• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kapita Selekta PEMBELAJARAN BAHASA ARAB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Kapita Selekta PEMBELAJARAN BAHASA ARAB"

Copied!
192
0
0

Teks penuh

Banyak keberhasilan pembelajaran bahasa asing khususnya bahasa Arab di Indonesia yang lahir dari konsep pesantren. Pembelajaran bahasa Arab Kapita Selecta. Pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing di Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan yang serius. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat mendengarkan dan melafalkan bahasa Arab sesuai dengan cara orang Arab mengucapkannya.

Pembelajaran bahasa Arab hendaknya fokus pada praktik penggunaan atau praktik bahasa tersebut, dan bukan pada penjelasan kaidah tata bahasa (دع وقا ال). 28 Kapita Selecta Belajar Bahasa Arab. kemampuan pendukung lainnya, seperti filsafat belajar mengajar, psikologi pembelajaran, metode pembelajaran administrasi pendidikan, pembelajaran dan sebagainya. Dalam bahasa Arab santri disebut ملػعت م yaitu isim fa`il dari fi`il madhi م لػع ت.

Kapita Selecta belajar bahasa Arab. variabel penting yang menjadi pertimbangan setiap orang tua sebelum menyekolahkan anaknya ke sekolah pilihannya. Kapita Selecta belajar bahasa Arab. sharaf, maka hanya materi sharaf yang dibahas secara detail. Artinya keempat aspek tersebut merupakan satu-satunya indikator pengetahuan bahasa Arab siswa.

Pembelajaran Bahasa Arab Kapita Selekta 59. Kesulitan buku dan keberhasilan proses pembelajaran lebih dipengaruhi oleh kecermatan guru dalam memilih metode pengajaran yang digunakan.29.

Metode Pembelajaran Nahw

Apalagi metode ini mengabaikan kebutuhan siswa akan pentingnya bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Namun bagi sebagian masyarakat dan lembaga pendidikan, cara ini sudah menjadi tren atau brand. Pondok pesantren Salafi pada umumnya menetapkan kitab Alfiah yang disusun berdasarkan metode ini sebagai tolak ukur keberhasilan pembelajaran bahasa Arab ditinjau dari Nahw.

Kitab nahw yang disusun dengan metode ini adalah kitab al-Nahw al-Wadhih karya `Aly al-Jarimy dan Musthafa Amin. Pendukung metode ini memandang bahwa pembelajaran nahwiyah yang baik harus dikaitkan dengan materi bacaan, dan mendengarkan serta berinteraksi dengan teks bacaan secara total, tidak terbatas pada hafalan kaidah nahwiyah saja.37. Membaca teks dengan benar dan menjelaskan makna yang terkandung hingga siswa benar-benar memahaminya.

Guru menilai seluruh materi yang berkaitan dengan kaidah tata bahasa dan meminta seluruh siswa menghafalkannya. Nahw pembelajaran menggunakan metode ini diawali dengan memberikan tugas kepada seluruh siswa agar memahami konsep-konsep kaidah tata bahasa, seperti خساون , ر رك لر ك اج. Setelah itu, hasil bacaan tersebut dibahas di kelas dan diambil kesimpulannya, lalu dilanjutkan dengan latihan pengayaan dengan contoh-contoh lain. 38 Sepintas, metode ini lebih berhasil.

Kelemahan metode ini adalah: 1) siswa dibebani dengan tugas-tugas yang cukup berat, karena harus menghafal dan sekaligus memahami kaidah tata bahasa 2) secara psikologis kurang tepat, karena dimulai dari materi yang berat dan sulit ke materi yang lebih mudah 3 ) memerlukan banyak waktu. Setelah itu, guru mengajak siswa untuk mencari kesalahan kata-kata tertulis dalam konteks kalimat. Artinya metode ini mengarah pada penguasaan materi nahw secara menyeluruh, tidak hanya bersifat teoritis saja, namun menyangkut aspek praktis analitis, mendalam dan detail.

Namun cara ini kurang cocok untuk pemula atau mereka yang kurang tertarik pada hal-hal rumit dan rumit. Metode ini tidak hanya terfokus pada kaidah gramatika saja, melainkan merupakan metode yang komprehensif, yakni memandang bahasa secara keseluruhan. Metode ini digunakan untuk mengkaji materi nahw secara mendalam dan kritis yaitu membandingkan 70 Pembelajaran Bahasa Arab Kapita Selecta.

Metode pembelajaran Muthala’ah

Pembelajaran dimulai dengan pemaparan beberapa fenomena kebahasaan yang umum digunakan, kemudian kita menganalisisnya dari sudut pandang yang berbeda. Jadi, tarkib artinya menyusun huruf menjadi kata dan menyusun kata menjadi kalimat. Disebut metode juz’iyah karena pembelajaran muthala’ah diawali dengan pembahasan bagian-bagian terkecil sehingga menjadi kata-kata yang utuh, kemudian kata-kata tersebut disusun menjadi kalimat-kalimat yang utuh.

Dengan kata lain jika dilihat dari cara kerjanya disebut tarkibiyah, dan jika dilihat sifatnya disebut juz'iyah. Pembelajaran Muthala`ah dengan metode ini dimulai dari pengenalan huruf, harakat, dan cara membacanya (bunyi huruf). Kemudian tulislah huruf-huruf yang mengandung huruf vokal dan susun menjadi kata-kata sambil memperkenalkan huruf-huruf gila, terakhir susunlah kata-kata tersebut menjadi satu kesatuan (kalimat sempurna).

Metode ini cocok untuk mengajarkan bahasa Arab kepada anak-anak yang baru mengenal aksara Arab, dan sudah tidak cocok lagi untuk tingkat mahir. Pembelajaran materi muthala`ah dengan metode tahliliyah dimulai dari kalimat, kemudian kata demi kata dan kemudian huruf demi huruf yaitu dari kulliyah ke juz'iyah atau dari yang rumit ke yang sederhana. Metode ini disebut juga dengan metode naturalistik (ة يعي ب تلا يةة رطل ا), yaitu penyampaian materi menurut cara alami anak belajar bahasa dari ibunya atau lingkungan sekitarnya.

Selain itu disebut juga dengan metode global (ة يلاجملإ ا يةةق رطل ا), yaitu menyampaikan materi dengan cara mengungkapkannya secara global dan isi materi juga secara global.41 Namun dalam pelaksanaannya metode ini memerlukan analisis terhadap makna dari setiap ekspresi. Langkah pertama adalah memahami makna global dari ungkapan tersebut, dan kemudian memahami makna kata demi kata, bahkan dengan menguraikan fungsinya huruf demi huruf. Pembelajaran materi muthala'ah dengan metode diawali dengan menyusun kalimat-kalimat sesuai dengan tingkat pengetahuan siswa, kemudian mengulanginya berulang-ulang dengan bacaan yang kuat dan fasih, setiap huruf dibaca dengan jelas sesuai tanda bacanya.

Kemudian menganalisis kata demi kata, huruf demi huruf, baik nama huruf maupun tulisannya, sehingga seluruh siswa dapat memahami arti, fungsi setiap huruf, kata, dan kalimat. Metode biasanya lebih mampu mengakomodasi perbedaan individu setiap siswa, baik dari segi keterampilan dasar, modalitas maupun tingkat perkembangan keterampilan penalarannya.

Metode Pembelajaran Muhadatsah

Para ahli pembelajaran bahasa arab nampaknya sepakat bahwa metode pembelajaran yang sesuai untuk materi muhadatsah adalah metode pendekatan auditori lisan (ةيعمسلا يةق رطلا.. ة ةيقطنل ا) dengan menekankan sebanyak mungkin kegiatan latihan/pola latihan (بار2 ) (بار2) Ada beberapa teknik yang biasa digunakan dalam pembelajaran muhadatsah dengan metode ini, yaitu: pertama, menjelaskan dan mengulang (ر ركا ت كال رح ش ال), kedua, memanfaatkan dan mengoptimalkan aplikasi (ر ما تث سلإ ا). Tahap ر ركا ت لا disebut juga دي د تر ال yaitu teknik pembelajaran muhadatsah yang bertujuan untuk menjelaskan lambang bunyi (ظفلل ا).

Kapita Selekta Belajar Bahasa Arab.. tingkatan رح ش لا adalah menjelaskan maksud atau makna kata atau ungkapan dengan menggunakan gerak tubuh, gerak, ekspresi wajah atau kata-kata yang mendekatinya, menggunakan bahasa Arab, tanpa menggunakan bahasa ibu siswa atau bahasa daerah. Namun fokusnya hanya sebatas pada aspek makna yang terkandung dalam gambar yang ditampilkan, bukan pada aspek perbedaan bunyi atau pengucapan. 76 Kapita Selecta Belajar Bahasa Arab. Bisa dimulai dengan kelompok atau kolektif, kemudian dengan kelompok kecil dan individu hingga setiap orang mendapat giliran.

Apabila hal ini tidak memungkinkan, dapat dipilih beberapa siswa yang berada pada titik ekstrim yaitu dari kelompok 'lebih'. fasih, cerdas) dan dari kelompok "lebih rendah". Sebelum mengakhiri proses pembelajaran, siswa berlatih menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi. Ini dapat diselesaikan segera dan jika tidak memungkinkan, dapat diselesaikan di rumah. Setelah guru yakin semua siswa dapat mengucapkan kata-kata tersebut dengan benar, beliau menjelaskan pengertian dan unsur nahw dan sharaf. Seluruh proses pembelajaran dilakukan dalam bahasa Arab, tanpa menggunakan bahasa ibu atau bahasa daerah siswa.

Fase eksploitasi (را م تث سلإ ا) merupakan fase optimalisasi peserta didik dalam pembelajaran muhadatsah sebagaimana yang digunakan oleh Ahl al-lughah. Pada tahap ini siswa dilatih untuk menggunakan kalimat atau ungkapan yang mempunyai makna yang lengkap, seperti halnya kalimat biasa atau ungkapan percakapan, baik menggunakan gambar maupun tidak sama sekali. Namun sebaiknya dibimbing terlebih dahulu dalam menentukan topik, kemudian berlatih menggunakan kata-kata yang sudah ada dalam ungkapan lain dengan penambahan kata-kata baru.

Setelah guru yakin bahwa semua siswa dapat membuat ekspresi yang sempurna, maka diberikan materi nahw dan sharaf untuk menyempurnakan ekspresi yang umum digunakan dalam kaitannya dengan kaidah bahasa Arab yang benar. Sebelum mengakhiri pembelajaran, guru tidak lupa memberikan soal dan tugas yang harus diselesaikan seluruh siswa, baik di sekolah maupun setelah pulang ke rumah. Pada tahap ini guru sudah mulai menggunakan teknik diskusi, yaitu dialog bebas yang melibatkan seluruh siswa mengenai topik yang berbeda-beda.

Metode Pembelajaran dikte/imla’ ( ءلاملإا )

PENGAJARAN KOSA KATA BAHASA ARAB

PEMANFAATN MEDIA DALAM

Pengertian media pembelajaran

70Umi Machmudah dan Abdul Wahab Rosyidi, Pembelajaran Aktif dalam Pembelajaran Bahasa Arab: (UIN Malang Press, 2008), hal. Secara umum media pembelajaran bahasa Arab dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yaitu media elektronik dan non-elektronik. Selain itu, Suyanto mengklasifikasikan media atau alat bantu pembelajaran bahasa Arab menurut dominasi indera yang digunakan dalam bahasa tersebut, yaitu pendengaran, penglihatan, dan ucapan.

Saat ini banyak sekali program pembelajaran bahasa Arab yang dikemas dalam bentuk CD, namun belum tersedia cara pengoperasiannya. 86 Mohammad Ahsanudin, Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Bahasa Arab (a-Arabic Journal, Jurusan Sastra Arab, FS Universitas Negeri Malang) hal. Kapita Selecta Pembelajaran Bahasa Arab. memanfaatkan perkembangan teknologi melalui penggunaan website di Internet, CD interaktif, parabola dan e-learning.

Para pendidik berusaha untuk dapat mempelajari perkembangan teknologi tersebut agar dapat dijadikan sebagai media yang efektif sebagai alat bantu pembelajaran bahasa Arab.

Referensi

Dokumen terkait

pengulangan. Karena silabus bahasa mempunyai peranan penting dalam memahami metode pembelajaran, diperlukan kejelasan tentang jenis-jenis dari silabus bahasa. Guru

Kajian “Analisis Morfo-fonologi Perkataan Pinjaman Bahasa Inggeris dalam Bahasa Arab” ini membincangkan perubahan dari aspek fonologi dan morfologi yang berlaku terhadap

1. Metodologi pembelajaran bahasa Arab di IAIN Pontianak terdiri dari tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kompetensi dosen, mahasiswa, metode pembelajaran,

Keterangan: Contoh-contoh di atas mengindikasikan bahwa baik bahasa Arab ataupun bahasa Inggris mempunyai aturan yang berbeda dalam menyatakan kalimat kondisional

Akan tetapi menurut pengamatan di beberapa program studi Pendidikan Bahasa Arab maupun sastra Arab, dan jurusan Terjemah bahwa (1) pengajaran bahasa Arab masih banyak

Pada awalnya kata tersebut merupakan bentuk interferensi terhadap bahasa Sunda, tetapi kemudian berintegrasi, sehingga kata tersebut bukan lagi menjadi unsur pinjaman, tetapi

Sejalan dengan perkembangan tersebut tujuan pengajaran bahasa asing pun bukan hanya sebatas penguasaan unsur-unsur kebahasaan seperti penguasaan tata bahasa dan kosa kata, tetapi

Linguistik Terapan, atau Ilmu Bahasa Terapan adalah disiplin ilmu yang memiliki banyak dimensi, memanfaatkan berbagai disiplin ilmu lain yang terkait dengan salah satu aspek bahasa itu