. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.

i. Laporan Antara Pekerjaan Pelaksanaan.

20. LAPORAN AKHIR

: Laporan akhir memuat :

a. Buku harian, yang memuat semua kejadian, perintah / petunjuk yang penting dari Pemberi Tugas, Kontraktor pelaksana, dan Konsultan Pengawas.

b. Laporan harian, berisi keterangan tentang :

✓ Tenaga Kerja,

✓ Bahan-bahan yang datang, diterima atau ditolak,

✓ Alat-alat,

✓ Pekerjaan-pekerjaan yang diselenggarakan,

✓ Waktu pelaksanaan pekerjaan.

✓ Kondisi cuaca pada saat pelaksanaan pekerjaan

c. Laporan mingguan dan bulanan sebagai resume laporan harian.

d. Berita Acara Kemajuan Pekerjaan untuk dokumen pembayaran tagihan.

e. Surat Perintah Perubahan pekerjaan dan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Tambah Kurang.

f. Gambar-gambar sesuai dengan pelaksanaan (as-built

(20)

drawings) dan manual Peralatan-peralatan yang dibuat oleh kontraktor Pelaksana.

g. Laporan Rapat di lapangan (site meeting).

h. Gambar rincian pelaksanaan (shop drawings) dan Time Schedule yang dibuat oleh Kontraktor Pelaksana.

i. Dokumen Laporan Akhir Pekerjaan Pelaksanaan.

j. Softcopy didokumentasikan dalam SSD Eksternal dengan kapasitas min. 500 Gigabyte.

21. JUMLAH LAPORAN

: Semua laporan harus dalam jumlah 3 rangkap termasuk dokumen asli. Laporan dicetak dengan kertas F4 70 gsm (gram per square meter).

22. JENIS KONTRAK : Pekerjaan ini dilaksanakan dengan bentuk kontrak Waktu Penugasan dengan ruang lingkupnya belum bisa didefinisikan dengan rinci dan/atau waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan belum bisa dipastikan.

23. UANG MUKA : Tidak diberikan uang muka.

24. PENAGIHAN PEKERJAAN

: Penagihan dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen).

25. PRODUKSI DALAM NEGERI

: Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia dengan menggunakan material - material utama adalah produksi dalam negeri.

26. PERSYARATAN KERJASAMA

: Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi :

Penyedia lain harus bersedia melaksanakan sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan, apabila terjadi kesalahan dalam pengawasan adalah murni kesalahan Penyedia utama.

Kerjasama dengan penyedia lain harus sepersetujuan tertulis dari PPK. Tidak diperbolehkan menyerahkan seluruh pekerjaan kepada pihak lain.

(21)

27. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA

LAPANGAN

: Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut:

a. Data-data yang digali atau dikumpulkan harus berdasarkan kondisi obyektif dari lokasi penelitian, jangan direka atau dikira-kira

b. Alat pengumpul data atau instrumen penelitian harus relevan dengan tujuan.

28. ALIH

PENGETAHUAN

: Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada personil di OPD Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap.

29. PENUTUP : Demikian Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini disusun sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan.

Cilacap, Juni 2023 Ditetapkan oleh

Pengguna Anggaran

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap

Disusun oleh

Pejabat Pembuat Komitmen

Drs. SADMOKO DANARDONO, M.Si NIP. 19710119 199101 1 001

SUNGEB, S.Sos NIP. 19780908 199703 1 001

Referensi

Dokumen terkait

Membuat dokumen perencanaan yang terdiri atas Gambar Kerja, Spesifikasi Teknis, dan Rencana Anggaran Biaya, yang digunakan sebagai acuan teknis pelaksanaan

Kegiatan pembuatan aplikasi Single Sign On Server pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pemalang dalam bentuk tahapan-tahapan kegiatan, yang dilaksanakan

Hasil yang diharapkan dari penerapan KLHS Kota Cimahi adalah tersusunnya laporan pelaksanaan KLHS yang memuat rekomendasi mitigasi dampak negatif kebijakan dan/atau

Keluaran Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah Dokumen Studi Potensi Embung di Wilayah Sungai Pemali Comal (Tahap 1) yang menunjukkan lokasi dan

Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi Konsultan Perencanaan yang memuat masukan, azas, kriteria, proses dan keluaran yang harus dipenuhi dan diperhatikan

Monitoring dan pengendalian Kegiatan merupakan suatu proses evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kinerja hasil pelaksanaan kegiatan, sehingga dapat dilakukan

Pengelolaan sampah adalah rangkaian kegiatan pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan sampah ke tempat sampah sementara yang dilakukan oleh perusahaan RS

1 LATAR BELAKANG : - - - 2 MAKSUD DAN TUJUAN : MAKSUD : TUJUAN 3 TARGET DAN SASARAN : TARGET SASARAN KERANGKA ACUAN KERJA Pelaksanaan Kegiatan fisik dapat dilakukan sesuai